NovelToon NovelToon
Mahabbah Rindu

Mahabbah Rindu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:550.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hania

Nur Aini fil Islam adalah sebuah nama yang diberikan ayah Farhan pada bayi mungil, yang dia temukan di sebuah gubug, di tepi sawahnya. Dengan sabar, mereka mengasuhnya hingga dewasa.

Dia tumbuh menjadi gadis yang baik, dan taat pada orang tua. Ketika dijodohkan pun dia tak menolak. Hanya saja, ada satu nama yang tersimpan dalam hatinya semenjak kanak-kanak. Hingga sampai kini dia nanti kedatangannya ....

Siapakah dia? ... Dan maukah dia dijodohkan dengan orang yang tak dikenalnya? ....

Selamat membaca ....
Jangan lupa votenya ya ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : Yang Tersimpan

Tak lama kemudian, ibu Farhan menemui mereka sambil membawa sebuah tas plastik.

"Bagaimana Nur. Haruskah ibu tolak lamaran nak Andre."

"Ibu!"

Nur menggapai pundak bu Farhan dengan manja. Terlihat dalam sikapnya kalau Nur menerima lamaran nak Andre.

"Kalau begini ibu sudah tak khawatir lagi padamu."

"Oh ya nak Andre, ini milik Nur sejak SMP dan itu ada barang kenangan Nur. Bisa nak Andre simpan."

Dari balik cadar, mata Nur bersinar kesal dengan apa yang dilakukan bu Farhan. Tapi dia tak pula mencegahnya manakala barang itu telah berpindah tangan.

Meski Andre tak tahu maksud dari pemberian barang yang sangat pribadi, dari orang yang dia ingin jadikan halal untuk dirinya. Tapi dia dengan senang menerima barang itu.

Lalu Andre merapikan plastik itu sebelum meletakkan di pangkuannya. Tanpa melihat melihat terlebih dahulu barang tersebut. Tak enak hati dengan Nur yang menatapnya dengan kesal. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Nur tak ada keberanian mengangkat kepala. tertunduk malu. Membuat Andre tersenyum. Apalagi saat dia menyentuh lembaran-lembaran kertas dalam bungkusan itu. Wah ... pasti ini surat cinta penggemar rahasia Nur. Cuma yang dalam kotak itu apa ya...

Biarlah nanti kulihat...

"Ibu, bolehkah saya undur diri. Insya Allah mama papa besok datang untuk melamar Nur. Dan lusanya, kami akan melakukan pernikahan di KUA sekalian."

"Ngapunten kalau kulo lancang, Bapak Ibu."

"Secepat itukah, Nak Andre?"

"Ya, Bapak ibu. Agar hati kami menjadi tenang."

Pak Farhan yang kini sudah bersama kembali juga ikut tercengang.

"Apa tidak menunggu orang tua Nur ketemu?"

"Itu jika ketemu. Kalau tidak kasihan dik Nur."

"Nanti sambil jalan kita akan cari. Sehingga waktu resepsi semoga orang tuanya bisa bersama kita."

"Kalau itu yang terbaik, bapak nurut saja."

"Suwun, Bapak Ibu. Kulo pamit."

"Yo, Nak Andre."

"Nur, Mas pergi dulu. Sabar ... 2 hari lagi kita selalu bersama. Kamu sudah tak perlu malu lagi bilang semuanya pada mas tanpa melalui Rima."

"Iya, Kak."

"Jangan panggil kakak. Aku lebih suka di panggil mas. Adik tak keberatan?"

"Adik akan belajar, Kak. Ah maaf, Mas."

Ada pancaran keteduhan dalam tatapan Andre pada Nur. Menunjukkkan bahwa dia selama ini telah menyimpan rasa itu terlalu lama. Dan Nur telah teramat nyaman bersamanya namun tak menyadari.

Nur mengantar Andre hingga menghilang dari pandangan.

Setelah Andre sudah tak napak, Nur kembali ke dalam rumah. Menemui bapak ibu Farhan yang bercengkrama membicarakannya.

