kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.
Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.
Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# iblis
Mobil yang di tumpangi Rayhan dan Neina sudah sampai di sebuah Rumah dengan gaya eropa yang megah sungguh menakjubkan bagi Neina.
Rayhan langsung masuk ke dalam Rumah tanpa memperdulikan Neina yang masih takjub dengan istana di hadapannya saat ini.
"Wah, Rumahnya tidak kalah mewah dari yang tadi tapi siapa dia?kenapa menikahiku? jika memang mereka saudara kembar kenapa mereka bermusuhan??" Neina bertanya-tanya dalam hatinya.
"Nona silahkan masuk saya akan menunjukkan kamar anda" sebuah suara mengejutkan Neina.
"Hmmm baiklah Pak" Neina melangkah masuk.
"Ini kamar anda Nona"
"Dimana dia? aku perlu bicara"
"Dia siapa Nona? " terlihat wajah Pak Eko kebingungan.
"Ohhh Tuan Rayhan maksud Nona?"
"Iya itu maksudku"
"Anda bisa bertemu dengannya besok karena saat ini beliau sedang beristirahat karena kelelahan"
"Hmmm baiklah aku akan ber istirahat" Neina menyunggingkan senyumnya .
"Baiklah saya permisi Nona"
Neina langsung merebahkan dirinya di ranjang dengan ukuran king size. "Uhhh nyaman sekali" ucap Neina, sambil menerawang menatap langit- langit kamarnya Neina berusaha mengumpulkan kepingan puzzle ingatan akan pernikahannya seketika ia menangis.
Hingga tertidur, Neina meratapi nasibnya kini.
****
Pagi harinya Neina bangun membersihkan dirinya kemudian segera mengambil air wudhu untuk menghadap sang khalik.
Dalam do'anya Neina menangis mengadukan nasibnya kini, memasrahkan hidupnya pada Tuhan yang menentukan garis hidup setiap insan.
Selesai melakukan ibadahnya Neina merasa tentram, kemudian ia berjalan keluar kamar mencari dapur karena saat ini cacing di perutnya menjerit minta di beri makan.
Neina menuruni tangga, "Dimana dapurnya? ,Rumah ini sangatlah besar aku bisa tersesat" Neina menggerutu menatap sekeliling rumah.
"Nona"
"Hah."Neina membalikkan badannya terkejut. "Kau ini mengagetkan saja" sambil mengelus dadanya.
"Maaf Nona sepagi ini sudah bangun,ada yang bisa saya bantu?"
"Aku lapar,dapur di mana ?"
"Nona tunggulah di meja makan saya akan menyiapkan makanannya" Pak Eko membungkukkan kepalanya.
"Biar aku memasak sendiri tidak usah repot-repot"
"Saya tidak di repotkan Nona, ini adalah tugas saya" kemudian Pak Eko berlalu.
"Huuhh baiklah, eh tapi dimana meja makannya" Neina segera berlari mengikuti Pak Eko.
"Duduklah Nona,makanan akan selesai sepuluh menit lagi"
"Hmm baiklah" Neina kemudian duduk sambil matanya tak henti menatap sekeliling ruangan dengan takjub.
"Horang kaya mah bebas, Buktinya ini sudah jam enam pagi tapi batang hidungnya tidak terlihat. Apa dia tidak sholat dan pergi bekerja" ucap Neina.
Pak Eko kemudian menyajikan berbagai macam makanan.
"Selamat makan Nona"
"Makasih Pak"
Pak Eko menundukkan kepalanya kemudian berlalu.
****
"Ahhh makanannya enak sekali,aku sampai tidak bisa bernafas karena kekenyangan" Ucap neina sambil mengelus perutnya.
"Ada yang bisa saya bantu lagi Nona?"
"Kau ini selalu mengagetkan ku, kapan Tuan mu itu akan bangun?"
"Maaf Nona saya tidak tahu"
"Kau kan bekerja di sini kenapa bisa tidak tahu"
"Sekali lagi maafkan saya Nona jika Tuan muda bangun saya akan memanggil Nona , silahkan beristirahat kembali Nona."
"Huh... baiklah, dasar aneh" Neina bangkit dari tempat duduknya sambil menghentakkan kakinya.
****
Di dalam kamarnya Neina berpikir keras bagaimana ia harus menghadapi kembaran Rayyan itu.
"Kalau dia bangun aku akan meminta cerai darinya kemudian, tidak mungkin Mas Rayyan akan menerimaku kembali"Neina menutupi wajahnya dengan bantal." Aku tetap akan bercerai , hmmm aku akan mencari pekerjaan untuk biaya kuliahku"
Neina menggulingkan badannya kesana kemari, hingga ketukan pintu kamar menghentikan nya.
"Siapa?"
"Saya Nona, Pak Eko. Silahkan menemui Tuan muda di meja makan beliau sudah menunggu"
"Hmmm baiklah" "Jadi namanya Pak Eko" batin Neina kemudian ia terkikik geli. "Namanya tidak cocok"
"Apa yang tidak cocok Nona?"
"Ah anu tidak ada ayo, nanti Tuan Mudamu itu marah" Neina berjalan mendahului Pak Eko.
"Nona lewat sini"
"Ah iya aku lupa he he" Neina terkekeh kemudian berbalik.
Dari kejauhan Neina menangkap sosok yang sedang duduk membelakanginya.
"Duduklah yang jauh dariku"
Neina mencebikkan bibirnya kemudian duduk di seberang meja.
"Ceraikan aku" Neina menatap tajam Rayhan yang sedang asik mengunyah makanan.
"Tidak akan pernah" Rayhan menjawab dengan santai.
"Hei ! " Neina menggebrak meja" Kau ini sudah gila ya, aku tidak mengenalmu dan aku juga tidak menyukaimu aku menyukai saudara kembarmu bukan Kau" Neina menunjuk ke arah Rayhan.
Rayhan menghentikan makannya dan menatap tajam ke arah Neina
" Kau pikir aku menyukai gadis kampung sepertimu ? aku jijik ! mengerikan jika aku menyukaimu gadis ingusan,kampungan ! lihatlah penampilanmu apa kau merasa sudah pantas menjadi istriku yang sesungguhnya Cihhh..."
"Aku tidak ingin kau menyukaiku aku cukup sadar diri tapi kenapa tidak mau menceraikan aku, ?Kau kejam sekali-" Neina mengusap air matanya yang sejak tadi ia tahan.
"Aku mempunyai tujuan, jika tujuanku sudah tercapai aku akan membuangmu di tempat sampah.! Rayhan menyunggingkan senyum liciknya.
"Dasar Iblis!"
"Apa kau bilang!" Rayhan bangkit kemudian melempar piring kearah Neina. Spontan Neina menunduk sehingga piring itu mengenai sebuah Vas bunga yang terletak di meja tepat di belakang Neina.
Prang
Para pelayan, termasuk Pak Eko terkejut.
" Kenapa kau ini kejam sekali "Neina menutup mulutnya sambil menangis.
"Bawa dia ke kamar" Rayhan kemudian berlalu menuju ruang kerjanya.
Sementara itu Neina dipapah menuju kamarnya oleh dua orang pelayan.
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.