Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. PHSC NEW
Kehangatan rumah tangga Nayla dan Kevin berangsur damai selama beberapa minggu. Tidak ada gangguan dari orang lain atas hubungan pernikahan mereka berdua, malah semakin hari Kevin semakin mesra pada sang istri.
Pagi ini Kevin akan berangkat kerja ke luar kota, meninggalkan Nayla yang tidak enak badan. Ada rasa tidak rela berpisah dengan sang istri namun karena sebuah pekerjaan, Kevin tetap harus melaksanakan tugasnya itu dengan profesional.
Mobil Kevin melaju keluar dari pekarangan rumah, Nayla yang melihat kepergian suaminya itu mendadak perasaannya menjadi sedih. Mama Linda, turut mendampingi sang menantu dan mencurahkan perhatiannya agar Nayla tidak sedih. Wajar bagi beliau Nayla bersikap cengeng, karena mereka masih terbilang pengantin baru.
“Nak, makan bubur dulu ya. Suami kamu nanti marah kalau istrinya terus sakit,” Nayla menurut. Ia hampiri ibu mertuanya itu dan sarapan bersama.
...o0o...
Akram menyeringai licik, kepergian Kevin ke luar kota, membuat ia mendapat peluang untuk mendekati Nayla. Mungkin bukan hanya sekedar mendekati tapi merampas apa yang seharusnya menjadi miliknya seorang.
Akram tidak peduli status Nayla sekarang, ia akan menerima semua yang ada pada Nayla. Memang kalau sudah mencintai seseorang membuat mata menjadi buta, dan Akram sadar akan kegilaannya itu.
Dulu saat wanita itu menaruh hati padanya, Akram malah tak membalas Nayla. Baginya Nayla hanya sebatas teman Disya, dan Akram pun menganggap Nayla seperti adiknya sendiri. Seiring kedekatan Disya, dan kehadiran Nayla sepulang sekolah dan bermain di rumahnya, membuat perasaan sayang tumbuh tanpa bisa dicegah.
Akram hendak menyangkal rasa sayangnya itu yang dengan mudah menjadi perasaan cinta. Saat itu mungkin Nayla masih terlalu muda dan Akram menganggap Nayla hanya tertarik sesaat padanya, maka dari itu Akram mengabaikan Nayla. Tapi hati mana ada yang tahu, semenjak tragedi Disya kecelakaan dan meninggal dunia. Adiknya itu memberikan permintaan agar sang kakak menjaga temannya.
Saat itu Akram masih dikuasai amarah apalagi kehadiran Tara yang mempengaruhinya. Mengatakan kalau Disya tidaklah mengalami kecelakaan melainkan bunuh diri lantaran sakit hati karena lelaki yang disukainya malah menyukai sahabatnya sendiri.
Malam di mana Nayla berkunjung setelah acara pengajian Disya dilakukan, Akram mencegatnya pulang dan meninggalkan trauma mendalam untuk Nayla.
Mulai saat itu Nayla malah menghilang dari kehidupan Akram. Saat Akram ingin memperbaiki hubungan yang telah ia hancurkan itu, malah ia tidak mendapati keberadaan Nayla maupun keluarganya.
“Sebentar lagi kita akan bersama. Aku janji akan lebih baik lagi, Ly. Aku mau menebus kesalahan ku dimasa lalu dan aku akan menepati permintaan Disya.” Akram masih di posisinya memantau rumah Nayla dan Kevin dari jarak yang lumayan jauh.
Ia sudah bebas dari penjara rumah. Beberapa hari ini Akram sudah menyusun rencana agar bisa merebut Nayla. Ia akan menghalalkan segala cara, walau harus menyakiti hati wanita itu untuk ke dua kalinya, Akram akan tetap lakukan.
...o0o...
Nayla tidak bisa memejamkan matanya, ke kosongan di sampingnya tidur membuat Nayla merasa tidak tenang. Beberapa saat lalu Kevin sudah memberi kabar bahwa lelaki itu sedang ada acara di hotel dengan rekan bisnis.
Namun rasanya Nayla masih saja tidak tenang. Seakan ada firasat buruk yang ia pikirkan tentang suaminya.
“Kamu gak akan ngecewain aku kan, Vin.” Ucap Nayla melihat ranjang disampingnya. Ia usap dimana Kevin sering tidur dan menemaninya beberapa minggu ini.
Hubungan ia dan Kevin memang sudah resmi. Kevin juga membuktikan bahwa lelaki itu akan belajar mencintainya. Hari-hari pernikahannya disuguhi hal manis. Kevin selalu bersikap hangat dan romantis.
Rasa cinta Nayla semakin tumbuh mengingat perlakuan Kevin padanya. Nayla pun merasakan akan rasa cinta yang dibalas pria itu. Namun entah firasat apa ini, tapi Nayla merasa tidak nyaman sekarang. Ia mungkin bisa percaya dengan suaminya, tetapi ia tidak bisa mempercayai orang-orang di sekitaran suaminya.
