NovelToon NovelToon
Gadis Tawanan

Gadis Tawanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:187.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Yoemi

Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.

Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.

Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

~Happy Reading~

⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳

Pagi menyapa bumi yang masih sunyi. Jeevan tak pernah bangun terlambat meski dia hanya tidur sekejap. Kebiasaannya menghirup udara pagi yang bersih tak pernah dia lewatkan.

Seperti pagi ini, meski nyeri masih menggerogoti luka di lengannya, tetapi semangat untuk bercumbu dengan udara pagi yang masih perawan tak juga menyusut. Jeevan sudah berdiri di taman rumahnya. Menghirup dalam-dalam oksigen yang bertebaran. Matanya terpejam, mencoba merasakan alir kehidupan disekitarnya.

Lamat-lamat, sinar mentari menerpa tubuhnya. Memberi pendar hangat yang nyaman. Membuat Jeevan tersenyum tipis. Perasaannya dipenuhi gelombang kebahagiaan yang meletup-letup. Seperti menyerap semangat dari tamparan sinar matahari yang berlarian menerjang bumi. Menyebar energi kehidupan.

Begitulah Jeevan terbiasa mengawali harinya. Menyambut pagi dengan suka cita senyuman. Lalu, dengan keahliannya, dia mencuri sebongkah semangat dari Sang Surya untuk berbagi. Berbagi kebaikan pada sesama yang membutuhkan. Setiap harinya, Jeevan telah memiliki daftar nama atau lokasi, tempatnya untuk berbagi sedikit donasi untuk kaum marginal. Kebiasaan Jeevan yang suka memberi inilah yang membuatnya dikenal sebagi Tuan Jee, sang dermawan.

Setelah merasa cukup bercengkrama dengan udara pagi dan kehangatan sinar matahari, Jeevan kembali ke dalam rumahnya. Dia teringat bahwa sekarang dia tidak sendirian. Seseorang gadis telah ikut pulang bersamanya semalam.

Jeevan menghampiri kamar tempat Aleena tidur. Mengetuk beberapa kali. Tak ada jawaban. Jeevan mencoba membuka pintunya. Ternyata tidak terkunci. Jeevan pun melangkah masuk dan menemukan sosok Aleena yang masih tertidur pulas di ranjang.

Tanpa sadar, lama sekali Jeevan memandang wajah Aleena. Wajah natural tanpa make-up. Kecantikan alami yang polos.

"Dia tidak buruk setelah membersihkan diri. Menarik," cercau Jeevan lirih.

Pandangan Jeevan beralih pada baju yang dikenakan Aleena. Itu adalah kemeja miliknya. Melihat hal itu, Jeevan tersenyum tipis kemudian beranjak meninggalkan kamar Aleena. Membiarkan gadis itu tetap terbuai mimpi.

Jeevan kemudian kembali ke kamarnya. Mencari ponsel miliknya yang dia taruh di nakas. Setelah menemukan barang tersebut, Jeevan langsung menghubungi seseorang.

"Selamat pagi, Tuan Jee," sapa Ryan lewat panggilan telepon.

"Pagi, Ryan. Hari ini aku masih ada urusan dan tidak bisa pergi ke toko. Tolong tangani juga barang-barang yang masuk. Stok barang akan datang sore. Kamu bisa membuka toko hingga tengah hari saja agar bisa fokus dengan cek barang sore nanti."

"Baik, Mr. Jee. Anda tidak perlu khawatir. Aku akan mengurus semuanya dengan baik."

"Bagus. Kalau begitu, selamat bekerja," Jeevan hendak menutup panggilannya.

"Tunggu sebentar, Tuan. Apa Tuan Jee tidak mempertimbangkan mengambil seorang karyawan lagi? Kita tidak perlu menutup toko jika ada satu orang lagi," pinta Ryan.

"Tentu, aku sudah memikirkan itu. Sebentar lagi kita bisa memiliki tambahan satu orang," jawab Jeevan.

"Apa perlu saya membuat iklan lowongan kerja, Tuan?"

"Tidak. Aku rasa aku aku sudah mendapatkan orang yang tepat untuk pekerjaan di toko kita."

"Benarkah itu, Tuan?" Ryan terdengar antusias.

"Iya, kau tenang saja."

