Ardian Herlambang duda tampan yang tak memiliki keinginan untuk menikah lagi setelah sang istri meninggal harus berurusan dengan gadis yang selama ini selalu dihindarinya.
Kinanti Maheswari, dokter cantik yang selama ini selalu menatap satu pria di dalam hidupnya. Rasa cintanya yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari Ardi, walaupun berkali-kali lelaki itu mematahkan hatinya.
Hingga akhirnya sebuah kesalahpahaman membuat Ardi terang-terangan membenci Kinanti dan mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti hati gadis itu. Hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk benar-benar pergi.
"Jangan pernah menghubungiku hanya karena merasa bersalah, semua yang kamu ucapkan benar. Aku bukan siapa-siapa, hanya parasit yang menumpang hidup di tengah-tengah keluarga kalian." ucap Kinan pada Ardi sebelum berlalu menuju calon suami yang sudah menunggunya.
Akankah Ardi menyadari perasaannya setelah kehilangan Kinanti? Bagaimana kehidupan Kinanti bersama lelaki yang tak pernah bisa dicintainya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Penting Anakku Punya Status
"Ya elah, mas. Kalau cuma buat menjauhkan Kinan dari mas kenapa nggak kenalin ke aku aja. Mana tau dia cocok denganku, kan bisa kita jadi om dan ponakan." kata Daniel setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Ardi.
"Kenalin gundul mu. Mana mungkin mas Ardi mau mengenalkan ponakannya ke kamu persilangan buaya dan tokek." gerutu Meli.
"Hei spesies baru lagi ya, buaya dan tokek. Kapan mereka dikawininnya. Baru denger." kata Daniel.
"Iya, kamu itu hasilnya. Gaya sok buaya aslinya kayak tokek, baru gajian udah bokek." kata Meli kesal.
"Ck, kalian jangan ribut dulu bisa. Ini masalah urgent banget tau nggak." kata Zizi.
"Aku sebenarnya udah curiga kalau mas Ardi itu nggak bener-bener pacaran sama Bu Winny. Mana ada orang pacaran gayanya kaku kayak mas Ardi gitu. Mana tatapannya juga biasa aja, nggak ada chemistry." kata Daniel.
Imam melihat ke arah jam tangannya lalu berkata, " Kayaknya diskusi kita sambung nanti sore aja pas pulang. Jam istirahat udah habis, sebentar lagi pak Dipta pasti balik ke ruangan."
"Okelah, balik kita kumpul dulu buat bicarakan masalah ini. Mas Ardi tenang aja,kita nggak akan biarkan mas Ardi di fitnah." kata Meli dengan semangat.
Akhirnya mereka pun menyelesaikan sisa pekerjaan mereka dengan cekatan. Karena mereka ingin segera menyelesaikan dan tak ada kesalahan yang membuat mereka harus lembur untuk memperbaiki laporan.
***
"Kamu sudah gila ya, Win? Bukannya aku suruh kamu bersabar dulu hingga akhir tahun ini." kata Reza yang terlihat kesal pada perempuan yang sedang duduk di sofa.
"Kamu yang gila, mas. Mana mungkin aku menyembunyikan kehamilanku sampai akhir tahun. Keburu besar perutku." kata Winny tak terima.
"Tapi kamu bisa membahayakan posisi kita, percuma saja aku menikah dengan Sandra kalau akhirnya gagal begini." kata Reza dengan kesal.
"Aku sudah tak perduli, mas. Sudah lama aku menunggu kamu dan obsesi kamu itu. Pak Cokro nggak mungkin memberikan kursi direksi ke kamu. Harusnya kamu menyadari itu. Kamu diangkat jadi kepala HRD aja, istri kesayangan kamu itu harus mohon-mohon dengan bapaknya." kata Winny lalu bergerak untuk bangkit dari sofa empuk yang didudukinya.
"Mas, kalau kamu nggak bisa memutuskan. Aku yang akan memutuskan untuk meninggalkanmu. Lagi pula sekarang aku butuh suami untuk menjadi ayah anakku. Papa sudah mengancam akan membunuhku kalau sampai anakku lahir tanpa ayah." kata Winny.
"Maksudmu, kamu mau menikahi laki-laki dungu dan kere dari divisi keuangan itu?" tanya Reza tak percaya
Winny mengendikkan bahunya, lalu tersenyum sinis pada lelaki yang dicintainya selama beberapa tahun ini.
"Kalau udah nggak ada jalan lain, mau nggak mau aku akan meminta pertanggung jawabannya. Walaupun bukan dia yang menanam benih di rahimku. Tapi sepertinya dia bisa jadi ayah yang baik buat anakku." kata Winny lalu pergi meninggalkan Reza yang masih terdiam di tempatnya berdiri tadi.