"Nur, kami melihat nak Andre sangat menyayangimu. Apa kamu sudah siap hidup bersamanya?"

"Ya, Nur. Jadikanlah pernikahan itu terjadi hanya sekali seumur hidupmu."

”Bimbing Nur. Bapak Ibu."

"Yo, wes. Kalau gitu. Kalau kamu sudah siap. Bapak tenang."

"Tolong, hubungi kakakmu untuk pulang."

"Nggeh, Ibu."

Nur segera mengeluarkan hp-nya, lalu menelpon kakak Nadyanya.

"Assalamu'alaikum .... Kak."

"Waalaiku salam ... ada apa Nur?"

"Ibu mau bicara."

Nur memberikan hp itu pada bu Farhan. Dan membiarkan ibunya untuk berbicara langsung pada kakaknya.

"Nadya. Besok kamu bisa pulang."

"Wonten nopo, Bu ...."

"Adikmu, Nur. Lamaran."

"Alhamdulillah, akhirnya Nur mendapat gantinya. Moga-mog ini bisa jadi obat baginya."

"Injjih, Bu."

"Yo, wes. Pernikahannya juga akan dilaksanakan sehari setelah lamaran."

"Wah, kok patas. Nggak ada apa-apa kan, Bu?"

"Kamu ini ngomong apa, Nadya."

"Injjih, Bu. Nadya mau beri tahu abinya dulu. Insya Allah malam nanti kami baru bisa berangkat."

"Ya, Nadya. Assalamu'alaikum ..."

"Injjih, Bu. Wa'alaikum salam .... Jangan ditutup dulu. Nadya mau ngomong ke Nur dulu."

Bu Farhan menyerahkannya kembali ke Nur. Nur membawanya pergi ke dalam kamarnya. Agar tak terdengar kedua orang yang sudah dianggap sebagai orang tuanya.

"Kamu terima lamaran Anwar?"

"Bukan, Kak.?"

"Mas Andre."

"Siapa dia?"

"Kakaknya Rima."

"Oh ... ku kira Anwar."

"Syukurlah kalau kamu sudah ada yang melamar. Pusing juga kalau kami harus menerima Anwar."

"Kakak kok bilang gitu sich."

"Sebel aja."

"Nggak baik kayak gitu, Kak."

"Ya ... ya ... baiklah. Udah ya, kakak mau jemput Novi dan Noval dulu di TPQ."

"He eh, assalamu'alaikum ...."

"Wa 'alikum salam ..., Nur."

Dia letakkan hpnya. Sejenak Nur termenung di sisi ranjangnya. Menatap detak jam dinding yang berjalan melambat. Seakan ikut merasakan yang kini Nur rasa. Baru dia sadar kalau kak Andre yang sudah dia anggap sebagai kakak, menyimpan sebuah rasa.

Ya Robb ....

Apakah ini jawaban do'a hamba padamu selama ini.

Yang senantiasa merindukan akan kasihMu.

Tasbih hamba padamu mengalunkan cinta yang tak biasa

Ingin bersandar pada kemurahan dan keindahan yang Engkau hadirkan.

Jika memang ini, baik bagi agamaku dalam menuju ridhoMu

Bolehkah aku berbangga engkau pilih diriku menikmati masa itu.

Namun aku sering lupa bahwa ini semua dari pada Mu

Hingga dengan mauku ku langkahkan kaki tak berijin padaMu.

Kuharap ampunanMu pada masa kulupa itu.

Kini dengan ijinMu saat ini,

Kumulakan pada langkahku dengan menyebut namaMu.

Ingin hati bersandar dalam cinta di atas cinta Mu

Memeluk kasih, bermanja mesra, berpaut rasa

Hanya inginku kini mendekat padaMu

Dalam rasa yang mulai tumbuh dalam jiwaku

💎

Sementara Andre yang telah tiba di rumahnya. Berjalan dengan perenungan yang dalam pula. Ada bahagia yang dia simpan, namun ada sedikit keraguan manakala dia tertingat akan kak Uya yang selalu disebut Nur. Meski terucap secara tak sengaja. Ini menunjukkkan sebenarnya dia telah bersemayam dalam hati Nur dengan sangat kuat. Akankah dia sanggup menghadapi kecemburuannya sendiri.

