NovelToon NovelToon
Hard To Say Goodbye

Hard To Say Goodbye

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:260.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lanny Tanuwidjaja

Kirana Larasati, menghadapi problema hidup yang sangat berat ketika usianya beranjak 23 tahun. Dia harus menerima kenyataan ketika kekasihnya Darren menikah dengan Tiara kakaknya sendiri, dan di saat yang hampir bersamaan dia juga harus mengetahui bahwa ibu yang sangat dia sayangi ternyata bukanlah ibu kandungnya.

Dengan duka Lara yang datang bertubi-tubi, dia harus mampu melanjutkan hidupnya. Hingga pada akhirnya dia bisa menemukan cinta seorang Joshua, yang ternyata justru lebih menghancurkannya karena kesalahpahaman yang terjadi.

Mampukah Lara menghadapi kisah hidupnya yang seperti roller coaster? Bagaimana akhir kisah cintanya dengan Joshua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lanny Tanuwidjaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam diamku, aku selalu mencintaimu

Dengan semangat Lara mulai mengolah bahan-bahan untuk membuat ayam bakar yang ternyata sudah siap di lemari pendingin, dia melakukan semua supaya Darren tidak menaruh curiga padanya. Selain itu hanya dengan cara seperti ini dia dapat menyalurkan kerinduannya pada Darren, cinta dalam diam. Huh, seperti judul salah satu novel yang sering dibacanya menggunakan aplikasi online, ternyata memang ada dalam kisah nyata. Lara tertawa dalam hati.

Dia tak membayangkan bagaimana nanti saat kakaknya sudah menikah dengan Darren, apakah hatinya sudah siap terluka untuk yang ke sekian kalinya. Tapi ini demi orang-orang yang dikasihinya, apalagi kalau dia teringat mama yang sudah merawatnya dari kecil, tanpa membedakan kasih sayang untuk Tiara dan dirinya yang berstatus anak tiri. Dia harus membalas semua itu, sekalipun dia harus korban perasaan.

Sesekali Lara menghela napas, dia mencoba melepaskan kegundahan hatinya. Berada di apartemen Darren, memasak ayam bakar kesukaannya, sedikit banyak membangkitkan kenangan manis antara dirinya dan Darren. Lara berusaha menyimpan rapat semua kenangan itu, dan berharap bisa memposisikan dirinya sebagai calon adik iparnya Darren. Aku pasti bisa, gumamnya dalam hati.

Saat tengah asyik dengan masakannya, Lara dikejutkan dengan tangan yang melingkar di perutnya, memeluknya dari belakang. Dia merasakan napas lembut ditengkuknya. Lara hapal sekali dengan aroma tubuh ini, dia sangat yakin Darren yang sedang memeluknya, sesaat dia terlena dan menikmati pelukan hangat yang sudah biasa Darren lakukan saat dia sedang memasak. Wangi aroma kayu-kayuan yang segar berasal dari sabun mandi yang biasa dipakai menguar dari tubuh Darren, memberikan kenyamanan tersendiri bagi Lara.

"I miss you," bisik Darren di telinganya.

Seketika Lara tersadar dari kenyamanannya dalam pelukan Darren, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Darren. "Sebentar saja, La. Aku ingin tetap seperti ini untuk sebentar saja," bisik Darren lembut sambil terus memeluknya. "Ini sangat nyaman."

"Ini salah, kak. Tolong lepaskan," Lara meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan Darren.

Darren tidak mengacuhkan permintaan Lara, dia tetap memeluk Lara dengan erat. Dengan tiba-tiba dibaliknya badan Lara sehingga mereka berhadapan, Lara menahan dada Darren dengan kedua tangannya, sambil berusaha mendorong Darren. Posisinya tidak menguntungkan, Darren menahan tubuhnya di pantry, sehingga Lara makin kesulitan untuk bergerak.

"Kak, aku mohon lepaskan aku. Ini salah kak, ingat kak Tiara," Lara masih berusaha menyadarkan Darren dengan kata-kata, karena memakai kekuatannya pun dia kalah jauh dengan tenaga Darren.

