NovelToon NovelToon
Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Beda Usia
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Terlahir di tempat menjijikan, melihat sang ibu menjajakan cintanya pada pria hidung setiap hari membuat Livia muak, ia pun nekat kabur melarikan diri. Hingga bekerja di sebuah perusahaan dan bertemu dengan seorang pria baik hati yaitu seorang CEO tampan penuh karisma dengan usia yang juga cukup matang bernama Olivier.


Mereka menjalin hubungan cinta, hingga suatu saat sang CEO melamar gadis itu. Namun ketika datang menemui Revita, Oliver kaget sekaget nya, karena ternyata Revita adalah mantan pacarnya dulu.


Revita yang membenci kelahiran Livia, tersenyum penuh kemenangan. Dia setuju saja menerima pernikahan tersebut.


Namun ketika akan melakukan pemberkatan di gereja, ada seseorang yang menghalangi pernikahan Livia dan Oliver.

Kenapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perawatan di Rumah Sakit

Setelah tiba di rumah sakit, Olivia langsung mendapatkan tindakan dari tenaga medis yang menanganinya, untuk saat ini dia masih belum sadarkan diri.

Di ruang UGD, Olivia mendapat penanganan, berupa pembersihan luka lukanya dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan langkah medis selanjutnya.

Arzeta menatap iba pada Olivia.

"Bagaimana keadaan teman saya?"tanya Arzeta dengan panik.

"Sebaiknya Anda hubungi pihak keluarga pasien.Saya khawatir terjadi sesuatu yang membutuhkan penanganan cepat."

"Iya dokter."

Arzeta langsung menghubungi Oliver karena memang hanya ada nama Oliver dan Lucan di daftar kontak Olivia.

Beberapa saat telepon tersambung "Halo Sayang," suara bariton seorang pria, menyapa di sambungan telepon.

"Om, Olivia kecelakaan, Om! Sekarang dia dirawat di rumah sakit umum."

"Apa?! bagaimana keadaannya?" tanya Oliver yang terdengar sangat panik dan kaget .

"Saat ini Olivia sedang ditangani, saya nggak tahu apa yang terjadi pada Olivia nantinya, sebaiknya Om datang saja ke rumah sakit."

Karena terdengar getaran kecemasan dalam nada suara Arzeta, Oliver yakin keadaan Olivia sangat memprihatikan.

 Oliver langsung mengambil inisiatif terbang dengan menggunakan helikopter dan langsung mendarat di salah satu helipad terdekat.

Sesampainya di rumah sakit, Oliver mendatangi petugas di rumah sakit untuk menanyakan informasi lebih lanjut tentang kondisi Olivia.

"Bagaimana dengan kondisi pasien dokter?" tanya Oliver pada dokter yang tengah menanganinya.

"Beruntung luka tidak cukup serius. Sehingga pasien hanya butuh di rawat."

Huft Oliver menarik nafas lega. Zeta menghampiri Oliver. "Saya temennya Olivia Om, ini handphone dan barang-barang Olivia."

Oliver melihat luka di bagian siku dan juga pergelangan tangan Arzeta.

"Ternyata kamu juga luka, Kalau begitu, kamu sekalian diobati saja."

"Tidak usah Om saya obati sendiri nanti."

"Sudah nanti biar biaya pengobatan kamu sekalian saya yang tanggung," kata Oliver

"Iya Om terima kasih."

Oliver langsung menghubungi pihak medis untuk menangani Arzeta , mereka membersihkan luka pada siku dan pergelangan tangan Zeta. Beruntungnya Zeta hanya mendapat luka ringan jadi tak memerlukan perawatan intensif.

Setelah diberikan pertolongan pertama, Olivia bawa ke ruang perawatan.

Zeta dan Oliver berjalan beriringan mengikuti tenang medis yang membawa tempat tidur Olivia ke sebuah ruang perawatan.

"Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi?" tanya Oliver

"Tadinya kami hendak menyeberang jalan, mau makan bakso di kantin depan kampus. Namun, secara tiba-tiba saja, ada pengendara motor yang langsung menabrak Olivia. Karena motor itu begitu laju, Olivia sampai terpelanting beberapa meter. Sementara saya hanya tersenggol sedikit."

