NovelToon NovelToon
Dosen & Rektor

Dosen & Rektor

Status: tamat
Genre:Dosen
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lhu-Lhu

السلام عليكم ورحمة الله وبراكته :)
Selamat datang di novel perdana saya...
Salam kenal semuanya yaa... Semoga para pembaca dapat menikmati karya saya dengan baik.

Novel ini menceritakan tentang seorang dosen wanita disebuah Universitas swasta. Dosen ini merupakan salah satu dosen terfavorit dikampus. Wajah yang anggun, cantik, dan menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya untuk pertama kali tidak percaya jika ia dosen. Selain dosen, ia juga seorang Hafidhoh.
Universitas swasta ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Universitas ini dikelola oleh seorang dosen sekaligus rektor yang sangat luar biasa. Keren, tampan, pokoknya luar biasa deh... Ia menggantikan sang ayah yang awalnya menjabat sebagai rektor.

Bagaimana kisah mereka para penjaga hati yang sama-sama menolak untuk dekat atau berhubungan hati dengan lain jenis? Mereka yang sama-sama memiliki keilmuan agama yang kental.


#Muhammad Farhan Al-Faridz
Biasanya dipanghil Faridz oleh Anisa. Dan dipanggil Farhan oleh yang lain.
#Annisa Azzahra
Biasanya dipanggil Anisa/Ica/Anis


Mari kita simak bersama-sama kisah dalam novel ini.
#Selamat membaca
:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhu-Lhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Tak terasa sudah tiga hari Anisa dipesantren. Besok ia harus kembali ke rumah orang tuanya. Kini nampak Anisa tengah bercengkrama dengan Husna di asrama Wardah. sedangkan Wardah? Ia sudah tertidur pulas setelah bercerita bertiga. Kenapa ada Husna? Selama 2 malam ini Anisa meminta Husna untuk bermalam bersamanya. Tentu saja Husna sangat senang.

“Kakak beneran pulang ya besok?”. Tanya Husna. Mungkin jika dihitung sudah belasan kali Husna menanyakan hal itu.

“Iya dek, jangan sedih gitu dong. Kan bentar lagi liburan semester, kita bisa main sepuasnya. Kamu boleh kok nginep dirumah kakak jika perlu”. Jawab Anisa. Wardah memeluk erat Anisa.

“Baru kali ini kak, aku bisa cerita masalah aku dengan leluasa. Aku ngerasa punya kakak sekaligus sahabat”. Jawab Husna.

Husna banyak bercerita tentang masalahnya selama dipesantren yang sering didekati temannya tetapi karena mereka tau bahwa Husna adalah anak dari pemilik universitas. Tak jarang Husna mendengar teman-temannya sering membicarakannya dibelakang.

“Kalau kamu ada masalah jangan sungkan cerita sama kakak. Nomor hp kakak ada kok sama mbak Wardah. kamu bisa pinjam ke dia. Okee!”. Ujar Anisa. Husna mengangguk dalam pelukan Anisa.

“Kita tidur yuk, udah malam”. Ajak Anisa. Husna mengangguk. Untungnya kasur di kamar Wardah cukup besar. Jadi bisa digunakan untuk mereka bertiga.

*Pagi Hari

Farhan Prov

Akhirnya hari ini pulang juga. Bukannya aku tidak suka berada disini. Hanya saja aku sedikit jengkel jika melihat cak Ibil cari muka pada Anisa.

“Sudah beres semua Han?”. Tanya Faisal kepadaku.

“Beres”. Jawabku.

“Aku ke asrama Wardah dulu, jemput Anisa”. Ucap Faisal.

“Aku ikut, sekalian pamit sama adikku”. Ujarku. Faisal menganggukkan kepalanya.