Mereka saling bertatapan, Lara melihat kerinduan di mata Darren, tapi ini aneh. Darren kan tidak mengingatnya, bagaimana mungkin bisa merindukannya. Belum sempat berpikir jauh, Darren menarik tengkuknya dan menyatukan bibir mereka. Lara berusaha menolak, tapi dia tetap kalah kuat. Ciuman itu rakus, Darren menciumnya kasar, seperti sudah lama sekali menahan diri selama ini. Dia seperti ingin menuntaskan dahaga yang ditahannya.

Lara menghentikan perlawanannya, dia kehabisan tenaga menolak Darren. Berlawanan dengan keinginannya untuk menolak ciuman Darren, tubuh Lara memberikan respon yang berbeda. Dia membalas ciuman Darren dan juga menyalurkan rasa rindunya pada laki-laki yang sangat dicintainya itu. Ciuman Darren berubah lembut dan menghanyutkan, melemparkan Lara dari akal sehatnya, membuatnya terlena dengan kelembutan ini.

Dengan keahliannya, Darren terus membawa Lara terbuai dalam lautan asmara yang tak bertepi, melupakan segenap logikanya, hanya ada mereka berdua yang haus karena rindu yang terpendam selama ini.

Lara mulai kesulitan bernapas karena Darren tak kunjung melepaskan Lara dari pagutannya, tapi dia tetap menikmati bibir Darren yang semakin liar mengeksplor bibirnya. Lara merasakan Darren memeluknya semakin liar, tangan kanan Darren sudah mulai bergerak membuka kancing atas blouse Lara. Seperti alarm bagi Lara, dia mulai tersadar dari buaiannya. Dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Darren dan melepaskan pagutan bibirnya. Sambil terengah kehabisan napas, dia melihat kilatan gairah di mata Darren. Tiba-tiba air mata menetes di pipinya, ini sungguh tidak benar.

"Lara, maafkan aku," Darren menangkup wajah Lara dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya. "Aku tidak mengerti dengan apa yang kulakukan, aku merasa nyaman denganmu," gumam Darren, kilatan gairah yang tadi dilihat Lara sudah meredup.

"Lain kali jangan seperti ini, kak. Ini jelas salah, kamu harus pikirkan perasaan kak Tiara," Lara mengucapkan itu sambil bergetar berusaha menahan tangisnya. "Ayam bakarnya sudah matang, silakan kakak makan, tidak perlu mengantarku pulang. Permisi kak," Lara bergegas pamit pada Darren.

"Lalu mengapa kamu membalas ciumanku? Aku merasakan ada kerinduan disana," suara Darren menghentikan langkahnya yang hampir mencapai pintu keluar.

Lara menegang dibuatnya, dia tidak tahu harus menjawab apa. Seandainya aku boleh mengungkapkan semua ini, aku begitu merindukanmu. Aku takut kehilanganmu, aku tidak siap berjalan sendiri tanpamu, Lara hanya mampu bergumam dalam hati.

"Itu hanya nafsu sesaat, kita terbuai karena sedang berduaan. Ke depannya aku harap kita bisa menjaga jarak supaya kita tidak menyakiti orang-orang di sekitar kita," Lara mengucapkan kalimat itu dengan membiarkan air matanya mengalir deras. "Aku pamit," dengan kasar Lara membuka pintu dan membantingnya dengan keras, dia menyalurkan emosi yang bergemuruh di dadanya.

Dia berlari ke lift tanpa menengok lagi ke belakang, disekanya kasar air matanya. Dasar cengeng, lemah, tidak tahu malu, Lara mengutuki dirinya sendiri. Dia kalut karena merasa mengkhianati kakaknya sendiri, memasak untuk Darren adalah satu kesalahan fatal untuknya. Aku harus tegas pada diriku sendiri, ya Tuhan, aku hampir saja mengacaukan semuanya.

Lara tiba di kamar kostnya, tadi dia memesan taksi online dan langsung pulang. Dengan kesal dilemparkannya tas ke atas tempat tidurnya, dia sangat menyesal mengikuti ajakan pulang dari Darren tadi, seandainya dia menolak, mungkin insiden itu tidak akan terjadi. Lara hampir saja melakukan kebodohan yang akan membuat orang-orang yang dikasihinya terluka. Aku sungguh egois, umpatnya dalam hati.