Sebenarnya Reza dan Winny sudah lama berpacaran hampir empat tahun semenjak mereka baru masuk perusahaan.
Namun karena peraturan perusahaan jika mereka menikah maka salah satu harus mundur. Mereka pun belum memutuskan untuk menikah karena mementingkan karir di perusahaan itu lebih dulu.
Ditambah lagi Sandra, putri dari direktur utama telah jatuh hati pada Reza dan membuat hubungan mereka agak merenggang.
Puncaknya Reza naik ke posisi kepala HRD dengan syarat harus menikah dengan Sandra.
Reza yang pun tergiur, dia setuju menikahi Sandra dan berjanji pada Winny kok dia akan bercerai setelah mendapatkan posisi direksi.
Namun, janji hanyalah janji. Dua tahun Winny menanti seperti orang bodoh, Reza tak kunjung bercerai. Malahan Sandra terlihat sangat posesif terhadap suaminya. Dia selalu cemburu pada Winny yang memang kekasih gelap Reza.
Walaupun akhirnya Winny pun naik jabatan menjadi kepala divisi pemasaran tapi bukan itu yang diinginkannya.
Dan akhirnya sekarang Winny terlalu lelah menunggu Reza kembali padanya. Dan sepertinya dia akan melakukan sesuatu yang tak pernah diharapkannya. Menikah dengan lelaki kolot dan juga miskin.
"Nggak masalah siapa yang akan menjadi papa kamu, yang penting kamu punya status yang jelas." kata Winny lirih sambil mengelus perutnya yang mulai membesar.
Disaat Winny hendak turun menggunakan lift, dia berpapasan dengan Sandra.
Terlihat wanita angkuh itu berjalan ke arahnya sambil tersenyum sinis.
"Sepertinya gosip itu benar ya, Bu Winny?" tanya wanita itu dengan tatapan mata meremehkan ke arah perutnya.
"Selamat siang, Bu." kata Winny dengan sedikit menunduk hormat. Walaupun tak suka pada wanita yang merebut kekasihnya itu tapi dia tetap harus profesional pada wanita yang merupakan putri dari bos di perusahaan ini.
"Cih, aku tak perlu basa basi kamu. Mau apa kamu ke ruangan suamiku. Mau merayu mas Reza?" tuduh Sandra dengan kesal.
Winny hanya tersenyum miring mendengar ucapan sinis wanita di depannya. Sebenarnya Winny ingin sekali mengejeknya, sudah dua tahun menikah tapi tak kunjung hamil.
Sedangkan dia tak dinikahi Reza tapi malah bisa hamil anak laki-laki itu.
"Saya menemui pak Reza untuk menyampaikan pengajuan perekrutan pegawai kontrak untuk promosi produk baru kita, Bu." kata Winny tanpa gentar.
"Saya permisi dulu, Bu." kata Winny lalu berjalan meninggalkan Sandra yang terlihat kesal.
"Dasar mas Reza, katanya sudah melupakan perempuan itu. Tapi masih saja berhubungan diam-diam." kata Sandra lalu menghentakkan kakinya lalu melangkah ke ruangan suaminya.
Sebenarnya Sandra tau jika Winny adalah kekasih Reza, tapi dia tak perduli karena sudah terlanjur jatuh cinta kepada Reza.
Dia memaksa sang ayah untuk memberikan jabatan kepala HRD agar Reza mau menikah dengannya.
Dan sebenarnya Sandra sudah mencurigai jika Winny dan suaminya masih berhubungan diam-diam. Tapi suaminya sangat licin, beberapa kali dia mencoba memergoki mereka berselingkuh, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang dibayarnya selalu gagal membawa bukti perselingkuhan mereka.
Jika benar Winny hamil dan Reza yang menghamilinya maka kali ini dia tak akan diam. Sandra akan menghancurkan mereka hingga tak memiliki apapun.
😀😀😚😍😙😗
alfian bawa kabur aja Era..
biar Rukmini keoanasan..
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤😘😍😙😙😙
kasihan pak prabu...
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤❤❤
gmna kabar Rukmini yaa..
apakah masih kenceng mukanya..
decara si tuan golek kan dibuang gak dikasih makan lagi..
❤❤❤❤😀😀😘😍😍😙
❤❤❤❤😀😀😀😘😙😙
❤❤❤❤❤
❤❤❤❤
nana syok tuhhh..
😀😀❤❤❤❤
laki2 tau dori dan baik hati..
❤❤❤❤❤