Dibuang dan dikhianati oleh para saudaranya sendiri, membuat Jin Mu seorang pangeran dari kekaisaran Tengah, berada di ambang kematian.
Namun pertemuannya dengan seekor mahluk yang menjadi legenda, membuat hidupnya saat itu mulai berubah. Perjalan untuk balas dendam, akan mengiringi langkahnya dalam usaha memperebutkan kursi kekuasaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginzhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Kera Api
Hutan Jiwa
Jin Mu dan sang guru terlihat tengah berdiri di atas pohon. Keduanya terlibat sedang melihat seekor kera api, yang saat ini sedang sibuk di tengah taman bunga kecil, dimana terlihat dirinya sedang bersantai dan beristirahat.
"Guru ... Apa kau yakin aku bisa melawannya? Terlebih..."
Nampaknya ukuran kera api yang memiliki tinggi dua meter. Membuat Jin Mu sedikit ragu, apalagi tubuh kera api itu juga terlihat begitu besar dan kekar.
"Jangan terlalu takut dengan ukuran lawan mu, jika kau mempermasalahkan hal itu, kelak kau akan kalah sebelum bertanding melawan orang yang tubuhnya lebih besar."
Jin Mu mengangguk paham, dia sempat diam dan menelan ludah sebelum beraksi. Namun sebelum melakukan aksinya, naga putih pun memberikan sebuah belati tajam berwarna putih untuk Jin Mu.
"Gunakan ini, kau tidak akan bisa melawannya dengan tangan kosong."
"Belati?" Jin Mu membuka belati tersebut dari sarungnya, yang mana terlihat begitu tajam dan memiliki warna putih terang.
"Jangan melamun, cepat lawan dia dan gunakan semua yang telah kau pelajari!" Naga putih tersenyum menepuk pundak Jin Mu.
Jin Mu menarik nafas dan mengangguk pelan lalu segera melompat turun. Berjalan santai kearah kera api, yang terlihat tengah tidur santai di taman bunga kecil itu.
Melihat langkah Jin Mu yang semakin dekat, mata kera api perlahan terbuka. Perasaan tak suka ditujukan pada Jin Mu, dia segera berdiri dan menatap tajam.
Ujung ekornya terlihat berwarna kuning, seperti sebuah api yang menyala. Namun entah apakah itu alasan mengapa nama dari kera ini memiliki arti api.
"Langkah xepat!" Jin Mu melesat kearah kera api yang tiba-tiba terkejut melihatnya.
Menarik belati dari pinggang belakangnya, Jin Mu langsung melayangkan sebuah tebasan kuat. Kera api yang tidak memiliki pertahanan kuat, spontan terkena serangan Jin Mu yang membuat wajahnya terluka.
"Cih! Dia berhasil menghindar!" Keluh Jin Mu yang langsung menunduk, hendak menyerang bagian perut kera api.
Namun siapa sangka, saat sang kera mulai mengamuk. Satu hantaman tanah saja, sudah membuat area sekita berguncang, dan tanah yang Jin Mu pijak hancur.
*Swhoshh!"
Dengan segera Jin Mu melompat, namun hal itu diketahui oleh kera api. Dengan cepat pun dia segera melompat, memberikan Jin Mu sebuah pukulan keras, hingga membuat tubuh Jin Mu terhempas jauh.
"ROARRRR!!"
*Duarr!!
Sebuah pohon langsung tumbang, saat tubuh Jin Mu menghantam. Beruntung Jin Mu yang telah melapisi dirinya, dengan energi Qi tidak menerima luka parah, namun tetap saja efek dari pukulan cukup terasa.
"Sialan, jika saja aku tidak melapisi diri sudah pasti aku akan menjadi bubur!"
"ROARRRR!!"
Kembali kera api melompat, dan melihat itu Jin Mu segera menghindar. Pohon yang saat itu berada dibelakang Jin Mu, di angkat dan di cabut oleh kera api.
"Astaga! Yang benar saja, dia mencabut pohon besar itu dengan mudah!" Keluh Jin Mu yang segera berlari untuk menghindar.
Berbagai benda disekitar, dilempar kearah Jin Mu. Membuat Jin Mu yang hendak mendekat menjadi kesulitan, bebatuan dan beberapa kayu juga dilempar.
"Langkah cepat!" Jin Mu melesat dengan cara memusatkan energi Qi di telapak kakinya dan segera bergerak hendak melakukan serangan.
Namun saat Jin Mu hendak menebas, kera api mengangkat tangannya. Dia melindungi kepalanya yang hampir Jin Mu tebas, dengan cara membiarkan tangannya terluka.
Menatap kearah Jin Mu, kera api nampak semakin kesal. Dia meraung sangat keras hingga angin bertiup, dan tiba-tiba dari kedua telapak tangannya, api besar muncul.
"Heeh ... Jadi ini mengapa dia diberikan nama kera api? Kukira karena bentuk ujung ekornya yang-"
*SWHOSHH!!
Hampir saja sebuah bola api mengenai Jin Mu. Melihat kera api yang mampu melempar bola api, membuat Jin Mu terkejut karena mengira kera api akan menyerang menggunakan pukulan.
"Hampir saja!"
Dari atas pohon, naga putih terlihat sangat menikmati pertunjukan di hadapannya. Bahkan saat ini, dirinya tengah menonton sambil menikmati buah-buahan yang entah darimana dia dapatkan.
"Ini baru saja dimulai, sekarang bagaimana cara mu melawannya?" Naga putih tersenyum lebar.
Thor lucu... menghibur