NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kau Abaikan

Cinta Yang Kau Abaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa
Popularitas:83.7k
Nilai: 5
Nama Author: h.alwiah putri

8 Tahun pernikahan dan di karuniai seorang putri cantik,nyatanya tak mampu meluluhkan hati aldric pada Eveline sang istri.

Pernikahan mereka terjadi karena perjodohan keluarga, Aldric yang mencintai wanita lain namun tak mendapatkan restu dari orang tuanya,dan di desak untuk menerima perjodohan itu akhirnya menerima,namun tak pernah menganggap ada sang istri.

Selama bertahun tahun juga Eveline mengejar cinta Aldric, karena memang dia mencintai laki laki itu sedari lama. Segala cara dia lakukan,bahkan dengan memberikan keturunan bagi Aldric yang dia kira akan membuat laki laki itu menatap ke arah nya.

Namun nyatanya tidak, Aldric tetap sama bahkan setelah ada buah hati di antara mereka. Hingga akhirnya Eveline menyerah mengejar cinta sang suami dan hanya bertahan demi putri mereka mendapatkan figur seorang ayah, walaupun nyatanya tidak Aldric berikan pada putri mereka.

Akankah Eveline benar benar menyerah dan pergi meninggalkan Aldric? atau Aldric akan luluh dan mulai menerima Eve?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon h.alwiah putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11. perubahan aldric

Aldric meremas kemudi mobilnya hingga buku jarinya memutih. Isak tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah. Ia bukan sekadar ayah yang buruk; ia adalah monster yang memakai setelan mahal.

"Apa yang sudah kulakukan?" bisiknya parau pada kesunyian kabin mobil.

Ia teringat setiap kali Sera mendekat dengan lukisannya, ia selalu mengusir anaknya karena merasa terganggu oleh suara kecil itu. Ia teringat bagaimana Eveline selalu menyiapkan kopi hangat di pagi hari, meski malamnya Aldric baru saja memaki istrinya itu karena hal sepele.

Aldric memutar arah mobilnya. Ia tidak pulang ke rumah mewah yang terasa seperti kuburan itu. Ia berhenti di sebuah toko mainan yang masih buka. Dengan tangan gemetar, ia mencari boneka yang paling mirip dengan keinginan Sera dulu yang pernah ia abaikan. Sebuah boneka kelinci putih.

Baru setelah mendapatkan boneka dan seikat buket bunga itu,aldric pulang. Membersihkan tubuhnya berganti pakaian lalu kembali ke rumah sakit.

Aldric berjalan menyusuri lorong rumah sakit,sampai dia tiba di depan ruang rawat Sera. Kini dirinya tak lagi di halangi oleh penjaga suruhan ayah nya.

Namun langkah kaki Aldric tertahan tepat di ambang pintu yang sedikit terbuka. Di tangannya, buket bunga lili putih kesukaan Eveline dan sebuah boneka kelinci besar terasa begitu berat, seolah beban dosa yang ia pikul ikut menekan jemarinya.

Di dalam sana, tawa kecil Sera yang masih terdengar serak dan lemah beradu dengan suara rendah seorang pria. Rion. Sahabat nya sedang menghibur Sera. Ya dia memang tak menampik,selama ini Rion lah yang selalu ada untuk Sera dan Eveline saat Aldric memilih untuk pergi.

"Om Rion... kenapa Om Rion enggak jadi Daddy-nya Sera aja?"

Kalimat polos itu menghujam jantung Aldric lebih tajam daripada pukulan Tuan Lucien tadi. Dunia seolah berhenti berputar. Aldric mematung, dadanya sesak hingga oksigen di lorong rumah sakit itu terasa menipis. Segagal itukah dirinya? Sampai putri kandungnya sendiri—darah dagingnya yang dulu sering ia abaikan—lebih memilih sosok asing untuk mengisi peran yang seharusnya miliknya?

