Menceritakan dua orang sahabat yang tumbuh bersama sejak kecil .
Meysa dan Rere sudah berteman sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Meisya memiliki kekasih yang bernama Reymon, pria tampan yang di gandrungi para gadis di kampusnya, ternyata diam-diam Rere pun menaruh hati kepada Reymond kekasih sahabatnya itu.
Hingga pada suatu malam mereka melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raisya ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Langit yang biru kini warnanya telah berubah menjadi jingga, meng'isyaratkan bahwa matahari mulai menenggelamkan dirinya.
Meisya dan Jhonatan telah mencapai kesepakatannya untuk bekerja sama.
Sekertaris pribadi Jhonatan telah terlebih dulu meninggalkan butik Meisya, Jhonatan memerintahkan sopir kantornya untuk menjemput Meri dari butik Meisya dan mengantarkannya pulang.
Jhonatan sengaja menyuruh sekretarisnya itu untuk pulang terlebih dahulu karna ia ingin mengantarkan Meisya pulang, ia tahu bahwa Rey tidak bisa menjemput Meisya. Awalnya Meisya menolak tawaran Jhonatan untuk ikut pulang bersamanya, dengan alasan ia tidak mau merepotkan Jhonatan, namun akhirnya Jho berhasil membujuk Meisya, karna memang tempat tinggal mereka satu arah jadi tidak ada alasan bagi Meisya untuk menolak tawaran Jhonatan.
Meisya dan Jhonatan berjalan beriringan keluar dari ruang kerja Meisya. Para pengunjung butik dan para pegawai menatap kagum pria yang berjalan di sebelah wanita cantik pemilik butik itu, wajah pria tampan bertubuh tinggi dan berkarisma itu seketika menarik perhatian mereka, pengusaha muda pewaris tunggal keluarga Wijaya yang kekayaannya sudah tidak diragukan lagi, selama ini meraka hanya dapat melihat nya di Televisa dan di beberapa majalah, kini mereka bisa bertatap muka secara langsung dengan pria yang menjadi idola kaum wanita. sebagian orang mengira mereka adalah sepasang kekasih karna keduanya sangat serasi, tak sedikit pula yang iri melihat kebersamaan mereka. hanya para pegawai nya saja yang mengetahui bahwa meisya sudah memiliki kekasih yang tak kalah tampan yaitu Reymond.
Sebelum mereka keluar dari butik, Meisya menghampiri Lisa terlebih dulu.
"Lisa aku pulang duluan ya, mulai besok kmu yang handle semua nya, jika ada hal yang penting segera hubungi aku"
"Baik bu... selamat ya bu sebentar lagi ibu akan akan menjadi istri pak Rey semoga ibu dan pak Rey selalu bahagia" ucap lisa memberikan selamat pada atasannya
"Terima kasih lis.. jangan lupa nanti kamu datang ya di acara pernikahan ku"
"Pasti bu" jawab lisa
Mendengar Perkataan lisa saat itu, hati Jhonatan seperti di hantam sebuah batu besar, karna sebentar lagi ia akan benar-benar kehilangan pujaan hatinya, pernikahan Meisya dan Rey akan menjadi sebuah benteng yang sangat besar antara dirinya dan Meisya, Meisya akan menjadi milik Rey seutuhnya.
"Ayo jho kita pergi sekarang" ajak Meisya namun jho tidak bergeming sedikitpun, ia tidak mendengar ajakan meisya.
"Jho, are you okay" Meisya sedikit mengguncang lengan jho, dan ketika itu jho sangat terkesiap dan sadar dari lamunannya.
" Yes I'm ok" jawabnya sedikit terkejut.
hampir 15 menit Meisya dan jhonatan berada di dalam satu mobil, mereka berdua tengah asik bercerita, mengenang masa-masa kuliah mereka dulu, tidak ada sedikit pun kecanggungan di antara mereka, sebisa mungkin mereka menyembunyikan perasaan meraka masing-masing, selain itu Jhonatan adalah tipe orang yang asik di ajak bicara dan sedikit humoris namun ia juga sangat dewasa dalam bersikap, berbeda dengan Reymond ia sedikit lebih kaku dan tidak terlalu banyak bicara mungkin orang yang belum mengenalnya akan menganggap dia sebagai pria yang sangat dingin namun sesungguhnya hatinya sangat lembut.
