NovelToon NovelToon
Mencintai Mantan Istri Sahabatku

Mencintai Mantan Istri Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:109k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Wahyudi

Handi harus meregang nyawa akibat kecelakaan, meninggalkan Lisa dan kedua anak mereka.

Haris yang hidupnya diselamatkan Handi dan menyaksikan kematian Handi secara tragis mengalami trauma dan hampir gila. Dia menutup diri selama 1 tahun sejak kepergian sahabatnya.

Dini dan Bu Nani sudah kehilangan akal untuk memaksa Haris mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya, Dokter Van Heerdt memberikan ide kepada Dini untuk mendekatkan Lisa dan anak-anaknya kepada Haris.

Di sela-sela usaha Lisa membantu Haris mendapatkan pengobatan atas traumanya, Arga hadir dengan menjanjikan cinta tulus kepada Lisa dan anak-anaknya. Saat itulah Haris menyadari bahwa dia jatuh hati kepada Lisa.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Akankah usaha Lisa membantu Haris berhasil?
Apakah Haris tega mengkhianati Dini dan beralih hati kepada Lisa?
Baca sampai tamat ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIARKAN WAKTU MENGALIR

Lisa menutup pintu kamarnya dengan hati yang tidak karuan. Disekanya sisa air mata di mata dan pipinya, kemudian dia membersit hidungnya. Dia masuk ke kamar mandi, mengganti pakaiannya dan mencuci mukanya berulang kali. Sebelum dia mengeringkan mukanya dengan handuk, dia melihat kaca di depan wastafel kamar mandinya. Matanya bengkak dan pipinya merah.

Lisa keluar kamar mandi dan langsung menuju tempat tidur. Hana dan Hamza masih bercanda. Mereka masih cekikikan. " Kok belum tidur?," tanya Lisa kepada mereka.

Hana dan Hamza tertawa kecil. " Menunggu Bunda ikut tidur," jawab di kecil Hamza menggemaskan.

" Mau dengar Bunda bercerita?," tanya Lisa.

" Mau, Bun," jawab Hana dan Hamza bersamaan. Mereka beranjak memberikan tempat untuk Lisa dan Lisa bercerita tentang Putri Roti dan Tuan Bantal. Cerita tentang seorang putri yang selalu menyembunyikan rotinya di dalam bantal, hingga sang bantal menggembung, dan kebohongan mereka selama ini terbongkar oleh Raja. Sang Putri hanya ingin membagi roti gandum yang dia miliki untuk dibagikan kepada rakyatnya yg miskin, karena sang Raja sangat pelit dan serakah. Akhirnya Raja menghukum putrinya itu dengan menjadi rakyat jelata namun sang putri diberikan sebuah toko roti. Sang Putri justru bahagia dengan keputusan ayahnya, dan dia dengan senang hati keluar dari istana. Dia hidup bahagia bersama Tuan Bantal yang selama ini membantunya dan dia bisa terus membantu rakyatnya yang miskin untuk makan dengan baik.

Hamza sudah tertidur bahkan sebelum cerita Lisa selesai. Hana masih setia mendengarkan Bundanya bercerita. Dia senang setiap mendengar Lisa bercerita sebelum tidur, meskipun matanya sudah mengantuk.

" Jadi, kita tidak boleh berbohong walaupun itu demi kebaikan kita dan orang lain. Kita boleh membantu orang lain yang membutuhkan, tapi kita tidak diperbolehkan untuk berbohong. Hana mengerti?," kata Lisa mengakhiri ceritanya.

Hana mengangguk senang.

" Ayo, sekarang Hana tidur!," kata Lisa, dia membetulkan letak selimut anak-anaknya.

" Bunda,..," kata Hana.

" Iya."

" Apa Om Haris membenci kita?," tanya Hana.

Lisa tertohok dalam hatinya. Putrinya sudah besar. Dia bisa merasakan apa arti kata-kata yang dilontarkan Haris tadi. " Om Haris ngga membenci kita, Sayang."

