NovelToon NovelToon
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:568.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆

Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Perselingkuhan

Bab 11

"Zeline?" Seorang laki-laki menepuk bahu wanita yang memakai baju seksi yang memperlihatkan sebagian besar tubuhnya.

"Raka?" Zeline terkejut melihat laki-laki yang kini sedang tersenyum kepadanya.

Laki-laki bertubuh proposional dengan setelan kasual itu duduk di samping Zeline. Mereka sudah saling kenal saat sekolah di luar negeri. Keduanya melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.

"Kenapa kamu melamun?" tanya Raka saat melihat Zeline melamun sambil memutar-mutar gelas minuman beralkohol yang ada di tangan kirinya.

"Aku hanya berpikir bagaimana caranya menyingkirkan orang yang dicintai oleh suamiku," jawab Zeline sambil melihat ke arah temannya.

"Untuk apa kamu mengotori tanganmu. Jika suamimu berselingkuh, maka kamu lakukan hal yang sama. Kamu punya hak untuk itu. Jika kamu mencelakai orang lain dan ketahuan nanti malah masuk ke penjara," jelas Raka dengan senyum nakal dan menggoda.

Zeline terdiam seperti memikirkan apa yang sudah diucapkan oleh laki-laki itu. Setelah menimbang-nimbang banyak rugi bagi dirinya jika mencelakai Qiana secara terang-terangan.

"Jika suami jatuh pada pelukan wanita lain, maka kamu pun bisa membuat laki-laki lain jatuh ke dalam pelukan kamu," kata Raka sambil menggenggam tangan Zeline.

Perkataan Raka seakan menghipnotis Zeline, wanita itu mengangguk. Begitu juga saat Raka mencium bibirnya dengan ganas, dia malah membalasnya. Cintanya kepada Emir sudah membuat perempuan itu buta dan bodoh, tidak bisa berpikir dengan benar.

Teman-teman Zeline pun malah memprovokasi agar menghabiskan malam bersama dengan Raka. Wanita itu dibuat senang dan bahagia oleh perhatian dan perbuatan laki-laki itu kepadanya. Makanya dia menurut saja saat di bawa ke hotel dan menghabiskan malam penuh gairah dengan perasaan yang meledak-ledak.

***

Qiana tersenyum setelah menyelesaikan masakannya untuk sarapan dan makan siang nanti. Sudah ada empat kotak bekal selesai dia tata. Untuk dirinya dan Bara bekal makan siang, sedangkan untuk Keenan itu sarapan dan makan siang.

"Mana sarapan untuk ayah?" tanya Bara begitu masuk ke ruangan makan.

"Sudah aku siapkan di atas meja makan," sahut Qiana yang sedang mencuci bekas masak.

"Sebaiknya kamu segera bersiap-siap," kata Bara yang sedang menikmati sarapan.

"Iya, Yah. Tanggung ini sedikit lagi," balas Qiana yang kedua tangannya sibuk membilas wajan dan peralatan masak lainnya.

"Semalam Ayah melihat ada sebuah mobil berwarna merah terparkir di depan rumah. Cukup lama sampai hampir tengah malam. Apa kamu tahu siapa itu?" tanya Bara.

Tangan Qiana berhenti bekerja, tiba-tiba saja otak dia teringat dengan mobil baru milik Emir setelah menikah dengan Zeline. Wanita itu berpikir mungkin saja itu kebetulan mogok di depan rumahnya.

"Entahlah, Yah," jawab Qiana singkat.

'Apa Emir sedang memata-matai aku? Untuk apa, bukannya sekarang dia sudah hidup bahagia dengan Zeline dan punya segalanya,' batin Qiana.

***

Hubungan Qiana dengan Keenan semakin dekat dan sudah tidak canggung lagi saat mereka sedang berduaan. Kini keduanya berada di atap bangunan kantor. Sambil berjemur menikmati sinar matahari pagi, Qiana menemani Keenan sarapan buatannya.

"Terima kasih Qiana, aku jadi semangat untuk kerja hari ini," kata Keenan sambil tersenyum menawan ke arah perempuan yang duduk di sampingnya.

"Bagus, dong! Kalau semangat begitu, maka semua pekerjaan bisa dikerjakan dengan baik dan hasilnya pun akan baik," ucap Qiana dan keduanya pun tertawa bersama.

Keenan sering merasakan debaran tidak lazim saat bersama Qiana. Seperti saat ini dia terpesona oleh tawa wanita itu. Wajah yang terpoles oleh sapuan make up natural dan pancaran hangat dari bola mata yang bening miliknya.

'Setiap hari Qiana terlihat semakin cantik dan menawan. Kenapa Emir tega meninggalkan wanita ini demi Zeline? Apa karena dia berasal dari keluarga kaya sedangkan Qiana berasal dari keluarga sederhana,' batin Keenan.

***

Emir merasa menyesal karena beberapa hari lalu sudah mempermalukan Qiana di depan karyawan lain. Sungguh dia sangat cemburu kepadanya. Melihat berjalan bersama seorang office boy membuat dia marah dan tidak terima.

