NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Berbeda

Jiwa Yang Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Denisa Larasati gadis berusia sembilan belas tahun, yang selalu menjadi bahan bulyan oleh semua teman-teman sekolah bahkan teman kerjanya saat ini. Karena ia memiliki tubuh gemuk dengan berat badan tujuan puluh kilogram dan memiliki tinggi badan sekitar seratus lima puluh sentimeter serta wajahnya yang agak berjerawat. Namun itu tak membuatnya insciur sama sekali.

Ia tidak lagi memikirkan bentuk tubuh dan fisiknya karena seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya meskipun hanya sekedar mengagumi.
Berbeda halnya dengan Angela Merkel, seorang gadis cantik berusia dua puluh lima tahun.

Hidup yang sempurna dan glamor tersebut membuatnya menjadi gadis yang manja namun hatinya sangat baik terhadap sesama.

Kesempurnaan tersebut semakin lengkap dengan adanya Alexandra Darbara, kekasih dari Angela Merkel.

Singkat cerita, sebuah kejadian tragis yang melibatkan Denisa dan Angela tersebut membuat jiwa Denisa berpindah pada tubuh Angela.

Lalu bagaimana dengan Angela sendiri?

yuk kepoin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pengembalian

Episode sebelas (11)

Alex sampai tak sadar bahwa ia sambil tersenyum memperhatikan Angela. Namun sesaat ia teringat bahwa ia harus menyambut kedatangan teman yang sudah ia anggap sebagai saudara.

Alex pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap menjemput mereka di bandara.

" Jadi bagaimana rencana kita?" tanya Denisa.

" Rencana?" ucap Angela sambil mengingat rencana apa yang di maksud Denisa.

" Oooooh iya, hampir saja kelupaan," ucapnya setelah mengingat.

" Jadi aku punya teman yang mengenalkan ku kepada orang pintar, dia bisa mengobati segala macam penyakit, dan siapa tahu dia juga bisa mengembalikan jiwa kita yang tertukar ini," ucap Angela.

" Kau yakin dia bisa?" kata Denisa dengan wajah ragu.

" Ya, kita coba saja dulu, namanya juga usaha."

" Baiklah, aku setuju. Ayo kita berangkat sekarang!" ucap Denisa bersemangat.

" Sekarang?" tanya Angela.

" Ya sekarang. Lebih cepat lebih baik kan."

" Baiklah, tapi aku harus izin dulu," ucap Angela.

" Izin?"

Belum sempat Angela menjawab, tiba-tiba Alex muncul dengan gaya yang sudah rapi.

" Angela, kamu ikut saya tidak?" tanya Alex.

" Kamu mau kemana, pasti mau menjemput Ansel dan Septian kan?"

Bukan Angela yang menjawab, melainkan Denisa yang tiba-tiba langsung menyerobot jawaban Angela.

Tentu saja Alex berkerut heran. Dia bahkan tidak tahu siapa gadis di depannya ini. Mengapa dia sok sekali, pikirannya.

" Dari mana kau tahu bahwa Ansel dan Septian akan datang hari ini?" tanya Alex.

Barulah saat itu Denisa sadar bahwa lagi-lagi ia merasa dirinya adalah Angela, padahal saat ini Alex tidak mengenalnya.

Angela yang mengerti kebingungan Denisa pun segera membantu menjawabnya.

" Eeee itu, Denisa tahu dari berita. Iya kan Denisa?" ucap Angela.

" I-iya," ucap Denisa membenarkan.

" Berita? memangnya kedatangan mereka di beritakan?"

" Iya, kan mereka mantan ar---."

" Ah sudah-sudah, jangan di teruskan! intinya, kau mau ikut atau tidak, karena mereka membawa anak dan istri mereka juga. Tapi jika kau tidak mau, juga tidak apa-apa," ucap Alex.

" Emmm bagaimana ya. Sebenarnya aku ingin sekali ikut, tapi aku sudah ada janji dengan Denisa. Apakah aku boleh pergi dengan Denisa?"

Namun tiba-tiba saja kening Alex bertaut. Entah apa yang aneh pada kalimat Angela, yang jelas itu menandakan bahwa Alex heran.

" Tumben?" tanyanya singkat, membuat Angela tak mengerti.

Angela pun memandang ke arah Denisa, namun reaksi Denisa semakin membuatnya bingung. Bagaimana tidak, Denisa memijit pangkal hidungnya, seperti orang yang sedang pening atau ekspresi ketakutan.

" Tumben kenapa?" tanya Angela.

" Ya tumben saja kau meminta izin kepada ku jika ingin keluar. Biasanya kau akan pulang larut malam dan menelpon ku bahwa kau terlambat pulang. Bahkan pergi dengan Adrian pun kau tak pernah izin," kata Alex yang bersifat menyindir.

" Ah itu,,,,, memangnya tidak boleh kalau aku berubah?" kata Angela dengan wajah yang di buat-buat cemberut. Padahal dia mana sanggup merajuk dengan Alex. Jangankan merajuk, berkata kasar sedikit saja, Angela pasti merasa bersalah. Berbeda dengan Denisa saat menjadi Angela dulu. Ia selalu akan marah dan merajuk jika salah satu keinginannya tidak terpenuhi oleh Alex.

" Iya, boleh. Aku malah senang jika kau mulai berubah," ucap Alex sambil tersenyum manis pada Angela.

Sungguh pemandangan yang sangat langka ketika melihat senyum Alex. Dan hanya kali ini ia tersenyum sangat tulus seperti itu, membuat Angela merasa melayang tak tentu arah di buatnya. Angela tersenyum malu-malu mengingat senyum manis itu, namun matanya menangkap tatapan tajam dari Denisa yang nampaknya tidak terima bahwa sifat Angela di puji sedemikian rupa oleh kekasihnya, Alex.

