NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petualangan Alvin

Alvin menghadapi orang misterius itu, agar mereka tidak menganggu Bagas.

"Mana Bagas?" tanya orang itu.

"Ada apa?" tanya Alvin sambil mengarahkan panah nya.

"Bukan urusan mu."

"Ooo tidak bisa, ini bakal jadi urusan gue juga," jawab Alvin.

"Dasar cupu lo semua, main nya keroyokan," lanjut Alvin.

Orang itu saling melihat lalu menganggukkan kepala, mereka menyerang Alvin.

"Hyaaaaaaa." Alvin menendang salah satu dari mereka.

"Haha, sakit yaa?" kata Alvin.

Dengan panah sakti milik Bagas, Alvin memusnahkan mereka.

"Canggih nih panah." Alvin kesenangan.

Dengan berani ia keluar rumah dan menantang mereka yang masih di luar.

"Hai para siluman, hadapi aku. Kalian akan mus ...."

Pletakk!!!

"Woi!! Siapa yang melempar?!!"

Terlihat seorang menggenggam batu di tangan nya, tanpa basa-basi Alvin membidik leher nya.

"Hahaha cemen lo," kata Alvin sombong.

Dari kejauhan tampak siluman berlari hendak menyerang Alvin. Dengan sigap, ia pun membidik mereka satu persatu.

Beberapa siluman masuk ke dalam villa, Alvin pun tak membiarkan nya. Ia langsung masuk kemudian menghajar mereka satu persatu.

Alvin merasakan energi yang sangat kuat masuk kedalam tubuh nya. Ia kembali halaman depan, ada banyak siluman bersiap menyerang nya. Mengingat kejadian pengerjaan saat menuju villa, Alvin mengarahkan panah nya ke langit. Anak panah melesat, tiba-tiba terpancar cahaya sangat terang. Sehingga membuat mereka semua tertidur.

***

Alvin terbangun di sebuah gurun pasir, beberapa siluman pun juga terbangun. Alvin dengan sigap melawan mereka, bidikan nya pun selalu tepat sasaran. Para siluman itu pun musnah.

"Terus gimana cara gue pulang?" Alvin bertanya pada diri sendiri.

Alvin mencoba mengarahkan panah nya ke langit, bukan nya kembali kedunia nya namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari langit. Petir menyambar-nyambar, tak lama kemudian badai pasir pun terjadi.

"Asem, bukan nya balik ke villa malah manggil bencana," kata Alvin kesal.

Ia berlari menghindari badai pasir tersebut, namun saking kencang nya Alvin pun tidak bisa kabur. Ia akhirnya pingsan.

Badai pasir telah berlalu, Alvin terbangun hari pun sudah pagi.

"Tolong!!!!" Teriak Alvin minta tolong.

Alvin merasa sangat haus, ia berjalan sempoyongan. Tak tau arah dan tujuan.

"Haduh mati nih gue?" Alvin putus asa.

Ia melihat batu besar kemudian memutuskan untuk beristirahat. Alvin menyender di batu tersebut.

"Gas tolongin gue," Alvin berbicara sendiri.

Alvin memejamkan mata nya. Saat ia hampir tertidur pulas, batu itu bergerak. Alvin terbangun lalu betapa terkejut nya ia melihat batu tersebut adalah badan dari laba-laba raksasa yang sedang tidur.

Laba-laba itu mengeluarkan kaki-kaki nya dari timbunan pasir lalu melihat ke arah Alvin.

"Fix, mati gue," kata Alvin.

Alvin pun lari sambil berteriak, laba-laba itu mengejar nya lalu melompat sehingga sekarang ia berada di depan menghadang Alvin.

Ia bersiap memanah laba-laba raksasa itu, anak panah melesat lalu menancap di tubuh nya. Laba-laba itu hanya diam saja.

"Hmmm keliatannya gue berha ...."

Duaaaaarrr!!!!

Laba-laba itu meledak, sehingga tubuh Alvin di penuhi lendir.

"Sial!!" kata Alvin kesal.

Karena tidak ada air, Alvin menggulingkan badan nya di pasir. Ia melanjutkan perjalanan, meskipun bingung dengan tujuan nya. Tiba-tiba terdengar suara seorang.

"Berhenti!" kata orang tersebut.

Alvin berhenti lalu membalikkan badan. Saat Alvin bersiap membidik orang tersebut, ia langsung mengarahkan tangannya ke bawah, sehingga kaki Alvin masuk kedalam timbunan pasir.

"Oke aku nyerah," kata Alvin pasrah.

"Kau siapa?" tanya orang itu.

"Aku Alvin, kau?"

"Aku Dharma, kenapa kau bisa sampai sini?" tanya Dharma.

