"Key...pulaang bareng yuk"ajak seorang pemuda ganteng pada keyla.
Layla hanya mengangguk lemas
Pasalnya dia kebingungan tadi di sekolah keyla di panggil ke ruang TU oleh wali kelasnya
Degup jantungnya begitu kencang tak teratur,tatkala sang guru menyampaikan perihal permasalahan keyla
"Key...kamu di panggil ke sini sudah tau kenapa?"tanya bu dina atap tata usaha di sekolah tempat keyla menimba ilmu
Keyla hanya menggelengkan kepala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Beberapa hari tinggal bersama di rumah sang mamah,keyla merasa benar benar menjadi anak yang paling beruntung,karena memiliki mamah yang begitu sangat menyayanginya.
Apapun permintaan keyla mamahnya selalu berusaha memenuhi keinginan keyla sebagai tanda permintaan maafnya selama ini.
Hubungan keyla dengan papah sambungnya tedi pun kini mulai berangsur membaik.
"Sayang...diap siap ya,kita akan jalan jalan"titah siska pada putri semata wayangnya.
"Jalan jalan ke mana mah?"keyla pun penasaran dengan rencana sang mamah.
"Pokoknya kamu ikut aja oke..."dengan memegang kedua pipi putrinya yang mulai beranjak remaja itu,siska pun tersenyum hangat.
Dengan di antar tedi suami siska menaiki mobil,mereka bertiga pun meluncur menuju salah satu mall di kota tersebut.
"Kita mau ngapain mah...?"keyla makin merasa heran ketika mamahnya membawanya ke sebuah mall besar.
"Pakaian kamu kan sedikit,kita beli beberapa lagi ya...kamu pilih mana yang kamu suka ya sayang"
Sebenarnya keyla merasa sangat senang telah di ajak shopping sama mamahnya,tapi juga keyla merasa gak enak karena segala kebutuhannya selalu di penuhi sang mamah,semenjak tinggal di rumah mamahnya.
Keyla pun mengangguk.
"Padahal...mamah gak perlu membelikan pakaian baru buat keyla,kan pakaian keyla sudah cukup"jelas keyla merasa tidak enak,meski sama mamahnya sendiri.
"Cukup gimana...pakaian yang kamu bawa dari rumah nenek kan cuman beberapa potong"sambil memilih milih pakaian untuk putrinya siska pun meminta keyla memilih beberapa pakaian yang keyla inginkan.
"Dughhh...."tiba tiba.
"Agghhh..."seraya mengusap usap lengannya keyla pun menatap dengan mata membulat orang baru saja menabraknya dengan sengaja.
Senyuman sinis tersungging dari bibir seorang pria paruh baya yang berdiri di hadapan keyla.
"Maahhh...mammaahhh..."keyla pun memanggil manggil mamahnya yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Betapa terkejutnya siska saat melihat putrinya sedang meringis kesakitan karena tangannya di tarik seorang lelaki.
Segera siska pun menghampiri putri ya dan meraih lengan keyla yang di cengkram lelaki biadab itu.
"Lepas in tangan putriku!!"dengan nada suara penuh penekanan siska pun mencoba melepaskan cengkeraman tangan lelaki yang mencengkeram lengan putrinya.
"Hehh...dengar...jangan harap kalian bisa hidup tenang!"
Rico...ya Rico lah yang saat ini berhadapan dengan siska dan keyla.
"Heh...anak gak tau di untung,ikut kamu sama papah...ayoo".
Rico menarik tangan keyla dengan paksa,hendak membawa keyla pergi.
Namun siska tak mau membiarkan mantan suaminya tersebut membawa putrinya.
Di saat yang tepat tedi pun datang menghampiri mereka yag sedang berebutan anak.
Dengan sigap tedi mendorong Rico hingga cengkeraman tangannya yang sedari tadi memegang lengan keyla pun terlepas
lalu tedi pun menarik keyla dan berdiri menjadi tameng untuk istri san putri sambungnya itu.
"Rico...jangan kamu coba coba mengganggu keluarga ku"
Dengan telunjuk yang mengarah tepat di hidung rivalnya itu.
Tangan Tedi di tepis Rico dengan kasar.lalu tubuhnya di dorong dengan kuat hingga langkah tedi mundur beberapa langkah...
Tak mau melayani Rico ,Tedi pun mengajak siska dan keyla untuk segera pergi dari tempat itu.
Namun Rico tidak tinggal diam,dia mulai mengejar mereka bertiga.,dan berusaha merebut kembali putrinya.
Rupanya kejadian tersebut di perhatikan oleh securiti mall tersebut sedari tadi,lalu securiti tersebut menghampiri Rico dan menarik lengannya yang hendak menarik keyla.