Eveline tertegun, tangannya yang sedang membersihkan buah strawberry terhenti di udara. Matanya berkaca-kaca, menatap Sera dengan tatapan hancur. Sementara Rion, pria itu hanya mampu mengusap lembut rambut Sera, tak berani menjawab karena tahu betapa berat beban di balik pertanyaan itu.

"Sera sayang..." suara Eveline bergetar, "Jangan bicara begitu. Sera punya Daddy..."

"Tapi Daddy selalu marah-marah, Daddy gak pernah ada buat Sera," potong Sera kecil, matanya yang sayu menatap langit-langit kamar. "Daddy juga lebih sayang sama rokoknya daripada sama Sera. Daddy lebih mementingkan pekerjaannya,Sera sakit aja Daddy gak ada. Om Rion yang selalu ada di samping Sera,jadi pahlawan Sera. Kenapa bukan om Rion aja yang menjadi Daddy Sera."

Aldric memejamkan mata rapat-rapat. Air mata jatuh membasahi pipinya, menetes ke atas kelopak bunga lili yang ia bawa. Setiap kata yang keluar dari mulut Sera adalah vonis mati bagi harga dirinya sebagai seorang laki-laki.

Aldric tertunduk,mencoba menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Sayang, Daddy Sera tetaplah Daddy aldric. Seburuk apapun Daddy Sera,dia tetap Daddy kamu. Kalau emang Sera mau om Rion jadi Daddy Sera,Sera bisa anggap om Rion seperti ayah Sera. Sera juga bisa manggil om Rion papa."Ucap Rion mencoba menenangkan Sera.

Mata Sera langsung berbinar bahagia. "Bener?"tanya Sera penuh antusias.

Rion langsung menganggukkan kepalanya,sembari mengusap lembut rambut Sera.

Sera pun langsung memeluk tubuh Rion sembari mengucapkan terimakasih. Dada aldric semakin sesak.

Dengan sisa keberanian yang hancur berkeping-keping, Aldric mendorong pintu itu perlahan. Bunyi engsel pintu yang berdecit membuat ketiga orang di dalam ruangan menoleh.

Keheningan seketika mencekam.

Tatapan hangat di mata Eveline langsung berubah menjadi sedingin es saat melihat sosok suaminya. Rion perlahan berdiri, memberikan jarak, namun tatapannya menyiratkan peringatan keras. Sedangkan Sera? Gadis kecil itu justru menciut, ia bersembunyi di balik lengan Rion, seolah-olah Aldric adalah ancaman yang harus dihindari.

"Sera... Eveline..." suara Aldric parau, hampir tak terdengar.

Ia melangkah maju, namun Eveline segera berdiri menghalangi jalannya. "Untuk apa kamu kembali mas? Ayah bilang kamu harus membersihkan dirimu."

"Aku sudah mandi, Eve. Aku sudah membuang semuanya," Aldric menyodorkan boneka kelinci putih itu dengan tangan bergetar. "Sera... Daddy bawakan boneka yang dulu Sera minta. Kelinci putih, kan?"

Sera tak langsung menerimanya,dia mematung sejenak,seolah tak percaya dengan sosok aldric di depannya. Dimana aldric tak lagi memberikan tatapan dingin atau datar nya.

Suaranya pun lebih lembut dari biasanya yang selalu dingin. Tak hanya Sera namun Eveline dan juga Rion pun terperangah tak percaya.

Benarkah laki laki di depan mereka itu adalah aldric? Mengapa sikap laki laki itu berbeda dari biasanya? Aldric tidak sedang kesurupan kan,ya kurang lebih begitulah isi pikiran kedua orang dewasa itu.

"Sera,kamu gak mau nerima boneka dari Daddy sayang?"tanya aldric menyadarkan lamunan Sera.

Sera menatap ke arah Ayunda,seolah bertanya apakah dia boleh menerima boneka pemberian ayah nya atau tidak. Ayunda yang mengerti dengan tatapan putri nya pun mengangguk.