"Laki-laki atau perempuan?" Ryan semakin tergelitik untuk tahu.

"Apa seorang gadis cantik bisa membuatmu senang?" Jeevan tersenyum diam-diam.

"Wao, itu bisa membuat saya lebih bersemangat untuk bekerja dengan lebih baik, Tuan Jee ...." sahut Ryan girang.

"Hahaha ... Bekerjalah dengan baik hari ini. Kita lihat saja besok. Siapa yang akan menjadi partner baru kita."

"Baik, Tuan Jee. Anda bisa menikmati hari Anda dengan tenang saat ini."

Jeevan lalu mematikan panggilannya. Urusan toko beras. Pikiran Jeevan beralih kembali pada sosok Aleena. Kali ini senyumnya mengembang lebih lebar. Kembali dilihatnya smartphone model terbaru yang berada di genggaman tangannya. Kali ini dia mulai mengetik dan mengirim pesan.

Sebuah nomor pemilik toko pakaian yang biasa menjadi langganan Jeevan. Kali ini, Jeevan memesan beberapa stel baju wanita. Dia telah memilih baju-baju yang dianggapnya cocok untuk Aleena .

Setelah melakukan pemesanan dan pembayaran secara online, tiba-tiba Jeevan mematung. Dia merasa ada yang salah dengan dirinya. Kenapa dia yang harus repot-repot membelikan baju untuk gadis itu. Seharusnya dia membeli sendiri.

Membeli baju butuh uang, gadis itu tidak memiliki apapun. Tindakanmu sudah benar. Kau memang harus memberinya pakaian yang layak. Sebuah suara menggema dari dalam diri Jeevan, kebenaran keputusannya.

Lebih konyol lagi, tanpa sadar Jeevan sudah berada di dapur. Dengan cekatan mengolah bahan-bahan makanan. Memasaknya, membuat beberapa menu. Jeevan memang pandai memasak, tetapi dia sangat malas melakukannya. Dia lebih sering memesan makanan atau sengaja makan di luar.

Jeevan memandang dirinya aneh setelah selesai menyajikan makanan yang dia buat. Lagi-lagi, dia bertanya pada dirinya sendiri, untuk apa dia memasak sebanyak itu?

Jee, otakmu mulai tidak waras! Ini memalukan. Kecam dirinya sendiri.

Jeevan sudah mengangkat sebuah piring berisi penuh makanan, hendak dia buang. Tetapi niat itu dia urungkan ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Dia bergegas menuju pintu depan.

"Permisi, Tuan Jee. Kami dari butik, mengantar pesanan Anda. Silahkan Anda periksa dulu, Tuan."

"Terima kasih," ucap Jeevan tanpa mengecek barang-barang yang dia pesan.

"Mohon tanda tangani tanda terimanya dulu, Tuan."

Jeevan menandatangi dengan cepat selembar kertas tanda terima yang ditunjukkan kurir. Setelah itu dia bergegas masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.

Lagi-lagi Jeevan ingin mengutuk dirinya sendiri. Tadinya Jeevan hanya berniat membeli beberapa baju. Ternyata, sungguh di luar dugaan. Dia tadi hanya asal pilih ini dan itu. Hasilnya, saat pesanan itu diantar, dia terkejut sendiri. Baju yang dia beli untuk Aleena bisa memenuhi sebuah almari besar. Tak hanya baju casual, Jeevan juga membeli banyak gaun pesta.

"Tidak ... ini tidak benar!" ucap Jeevan.

Dia lalu menjangkau beberapa box dan tas berisi pakaian. Bolak-balik dari ruang tamu menuju gudang. Menyembunyikankan baju-baju yang dia beli untuk Aleena. Dia hanya menyisakan beberapa baju saja. Baju yang bisa dipakai sehari-hari.

Jeevan memandang arloji di tangannya. Pukul sembilan lebih. Tapi belum ada tanda-tanda Aleena sudah bangun. Jeevan pun kembali melihat ke kamar Aleena. Memastikan keadaannya.

Aleena memang masih tampak pulas. Sejak Jeevan seakan tersihir dengan wajah Aleena. Hanya mampu menatapnya tanpa berkedip. Ketika kesadarannya kembali, perasaannya berubah. Dia menjadi jengkel pada Aleena.

