NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Akademi Sihir / Dunia Masa Depan / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Watashi Monarch

Genre : Action, Adventure, Fantasi, Reinkarnasi
Status : Season 1 — Ongoing

Kekacauan besar melanda seluruh benua selatan hingga menyebabkan peperangan. Semua ras yang ada di dunia bersatu teguh demi melawan iblis yang ingin menguasai dunia ini. Oleh karena itu, terjadilah perang yang panjang.

Pertarungan antara Ratu Iblis dan Pahlawan pun terjadi dan tidak dapat dihindari. Pertarungan mereka bertahan selama tujuh jam hingga Pahlawan berhasil dikalahkan.

Meski berhasil dikalahkan, namun tetap pahlawan yang menggenggam kemenangan. Itu karena Ratu Iblis telah mengalami hal yang sangat buruk, yaitu pengkhianatan.

Ratu Iblis mati dibunuh oleh bawahannya sendiri, apalagi dia adalah salah satu dari 4 Order yang dia percayai. Dia mati dan meninggalkan penyesalan yang dalam. Namun, kematian itu ternyata bukanlah akhir dari perjalanannya.

Dia bereinkarnasi ke masa depan dan menjadi manusia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watashi Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Interogasi Berdarah

Beberapa saat kemudian...

Tidak lama setelah pendeta Grast diseret pergi oleh Siria, pendeta Harley perlahan membuka matanya. Rasa sakit di sekujur tubuh yang terasa mirip seperti otot-otot yang disayat membuatnya mengernyit dan sangat menderita.

Pandangannya juga berputar-putar dan merasa pusing.

Di mana ini?

Mulutnya ingin mengatakan itu, tapi dia tidak bisa bicara.

Untuk mengeluarkan suara saja dia sangat kesulitan.

'Ugh ...?! K-kenapa aku tidak bisa bicara?'

Panik karena tidak dapat bicara membuatnya melupakan semua hal yang sebelumnya terjadi, dan satu tendangan keras di wajahnya langsung membuatnya sadar kembali.

Puk!

Pendeta Harley pun terhempas dan merusak rak buku.

Blamm!

Debu beterbangan dan buku-buku jatuh menimpanya.

"Sepertinya kau juga membutuhkan sedikit rangsangan seperti pendeta sebelumnya agar kau mau bicara, 'kan?"

Orang yang menendang wajahnya, yang tidak lain adalah Alexia, menurunkan kakinya dan berjalan mendekatinya.

"Jadi, apa sekarang kau sudah sadar?"

Alexia berhenti di hadapannya sambil menatap sinis.

"K-kau ...!"

Berkat tendangan itu, suaranya yang hilang pun kembali.

Namun, semua itu tidak mengubah fakta bahwa Alexia adalah penyebab semua masalah ini. Pendeta Harley menatapnya dengan tajam setelah ingatannya kembali.

'Bagaimana ini bisa terjadi?! Kenapa dia baik-baik saja?'

Dia berpikir dengan keras hingga kepalanya berdenyut.

Saat pendeta Harley memeriksa Alexia sebelumnya, dia yakin kalau memang ada racun mematikan di tubuhnya.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dia tidak terpengaruh racun itu? Daripada kehilangan energi, Alexia tampak seperti dipenuhi banyak energi kehidupan.

'Lagipula, kenapa dadaku sangat sakit sebelumnya?'

Dia bahkan tidak bisa menemukan jawabannya.

Dan dalam kebingungan, pendeta Harley pun berpikir.

'Apakah dia berhasil menetralisir racunnya?!'

Pertanyaan itu tiba-tiba saja melintas di benaknya, tapi pendeta Harley buru-buru membantahnya karena bahan penawar racun Mana Blocking itu sangat langka di kota.

Memurnikannya sendiri tanpa obat juga sangat mustahil.

Saat memikirkan hal itu, pendeta Harley pun sadar dan ingat soal pendeta Grast yang tadi datang bersamanya.

'Benar juga, kenapa aku tidak melihat pendeta Grast ...?'

Beberapa kali, dia mencuri pandang ke sekelilingnya.

