NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Pertemuannya dengan seorang gadis bernama Kanaya, membuat Ray bersumpah akan membuat gadis itu menyesal karena telah mengganggunya.

Namun ternyata sumpah itu berbalik padanya, dan membuat dunianya berubah. Bagaimana kisah mereka berlanjut?

Kisah ini bukan hanya sekedar tentang cinta, kalian akan menemukan badai yang besar di setiap kisahnya.

Maka siapkan hati untuk menerima setiap sentuhan yang Ray berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 11

Kejadian yang begitu tiba- tiba membuat Ray reflek menangkap tubuh gadis itu agar tidak menyentuh aspal. Akibatnya, hidung mancungnya beradu dengan kepala gadis itu. Noda merah mengalir dari hidung mancungnya hingga menyisakan nyeri di pangkal hidungnya. Hanya sedikit, tapi cukup membuat dunia Ray berputar. Tangannya menyentuh pundak gadis itu yang kini sedang bersandar pada dada bidangnya, lalu tangan kanannya menyentuh dagu gadis itu agar dapat menatap wajahnya." Lo gak apa apa? "

Gadis itu hanya mengangguk, lalu bangkit merubah posisinya agar berdiri tegak. " Hidung kamu, berdarah! "

Ucapnya,ketika mata lentik itu menatap wajah tampan Ray, lalu tangannya menyentuh hidung Ray dengan maksud mengusap darah itu. Tapi, tangan kokoh Ray menggenggam jemari gadis itu dengan maksud menghentikan gerakannya.

" Gue ga apa apa! "

" Maaf, aku ga sengaja, tadi sepatu aku nyangkut " ucap Naya mencoba  menjelaskan.

" Lain kali hati hati! " ucapnya sembari tangan kirinya menghapus noda merah di hidungnya dengan sapu tangan yang baru saja ia ambil dari saku celananya.

" Kenapa Lo? " Suara pria dengan kemeja biru itu membuat mereka berdua menoleh bersamaan.

 " Ini gara gara Lo manggil gue, T**!" Melirik tajam pada pria berkemeja biru, pria itu adalah Edo. Pria yang tadi memanggilnya dari pintu kelab.

" Sorry, gue gak nyangka aja Lo beneran Dateng. " Ucapnya dengan sedikit tertawa. Kemudian Edo melirik gadis di sebelah Ray dengan wajah terkejutnya. " Lo bawa dia beneran? Gila! " Ujarnya antusias.

Ray melirik gadis di sebelahnya yang tengah menunduk. " Ga usah dengerin dia anggap aja setan!" ucapnya dengan jari yang menunjuk ke arah Edo. Kemudian berjalan meninggalkan sahabatnya itu dengan menuntun gadisnya.

" Sialan Lo, ganteng gini di bilang setan! ". Ucapnya tidak terima sembari mengejar langkah Ray dari belakang.

Sementara Naya tertatih mengimbangi langkah lebar Ray dengan hillsnya. Ia nyaris jatuh beberapa kali akibat berjalan cepat, karena ini pertama kalinya ia memakai hills setinggi itu. 

Terlihat beberapa pria bertubuh besar yang menjaga pintu kelab itu membungkukkan badannya seraya membukakan pintu. Begitu pintu kelab terbuka suara dentuman musik yang memekakkan telinga mulai terdengar. Terlihat beberapa orang menari mengikuti alunan musik yang di mainkan oleh disc jockey. Sebagian lagi memilih duduk di bar stole menikmati minuman yang di racik para bartender.

Naya menarik kemeja Ray dari belakang, ia merasa tidak nyaman berada disana, ia risih dengan tatapan para pria yang menatapnya. " Aku takut Ray " Bisiknya di telinga Ray. Karena mustahil bisa berbicara normal di tengah suara musik yang begitu keras.

Melihat kegusaran Naya Ray mengajaknya naik ke lantai dua, tempat dimana Ayrin mengadakan acara, disana tidak terlalu ramai karena tempat itu privasi. Hanya untuk orang-orang yang sudah membookingnya.

Ketika Ray melangkahkan kakinya di anak tangga terakhir di lantai dua, seseorang menghampirinya dan langsung memeluk tubuh tegapnya tanpa sungkan. Ray segera melepaskan tangan yang melingkar di lehernya, ia benar-benar menyesali kebodohannya datang ke tempat ini. " Lepasin Rin! " 

" Ok...Ok " ucapnya seraya melepaskan tangannya dari leher pria tampan idamannya itu. Ia memilih menyerah daripada Ray pergi meninggalkan acaranya yang dengan susah payah untuk memaksa Ray datang. Ayrin menarik lengan Ray untuk duduk di sofa cream. Ray hanya mengikutinya dengan langkah malas. 

Naya yang baru saja sampai di lantai dua ia kebingungan mencari sosok pria yang tadi bersamanya sedari rumah. Edo pria yang dia kenalpun tidak ikut bersamanya naik ke atas, ia memilih menari dengan para gadis di lantai dansa. Dan disinilah Naya, seperti kucing kecil yang tersesat di tengah hutan. 

Naya melangkahkan kaki jenjangnya menelusuri ruangan sembari Matanya menjelajah mencari sosok Ray, ia berjalan perlahan mencari kursi kosong untuk mengistirahatkan kakinya yang lelah akibat hills sialan ini. Mencari tempat sepi untuk menghindari beberapa pasang mata yang melihatnya dengan tatapan tidak suka. Langkahnya terhenti ketika sampai di balkon kelab lantai dua dengan pagar hitam sebagai pembatas. 

