NovelToon NovelToon
My Love My Baby Sitter

My Love My Baby Sitter

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:87.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Almaira

Demi untuk menghindari perjodohan dengan seorang juragan tanah oleh pamannya sendiri, Fatimah pergi meninggalkan kampung halamannya, terpaksa meninggalkan sang kakek yang telah membesarkannya dari kecil.

Fatimah beruntung karena sesampainya di kota, dia bertemu dengan nenek yang baik hati yang memintanya untuk bekerja sebagai pengasuh cucunya, Zahra.

Kepribadian dan kecantikan Fatimah rupanya mampu membuat Aditya, majikannya jatuh hati padanya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu..

Mendengar suara tuannya memanggil, sontak Fatimah berbalik. Namun ternyata tuannya hanya mengigau saja.

Fatimah melanjutkan langkahnya menuju mushola dan melaksanakan shalat Isya, namun pikirannya terus tertuju pada tuannya yang tadi mengigau memanggil namanya. Sebegitu marahnyakah tuannya kepada dirinya sampai - sampai dirinya terbawa mimpi.

Fatimah kemudian melaksanakan shalat Isya dilanjutkan dengan shalat sunah lainnya, dia tidak berencana kembali ke kamar Zahra, dia akan kembali ke kamarnya.

Pagi Hari

Setelah shalat Subuh, Fatimah mendatangi kamar Zahra, dia tidak ingin nona kecilnya terbangun tanpa melihat dirinya tidak ada di disampingnya.

Sesampainya disana, Zahra masih tertidur pulas, tak lupa Fatimah mengecek suhu tubuh Zahra, dan Fatimah bersyukur karena Zahra sudah benar - benar sembuh dari demamnya.

Tuan Aditya juga masih tertidur pulas di atas kursi. Fatimah membereskan mainan Zahra yang berserakan di lantai, tentu saja dengan sangat hati-hati, tidak ingin kedua majikannya terbangun. Tiba-tiba tubuh Aditya bergerak, perlahan lahan dia membuka mata, dan mengedipkannya beberapa kali, kemudian ia lihat sekeliling dan baru tersadar dia berada di kamar putrinya. Matanya terhenti pada satu orang yang sedang membereskan sesuatu, Fatimah.

Menyadari bahwa tuannya sudah terbangun, Fatimah segera membereskan pekerjaannya. Aditya segera duduk, melihat Zahra yang masih tertidur, dia kemudian berdiri dan menghampiri tempat tidur putrinya. Aditya mencoba mengecek suhu tubuh Zahra, merasa bersyukur karena putrinya sudah benar - benar sehat kembali, karena Zahra masih tidur, Fatimah berniat pergi keluar sebentar untuk memberikan baju kotor Zahra kepada mbak Marni.

Melihat Fatimah hendak pergi keluar sambil membawa beberapa baju putrinya, Aditya segera memanggilnya .

"Fatimah, tunggu sebentar " Fatimah menghentikan langkahnya, tentu saja dengan rasa penuh penasaran kenapa Aditya memanggilnya. Apakah dia akan dimarahi lagi. Pelan-pelan Fatimah membalikkan badan, melihat Aditya berjalan mendekat kearahnya, terus mendekat dan semakin dekat, membuat Fatimah memundurkan badannya karena takut dan bertanya tanya kenapa tuannya terus - menerus maju mendekat ke arahnya.

Menyadari Fatimah ketakutan, Aditya segera menghentikan langkahnya dan kembali memundurkan langkahnya.

"Maaf, saya" Kata Aditya yang lagi- lagi memundurkan badannya karena dilihat Fatimah masih mundur sedikit demi sedikit.

Aditya lupa kalau Fatimah tidak suka berdekat dekatan dengannya.Setelah dirasanya Fatimah sudah merasa nyaman dengan jaraknya saat ini Aditya melanjutkan.

"Saya hanya ingin meminta maaf soal kejadian kemarin, saya harap kamu memaafkan saya."

Fatimah hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan tanpa berani menatap wajah tuannya, membalikkan badannya dan melanjutkan kembali langkahnya.

Fatimah tidak ingin berlama lama dengan tuannya, apalagi terlibat percakapan dengannya, bukan karena dia marah pada Aditya tapi dia hanya ingin menjaga jarak pada laki laki siapapun itu. Apalagi akhir - akhir ini Fatimah terlalu sering berinteraksi dengan Aditya, karena kini Aditya sering ikut nimbrung ketika dia sedang bermain dengan Zahra, tidak seperti biasanya dan tentang kejadian kemarin, Fatimah sudah memaafkannya, dia tidak suka menyimpan dendam pada orang lain, tapi Fatimah heran, kenapa Aditya tidak coba meminta maaf kepada Angga lewat dirinya.

Sedangkan Aditya berdiri termenung memikirkan jawaban Fatimah yang hanya mengangguk saja, membuatnya semakin bingung dan seakan seperti rasanya Fatimah belum memaafkannya.

Setelah dipastikannya keadaan Zahra baik baik saja dan sudah mendapat izin dari putrinya untuk pergi bekerja, Aditya segera berangkat ke kantor karena dirinya yang tidak bisa bolos karena akhir akhir ini pekerjaannya sangat menumpuk, banyak meeting yang harus dia hadiri, berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain, dan menemui beberapa kliennya.

"Pak, besok jadwal bapak menghadiri beberapa pertemuan dengan banyak klien di beberapa negara di benua Eropa " kata sekretarisnya membuat Aditya terperangah kaget, dia hampir lupa dengan jadwal perginya keluar negeri.

"Saya sudah menyiapkan semuanya Pak, jadi bapak tidak perlu khawatir " Lanjut asisten Aditya.Tentu saja Aditya tidak khawatir, segala sesuatunya pasti sudah diurus asisten kepercayaannya itu.