...o0o...
Dua hari bersama dengan Kevin untuk menghadiri acara bisnis, membuat Fira merasa di atas angin. Ia selalu memanfaatkan keadaan untuk menarik hati Kevin kembali.
Suasana malam ini pun sangat menguntungkan Fira, ia datang ke jamuan hotel sebagai pasangan Kevin. Mungkin beberapa rekan bisnis lainnya menganggap Fira hanya sebagai sekretarisnya untuk menggantikan Cakra yang tidak bisa menemani sang atasan.
Ruangan rapat ini memang tertutup dan hanya dihadiri orang-orang penting. Sejak semalam Kevin selalu merasa bersalah meninggalkan Nayla dirumah, sedangkan ia di tempat lain bersama perempuan yang jelas adalah mantan kekasihnya.
Kevin tidak ikut dalam hiburan acara di malam ini, ia hanya duduk di tengah-tengah rekannya yang berdansa. Fira datang menghampirinya, menyodorkan gelas minuman yang Kevin abaikan.
“Kau tidak perlu melayaniku. Cukup diam dan bekerjalah dengan benar,” seru Kevin memijit dahinya.
Fira tak menyerah, ia ikut duduk di sampangnya Kevin dan menaruh gelas yang dibawanya ke meja. “Aku hanya menawarkan, kalau tak mau, sudahlah.”
“Aku sadar akan posisi kita sekarang, Vin. Mungkin aku harus melupakan kamu.” Ucapan Fira tidak Kevin tanggapi, ia cukup senang mendengar Fira sudah sadar jika mereka tidak bisa bersama lagi.
Pelayan hotel berlalu membawa minuman, Kevin mengambil segelas dari pelayan itu. Fira tersenyum dalam diam, ia menatap lekat Kevin yang menandaskan gelasnya hingga kosong.
“Aku akan berkeliling, Vin. Aku tau kau tidak senang jika aku mendekati mu kan,” Fira lalu berjalan menemui teman bisnis Kevin. Meninggalkan pria itu yang duduk dengan keadaan mulai kacau.
...o0o...
Kevin memegang kepalanya yang berdenyut sakit, silau dari dinding jendela kamar yang dibuka membuat matanya perih. “Aku dimana?” ucap Kevin melihat sekitarnya. Ia sadar kalau ini bukanlah kamar tidurnya.
Netranya meliar ke segala arah, tak mendapati keanehan Kevin mencoba bangkit dari rajang tidur. Selimut tebal yang melilit tubuhnya jatuh terseok dilantai, netra Kevin membola saat melihat keadaan tubuhnya yang tak berbusana.
“Apa? Ke mana pakaianku. Kenapa aku hanya memakai dalam saja,” gumam Kevin bingung.
Dari arah lain, pintu kamar mandi terbuka dengan sendirinya, Kevin semakin kaget saat melihat keberadaan Fira yang hanya memakai batrobe. “Kamu sudah bangun, Vin,” seru Fira mendekat.
“Apa apaan ini? Apa yang sudah terjadi Fira!” geram Kevin memicing tajam.”
“Hey, tenang dulu. Kita? Iya kita semalam tidur bersama, Vin.”
Kevin mendekati Fira, mencekal tangan wanita itu dengan kencang. “Bicara yang jujur Fira, apa yang sebenarnya sudah terjadi diantara kita?” seru Kevin kacau. Ia mencoba mengingat apa yang semalam sudah terjadi padanya.
Seingat Kevin semalam ia hanya duduk dan meminum segelas air. Lalu kenapa bisa saat terbangun di pagi hari ia berada disatu ruangan dan bahkan tidur dengan Fira.
“Huuu, apa kamu tidak ingat dengan perbuatan mu sendiri, Vin?”
“Aku juga tidak menyangka semua ini akan terjadi padaku. Tapi apa boleh buat, kau yang memaksa ku. Semalam kau mabuk, Vin. Kau yang membawa ku ke tempat ini, da–dan kau meniduri ku, huhuu,” jelas Fira tersedu-sedu.
Kevin memukul kepalanya, ia tidak percaya dengan ucapan Fira. Bisa saja wanita itu hanya mengarang cerita. “Jujurlah, Fira! Aku mana mangkin berbuat bejat padamu. Aku pun tak mengjngat apa pun, bisa saja kau hanya memanfaatkan keadaan ini saja kan,” Kevin masih mencoba mengingat kepingan kejadian semalam.
“Tapi ini buktinya, Vin. Kita ada di satu kamar yang sama. Lihatlah, leherku penuh dengan kismark yang kau buat.”
“Kau juga tidak mengenakan busana, itu sudah jelas bukan, kalau semalam kita telah tidur bersama.”
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax