NovelToon NovelToon
ARSHEL (Arion & Sheril)

ARSHEL (Arion & Sheril)

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:455.4k
Nilai: 5
Nama Author: haniyahhputri

Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.

Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.


Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.

Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 - Arion Mendekat, Sheril Meleleh

Jika tadi Sheril yang dibuat tercengang oleh Arion, maka sekarang Arion lah yang dibuat tercengang oleh Sheril. Dengan wajah tak berdosa, Sheril menumpahkan semua isi tas Arion di atas karpet yang berada di ruang tamu.

"Lo dapet kek beginian dari kapan Yon?" Interogasi Sheril, seolah Arion telah tertangkap basah mencuri.

"Sejak hari pertama masuk sekolah,"

Sheril membelalakkan mata. "Hah? Ini yang ada di loker lo udah pernah ada yang di ambil?"

"Cuma buang bunga asli yang udah layu,"

Sheril membaca kertas-kertas itu satu-persatu. Sheril akui, mereka semua yang menulis ini cukup kreatif, kata-kata yang di tulis sangat manis.

Apa atuh akumah, cuma remahan rangginang doang.

"Cokelatnya, gak lo makan?"

Arion menggelengkan kepala, Ia tidak terlalu suka yang manis-manis.

"Terus rencananya mau lo apain ini semua?"

"Buang." Jawabannya lugas.

Rencana itu sudah terpikirkan sejak bulan lalu, tapi sampai sekarang belum terlaksanakan, malah Sheril yang menyingkirkan barang-barang itu dari lokernya.

Mendengar jawaban Arion, Sheril menjadi iba kepada para pengirim hadiah ini. Pasti mereka semua menulis ini dengan perasaan tulusnya, membeli cokelat serta barang lainnya juga pasti menggunakan uang. Jaman sekarang uang susah di cari, jadi sayang kalau di buang. Begitulah pikir Sheril.

"Ya lo pasti gak nyaman sih kalau loker lo di penuhi barang beginian. Kalau dibuang, gue jadi kasian sama mereka-mereka yang ngasih ini ke elo. Gue ngerti banget perasaan mereka. Daripada di buang, buat gue aja ya semua cokelatnya?" Sheril menyengir kikuk.

"Buat lo aja semuanya," balas Arion tidak peduli, Ia menyalakan laptop dan mulai mencari bahan pembelajaran.

"Asiiikk," sorak Sheril senang. Membiarkan Arion yang mulai sibuk mencari latihan soal, Sheril mulai menghitung banyaknya cokelat-cokelat itu.

"Tiga tiga, tiga puluh empat, tiga puluh lima, tiga puluh enam. Eh, ada yang ngasih permen imut juga?"

Jika ada pepatah, 'bahagia di atas penderitaan orang lain' mungkin itulah yang sedang terjadi saat ini. Tentu saja Sheril sangat bahagia mendapatkan cokelat-cokelat secara gratis, jadi Ia tidak perlu menggunakan uang jajannya untuk menyenangkan perutnya. Cokelat adalah kesukaan Sheril.

Sheril berdoa semoga mereka-mereka yang mengirim ini semua tidak tahu jika Sheril lah yang telah mengambilnya. Pasti mereka semua akan sakit hati jika mengetahui hal ini.

Arion berdecih melihat ekspresi Sheril yang sedang kegirangan mendapatkan cokelat-cokelat secara gratis. "Are you happy now?"

Sheril mengangguk, "Iyalah gue seneng. Kalau ini semua gue jualin, gue bisa dapet hampir sejuta," jawabnya bangga.

Melihat Arion memutar bola matanya malas, "Whatever,"

Karena enggan menanggapi ocehan tak penting Sheril, dengan galak Sheril menarik lengan baju Arion. Sheril menariknya begitu kuat, hingga terdengar suara kain sobek.

"Ih, iyain napa!" Paksa Sheril.

Pasrah, Arion menganggukkan kepala, mengiyakan apa kata Sheril.

"Astaghfirullah, baju lo sobek," Sheril menyengir kikuk menyadari kesalahan yang telah Ia perbuat.

"Maaf Arion, gue emang niat narik baju lo, tapi gue gak ada niat buat bikin sobek. Beneran, suer!" Sheril menunjukkan jari V, memberi tanda perdamaian antara mereka.

Arion melongo melihat bajunya yang sobek akibat ulah Sheril. Gemas, Arion menyentil dahi Sheril hingga membuat gadis itu mengaduh kesakitan.

"Aduh!" Ringisnya.

Sheril meringis, ingin mengumpat tapi Ia urungkan karena ini semua adalah kesalahannya. Sheril menangkupkan kedua tangannya.

"Maaf Arion," ujarnya tulus.

Arion menghela napas, menatap Sheril malas lalu kembali fokus ke layar laptopnya.

"Oh ya, lo laper gak?" Sebagai tuan rumah, Sheril harus memperlakukan rajanya sebaik mungkin. Karena tamu adalah raja.