Namun yang ada di dalam kamar hanya dia dan Alexia, bersama dengan potongan tangan milik pendeta Grast yang sudah dingin. Tak ada tanda-tanda keberadaannya, apalagi noda darah di dekat pintu membuatnya gelisah.

'Ke mana dia membawanya pergi?' batinnya, penasaran.

"Apa kau sedang mencari pendeta berjenggot itu?" tanya Alexia hingga membuat pendeta Harley tersentak kaget.

Alexia kemudian menarik pedangnya dan menodongkan bilahnya yang tajam ke arah pendeta Harley. "Kenapa kau tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri saja terlebih dulu?"

"T-tunggu, apa itu artinya kau sudah ...?!"

Pendeta Harley pun terdiam dan gemetar ketakutan.

Dia tidak mau memikirkan hal itu, namun hanya ada satu kemungkinan yang membuatnya menjadi semakin takut.

'Apa mungkin dia sudah mati?'

Hanya itu satu-satunya jawaban yang dapat ia pikirkan.

Kematian adalah salah satu ketakutan terbesar manusia, dan pendeta Harley memilikinya. Dia yang mempunyai peran untuk menyelamatkan hidup orang lain, sekarang sedang berada di posisi orang yang butuh diselamatkan.

Aku tidak mau mati di sini!

Aku masih ingin tetap hidup!

Pendeta Harley ingin mengatakan itu, tapi harga dirinya sebagai anggota gereja tidak mengizinkannya. Berharap dan meminta tolong adalah hal tabu di dalam hidupnya.

Dengan wajah terpaksa, pendeta Harley pun berkata,

"A-aku... aku menyerah, jadi jangan bunuh aku."

Alexia yang mendengarnya, refleks menginjak perutnya.

Buk!

"Berhenti bicara omong kosong!" Alexia menghunuskan pedang dan berkata, "Jawab saja pertanyaanku dengan jujur, dan aku akan mempertimbangkan nyawamu yang tidak berharga itu. Jika ada kebohongan, kau akan mati!"

Alexia pun menatapnya dengan tajam dan mengancam.

"Apa kau mengerti, pendeta?" dengan nada ditekan.

Pendeta Harley dengan panik mengangguk. "B-baik."

"Pertama, jelaskan kenapa mereka ingin aku mati?"

Pertanyaan itu membuat pendeta Harley terdiam.

"I-itu... itu karena ..." pendeta Harley awalnya sangat ragu, tapi pedang dileher membuatnya tak punya pilihan selain mengatakannya. "K-karena kau bisa menggunakan sihir!"

Alexia terdiam setelah mendengarnya. Tak ada ekspresi kaget, karena dari awal dia sudah menduga jawabannya.

Bayangkan saja,

Para anggota keluarga Swan adalah pengguna Aura.

Mereka dikenal sebagai keluarga ksatria karena beberapa keturunan yang dilahirkan dapat membangunkan «Aura».

Namun bagaimana jika seseorang dari keluarga ksatria tidak membangunkan Aura tetapi membangkitkan sihir?

Itu sudah menjadi cerita yang berbeda.

Penyihir yang muncul di keluarga ksatria adalah sebuah kesalahan, namun anggota keluarga lain menganggap bahwa kasus Alexia adalah masalah yang sangat sepele.

Meskipun Alexia menyukai sihir, tapi dia tidak akan bisa menggunakannya sebelum membangkitkan Mana Hall.

"Aku bisa menebaknya," kata Alexia sambil mengangkat jari telunjuknya, dan muncul api kecil di ujungnya. "Tapi aku tidak menyangka kalau mereka ingin membunuhku hanya karena aku suka dengan sihir. Mereka sudah gila."

'B-bagaimana... bagaimana dia bisa ...?!'

Pendeta Harley yang melihat kobaran api kecil itu menari di udara hanya bisa terduduk diam. Peluangnya bertahan hidup dari tugas ini sangatlah kecil dan hampir tidak ada.

Api di ujung jarinya hilang saat Alexia menghela napas.