"Mey bagaimana kalo kita makan dulu, kamu pasti laper dari tadi belum makan"
"hmmm.. boleh, tapi aku pngen makan di deket kampus kita dulu, udah lama juga kan kita gak kesana."
"Baiklah, sepertinya itu bukan ide yang buruk" canda Jho.. "lagi pula arah rumah kita melewati kampus kita dulu"
Tak sampai 15 menit akhir nya mereka sampai di taman dekat kampus mereka, di tempat itu memang selalu ramai dan banyak yang berjualan disana hingga malam hari.
"Kamu mau makan apa Mey.." tanya Jho saat mereka telah turun dari mobil
"Aku pngen makan bakso, udah lama akau gak makan bakso"
"Yaudah ayo" ajak Jho.. dan mereka segera menghampiri pedagang bakso tersebut
"Mas bakso nya dua porsi ya" Jho memesan bakso untuk mereka berdua dan setelah itu mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.
walaupun mereka terlahir dari keluarga kaya tapi mereka tidak merasa gengsi makan di tempat pedagang kaki lima, mereka tidak pernah membeda-bedakan status sosial mereka, yang membuat Jho tidak nyaman saat itu adalah orang-orang yang sedari tadi terus memperhatikan mereka berdua, mungkin merek heran karna orang setampan dan sekaya Jho mau makan di tempat yang sederhana.
Tidak butuh waktu lama pesanan baso mereka datang, meisya sedari tadi sudah tidak sabar ingin menikmati makanan favoritnya saat kuliah dulu, ia dan Rere sering makan di tempat ini.
Meisya menambahkan banyak sambel pada kuah baksonya membuat Jho sedikit heran
"Apa itu tidak terlalu pedas Mey... tanya Jho
"Tidak Jho dari dulu aku memang suka pedas, ini belum seberapa Jho, waktu kuliah dulu aku dan Rere sering makan bakso yang lebih pedas dari ini"
"tapi aku ngeri liat sambel sebanyak itu, apa gak sakit perut"
"Tidak Jho aku sudah terbiasa, apa kamu mau coba" tanya Meisya yang ingin menjahili Jho
"Tidak-tidak aku gak suka pedes"
"Ayo coba sedikit aja Jho, Meisya menyendokkan baso nya ke mulut Jho
"Tidak Mey... aku takut sakit perut" jho segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Ayolah Jho sekaliiii aja" Meisya sedikit memaksa
"Dan akhirnya Jho pun menuruti permintaan Meisya, ia membuka mulutnya menerima suapan baso dari Meisya.
Jho mengunyah dan menelan basonya, ia mulai merasakan mulutnya seperti terbakar
"Haaaaahhhh... ini pedes banget Mey" Jho segera minum sebanyak mungkin, tangan nya mulai menggaruk-garuk kepala yang tidak terasa gatal hingga rambutnya terlihat berantakan.
Meisya saat itu tak henti-hentinya tertawa melihat ekspresi Jho.
"Ini minum es jeruk punya aku Jho" Meisya memberikan es jeruknya karna minuman Jho telah habis.
"Apa udah hilang pedesnya Jho" tanya meisya
"Lumayan Mey, kamu jahat banget ngerjain aku"
"Maap-maap aku kira kamu gak bakalan kaya gini, tapi gapapa dong sekali-kali aku ngerjain pak Presdir hehe"
"Tapi aku salut sama kamu Mey, kamu kuat makan makanan sepedes ini"
"Ini mah belum seberapa Jho..Maap ya jho kamu nyampe keringetan kaya gini"
Dengan spontan Meisya mengelap keringat yang ada di kening Jho dengan tisu, tapi tiba-tiba tatapan mereka saling bertemu , wajah mereka sangat dekat, tubuh mereka sangat kaku sehingga mereka tidak bisa bergerak sedikitpun dari posisi seperti itu.