"Entah lah, tadi aku melawan sekelompok siluman. Dan saat aku mengeluarkan jurus pamungkas dengan panah ini, tiba-tiba ada cahaya sangat terang dan aku terbangun di tempat ini."

"Kau yang membunuh laba-laba itu?" tanya Dharma melihat bangkai laba-laba raksasa.

"Iya, dari pada aku di mangsa oleh nya," jawab Alvin.

"Gue boleh minta air minum?" tanya Alvin.

"Gue?" Dharma bingung.

"Aku, aku boleh minta air minum?"

Dharma memberikan sebotol air minum nya pada Alvin, lalu berkata.

"Laba-laba itu adalah penjaga desa kami," kata Dharma.

"Jadi kau harus bertanggung jawab," lanjut Dharma.

"Aku harus apa?" jawab Alvin sambil minum.

"Apakah kau sang penyelamat?" tanya Dharma.

"Oh bukan,itu teman ku. Dia orang nya."

"Siapa nama nya?"

"Nama nya Bagas," jawab Alvin.

"Di mana dia sekarang?" tanya Dharma.

"Dia sekarang sedang berlatih untuk menyelamatkan dunia ini."

"Sebenarnya kami membutuhkan nya untuk melawan bawahan Adilaga yang bernama Bara," kata Dharma.

"Dia adalah dulu nya seorang pendekar sakti yang melindungi desa kami, entah kenapa tiba-tiba dia pergi dan menghilang. Hingga kami mendengar kabar dia telah menjadi bawahan Adilaga. Dan kemarin datang sepucuk surat berisi peraturan yang di antarkan oleh Bara sendiri, dia juga mengatakan jika kami tidak patuh pada peraturan Adilaga kami akan di hukum mati," Jelas Dharma.

"Peraturan apa? Pajak?"

"Bukan, kami harus menyerahkan bayi yang baru lahir kepada Adilaga. Ada yang bilang bayi-bayi itu akan di gunakan sebagai tumbal agar Adilaga hidup abadi. Dan memberikan pusaka turun temurun kami pada nya. Kami yakin Bara memberitahu mereka tentang pusaka tersebut," jawab Dharma.

"Bagas sekarang sedang fokus pada tujuan nya. Jika kalian berkenan, aku bersedia untuk membantu melawan pengkhianat itu," kata Alvin.

Dharma terlihat ragu, lalu Alvin pun berkata.

"Aku hanya ingin membantu Bagas menjalankan tugas nya, Dan ini adalah salah satu cara untuk membantu nya," kata Alvin.

"Baiklah, ikut aku," kata Dharma lalu berjalan meninggalkan Alvin.

Dharma berbalik badan lalu berkata.

"Kenapa diam saja?" Tanya Dharma.

"Oh iya maaf." Dharma baru sadar ia belum melepaskan kaki Alvin yang terjebak di pasir.

Setelah itu mereka berjalan, Alvin bertanya.

"Kita kemana ya? sejauh mata memandang tidak ada apa-apa, hanya gurun pasir."

"Tenang saja."

Tak lama kemudian, Dharma menghentikan langkahnya. Ia membaca sebuah mantra, lalu menutup mata nya.

"Alvin, tutup mata mu."

Alvin pun menutup matanya.

"Sekarang kau boleh membuka mata," perintah Dharma.

***

Saat Alvin membuka mata nya ia sedang berada di sebuah desa di tengah hutan.

"Kemana gurun nya?" tanya Alvin.

"Itu hanya pintu masuk,tak semua orang bisa masuk ke desa kami."

"Ayo ikut," ajak Dharma.

Alvin di ajak bertemu kepala desa yang bernama Ki Candra. Sesampainya di sana ia di suguhi berbagai macam makanan. Mereka pun makan terlebih dahulu.

Setelah makan, mereka pun mengobrol.

"Jadi kau kenal sang penyelamat," tanya Ki Candra.

"Iya, dia teman ku."

"Dharma sudah menceritakan semuanya?" tanya Ki Candra.

"Sudah Ki," jawab Alvin

"Kami semua tidak menyangka Bara berkhianat pada kami, sehingga Adilaga mengetahui Desa kami dan pusaka yang kami miliki."

"Ki Candra tenang saja saya siap membantu, Bara biar saya dan Dharma yang mengurus nya," kata Alvin.

"Keren banget gua," kata Alvin dalam hati.

"Terimakasih nak Alvin, bagaimana dengan Bagas?"

"Dia sedang berlatih, kita tunggu saja Ki semoga Bagas bisa mengalahkan Adilaga dan menyelamatkan dunia kita."

"Baiklah, kalau begitu untuk sementara kau dan Dharma lah yang akan menjadi pelindung desa ini," kata Ki Candra.

"Aku?" kata Alvin terkejut lalu ia tersenyum dan berkata.

"Siap Ki, laksanakan!!"

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!