Dulu Emir mengkhianati Qiana bukan karena sudah tidak mencintainya, sampai sekarang cinta untuknya masih utuh. Laki-laki itu terpaksa melakukan permintaan Zeline untuk menikah dengannya, jika ingin nasib keluarganya baik. Bila dia menolak untuk menikahi wanita itu maka papinya akan di penjara dan maminya ada kemungkinan penyakit komplikasi akan kembali diderita olehnya.

Pria ini merencanakan hal yang licik, yaitu merayu Qiana agar mau tidur dengannya. Akhirnya, sang kekasih mau juga memberikan kehormatan dirinya kepada Emir. Mereka melakukan itu bukan sekali atau dua kali. Selama satu bulan lebih itu mereka hampir setiap hari melakukannya. Namun, laki-laki ini lupa menyuruh untuk meminum pil pencegah ke Jamilan kepada tunangannya itu, karena dia tidak mau memakai alat pelindung saat mereka bercinta.

Orang-orang di bagian devisi penjualan, kini sudah tahu kalau Qiana dan Emir dulunya mantan kekasih. Mereka juga menduga kalau bayi yang sedang dikandung oleh Qiana itu adalah benihnya Emir.

"Lihat, Pak Emir terus melihat ke arah Qiana?" bisik Bimo kepada rekannya saat berdiri dan hendak menyerahkan laporan yang dia kerjakan kepada Emir.

Temannya pun melirik ke arah atasan mereka dan benar saja, kalau saat ini Emir sedang terdiam sambil melihat ke arah si ibu hamil. Namun, Qiana sendiri sedang sibuk bekerja mengerjakan tugasnya.

"Qiana, jika kamu sudah menyelesaikan tugas kamu, ikut aku ke bagian gudang dan pabrik produksi barang," ucap Emir sambil melihat ke arah Qiana.

"Baik, Pak," balas wanita berbaju kemeja pink polos dengan bawahan rok berbahan jatuh selutut berwarna putih.

Rekan-rekan kerja Qiana terdiam sejenak hanya untuk melihat ke arah wanita itu dan atasan mereka. Orang-orang yang tahu kalau Emir sudah menikah, malah menatapnya dengan penuh curiga.

Sisa jam kerja hari ini Emir dan Qiana menghabiskan waktu bersama di pabrik dan gudang. Laki-laki itu memberikan perhatian penuh kepada mantan tunangannya. Bahkan dia pun beberapa kali mencuri kesempatan meski hanya menyentuh tangannya saat berjalan tiba-tiba menggenggam jemari lentik milik Qiana. Selain itu juga dia memeluk tubuh wanita itu.

"Apa yang kamu lakukan?" Qiana mendorong tubuh Emir.

"Lihat ke atas! Ada banyak dus barang," ucap Emir.

Memang banyak dus-dus barang hasil produksi, karena sekarang mereka sedang berada di gudang. Posisi barang-barang itu juga tertata rapi dan tidak terlihat akan jatuh.

"Tapi, bukan berarti kamu boleh memeluk aku seenaknya!" bentak Qiana sambil menunjuk muka laki-laki itu.

***

Hubungan Zeline dan Raka juga semakin lengket. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Keduanya kini sudah terikat perselingkuhan dan itu dilakukan dengan diam-diam.

"Sayang, bagaimana jika kita pergi liburan?" Raka membelai rambut Zeline yang kini berada di dekapannya.

"Kamu ingin liburan ke mana?" tanya Zeline sambil mendongakkan kepalanya.

"Hmmm, ke Bali dan Lombok atau ke Singapura," jawab Raka sambil tersenyum dan mencolek hidung Zeline.

Terlihat wanita itu terdiam. Zeline sedang memikirkan sesuatu.

***

Apakah Zeline bahagia dengan perselingkuhannya ini? Apa Qiana akan kembali terjatuh ke dalam lubang cinta Emir? Ikuti terus kisah mereka, ya!

1
Asih S Yekti
ceritanya bagus tp cerita tokoh utamanya pas diakhir sedikit sekali banyak konflik ditengah
Evi Goenharto
tuh jan bener sprt dugaanku ..Keenan sang ahli waris
Evi Goenharto
jangan jangan Keenan yg pny perusahaan, tp nyamar 🤭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
ayu cantik
bagus
Mama lilik Lilik
bagus ceritanya, terimakasih 🙏
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ananda k Kesuma
gerem coo nenngok kisahnyaa ada ajaaa yg ganggu 🤣🤣🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Happy Kids
beda orang beda treatment kalii. apalagi caramu maksaa gt🤭 bukannya cinta yg ada malah benci dan ilfeel
Happy Kids
mana diporotin mokondo lagi 🤣🤣
Happy Kids
ko ak merasa zaline ini ga pinter yaa 😅 kenapa dia susah susah ngerebut emir kl ujungnya dia main sama raka 🤣 dari awal aja kali sama raka
Tira Aneri
suuukaaa
ika
yaAllah...
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
ika
karma berbalik ke zeline n Emir
tggu saja
Milah Milah
yaelaah, ngenes banget tuh nasib si Qiana
Patrick Khan
aku suka
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 aku suka walaupun sebal dgn tokoh jahatnya 😩
🌸 Sunshine 🌸: terima kasih sudah baca karya aku
😁😁😁
total 1 replies
Hariyanti
tamat yaaaa 🤔
Hariyanti
paling si emir😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!