Membuka celah sedikit untuk menuntaskan kerinduannya pada Darren, bisa berakibat buruk untuk masa depan kakaknya, belum lagi dia harus menghadapi orang tuanya, dia sungguh tidak tahu apa yang harus dijelaskan pada mereka apabila hal itu sungguh terjadi.

Setelah termenung sekian lama, akhirnya Lara memutuskan untuk mandi sekaligus mendinginkan kepalanya. Dia harus menata kepingan hatinya, menegaskan kembali pada dirinya untuk melepaskan Darren selamanya, tidak boleh terbuai lagi seperti tadi.

Lara duduk di atas tempat tidurnya, mengutak atik ponselnya sebentar. Dia melihat ada beberapa notifikasi whatsapp, salah satunya dari kakaknya Tiara.

Tiara : La, next weekend tolong pulang ke Jakarta ya. Mama kangen katanya.

Lara hanya membacanya, tapi tak segera membalas pesan Tiara. Ada rasa bersalah menghinggapi hatinya, maafkan aku, kak...

***

From author :

Done 2 episode hari ini, yeaayyy... Semoga suka ya guys...

Aq ga bosen2 neh mnt vote kalian... Jangan lupa like, comment, n share....

Klo like nya buanyak, next chapter meluncur hari ini jg lho. Cuzz lah y guys, ditunggu support dari kalian...

Tq...

Luv,

Lanny Tan

1
ione
/Smile/
Retno Agus Silowati
Lumayan
PeQueena
halaa.. omong kosong kau lara.nyata kau berpelukan juga. untung masih ketahuan jashua...
g usah munak..giliran dituduh mencak²... aneh lu
PeQueena
muter² muluk...stiap ada didekat darrens bawany lemah hatinya gak bisa apa bersikap tegas si lara .,
PeQueena
kebanyakan pov lagi
PeQueena
benar joshua lah.
meskipun tiara atau keluarganya sklipun.melihat itu yg sangat gak pantas dipikir klian berdua berselingkuh
PeQueena
kenapa menyalakan takdir...
itu kan karna kebodohanmu sendiri. kenapa tidak bisa berterus-terang dan menjadi laki² pengecut.
ingat ya.. mgkin menurut orang tua pilihan meraka itu tepat tapi belum tentu terbaik bagi anaknya
PeQueena
disini darren egois.. semua sikapnya mlh membuat lara memjadi sulit dan serba salah
PeQueena
jangan kebanyakan pov thor...
ntar jdi bingung bacanya . ribet
Susana Dewi
dari awal baca sampai bab ini bikin emosi terus, ga tahu disini yang salah dan yang benar..semua muter muter.
Susana Dewi
bagus
Natalia Panggabean
kirana lm2 terlalu ngebosanin.. apa2 bisanya cmn mngalahh.. joshua jg ujung2nya maksa.
Natalia Panggabean
pgnnya darren sm lara.
scarlet
kalo aq sih,,, emg sebaiknya mrk pisah,, rumah tangga yang aneh,,, katax saling cinta tp selalu salah paham,,, tdk pernah slg memahami,,,, lalu apa artinya cinta bd mrk? Joshua terlalu temperamen,,, kerjanya emosiiii aja,,, punya suami kek gitu pastinya lelah secara mental,,,,
scarlet
Thor,,, jgn berusaha memoles karakter Joshua sbg suami yg sungguh mencintai istri.
Dia memperkosa istri,, melecehkan dg kata2x, berbohong pd istrinya bhw ada kerjaan sampai mbiarkan anak istrinya pdhal berduaan dg mantan,,, apapun alasannya Joshua bkn suami yg baik n penuh cinta,,,, Cinta tdk akan menyakiti fisik maupun mental,,,
scarlet
lepaskan suami kasar sprti itu
scarlet
i hate you Jo,,, hy laki2 pengecut yg berbuat kasar pd wanita,,, gak pernah minta maaf LG,,
scarlet
apalah artinya cinta kalo diperlakukan kasar,,, itu bkn cinta tp obsesi,,, dlm cinta ada rasa hormat, percaya n kelembutan
scarlet
ngaca Jo,, km jg mencium mantanmu
scarlet
Lara,, km salah syg,,, sdh tau suami mu sdg cemburu n salah paham pd Adith,,knp berduaan dgx,, hrsx mhindar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!