Kamipun pergi ke asrama Wardah. Kulihat Husna tengah mengapit tangan Anisa. Sepertinya bocah itu tak rela jika kakak iparnya akan pulang. Eh! Tunggu. Calon maksudku. Hahaha, apalah aku ini. Menghalu saja. Disisi lain Anisa ada Faiz juga. Kenapa bocah ini bisa masuk pekarangan santriwati? Ah sudahlah, bukan masalah besar. Toh asrama Wardah tidak persis di tengah-tengah asrama santriwati. Sial! Kenapa disana ada cak Ibil?

“Kamu gak sedih kakak pulang?”. Sindirku pada Husna.

“Kakak pulang saja sama mas Faisal. Kak Ica disini”. Jawabnya.

“Waaaah, sepertinya Husna gak sayang kamu lagi Han”. Ujar Faisal dengan tawa recehnya.

“Iya, dari semalem gitu terus. Gak mau pisah sama Anisa”. Sambung Wardah. Anisa tersenyum manis. Oh, ya Allaah... betapa indahnya ciptaanmu.

“Iya kak Husna ini. Padahal yang adiknya aku. Kenapa yang sedih sampean?”. Sambung Faiz.

“Sudah lah, mending kalian pamit dulu sama Bapak Ibuk”. Ujar cak Ibil. Kamipun berjalan ke ndalem untuk pamit.

Masih sama, Husna masih disisi Anisa. Enak sekali kamu dek, kakak juga mau nyender dilengan Anisa. Lama kami ngobrol dengan Bapak dan Ibuk, kami pun pamit undur diri. Bapak dan Ibuk mengantar kami ke parkiran.

“Yang adiknya Anisa Faiz atau Husna?”. Tanya Bapak (kyai) menggoda Husna. Kami pun tertawa.

“Husna mau ikut pulang kak Anisa?”. Tanya Ibuk (Bu Nyai).

“Boleh buk?”. Tanya Husna antusias.

“Bulan depan yaa, kan udah mau libur semester”. Jawab Ibuk. Kamipun tertawa kembali. Husnapun memeluk Anisa lagi. Dasar bocah ini. Denganku saja tidak sampai begitu.

“Kakak pulang dulu yaa?”. Pamit Anisa sambil mengusap kepala Husna. Baru kali ini kulihat Husna begitu sedih.

“Sudahlah dek, kamu harus ngaji. Besok kakak ajak kamu main ketempat kak Faisal dan kak Anisa. Yaa?”. Ujarku membujuk Husna. Iapun mengangguk dan melepaskan pelukannya.

Kami bersalaman dengan Bapak dan Ibuk. Anisa berpelukan dengan Wardah dan Husna. Tak lupa adiknya Faiz.

Kamipun memasuki mobil dan meninggalkan pesantren.

Aku mengemudikan mobil Faisal dan Faisal dikemudi sampingku. Kulihat dari kaca Anisa tengan memperhatikan hpnya. Sepertinya ia tengah melihat beberapa foto yang sempat ia abadikan bersama Husna dan Wardah. Hening. Begitulah yang kurasakan. Tak ada percakapan sama sekali.

“Kok kalian diam saja sih?”. Ujar Faisal tiba-tiba.

“Kupikir kalian mau istirahat, makanya aku diam saja”. Jawabku.

“Dari tadi aku nunggu kalian ngobrol. Tapi malah diam saja”. Ujar Faisal. Aku dan Faisal terus mengobrol sepanjang perjalanan.

“Kita berhenti di rumah makan taman itu yuk, katanya sajiannya enak, terus suasananya asri”. Usul Faisal.

“Boleh deh” . jawabku. Kuarahkan mobil ke tempat parkiran. Setelah beres,

“Anisa tidur Cal”. Ucapku.

“Emm, aku kebelet. Mau ke kamar mandi dulu. Kamu bangunin ya. Bye-bye”. Ucapnya dan meninggalkan aku bersama adiknya. Bagaimana aku membangunkannya?

Akhirnya aku turun dari mobil dan membuka pintu belakang.

“Nis? Anisa? Anisa?kita sudah sampai”. Panggilku membangunkannya. Iapun mengerjapkan matanya.