" Lalu kenapa Om Haris marah sama aku dan Hamza? Kami kan ngga pernah nakal."

" Om Haris banyak pekerjaan, mungkin dia pusing," jawab Lisa.

" Kenapa orang tua kalau banyak pekerjaan dan lagi pusing pasti marah-marah? Dulu Ayah juga sering begitu," kata Hana polos.

Lisa tertegun mendengar kata-kata anaknya. Hana sungguh pintar dan kritis, sejak kecil dia sudah begitu, selalu bertanya bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya. Lisa dan Handi sering kewalahan menjawab pertanyaannya.

" Anak Bunda pintar sekali bertanya ya?," kata Lisa sambil mencubit pipi Hana.

" Benar kan, Bun? Cuma Bunda yang ngga pernah marah kalau lagi pusing."

" Tentu saja. Bunda kan sungguh baik hati," kata Lisa. " Ayo, sekarang Hana tidur."

Hana memejamkan matanya, tapi dia masih sempat berkata sebelum benar-benar terlelap," Hana ngga mau jadi dewasa ah. Hana ngga mau pusing, biar ngga usah marah-marah."

Lisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Putrinya yang baru berusia delapan tahun bisa berpikiran sedemikian dewasa. Ngomong-ngomong berpikiran dewasa, Lisa sedang menimbang apakah masih ada kemungkinan rencana Dini berhasil. Rencana mendekatkan dirinya dan anak-anaknya kepada Haris apakah akan membawa perubahan yang baik untuk Haris. Selama pesta ulang tahun berlangsung tadi, Lisa hanya memperhatikan Haris. Sejak dia dan anak-anaknya masuk ke dalam apartemen, Haris sudah menunjukkan ekspresi takut. Dia sempat melihat Haris terbelalak takut kepada entah apa, bukan kepadanya atau Hana atau Hamza, tetapi kepada sesuatu yang lain. Setelah itu, Haris tidak pernah mau memandang dia dan anak-anaknya. Kentara sekali Haris menghindari bertatapan dengan dirinya dan anak-anak. Ketika Lisa duduk, Haris sudah menunduk dalam, dan ketika Hana mengambil tempat duduk di sebelahnya, dekat dengan Haris, Haris kelihatan tidak nyaman. Matanya terlihat melirik tempat kosong antara dia dan Hana dengan pandangan ketakutan dan sejak saat itu, tangannya gemetar. Fix, apa yang selama ini ada di kepala Lisa memang benar bahwa Haris telah melihat visual Handi berkeliaran di sekitarnya bila ada Lisa, Hana atau Hamza. Bayangan Handi pasti sangat mengerikan sehingga Haris bisa sedemikian bergetar ketika berhadapan dengannya maupun anak-anak. Puncaknya Haris marah kepada mereka semua ketika Hana dan Hamza sangat dekat dengannya. Lisa melihat adanya keputusasaan dalam

wajah Haris. Matanya merah dan berair, ludahnya sampai keluar dari sudut bibirnya saking gemetarnya tubuhnya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa setelah itu, Haris selalu pingsan. Apalagi jawabannya kalau dia melihat visual Handi yang mengerikan.

Lisa mengambil foto dirinya dan Handi yang dia letakkan di nakas samping tempat tidurnya. Dia mengelus foto itu sambil membatin dalam hatinya," Ayah, apa yang harus aku lakukan untuk membantu Haris? Aku ingin membantunya seperti dia membantu kita dulu. Apakah Ayah setuju? Apapun yang terjadi, Haris adalah sahabatmu sejak kecil. Dia menyayangi Ayah sebesar dia menyayangi dirinya sendiri. Aku yakin."

Lisa memikirkannya sepanjang malam. Dia masih terjaga hingga tengah malam lewat. Dia tahu Dini masih ada di kamar Haris, tapi dia tidak ingin menemui Dini sekarang. Emosi mereka semua masih berada di puncak. Kalaupun sekarang mereka membicarakan masalah ini, mungkin tidak akan mendapatkan solusi yang baik. Dia akan berbicara dengan Dini besok.

