Sumirah dengan langkah gontai serta anaknya yang masih batita di gendongannya menangis sesegukan melangkah pergi tak tahu tujuan arah setelah ia bertengkar hebat dengan suami nya Hendrawan mengusir Sumirah dari rumah. Sungguh tega Hendrawan tidak memperdulikan bagaimana perasaan istrinya yang di khianati oleh Hendrawan juga mendapat kekerasan. Putri nya yang masih kecil itu ikut menangis saat Ibu nya menangis keluar dari rumah hanya membawa pakaian Intan juga satu dus susu formula yang tinggal setengah tak hanya itu Sumirah membawa berkas Ijazah terakhir SMA untuk mencari pekerjaan. Sadar bahwa ia tak lagi di butuh kan oleh suami nya dan memberi nafkah untuk dirinya dan juga putri nya. Sumirah bertekad meninggalkan Hendra ia menanamkan diri nya tidak akan menemui Hendra dalam keadaan mendesak apapun itu, Ia sangat menyesali menjadi istri nya. Cukup buat Sumirah yang di tindas di perlakukan kasar dan sangat menderita. Ia hanya fokus pada anak nya saja berjuang membesar kan Intan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon walang kaes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertandingan Basket
Erland sudah memasuki area parkir sekolah, seorang petugas parkir pun langsung memandu mobil Erland begitu pria paruh baya itu tahu bahwa sang putra pemilik sekolah sudah datang. Erland menurunkan kaca mobil dan tersenyum pada Bang Ujang.
" Iya trus..trus balas kiri sedikit, oopp..ok!"
Mobil terparkir dengan manis. Erland pun turun dari mobil.
" Selamat pagi Pak Erland.."
" Pagi Bang Ujang, bagiamana sehat sehat ya Bang Ujang..?" Ucap nya ramah.
" Alhamdulilah..sehat Pak!"
" Good..Ok, saya masuk dulu Bang Ujang.."
" Siap Pak Erland..!"
Sampai di dalam gedung olah raga, murid murid yang sudah lengkap dengan baju basket itu langsung menyambut guru mereka. Salah satu anak murid menghampiri Erland.
" Pagi Pak..!"
" Pagi Brian, bagaimana tim kita apa sudah siap?"
" Siap dong Pak..!"
" Good..!"
Kedua nya sambil berjalan mendekati gerombolan anak anak murid Erland serta para guru dan Coach yang dipercayakan Erland untuk melatih murid murid Erland. Mereka semua berjabatan tangan pada Erland.
" Apa kabar guys..?"
" Baik Bro..!" Balas Coach itu.
" Ok karena semua sudah berkumpul, kita briefing dulu.." Ucap Erland.
Coach itu pun langsung menghimpun anak anak murid untuk briefing.
" Ayo anak anak kita briefing..!"
,
,
,
,
,
Kosrek..kosrek
Suara sikat lantai terdengar dari dalam kamar mandi, saat ini Sumirah sedang menyikat lantai kamar mandi setelah memasak untuk makan siang. Intan sedang tidur, Sumirah pun bisa mengerjakan pekerjaan nya. Selesai membersihkan kamar mandi Sumirah langsung mengambil handuk dan segera mandi seluruh tubuh nya berkeringat dan lengket hampir tiga jam ia menyelesaikan pekerjaan rumah.
Selesai mandi di lihat nya Intan masih tertidur, Sumirah memakai baju daster di ambil dari dalam lemari, tubuh nya terasa segar tapi juga lelah, ia pun beristirahat di kamar Intan dan tak lama mata nya terpejam.
Euforia dalam gedung olah raga sangat menggema dengan suara suara para penonton yang sedang menyaksikan pertandingan Basket. Erland nampak semangat kala murid nya berhasil menshoot jauh.
" Yes..buddy keren..!" Teriak Erland sambil mengacungkan jempol nya.
Para guru yang menyaksikan tersenyum bahagia. Kini skor mereka sama, sama sama kuat dan tangguh lawan mereka. Pertandingan pun semakin menegangkan.
" Wijaya..Wijaya..!!
" SMAN satu..SMAN Satu..!"
Para penonton bersorak sorai menyerukan sekolah mereka masing masing, dan saat waktu mulai habis, pertandingan semakin seru dan semakin sengit, tegang rasanya. Bola di bawa oleh lawan di gocek dan saat bola di berikan pada teman nya yang memblocking, tiba tiba, hap, murid Erland bernomor 07 melompat tinggi menangkap bola.
" Good Brian..!" Teriak Erland yang tidak bisa duduk diam saking semangat nya.
Bola segera di bawa cepat oleh Brian dengan gaya dribbling mendekati keranjang lawan. Bola pun di oper di berikan pada Teguh bernomor 09.
" Shoot Time..!" Teriak Erland lagi.
Dengan keren nya anak murid Erland memasukkan bola dengan gaya slamdunk.
" Waow..thats cool, Teguh..!" Teriak Erland lagi
Erland sungguh kagum serta penonton lain nya terpesona dan tercengang, melihat anak murid sekolah Wijaya bergaya slamdunk sungguh keren, para penonton pun semakin riuh bersorak.
Priitt
" Time is over..!" Ucap wasit.
Dan pertandingan basket pun akhirnya di menangkan oleh murid murid Erland. Erland dengan tim basket murid nya langsung berpelukan dan saling toast tangan.
" You all are good team..sangat bagus permainan kalian, Im so proud of you guys.."
Dan sesuai janji Erland, Erland akan mengajak murid murid nya untuk makan di sebuah restoran, Erland sudah menghubungi sekertaris nya untuk membooking tempat.