"Kamu tahu plat motor orang yang menabrak Olivia itu ?"

"Nggak tahu Om, kejadian itu begitu cepat dan tiba-tiba saja."

"Ya sudah."

Ketika sedang mengobrol, mereka dikejutkan dengan seseorang yang berjalan di belakang mereka.

"Maaf Bos, saya baru tau tentang kejadian yang menimpa Olivia," kata Lucan.

Arzeta melirik ke arah Lucan yang berjalan di samping Oliver.

Seketika bola matanya berbinar melihat wajah pria keturunan belanda itu.

Deg...deg.. jantung Arzeta berdetak cepat. Selain ganteng, Lucan juga memiliki bentuk tubuh yang proposional .

Melihat wajah Lucan, luka di pergelangan tangannya tak terasa sakit lagi.

"Kamu itu dari mana saja? bukannya Saya menyuruh kamu untuk selalu menjaga Olivia." Oliver terdengar begitu marah dan kecewa pada asisten pribadinya itu.

"Maaf tuan, tapi Nyonya Olivia sendiri yang meminta saya untuk tak terus mengikutinya. Dia menyuruh saya untuk kembali ke kantor, dan akan menghubungi saya kembali ketika dia sudah menyelesaikan ujian tes masuk kuliah.

"Baiklah kalau begitu Kamu cari siapa yang menabrak Olivia. Sepertinya ada yang tidak senang dengan Olivia ."

"Baik Bos."

Mereka pun masuk ke ruangan Olivia.

Suster melakukan pemeriksaan kepada Olivia, setelah itu, ia kembali meninggalkan Olivia bersama dengan Oliver dan juga Arzeta. Sementara Lucan kembali lagi ke kantornya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.

***

Revita tiba di rumahnya setelah satu Minggu liburan ke pulau Bali. Ia membuka pintu mobil, dan mengeluarkan beberapa barang barang yang baru saja dibelinya. Selain itu ada juga sang sopir yang membantu mendorong koper besar miliknya hingga masuk ke dalam rumah.

Revita bersiul, menandakan hatinya sedang sukacita saat ini.

Bi Inem mendatangi Revita yang berada di ruang tamu dan sedang menyusun paper bag belanjaannya .

"Nyonya, Nona Olivia kemarin datang kemari bersama seorang pria."

Seketika ucapan dari itu bi Inem tu langsung membuat reaksi yang sangat mengejutkan bagi Revita .

"Olivia bawa seorang laki-laki ke sini?" tanya Revita dengan sedikit kaget.

"Iya nyonya, bahkan pria itu mengaku jika dia adalah calon suami Olivia."

Setelah ekspresi kaget yang ditunjukkan oleh Revita Kini dia kembali tersenyum.

"Haha Olivia pikir aku pasti percaya. Mana mungkin beberapa hari pergi, lalu pulang mendapatkan calon suami."

"Iya Nya tapi mereka bilang begitu," kata bi Inem seolah ingin meyakinkan Revita.

"Lalu apa lagi yang mereka lakukan di rumah ini Bi ?apa Bibi tidak bertanya, di mana Olivia tinggal saat ini?.

"Tidak Nya, non Olivia cuma mengambil surat-surat berharga. Katanya dia mau kuliah sama mau menikah."

Revita hanya mengulum senyum,mendengar penuturan dari Bi Inem, Revita mengira jika Olivia cari alasan agar dirinya tidak mencari keberadaannya.

"Anak itu tahunya cuma bermimpi, Dia pikir aku percaya apa," dengus Revita sambil menyulut korek api ke rokoknya.

"Iya Nyonya, tapi pria itu kartu memberikan kartu namanya ,"Dia meminta Nyonya untuk menghubunginya, dan janjian ketemu kalau Nyonya sudah pulang." Bi Inem menyerahkan kartu nama Oliver kepada Olivia .

Bola mata Olivia seketika membelalak kaget melihat nama' Oliver Gerryl,'yang bertuliskan dengan tinta emas di kartu yang berwarna hitam itu.

Entah apa yang Revita rasakan ,karena cukup lama dia terdiam menatap kartu itu ,beberapa saat kemudian Revita mulai bereaksi.