''Ada apa dengan jantungku, kenapa rasanya jantungku mau copot, sebelumnya aku gak pernah sedekat ini dengan Meisya" gumamnya dalam hati jho.
" Kalo saja dulu aku dan Jho bisa sedekat ini pasti aku sangat bahagia, kenapa baru sekarang aku dipertemukan dengan dia, tidak meisya tidak, sekrang kamu sudah punya mas Rey". ucapnya dalam hati
"ma-maap tadi ku cuma mau membersihkan keringat kamu" ucap Meisya gugup
"Kamu tidak perlu minta maap Mey justru aku yang harus berterima kasih sama kamu"
"Sebaiknya kita pulang sekarang Jho sekarang udah hampir malem" ajak meisya, ia ingin segera pulang karna ia sudah tidak nyaman dengan suasana canggung seperti ini.
"Tapi saat ini masih hujan Mey, dari sini ke tempat parkir lumayan jauh, kita pasti basah kuyup sampai di mobil" jawab Jho, meyakinkan meisya karna saat memang sedang turun hujan.
"Gak apa-apa jho, aku harus cepet-cepet pulang, momy ku udah nunggu aku" jawab nya bohong
"Tapi mey_ Ucap jho sedikit ragu
"Ayo jho..." ucap mey memaksa
"Baiklah tapi kamu pakai jas aku biar baju kamu hak basah"
"Tapi nanti baju kamu basah Jho"
"Jangan pikirin aku Mey, aku gak mau kalo nanti kamu sakit gara-gara ke ujanan"
Aku juga gak mau kamu sakit gara-gara aku Jho, gimana kalo jas nya kita pake berdua saja biar adil"
"Kamu itu keras kepala banget sih Mey"
"Mereka berjalan beriringan di bawah jas milik jho, menerobos derasnya air hujan, kedua tangan jho memegangi bagian sisi jas miliknya nya ia melebarkannya di atas kepala mereka untuk menjaga kepala mereka dari air hujan.
sesampainya di mobil pakaian mereka basah kuyup karna hujannya memang sangat lebat.
Kini mereka telah berada di dalam mobil, jho membiarkan jas miliknya menyelimuti tubuh Meisya, karna ia tidak ingin Meisya kedinginan walupun sebenarnya ia merasa kedinginan karna kemeja yang ia kenakan sudah basah kuyup.
"Maap ya Jho Gara-gara kamu jadi ke ujanan, kamu pasti kedinginan"
"Tidak apa-apa Mey, kesehatan mu lebih penting, sebaiknya kita segera pulang aku takut kamu sakit"
Jho segera melajukan mobilnya, ia tidak ingin Meisya terlalu lama mengenakan pakaian yang basah.
tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di depan rumah meisya, jho membukakan pintu mobilnya untuk meisya, Jho mengantar Meisya sampai ke depan pintu, jas milik Jho masih tergantung di badan Meisya.
"Makasih ya Jho untuk hari ini"
"Sama-sama mey, aku seneng bisa jalan sama kamu, sebaiknya kamu segera masuk mey, jangan lupa kamu langsung mandi air hangat ya mey.
"Ia jho, kamu hati-hati ya, oia.. ini jas punya kamu jho makasih ya udah minjemin buat aku.
"yaudah aku pulang dulu ya mey."
kalau apa yg ia miliki di curi sukurin aja
apa² ajak Rere beli cincin lihat rumah pergi selalu ber 3 kalau sampai si Rere jatuh cinta n kejadian salah sendiri .harusnya kalau punya pacar ya privasi jangan di umbar kek gitu
.
nahh loh ketikung kan
kmu pria yg baik,setia,ganteng,perhatian,syng Keluarga,ga sombong,prnh membeda-bedakan org....pokoknya okt komplit.....💞😍😘
buat dia menyesal seumur hidup.