Senyumnya seketika berubah menjadi rasa tak enak hati terhadap Denisa.

Ia pun berdehem untuk mencairkan suasana.

" Ehemmm."

" Ya sudah, kakak pergi saja! aku titip salam saja kepada kak Septian dan kak Ansel, juga istri dan anaknya."

" Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu."

Setelah mendapat anggukan dari Angela dan Denisa, Alex pun pergi dengan mengunakan mobil yang biasa ia gunakan.

" Denisa!" panggil Angela setelah kepergian Alex.

" Kenapa?"

" Sudah berapa lama kak Ansel dan kak Septian menikah?, kenapa aku baru tahu?"

" Kenapa kau ingin tahu tentang mereka?" Bukannya menjawab, Denisa malah balik bertanya.

" Ya ingin tahu saja. Biar bagaimanapun kan, mereka dulu mantan idola ku juga."

" Ansel sudah menikah tiga tahun yang lalu, dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki. Sedangkan Septian baru menikah satu bulan yang lalu, memangnya kenapa?"

" Ah tidak. Lalu, bagaimana dengan yang lain?" ujarnya ingin tahu lebih banyak tentang mereka.

" Maksudmu Julian, Darrell, Raffa dan Kenzie?" Angela pun lantas mengangguk semangat.

" Julian sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan, begitupun Darrell dan Raffa, sedangkan Kenzie baru bertunangan dengan seorang pengusaha sukses," jelasnya lagi.

" Wahhh, berarti hanya kamu dan kak Alex, yang status hubungannya masih pacaran?, kenapa kalian belum menikah?"

" Ahhh sudahlah!, jangan di perpanjang lagi pertanyaan tidak penting mu itu, aku sudah malas untuk membahasnya." Alih-alih menjawab, Denisa malah di buat emosi karena pertanyaan panjang dari Angela.

" Yahhh, kau ini bagaimana? aku kan hanya ingin bertanya, kenapa kau malah marah-marah? tidak asyik sekali," gerutu Angela yang semakin membuat Denisa geram.

Namun terpaksa ia tahan emosinya, demi jiwanya bisa kembali lagi kedalam tubuh aslinya. Jika tidak karena itu, mungkin saat ini sudah ia usir Angela dari apartemen kekasihnya itu.

" Arghhhh, terserah kau saja lah," ucap Denisa.

" Jadi bagaimana rencana kita yang akan pergi ke orang pintar hati ini, jadi kan?" tanya Denisa lagi, yang kembali ke pokok permasalahan.

" Ya jadi lah. Ayo, kita let's go sekarang!"

Angela yang memang sudah siap sedari tadi pun tak perlu lagi berganti pakaian ataupun bersolek. Ia sudah nyaman dengan style sederhananya. Cukup menggunakan Hoodie dan celana jens, serta rambut yang ia gerai, dan tanpa polesan make up.

Mereka berdua pun pergi dengan menggunakan mobil Angela yang di berikan Alex khusus untuknya. Berhubung Angela tidak bisa menyetir, akhirnya Denisa lah yang menyetir, karena sebenarnya mobil tersebut memang milik jiwa Angela yang berada di dalam tubuh Denisa.

Setelah beberapa jam menyetir, akhirnya mereka pun sampai di sebuah pemukiman yang sepi penduduk. Di sana hanya ada beberapa buah rumah saja, itupun rumah tersebut nampak begitu menakutkan karena suasananya yang gelap dan jauh dari akses listrik dan Internet, serta sangat jauh dari perkotaan.

Dengan perasaan yang sama-sama takut, mereka pun bergandengan untuk saling menguatkan. Angela yang juara karate pun memimpin lebih depan, dan Denisa yang berada di belakangnya.

" Kamu yakin ini tempatnya?" tanya Denisa.

" Yakinlah. Soalnya aku pernah kesini dulu," ucap Angela dengan santai.

" Kenapa kamu kesini?"

" Menemani teman ku."

" Memangnya untuk apa dia ke sini?"

" Ya mana aku tahu. Kan aku hanya menunggu di luar saja."

" Oh."

Karena sangking asyiknya bercerita, tak teras mereka pun telah sampai di teras rumah orang yang mereka cari.

Mereka pun saling pandang. Merasa ragu untuk melanjutkan rencana mereka.

Namun mereka di kaget kan oleh suara yang berasal dari dalam rumah seram tersebut.

" Masuklah cantik!" kata suara seorang wanita.

1
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
ada dua setrep, gunakan yang ini - jangan ini _
Shizi🦁🦁
kata namun jangan di letakkan di tengah, bisa ganti tapi ya beb, kita sama2 belajar.
Shizi🦁🦁
usahakan dalan 1 paragraf, jangan ada dua kata yang sama, kalau gak penting.
Bulan Rindu
Terimakasih banyak say🥰.
Bulan Rindu
🤣🤣 mirip siapa hayo 😂
Lina Zascia Amandia
Wkwkkww mirip siapa ya aktor Korea yg rambutnya gondrong.... sy lupa nama tp ingat wajah.... orangnya macho...
Lina Zascia Amandia
Wahhhhh sudah bagus dr tata bahasanya sama tanda baca setelah dialog tag..... semakin terasah Kakak inj...... keren.... ceritanya juga menarik
Bulan Rindu: Terimakasih🥰🥰❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
semangat...
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
"Apa yang terjadi, Angel?"

semangat beb, sedikit masukan
Bulan Rindu: Makasih masukannya beb❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Semangat Othor... jgn kendor up date biar cpt naik lencana..
Bulan Rindu: siap🥰.
Makasih udah mampir ❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Aduhhhh bertengkar nih Ayah Bapak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!