"Kata lo, elo gak bisa masak," komentar Arion tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

"Ya iya gue gak bisa masak, tapi buat makanan yang ini gue bisa," jelasnya agar membuat Arion yakin membiarkan Sheril memasak.

Arion terdiam sebentar, Ia sedang mempertimbangkan apakah Ia akan membiarkan Sheril masak sore ini atau lebih baik mereka delivery order saja.

"Do it," balas Arion singkat, membiarkan Sheril memasak kali ini.

Sheril bersorak gembira, lalu segera berlari pergi ke dapur. Sementara Arion sendiri masih sibuk berkutat dengan latihan-latihan soal.

Tidak membutuhkan waktu banyak untuk Sheril memasak, 10 menit saja sudah lebih dari cukup termasuk menyiapkan minumannya. Dengan perasaan bangga, Sheril membawa nampan makanan dengan dua mangkuk dan dua gelas diatasnya.

"Misi, misi, air panas, air panas, Kendall Jenner mau lewat,"

Arion sedikit menggeser posisinya, memberi Sheril tempat untuk meletakkan hasil masakannya.

"Sebentar banget," komentar Arion.

"Iya dong, gue kasih jampe-jampe ke makanannya biar lo suka sama gue," ngaco Sheril, Ia menyerahkan segelas es teh manis dan semangkuk mie rebus.

Arion lebih memilih mengaduk-aduk mie daripada menanggapi ocehan tak jelas Sheril. Ia mencicipi kuahnya dengan raut wajah bingung. Sepertinya, ini adalah pertama kali Arion mencoba makanan instan kesukaan warga Indonesia.

Indomie~ Seleraku~

Nah, sekarang bukan cuma ada Indomie kesukaan Sheril sejak kecil, ada Arion juga. Maka, berubahlah slogan mie menjadi,

Indomie memang seleraku~ Tapi Arion calon masa depanku~

Memikirkan hal itu, Sheril menjadi senyam-senyum sendiri.

"Lo belum pernah makan ini sebelumnya?" Tanya Sheril sambil meniupkan mienya yang masih panas.

"Belum," jawab Arion jujur.

"Ini makanan kesukaan gue dari kecil, dalam satu bulan mie tuh bisa habis satu dus, padahal yang makan cuma gue, bokap sama nyokap doang. Sebenarnya gak sehat sih kalau makan ini sering-sering, tapi tetep aja gue demen banget makan ini," ujar Sheril bercerita, dan tentu saja Arion hanya menyimaknya.

"Katanya lo gak bisa masak," komentar Arion, lagi.

Sheril menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya mendengar komentar Arion yang sama untuk kedua kalinya. Bahkan, anak SD saja sudah bisa masak mie.

"Pengecualian buat mie. Semua orang bisa masak mie, termasuk anak SD sekalipun. Ini gampang banget buatnya, cuma mie direbus 3 menit ditambah telor, jadi deh," terang Sheril.

Arion hanya menganggukkan kepala kemudian mulai menyantap mie dengan lahap.

Melihat Arion yang memakan masakannya dengan lahap, Sheril tersenyum senang. "Gimana rasanya?"

Arion merasa beruntung kenal dan dekat dengan Sheril, gadis itu menunjukkan hal-hal baru setiap harinya dan Arion dibuat tidak pernah merasakan jenuh sedikitpun ketika bersama Sheril.

"Enak," komentar Arion singkat.

Setelah mendapatkan jawaban yang Sheril inginkan, barulah Sheril menyantap makanannya.

"Gue cuma bisa masak ini doang by the way. Ini masakan paling gampang, gue sendiri juga cuma gak sering makan jadi biasanya gue masak mie sendiri." Sheril kembali bercerita di tengah-tengah acara makannya.

Meski tidak banyak respon dari Arion, Sheril tetap sehat bercerita. Sheril menceritakan hampir semua hal kepada Arion, sampai kejadian-kejadian yang Ia alami di sekolah juga Sheril ceritakan.

Sekali lagi, Sheril tidak pernah membuat Arion merasakan jenuh sedikitpun ketika sedang bersamanya. Sheril memberikan warna lain di hidup Arion.

"Bahasa Spanyol lo udah cukup lumayan buat pemula. Lo suka nonton Korean Drama, mau belajar bahasa Korea? Kakak gue bisa bahasa Korea,"

Entah kenapa perasaan Sheril selalu berdebar-debar ketika Arion berbicara panjang lebar kepadanya. Ya meski hanya seputar pelajaran saja Arion berbicara panjangnya.

"Kakak? Lo punya kakak?" Tanya Sheril penasaran, gadis itu lebih tertarik kepada kehidupan personal Arion yang belum ia ketahui sedikitpun dibandingkan soal pelajaran.

"Satu, perempuan."

"Kok bisa tinggal di Korea? Lo tinggal di Jakarta sama siapa? Lo-"

Arion menutup mulut Sheril yang masing menganga menggunakan jari telunjuknya, memberi perintah tanpa suara agar Sheril tidak bertanya lebih lanjut.