"Kalau begitu, ini adalah pertanyaan terakhir." kata Alexia sambil mengerutkan keningnya. "Siapa orang yang ingin membunuhku, dan orang yang memberimu perintah itu?"

Pertanyaan krusial ini memang tidak bisa dihindari.

Dan setelah melihat Alexia menggunakan sihir, pendeta Harley benar-benar menyerah dan tidak mau terlibat lagi.

"Orang yang menyuruhku adalah Dio Halley, pelatih yang disewa oleh keluarga Swan sebagai instruktur." katanya.

Alexia tidak menyangka kalau nama itu akan muncul.

'Jadi pelatih itu, ya ...' batinnya sambil mengingat wajah instruktur Dio yang ia lihat dari atas balkon sebelumnya.

"Dan orang yang sangat ingin kau mati adalah... ugh!?"

Belum menyelesaikan kalimatnya, suaranya tiba-tiba saja berubah jadi lebih berat. Matanya melotot sampai keluar darah, dan kepalanya makin besar seperti ingin meledak.

"Ada apa denganmu?" tanya Alexia, bingung.

Dia kesulitan bernapas, dan busa keluar dari mulutnya.

"Tolong, selamatkan aku. Jika kau menyelamatkanku ...!"

Pendeta Harley, yang putus asa, mengucapkan kata-kata yang paling dibenci olehnya di momen terakhir hidupnya.

'Kenapa dia tiba-tiba menjadi seperti itu ...?' pikir Alexia.

Bentuk tubuhnya berubah menjadi sangat menjijikan.

Seakan meluap seperti balon udara yang besar. Kondisi pendeta itu mirip dengan yang Alexia lihat sebelumnya.

Alexia yang mengingat masa lalunya pun tersentak.

'Tunggu?! Bukankah keadaan ini sama dengan ...!?'

"Sial!" umpat Alexia setelah menyadari letak masalahnya.

Alexia yang merasa aneh pun segera melompat mundur ke belakang sambil menyilangkan pedangnya ke depan.

Dan benar saja,

Blamm!

Tubuhnya meledak dan mengguyur kamar dengan darah.

Alexia yang sempat bereaksi berhasil menghindari kena wajah, tapi hampir seluruh tubuhnya dilumuri oleh darah.

"Sihir kutukan, ya ..." gumamnya sambil menyeka setetes darah yang menempel di pipinya. "Ini mulai merepotkan!"

Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar.

Pintu kamar langsung dibuka tanpa ketukan.

Dan orang yang masuk dengan panik adalah Siria.

"Nona Alexia?!" panggilnya dengan penuh kekhawatiran.

Siria menemukan Alexia berdiri di dekat jendela dengan darah di sekujur tubuhnya. Bukan hanya bajunya, namun seluruh kamar berlumuran darah dan baunya tidak enak.

"A-apa anda baik-baik saja?" tanya Siria sembari berjalan mendekat. "Saya mendengar suara yang keras dari luar."

"Aku tidak apa-apa." balas Alexia dengan anggukan kecil.

Siria bisa melihat darah di mana-mana, tapi tidak dengan pendeta Harley. Sebagian besar dia tahu apa yang terjadi di kamar itu, jadi dia tidak perlu bertanya lagi pada Alexia.

"Kenapa kamu ke sini? Bagaimana dengan pendeta itu?"

"Dia mati sebelum saya menanyakan sesuatu." jawabnya.

Mereka berdua saling bertatap mata dalam keheningan.

"Kalau begitu, singkirkan semua mayat mata-mata dan bersihkan darah mereka." kata Alexia dan menyerahkan pedangnya pada Siria. "Kita akan lebih sibuk lagi untuk ke depannya, jadi siapkan pedang yang jauh lebih baik."

"B-baik, nona Alexia."

Siria mengangguk tanpa mengetahui rencananya.

'Jika sihir kutukan ini seperti yang aku bayangkan, maka apa yang aku rasakan sebelumnya masuk akal.' pikirnya.

1
PORREN46R
spirit seperti roh gitu kan kak?
Cheonma: Sebenarnya sama aja sih,
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, iklan saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!