NovelToon NovelToon
Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: momian

Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.

"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.

Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LS bab 11

"Dimana dia bu?" Tanya Kevin, saat sudah sampai dirumah. Kevin membuka helm melemparnya ke atas sofa.

"Dia? Istrimu maksudmu?" Jawab Farah dengan sebuah pertanyaan.

"Lupakan." Kevin berjalan dengan cepat, menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"Kevin, apa apa? Jangan menyakiti Andini." Teriak Farah, namun tidak dijawab sama sekali oleh Kevin, hingga Kevin sampai kedepan pintu kamarnya, dan...

Braanggg....

Pintu kamar terbuka dengan sangat keras membuat Andini yang berada di dalam kamar spontan kaget.

"Astagfirullah Kevin, kau membuat aku kaget saja." Ucap Andini sambil mengusap da*danya. Namun, selanjutnya Andini terdiam, dan menelan saliva secara kasar saat melihat Kevin yang menatap tajam kearah nya dan juga berjalan menghampiri dirinya.

"Kevin, apa yang ingin kau lakukan?" Andini berjalan mundur, karena Kevin terus melangkah mendekatinya, hingga langkah kaki Andini terhenti kala tubunya menabrak dinding kamar. "Kevin." Lirih Andini, dan mencoba kabur, namun kedua tangan Kevin sudah berada tepat disamping Andini.

"Sudah aku katakan, jangan pernah ikut campur dengan urusanku."

"Kevin, kau tidak pernah mengatakan itu." Bela Andini karena memang Andini merasa Kevin tidak pernah mengatakan hal demikian.

"Andini!" Sentak Kevin membuat Andini merasa takut. Tiba-tiba kamar terasa begitu sangat dingin. "Aku tidak ingin hubungan ini sampai ketelinga orang-orang dikampus, sudah aku bilangkan. Itu artinya, kau tidak boleh dekat-dekat denganku Andini!"

"Maaf." Lirih Andini, air matanya kini sedang membendung di sudut matanya. Jujur sana, Andini belum pernah mendapatkan bentakan seperti ini. Dan bentakan ini membuat Andini langsung teringat kepada kedua orang tuanya.

"Ck. Cengeng sekali." Kata Kevin dengan ketus, dan mengejek Andini. "Ingin menjadi rumah, tapi baru di bentak sedikit sudah menciut., Dasar wanita." Kevin melepaskan tangannya, dan membalik tubuhnya, namun dengan cepat Andini menarik tangan Kevin.

"Bentak aku sesuka hatimu. Silahkan, aku tidak akan menangis. Tapi ingat! Dan berjanjilah, jika kau mau menjadikan aku sebagai rumahmu, rumah ternyamanmu." Ucap Andini membuat Kevin menaikkan satu alisnya.

"Really?" Kevin membalikkan tubuhnya.

"Ya, tapi satu hal. Semarah apapun kamu, jangan pernah ringan tangan kepadaku. Ayahku mempercayakan menitip putrinya kepadamu. Jadi jangan lakukan itu, walau kau marah padaku."

"Kumpul semua barang-barangmu, hari ini juga kita pindah kerumah baru. Jangan banyak bertanya, dan jangan ada bantahan, aku tidak suka."

"Baik." Andini pun langsung menyetujui permintaan Kevin. Mungkin sekarang, Andini hanya perlu mengikuti kemauan Kevin sambil Andini mempelajari tentang Kevin.

•••••

Hubungan antara Kevin dan juga Andini akhirnya terdengar hingga sampai ke telinga para musuh. Dan seperti angin segar, para geng motor musuh Kevin pun mengaja Kevin untuk taruhan balap liar. Dan kali ini, taruhannya pun tidak main-main. Taruhan yang tidak pernah sekalipun mereka lakukan.

Farel yang merasa tertantang dengan taruhan yang diinfokan padanya melalui Raka dan gengnya langsung memberikan kabar melalui chat group.

"Raka, Bayu dan Rafa. Ingin mengajak kita bertemu." Isi pesan Farel dengan sangat antusian. "Ini kesempatan kita gaes buat mereka semakin merasa jika mereka bukan lawan kita."

"Nilai taruhan berapa?" Tanya Yuda.

"Apapun taruhannya, aku ikut. Mereka bukan tandinganku." Balas Kevin

"Ada peraturan dalam taruhan ini." Farel.

"Apa?"

"Tiga kali balap. Yang menang 2x akan menjadi pemenang dan juga akan menjadi raja jalanan hingga lima tahun mendatang., Bagaimana bro, apa kalian setuju?" Farel.

"Aku ikut apa kata Kevin saja." Yuda.

"Kevin bagaimana? Kau mau ikut kan?"

"Tunggu, memang nilai taruhannya berapa? Kenapa mereka sampai meminta tiga kali balapan?" Yuda.

"Nilai taruhan akan mereka katakan jika kita bertemu secara langsung nanti malam."

"Oke" Kevin.

•••••

"Mau kemana?" Tanya Andini saat melihat Kevin memakai jaket jeans.

"Bukan urusanmu!" Ketus Kevin.