Ini bukan perjalanan bisnisnya yang pertama, sudah hal biasa baginya pulang - pergi keluar negeri, tapi perjalanan bisnisnya kali ini akan terasa sangat berat, apalagi perjalanan bisnis kali ini cukup lama, sekitar dua Minggu, dan selama itu pula dirinya tidak dapat melihat Fatimah, memikirkan itu, Aditya memijat keningnya.

Keesokan harinya.

Tidak seperti biasanya, kali ini Aditya datang ke kamar Zahra pagi sekali, dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan putrinya sebelum keberangkatannya keluar negeri.

Aditya bermain - main dengan Zahra, kali ini dia yang memakaikannya baju, sementara Fatimah hanya melihat dari kejauhan, ketika waktunya menyisir Aditya menyuruh Zahra pergi ke arah Fatimah.Lagi lagi Aditya mencuri pandang melihat Fatimah yang sedang menyisir rambut putrinya, kali ini Aditya ingin puas memandangi wajah cantiknya.

Setelah selesai, Aditya mengajak Zahra keluar untuk sarapan sambil menggendongnya. Fatimah mengikuti mereka dari belakang.Ternyata nenek sudah menunggu mereka di meja makan.Setelah mereka makan, kini waktunya Aditya berpamitan kepada nenek dan Zahra, beberapa kali Aditya mencium dan memeluk Zahra.

"Jangan nakal ya, papa akan sering video call." Kata Aditya sambil mengelus rambut Zahra.Zahra langsung mengangguk.

Aditya melihat sekeliling, tidak melihat keberadaan Fatimah, padahal dia berharap Fatimah juga mengantarkan kepergiannya.

Sopir Aditya terlihat sudah memasukan koper tuannya ke dalam mobil, sekali lagi Aditya melihat sekelilingnya berharap semoga Fatimah tiba tiba muncul, dia ingin melihat wajah Fatimah walaupun sebentar saja.

Nenek melihat gelagat Aditya seperti sedang mencari seseorang.Tentu saja nenek tahu Aditya sedang mencari Fatimah.

Bisa saja nenek memanggil Fatimah, sehingga Aditya bisa melihat Fatimah sebelum keberangkatannya, tapi nenek tidak mau melakukan itu, dia ingin agar Aditya merindukan Fatimah.Nenek ingin Aditya merasakan kerinduan sehingga membuatnya mempercepat perjalanan bisnisnya diluar negeri.Karena sepulangnya Aditya dari perjalanan bisnisnya, nenek merencanakan sesuatu.Senyum nenek menyeringai memikirkan rencananya.

Di luar negeri

Padahal baru 3 hari, tapi rasanya seperti setahun. Aditya sangatlah merindukan Fatimah. Aditya sering melakukan video call dengan putrinya, selain memang juga merindukan putrinya tapi dia juga berharap semoga Fatimah terlihat dalam tangkapan layar ponselnya selama video call berlangsung, tapi itu tidak pernah terjadi. Tidak ada cara lain, Aditya harus mempersingkat kunjungan bisnisnya kali ini, hanya itu satu-satunya cara agar dia bisa cepat kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Fatimah.Tapi tidak semudah yang dibayangkan, jadwal yang sudah diatur tidak bisa dengan mudah dimajukan atau dimundurkan begitu saja. Hal ini membuat Aditya semakin stres. Dia kini merasakan kerinduan yang mendalam terhadap Fatimah. Baru kali ini dia merasakan hal ini. Rasa yang tidak pernah dia rasakan kepada Sherly mantan istrinya, walaupun pernah pada saat menikah mereka terpisah lebih lama dari saat ini.

1
Ida Lailamajenun
kok gk ada panggilan buat suami nya thor si fatimah klu bicara lgsg gt aja
Ida Lailamajenun
bibit nya gk premium😄😄🤭
Ida Lailamajenun
kdg" suami gila krj bgn banyak istri yg selingkuh
Ida Lailamajenun
semakin diksh pasti ngelunjak minta lagi
Ida Lailamajenun
ancaman murahan
Ida Lailamajenun
difinisi tikus apa lintah nih paman fatimah
Ida Lailamajenun
yaelah milik mu bukan nya dah kamu buang buk pede amat bilang gt
Ida Lailamajenun
gk msk angin tuh pakai baju dinas trus😄😄
Ida Lailamajenun
cieee belah duren ni ye😄😄
Ida Lailamajenun
dimana ungkapan romantis sambil dinner ini di kamar mandi😄😄versi nya agak lain yak😄😄
Ida Lailamajenun
polos" bisa gombal juga nih 😄😄
Ida Lailamajenun
ayeee lgsg berbunga" hati pak duda😄😄
Ida Lailamajenun
adit termasuk sabar loh menghadapi fatimah yah wlpn polos gadis desa tapi gk gitu juga kali kalau dah nikah.
Ida Lailamajenun
bukan fatimah yg meleleh tapi emak" readers yg meleleh😄😄
Ida Lailamajenun
asli bucin abis pak suami
Ida Lailamajenun
di hp lgsg kluar ❤️❤️❤️
Ida Lailamajenun
gk sah dr mana saksi ada penghulu ada wali nikah ada mas kawin ada yg gk sah nya gk disumpel duit tuh mulut tong sampah coba klu disumpel duit ma aditya gk sah aja lgsg sah
Ida Lailamajenun
😭😭😭😭
Ida Lailamajenun
aaaa lega kata pak duda😄😄
Ida Lailamajenun
gas fatimah gk tau aja klu pak duren sawit nih dah gegana sepanjang masa😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!