"Sampai kapan kau ingin tidur terus, dasar pemalas ..." ucap Jeevan sambil menarik selimut Aleena.

Aleena tersentak seketika. Dia terduduk memandang Jeevan.

"Mr. Jee, maafkan aku .... Aaaaaaaa ...." Aleena menarik selimut yang ada di tangan Jeevan lalu menyembunyikan dirinya.

Jeevan memalingkan pandangan. Wajahnya memerah. Jeevan tidak tahu jika Aleena hanya menggenakan kemeja. Saat dia menarik selimut yang membalut tubuh Aleena, paha Aleena yang putih tersibak. Jeevan melihatnya. Karena itu Aleena berteriak keras, menahan malu.

"Tuan Jee, apa yang Anda lakukan? Mengapa Anda sangat mesum?" tanya Aleena dari dalam selimut.

"Jaga mulutmu! Siapa yang mesum? Aku tidak akan tertarik pada gadis kumal gelandangan sepertimu!" cibir Jeevan.

"Lalu mengapa Anda menarik selimutku? Anda pasti sengaja melakukannya," protes Aleena.

"Siapa juga yang tahu kau hanya mengenakan ...," Jeevan menggantung ucapannya. "Sudahlah, pakai ini dan segera turun untuk sarapan!" Jeevan melempar beberapa handbag berisi pakaian pada Aleena lalu berlalu pergi.

Aleena mengintip dari balik selimutnya. Memastikan bahwa Jeevan sudah pergi. Setelah yakin, Aleena keluar dari dalam selimut kemudian memeriksa barang-barang yang ditinggalkan Jeevan.

Aleena mendapati baju-baju yang indah. Senyum Aleena langsung mengembang. Selama menjadi gelandangan, ganti baju adalah hal langka yang dia lakukan. Mendapatkan baju-baju yang diberikan Jeevan, membuat Aleena bagai anak kecil memperoleh permen gula. Bahagia tak terkira.

"Ini cantik ..." Aleena menempelkan sebuah baju ke tubuhnya.

"Mr. A kau sangat keren ... dan Mr. Jee ... ternyata kau memang sangat baik. Aku sungguh mengagumimu, sebagai pencuri maupun sebagai malaikat penolong ..." ujar Aleena di depan kaca, seolah Jeevan berada di dekatnya.

1
dee zahira
ahh mewekk
dee zahira
hukumannya enak 😅
dee zahira
oh tidak aleena yang mendapat ciuman knp gwe yg deg"an 🤣🤣
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Semangat
Dedek Gemmezzzz
Tak kira up thor.... 🤭
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
kk yoemi punya cerita baru? aku baru tau, otw baca
yoemi noor: hehehe .. iya kak, ikut event anak Genius. baru dapat 23 bab 🤭
total 1 replies
Berdo'a saja
akhirnya Si kesayangan Aleena muncul juga,. sudah bangun thorrr Alhamdulillah... 😀😀😀😀😀🤭🤭✌️✌️✌️ bercanda sayang..
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Terima kasih kk Othor up Bonchap nya
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
akhirnyaa setelah sekian lama kk yoe up lagi, senengnyaa😃
love
sekian purnama baru up
yoemi noor: up harian di cerita baru akak, Anak Genius;Sang Pewaris. lagi ada giveaway 😅
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
Keren
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel SAVE YALISA SEASON 2 dan KAMI HIDUP BERDAMPINGAN, mari saling support satu sama lain, dengan saling follow, like, komen, kasih rate 5, serta tekan favorit, terimakasih banyak.
yuliajeonjungkook
jadi keinget filmnya khritik rosan ama aswararai...
Irmhack Richardo
lanjutan kisah allena n ayser thor
Rezki Ramdani
thor, izin promot yah..
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.

yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..

mari saling mendukung .. ☺️
im_mia
aku udah baca novel ini berulang-ulang and novel ini good
yoemi noor: terima kasih untuk apresiasinya kak mia
total 1 replies
Dwi Agustin
wah wah.. cara aparatnya utk menangkap penjahat mau meniru cara penjahat ya.. memancing dgn cara menahan org² terdekat si target. biasanya kan cara itu dipakai sama pemeran jahatnya.. ck. ck. ck...
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat kak
Maelani
bunuh aja tuh para penghianat mr. A
Anyle Tiwa
makin keren aja author nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!