Hembusan angin membelai rambut panjangnya, ia berdiri di pinggir pagar balkon untuk menghirup udara segar. Terdengar suara bariton menyapanya dari balik punggungnya " Lo pasti ga nyaman di dalem? Gue juga " 

Naya menoleh sekilas lalu kembali memfokuskan pandangannya ke arah jalanan, tadinya ia berfikir suara itu adalah Ray, pria yang ia cari sedari tadi, pria asing itu berjalan mendekat ke arah dimana Naya berdiri. " Gue Nino " 

Nino mengulurkan tangan kanannya sembari menyesap cairan alkohol dari gelas mungil di tangan kirinya. Menilik penampilan Naya dari atas sampai bawah, melihat wajahnya yang terlihat lugu membuat Nino semakin bergairah untuk mengenal Naya. 

Naya hanya tersenyum kaku ia tidak berani berkenalan dengan orang sembarangan di tempat seperti ini, tercium bau alkohol menyengat dari nafasnya, hal itu semakin membuat Naya waspada. " A...aku mau ke...kedalem " 

Ucap Naya terbata sembari berbalik untuk keluar dari balkon itu. Tapi, tangan kokoh Nino mencekal pergelangan tangannya. 

" Mau kemana? Temenin gue aja disini! " Ucapnya dengan nada sedikit mabuk.

Merasa dirinya terancam Naya mencoba berontak menggoyangkan tangannya. Namun tangan kecil itu tak mampu menepis tenaga seorang Nino yang notabene nya seorang pria bertubuh kekar, terlihat jelas dari otot-ototnya yang bersembunyi di balik kemeja putihnya.

Nino menarik tangan mungil Naya agar mendekat ke arahnya namun karena hills sialannya berhianat tubuh langsing Naya menghantam dada bidang Nino, mendapat kesempatan emas Nino langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Naya.

" Ihh…lepasin, aku mau pulang! "

Tangan mungil Naya memukul keras dada bidang itu berharap Nino melepaskan tangannya.

Mendapat perlawanan dari gadis yang di incarnya membuat Nino semakin bergairah, ia membuang gelasnya asal, lalu tangan kirinya mentuh jemari Naya dan mengecupnya kilas.

" To…"

Belum selesai bibir mungil itu berteriak meminta tolong, tangan Nino sudah membungkam mulutnya. " Jangan berisik! " Ucapnya lirih di telinga Naya. Mata itu menatap dengan sorot mata penuh gairah melihat ketidakberdayaan mangsanya.

" Lo, cewe pertama yang nolak pesona gue! " Ucapnya dengan sudut bibirnya tertarik ke atas. Melihat mangsanya terdiam hanya bulir basah di sudut matanya yang berbicara, lantas Nino mendekatkan wajahnya meskipun mendapat penolakan dari tangan mungil Naya yang masih memukul dada bidangnya, tidak sedikitpun menyurutkan gairahnya.

Bugh!

" bang***! anji**! "

Pukulan telak mendarat di rahang kokoh wajah tampan Nino, pukulan bertubi-tubi di layangkan dengan kekuatan penuh. Hingga lawannya tidak mendapatkan waktu walau hanya sedekadar bernafas.

Mendengar keributan di balkon, seorang wanita berteriak meminta pertolongan beberapa pria untuk memisahkan perkelahian itu.

Sementara Naya jatuh terduduk menangis sejadi-jadinya, ia tidak pernah melihat adegan seperti ini, apalagi sekarang dirinya yang menjadi korbanya.

Dari balik pintu kaca seorang wanita menatap ke arah Naya penuh kebencian. Kenapa seorang gadis yang biasa saja bisa membuat Ray memukuli orang sampai segila itu. Ya,pria yang memukul Nino adalah Ray, pahlawan kesiangan. CK! Menyedihkan!.

🍁🍁🍁

baru sempet up,,sibuk RL maaf yah 😂

makasih komen, like ,n vote nya

tambahin ya ,biar aku makin semangat 😉

1
Cicih Sophiana
Ray lagi pengen di manja ya... pengen di perhatiin jg 😁😆
yulie istanti
👍👍
MandaNya Boy Arbeto❤️
mulai lg de awal deh
Cicih Sophiana
hmmm dapat kecupan terasa melayang jg yah...😁
Cicih Sophiana
untuk apa aq pergi kamu ada di sini ko🤭
Cicih Sophiana
Yuni kamu ga tau aja... Rey memperlakukan nya dgn baik...
Cicih Sophiana
terserah Rey aja deh mau di apain 😁 yg terpenting jgn di sakiti...😀
Cicih Sophiana
di jalan aja ga nemu macam itu thor...di mana yah aq harus mencari apa harus ke ujung dunia?🤔😁
Cicih Sophiana
visual nya cantik dan ganteng👍🥰
Cicih Sophiana
mampir thor
Etik Widarwati Dtt Wtda
akhirnya nenikah semoga bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
menikah dan berbahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
emang hukuman apa y
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikahhh
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikah sama ray
Etik Widarwati Dtt Wtda
lemah sekali.kanaya
Etik Widarwati Dtt Wtda
kok jahat banget y
Etik Widarwati Dtt Wtda
diperalat tantenya sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasih pelajaran ..raka kamu hrs kuat
Etik Widarwati Dtt Wtda
jahat banget titha sama marisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!