"Haha haha permainan takdir Seperti apa ini, ternyata Oliver datang sendiri pada ku.

Anda kenal dengan pria itu nyonya tanya B Inem.

"Tentu saja."

"Iya nya saya lihat juga pria itu sepertinya dewasa dan mapan, dan Sepertinya, dia serius untuk melamar non Olivia. "

mendengar penuturan minum Revita semakin jadi tertawa.

Haha.

"Apa ??.dia mau melamar Olivia haha," Revita terlihat begitu senang, meski ada guratan kesedihan juga di wajahnya saat itu yang coba iya tutupi.

Bi Inem memperhatikan reaksi wajah Revita berubah dalam waktu beberapa detik saja.

Setelah tertawa, Revita justru mengkerutkan wajahnya, permukaan keningnya menjadi bergelombang.

"Kenapa Nya?" tanya Bi Inem karena heran melihat ekspresi wajah Revita yang berubah dalam waktu sepersekian detik .

"Aduh tiba-tiba saja kepala ku pusing. Bi tolong ambil air hangat karena aku mau minum obat ku." B inem langsung bergerak, menjalankan perintah Revita. Sementara, Revita merogoh tas selempangnya, untuk mencari keberadaan Iya maksudkan .

"Ini Nya." Bi Inam memberikan segelas air untuk Revita.

Dengan cepat tangan Revita mengguncang botol Kapsul, dan meminum beberapa kapsul yang keluar dari guncangan botol tersebut.

"Bi, kamu simpan dulu kartu namanya, saat ini, saya harus beristirahat, karena kepala saya terasa sangat pusing."

Revita pun berjalan menuju kamarnya karena kepalanya memang benar benar terasa pusing, hingga ia tak sanggup lagi berpikir. Sesampainya di dalam kamar, Revita menghempaskan tubuhnya kemudian berbaring salah mah iya tertidur setelah mengkonsumsi obat yang sebelumnya ia minum.

1
Tutik Lestari Nasa
knp udh ga pernah up novel lagi kak Mel??
Tutik Lestari Nasa: judul apa kak soalnya di ketik nama kakak ga ketemu
total 2 replies
Ibnu Muhammad
bagus juga ini, kak minta saran juga dong komen di novelku
Desy Rs Azuz
Orang yg kamu agung2kan
Lia_Sriwijaya
nyonya regina ayolahhhh buka hatimu, lihat n sadari keadaannya... bahagia kan cucumu
Lia_Sriwijaya
syukurinnnnnnn bastiannn... cari sampe kelibang semuut tuhh nyonya...
Lia_Sriwijaya
Bastian itu jahattttt
Hanum Anindya
sehRusnya sadar tuh mak Lampir eh malah nggak sadar sadar🤦‍♀️
Hanum Anindya
syafakillah kakak😊
Hanum Anindya
alhamdulillah nyonya Regina tahu kalau bastian pelakunya, semoga saja nyonya regina bisa menerima lucan.
Hanum Anindya
yupz pasti bastian yang ketangkap, jangan sampai lubang deh!
Hanum Anindya
kalau mau m🤣lak😡kan sesuatu itu berpikir dulu bastian, kam😡 nggak akan pernah berhasil
Hanum Anindya
adegan apa kak🤔🤣🤦‍♀️
seru!
Hanum Anindya
🤣🤣🤣🤣
aithornya udah nikah belum nih! kalau aku nggak ada ritual mandi setelah akad langsung tanjab gas🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
👑Meylani Putri Putti: hihi gak sabar bgt ya
total 1 replies
Hanum Anindya
laki laki yang baik😍pokoknya idaman banget deh rela melindungi dan menyuruh olive telpon supirnya.
👑Meylani Putri Putti: Alhamdulillah say
total 3 replies
Hanum Anindya
makanya jangan pamer dulu tuh! nggak malu ya 🤣🤣🤣
Hanum Anindya
nyonya Regina egois banget sih! kalau ketemu boleh aku jitak😡
Hanum Anindya
semoga saja Olivia sama lucan saja deh!
Hanum Anindya
agresif banget tuh bastian🤦‍♀️
Desy Rs Azuz
Yeah dikasih tahu cepat gih tlp supir
Desy Rs Azuz
Keluar dari Mobil gih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!