****

Keesokan harinya, Lisa memutuskan untuk tidak keluar kamar sama sekali ketika dia tahu Haris memutuskan untuk beristirahat hari itu, Haris tidak berangkat kerja. Dini mengatakan bahwa dia harus pergi ke suatu tempat dan mungkin dia akan pergi seharian. Lisa memberitahu anak-anaknya agar tidak keluar kamar hari itu dan dia membiarkan anak-anaknya bermain saja seharian. Ya, lebih baik begitu.

Lisa melakukan aktifitas bersih-bersihnya seperti biasa. Dia juga memasak. Dia mengetuk kamar Haris sambil membawa nampan berisi sepiring nasi, sup merah dan perkedel untuk sarapan Haris, ditambah segelas air putih dan segelas susu. Tak lupa Lisa juga membawakan dua botol air mineral untuk stok minum Haris. " Haris, aku membuatkan sarapan untukmu. Aku taruh di depan pintu ya. Jangan lupa dimakan." Lalu Lisa meletakkan nampan makanannya di bawah tepat di depan pintu kamar Haris. Kemudian dia masuk ke kamar bergabung dengan anak-anaknya.

Pukul satu siang, Lisa keluar kamar dan menyiapkan makan siang. Dilihatnya nampan makanan Haris kosong. Dia tersenyum karenanya. Dia bersyukur Haris tidak menolak makanannya. Semoga saja Haris benar-benar memakannya, tidak membuangnya ke kloset. Dia melakukan hal yang sama saat mengantar makan siang untuk Haris dan dia juga melakukannya saat makan malam.

Ya, siapapun butuh waktu. Haris butuh waktu untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Lisa butuh waktu untuk berpikir apakah dia masih akan bertahan dengan rencana Dini atau tidak. Dini pun pasti memikirkan cara lain demi kesembuhan Haris. Ya, mari kita biarkan waktu mengalir begitu saja.

1
Niluh Laeni
bagus sekali

/Angry//Angry/
🌹Devitha anggraini🌹
ya Allah aku bayangin kok ikut merasakan sakit ya. sedih
😘shanty😘
up thor
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
kok blm up lg thor...
Arga Pratama
jgn lama,, upnya thor
Ningrum Fitria
tetap semangat thor selalu menunggu kelanjutannya
❤𝘽𝙄𝙉𝘼𝙍 ༄⃞⃟⚡
ditunggu kelanjutannya Thor ....ga sabar euy ..
DianWahyudi
maaf ya kak
kadang kondisi kesehatan ga memungkinkan buat up tiap hari 😄
terimakasih sudah setia membaca 🥰
Bee
upnya kenapa lamaaaaaaaaa aku nunguinnnnnn
Kristia Ningsih
like
Arga Pratama
akhirnya up thor
Bee
lama nggak up thour
Ulfa Riady
Ahirnya up juga... semangat thoooor... setia menanti
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
akhirnya yg ditunggu2 update jg.... semangat ya thor bt selesaiin ceritanya... ga sabar baca kelanjutannya...
MUTTAQIN FAMILY
up lagi donk thor.....😍
Ulfa Riady
semangat thor udh lama banget baru up. .. ceritanya bagus sayang kalau digantung💪💪😍😍😍
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
penasaran sm kelanjutan ceritanya...semoga kehamilannya lancar dan bs lanjutin cerita ini lg... semangat thor 👍👍👍
MUTTAQIN FAMILY
semangat utk berkarya thor, sehat selalu debay dan ibunya...🙏👍
Muniroh Mumun
semangat thoor ....semoga calon bayi dan ibunya sehat selalu ....karyamu selalu di tunggu .....🥰🥰🥰
®αf|_>_<: aamiin ya rabb..semangat thor tetap di tunggu up nya😍
total 1 replies
Lia Poly
Ayo dilanjut donk... g sabar menunggu nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!