Kemudian Sera mengambil boneka itu,walau dengan tangan yang masih tampak ragu ragu. Tak lupa Sera juga mengucapkan terimakasih.

"Makasih Daddy."

Aldric tersenyum. "Sama-sama sayang."jawab aldric sembari mengusap lembut rambut Sera,yang seketika membuat Sera membeku.

"Rion,gue udah ada disini. Gih lu pulang,lu pasti lagi banyak kerjaan kan. Gak papa gue bisa kok jagain Sera dan eve,lu gak usah repot-repot lagi."ucap aldric seolah mengusir Rion dengan cara halus nya.

"O-ouh okey."

Rion mengambil jaket nya yang berada di sofa. "Eve,gue pulang dulu yah. Kalau ada apa apa langsung telpon gue aja."ucap Rion di balas anggukan oleh Eveline.

"Sayang,om Rion pulang dulu yah. Cepat sembuh princess."Rion berpamitan pada Sera.

"Aku anterin Rio."

"Gak usah eve,udah kamu disini aja. Jaga diri baik baik,makan yah biar gak ikutan sakit."ucap Rion penuh perhatian,sebelum dia meninggalkan ruang rawat itu Rion sempat mengacak lembut rambut Eveline.

Sontak saja perlakuan dan perkataan penuh perhatian dari Rion itu membuat dada aldric semakin panas. Dia menatap ke arah Eveline yang tampak biasa saja.

Apakah memang selama ini mereka selalu seperti itu? Dia saja suaminya tak pernah bersikap seperti itu lalu bisa bisanya orang asing melakukannya. Ahh sungguh aldric ingin sekali menghajar Rion saat ini.

pov isi hati author:

"Wkwkwk padahal yang salah lu aldriccc!"

Gayss sorry bgtt dua hari gak up,padahal bab nya ada di draft. Aku kelupaan 😭😭🙏

lain kali ingetin yah gayss😂

Info update dan spoiler bab cek Ig @h.alwiah_putri.writers

1
Asmar Wati
kasian ya anak di abai terus sama ayah nya
Supri Yanti
satu kata buat Evelyn, bodoh ngorbanin anak yg lucu huh,
Supri Yanti
lagian laki kayak gitu masih aja di pertahanin, orang mah pergi kek, jadi greget sama perempuannya jadinayka n anak jd korban bego
Siti M Akil
lanjut thor
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs bangeeeeet ku bcnya asyik klw sekarang krn Evelyn dah membalas sakit hatinya selama 5 th biar si Aldric merasakan gmn sakitnya di acuhkan semangat Evelyen ,meskipun dlm berumah tangga itu ngga boleh kecuali dah perjanjian ....hehehe ko ku ngenes ya Thor pdhal tuh cuma ceritra ....ok
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Nur Anna
bagus
nn
next
Syifa
ko engga up sih tour udah lama nunggunya
Uthie
Kayanya bakalan Gol proyek nya sehabis ini nanti 😁👍
Nia nurhayati
mongho sing wareg mas aldric😂😂😂
Uthie
Semoga segera launching proyek adik baru nya Sera 👍😁
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
Uthie
ikut senyum-senyum juga bacanya 😁👍👍
Uthie
Lanjuuttttt 😁👍
Daulat Pasaribu
selamat sera mommy dan daddymu lagi buat kan kamu adik🤣
smoga segera launching adikmu
Yeni Wahyu Widiasih
umur balita cadel wajar lah ini udah 7 thn
Dewi Yanti
aku setuju dengan tasya, bertahan demi anak tp malah anak nya yg menderita jg bodoh itu
Syifa
aaah udah engga sabar nunggu lonceng adeknya sera 🤩
Daulat Pasaribu
akhhh cepetan dong gak sabar kalau sera punya adik pasti lucu 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!