"Kevin. Aku tahu kau mengajakku tinggal di rumah ini hanya berdua saja karena ini kan? Karena kau mau keluar sesuka hatimu? Iya kan?"

"Sudah tahu bukan? Jadi diam saja. Jangan menghalangi langkahku."

Andini langsung mengambil kunci motor Kevin yang berada di atas nakas.

"Berikan!"

"Tidak!"

"Andini!"

"Kevin!"

"Andini, kau bilang mau menjadi rumahku bukan?" Tanya Kevin dan Andini menganggukkan kepala. "Apakah rumah sering berpindah-pindah? Dan apakah rumah pernah melarang tuannya untuk pergi? Tidak kan? Karena tugas rumah hanya menanti kepulangan dari tuannya. Jadi berikan kunci motorku jika kau ingin menjadi rumah tempat ku pulang."

Terpaksa Andini memberikan kunci motor itu pada Kevin.

"Tapi jangan pulang larut, aku takut sendiri di rumah ini."

Kevin tidak menjawab ucapan Andini, dia hanya meraih kunci motor dan langsung keluar tanpa memperdulikan Andini yang ternyata mengikuti langkah kakinya hingga ke teras depan rumah. Andini terus melihat kepergian Kevin sampai kedepan gerbang.

"Ayah, ibu. Aku rindu kalian. Apakah berumah tangga memang sangat sulit? Huuff"

•••••

Singa jalanan, yang terdiri dari tiga orang pria yang sama-sama memiliki ketampanan, kini telah tiba di markas para musuh.

"Hahahah, akhirnya kau datang juga." Ucap Raka sambil menghampiri Kevin, Farel dan juga Yuda yang masuk kedalam markas mereka.

"Katakan berapa nilai taruhanmu kali ini?"

"Hahahahaha." Para musuh pun serentak tertawa, hingga membuat Farel emosi.

"Hey. Kau dengar? Kevin sedang bertanya. Kenapa kalian justru tertawa? Kalian gi*la yah?"

"Farel stop, hentikan. Jangan muda tersulut emosi." Bisik Yuda.

"Slow. Kalian duduklah lebih dahulu." Pinta Raka.

Kevin, Yuda, dan Farel pun langsung duduk. Lalu Kevin melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

"Kenapa Kevin? Kau nampak sangat gelisah? Apa ada seseorang yang menunggumu?" Tanya Bayu, yang jelas mereka sudah tahu tentang status Kevin.

"Aku tidak punya waktu. Katakan berapa nilai taruhannya, aku siap dan akan ikut." Ucap Kevin.

"Kau yakin?" tanya Rafa.

"Apa pernah kau melihat Kevin mundur karena nilai taruhan?" Yuda pun tersulut emosi melihat lawat mereka.

"Baiklah kalau begitu, kita taruhan. Jika aku memang, maka kalian tidak boleh mendekati Andini, karena Andini hanya untuk geng kami."

BRANGGGG..

Meja di gebrak begitu sangat kerasnya, bukan hanya Yuda yang melakukan tapi Kevin pun juga.

"Tapi jika kalian menang, maka kami tidak akan mengganggu Andini. Bagaimana deal?"

"Breng*sek." Kata Yuda. Sedangkan Kevin mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali Kevin merobek mulur para musuhnya, dan juga ingin sekali Kevin mematahkan kaki dan juga tangan parah musuhnya itu.

"Kevin, aku tidak setuju. Andini bukan barang." Tolak Yuda. Karena tidak mungkin bagi Yuda untuk mempertaruhkan gadis yang sudah membuat dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Bagaimana Kevin? Apa kita akan ikut?" tanya Farel yang memang sama sekali tidak masalah dengan taruhan ini.

Kevin lantas berdiri dari duduknya.

"Hahahahah. Ternyata tiga singa menolak taruhan ini. Itu artinya raja jalanan, saat ini bukan merela lagi." Ejek Bayu.

"Kevin, Yuda bagaimana ini?" tanya Farel yang sudah nampak gelisah.

Kevin lantas menatap tajam pada Raka, Bayu dan Rafa.

"Baiklah aku setuju. Tapi dengan syarat. Jika kami menang, maka singa jalanan tidak ingin melihat satupun dari kalian di kota ini. Bagaimana kalian setuju?"

"Kevin." Tolak Yuda.

"Deal, kami setuju."

1
신 서준한
Kak cerita ini, kapan di lanjut??
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuut teruuuuus thooooooooor 😅😅😅💃💃🥺
total 1 replies
umi azizah
kakkk...kol belom update lagi huhu
umi azizah
kapan update lagi kak
Apriyanti
lanjut thor
umi azizah
lanjut dong kak yg banyak hehe
Nofi Otafia
lama2 kyk jadi sinetron ikan terbang
Myra Myra
nape jadi mcmne
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja setelah dilepaskan tangannya Andini dapat menyelamatkan dirinya dari sifa dan gerombolannya
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Lis Tina hrp
gimana kelanjutan .....
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja Kevin datang tepat waktu untuk menolong istrinya
Apriyanti
lanjut thor
Mariana Riana
bagus
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
lanjut lanjut lanjut
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
up lagi dong Thor masih kurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!