Bukan itu yang Sheril permasalahkan saat ini, tidak bisakah Arion menutup mulutnya ketika mulutnya sedang tidak menganga? Huh, merusak suasana saja!

"Besok gue ajak lo ke rumah gue. Jawab pertanyaan tadi, lo mau apa enggak?"

Bagi Arion, orang seperti Sheril yang terlalu penasaran dengan kehidupan pribadi orang lain sungguh mengusik hidupnya yang begitu privasi. Ketika masih tinggal di Amerika, orang-orang tidak tertarik menanyakan kehidupan pribadinya, rata-rata orang Amerika adalah individualisme.

Sheril mengerjapkan mata, Ia melupakan apa yang Arion tanyakan sebelumnya.

"Emang tadi lo tanya apa ke gue?"

Kesal, Arion menyentil dahi Sheril hingga gadis itu mengaduh.

"Kakak gue bisa bahasa Korea, lo mau apa enggak belajar bahasa Korea?" Tawar Arion sekali lagi.

Berhubung Sheril sangat menyukai drama Korea, tentu saja Sheril sangat ingin belajar bahasa tersebut. Supaya kalau nonton drama Korea, Ia tidak perlu menunggu admin menerjemahkannya terlebih dahulu membuat episode drama Korea terbaru menjadi telat update.

Gembira, Sheril memegang kedua bahu Arion kemudian mengguncangnya. Menyalurkan rasa bahagianya. Semudah itu membuat Sheril tersenyum bahagia, apa lagi tertawa, Sheril pemilik humor tereceh yang pernah ada.

"OF COURSE I WAN'T OREOOOO!"

Arion melepaskan kedua tangan Sheril dari bahunya, kemudian berkata,

"Asal lo belajar masak, setidaknya buat gue,"

Mendengar permintaan Arion, lagi, lagi dan lagi Sheril luluh dengan perkataan bule yang satu ini.

"Gimana gue gak makin cinta sama lo coba," gumam Sheril tanpa sadar.

"Pardon me, what are you saying?

" Arion tidak mendengar dengan jelas apa yang Sheril katakan barusan.

Telah tertangkap basah, Sheril menjadi gugup sendiri.

"Ah... Eng... Enggak..."

Mata Arion menyipit, membuat Sheril semakin salah tingkah sendiri.

Arion mendekatkan wajahnya hingga hanya tersisa jarak sejengkal diantara mereka. Otomatis, mereka berdua merasakan de javu.

Sheril memalingkan wajahnya, Ia bergegas mengambil mangkuk dan gelas

"Gue... Beresin ini dulu," ujarnya cepat, kemudian langsung melarikan diri ke dapur.

Mata Arion tak lepas dari Sheril hingga gadis itu menghilang dibalik tembok. Arion tersenyum miring melihat Sheril melarikan diri setelah tertangkap basah. Indera pendengaran Arion masih berfungsi dengan sangat jelas, Ia mendengar setiap kata yang Sheril lontarkan.

1
Iceu Ktp
novel mu bagus aku suka cerita nya semangat untuk berkarya
Niyan Wahyuni
😭😭😭
Pipit Sopiah
dari season pertama sekarang season kedua serasa sheril ngejar-ngejar Arion 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
di season 2 lanjut lagi,,, tp tolak dong sheril jangan berharap terus. ubah sikap dan tingkah lakumu.
Pipit Sopiah
maaf Thor setiap bab aku ga kasih komen habisnya aku nangis terus bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu thor
haniyahhputri
Arion is such a lovely because he exists in Author's real life. Rayhan also exists in Author's real life.
Meidy Mangalengkang
visualnya dong
abel
kak season 3 kapan up?
udh nunggu lama bgt 😭
mrs.wang
ceritanya bagus, detil bgt, tiap bab nya gak ada yg aq skip, pernah nyoba skip biar langsung ke bab yg sheril sm arion lg mani2nya, eh malah gak nyambung, akhirnya baca lagi yg diskip td, overall ceritanya bgs bgt, cm part uwu sheril arionnya dikit bgt, dan endingnya kayak kurang greget gtu, krn yakin deh banyak yg pengen arion sm sheril resmi pacaran trs nikah. kli seandainya di season 3 sheril gak sm arion, atau arion dibuat meninggal fix aq gak lanjut baca cerita ini, krn aq pengen arion sheril segera happy ending, dan buat rayhan kasi cewek baru
mrs.wang
arion tinggal lamar sheril lalu nikah, gampang toh?
mrs.wang
sheril hrs sm arion, kasi cewek baru buat raihan
mrs.wang
gak rela klo sherli gak sama arion, sherli hrs sm ariob
mrs.wang
🥰🥰🥰🥰🥰
mrs.wang
love bgt sm cerita ini
mrs.wang
bagus bagus bagus ceritanya🥰
mrs.wang
bagussssss bgtttt ceritanya😭😭😭
mrs.wang
huhuhu manis bgt ceritanya🥰
Ayuu Puspiitaa
kapan nih season 3 dah lama banget nunggunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!