Kebetulan masih sangat sepi, ketika Andre tiba di rumah. Papa, mama dan Rima tengah jalan-jalan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk lamaran besok.

Dengan berlahan, Andre melangkah menuju kamarnya dengan membawa kantong plastik pemberian bu Farhan tadi.

Benar dugaan Andre bahwa itu semua surat cinta yang diterima Nur dari pengagum-pengagum rahasianya. Tapi anehnya, tak satupun surat itu dibuka. Terlihat masih tertutup rapat meski kertasnya telah kusam.

Aku cemburu pada masa-masa mereka menginjak dewasa. Mereka dibesarkan dalam suasana desa yang sangat mendukung bagi perkembangan jiwanya. Mungkin mereka dilarang memegang hp oleh sekolah dan pihak orang tua juga mendukungnya. Hingga kalau kagum pada seseorang pakai menulis surat segala. Romantis sekali ....

Makanya Rima dulu di sekolahkan di desa sama papa. Benar-benar murni dan menyenangkan.

Terhadap surat-surat itu Andre tak begitu tertarik. Dia beralih pada kotak kecil yang indah. Meski hanya terbuat dari kertas karton, lalu ditutup dengan kain flanel merah hati. Tampak cantik sekali. Sepertinya ini dibuat sendiri oleh Nur. Jadi penasaran apa isinya?

Andre membuka kotak itu. Dia tersenyum manakala mendapati di dalamnya ada sebuah kalung dengan liontin hati. Dan juga sebuah cincin pertunangan.

1
LINTANG༺⬙⃟⛅
bahrul kok gk mau nikah sm nur..???
Cah Dangsambuh
jadi penasaran kan bahrul sangat merindukan nur tapi begitu ketemu kok seakan ada kemarahan,ada apa kira kira
Cah Dangsambuh
skrol skrol skrol nemu cerita bagus mampir insya allah sampai ful
Tati Suwarsih Prabowi
hahaha...bisa naik g bisa turun...
Tati Suwarsih Prabowi
Alhamdulillah...
Tati Suwarsih Prabowi
kapan akmal kembali thor...hikhikhik sedih
Tati Suwarsih Prabowi
tegannya ambil anak orang..lagian tu baby sitter g tanggung jawab!
Tati Suwarsih Prabowi
ooo jd ayahnya devra mustofa tho!
Tati Suwarsih Prabowi
hadeuuuuh yg rindu...
Tati Suwarsih Prabowi
maaf thor...naura dan ulya kan bkn bkan mahram,apalagi naura bercadar tapi knp mereka berpelukan dan pegangan tangan!
Tati Suwarsih Prabowi
misterius...sebenarnya mereka sapa;apa tujuannya?
Tati Suwarsih Prabowi
klo jadi mertua....semena2 tuh b retno julid
Tati Suwarsih Prabowi
perjodohan lagi...
MomZiee
cerita nya bagus, semangat kk
Baihaqi Sabani
naura hamidun kah????? sdngkn andre meninggal menitipkn buah hati....uuh so swety......
Baihaqi Sabani
ya allah....tega authoryaaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭bru smpet bhgia dh menjnggal😭😭😭😭😭😭😭innalillahi
Baihaqi Sabani
kyy andre bkln meninggal deh.....n mau wasiat biar ulya nikah ma nur😭😭😭😭😭😭
Baihaqi Sabani
sedih thor
Baihaqi Sabani
innalillahi .......bru sbntar bhgia dh ad cobaanya.....ap jn awal kesedihan naura akias nur.....khilangan andre kah?
Baihaqi Sabani
semoga mrka samawa.......😭😭😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!