“Eemm, sudah sampai kak?”. Ujarnya sepertinya ia mengira jika aku Faisal.

“Eh, mas Faridz, aku kira kak Ical. Aahh,maluuu. Aku bangun tidur”. Ucap Anisa sambil menutupi wajahnya dengan tangan.

“hahaha, sudah ayoo, kita makan dulu, kak Ical sudah didalam”. Jawabku. Anisa keluar dari mobil dan berjalan beriringan denganku.

“Mas, kamar mandi dimana ya? Aku mau cuci muka dulu”. Ujar Anisa.

“Ayo, saya anterin. Saya juga mau buang hajad”. Ucapku. Anisa mengangguk dan mengikutiku. Setelah selesai, kami pergi ke restoran taman. Mencari Ical.

“Bagus banget tempat makannya. Asri”. Ucap Anisa.

“Kamu suka?”. Tanyaku. Iapun mengangguk.

“Itu Ical”. Ucapku sambil menunjuk arah depan.

“Eh, iya. Kesana yuk mas”. Ujarnya. Ntah kenapa setiap Anisa memanggilku Mas, hati ini bergetar hebat.

“Kalian dari mana saja? Aku dan nunggu lama banget disini”. Ujar Ical.

“Cuma ke toilet kok. Eh, sudah pesan makanan? Wuiiih enak banget deh kayaknya”. Ujar Anisa. Iapun langsung masuk dalam pendopo dan duduk disamping kakaknya. Kulihat ia nampak begitu penasaran dengan rasa makanan yang dipesan Faisal. Lucu sekali diaa.

“Ngapain bengong Han?”. Tanya Faisal.

“Eh, nggak kok”. Jawabku. Akupun memilih duduk dihadapan Faisal. Tenang, aku masih bisa memandang Anisa kok.

“Yuk makan, kita dari pesantren belum sarapan. Makanya kakak ajak Farhan mampir”. Ujar Ical. Anisapun tersenyum. Kami menikmati makan pagi menjelang siang ini dengan khitmat. Eaak, kayak mau mengheningkan cipta ajah.

Nii, foto Farhan di pendopo rumah makan.

Ini outfit Anisa

Terima kasih sudah membaca:”)

1
Tamirah Spd
Paling suka kalau visual nya bangsa dewek .
Novel yg kubaca rata rata selalu visual nya artis manca negara.
Kalau gak Korea,China atau Turki.Toh orang lokal pun cantik cantik dan tampan.👍👍👍
Rufaidah
lanjut
Sulastri Oke86
Luar biasa
Yus Warkop
kan keliatan dari pakaian mana husna mana anisa
Ida Erwanti
Luar biasa
ENDAH_SULIS
terlalu gak sopan gak sii Nissa untuk ukuran wanita Sholehah... omongannya lebay
Kurnia Wirantini
kalau sdh suami istri habis wudhu meski sentuhan kulit enggak batal wudunya mba
Kurnia Wirantini
agak janggal krn profesor amat sangat mustahil bisa diraih saat usia 25 tahun.
Nurmiati Aruan
kasian mbak Wardah
Salman Alfarisi
visual ya Gus Azmi beuuhh
Neneng Hasanah
ya Allah adakah yang seperti itu akh manisnya
Irma Riefdania Riefdania
1 thor
F................ (✖﹏✖)
maaf koreksi thor untuk penulisan dialog dinovel mungkin nggk perlu. dikasih, misal farhan: ,karna penulisan karya fiksi beda dgn penulisan drama.
Sanjaria Abubakar
aku suka sudah dua kali baca nya 😘😘😘😘😘😘😘😘
Yus Warkop
televon atau telepon
Yus Warkop
perempuan ngsntar laki lucu yah
Yus Warkop
wah kereen yah dngan ilmu yg dimiliki
Yus Warkop
orang mumpuni hebat sholeh lagi
Yus Warkop
assallammuallaikum salam kenal

selain hiburan baca novel sambil nuntut ilmu juga
Lili Kartika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!