NovelToon NovelToon
Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:206.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Nabila harus menelan pil pahit karena setelah melakukan ijab kabul Pernikahan, Suaminya dengan tega menjual dirinya atas hasutan dari pacarnya.

Akankah Suaminya menyesal dengan yang telah dia lakukan, atau mungkin Nabila akan bertemu dengan lelaki lain yang tulus mencintainya?

Baca Kisah selengkapnya dalam Karya saya yang berjudul 'Di Ujung Penantianku'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 ( Istri yang tidak diinginkan )

Nenek Puspa merasa penasaran tentang jati diri Nabila yang sebenarnya, karena beliau merasa dekat dengan sosok Nabila, padahal mereka baru pertama kali bertemu.

"Ken, sejak kapan kalian berdua menikah?" tanya Nenek Puspa.

"Sejak kemarin Nek," jawab Ken yang terlihat gugup. Maaf Ken terpaksa berbohong kepada Nenek supaya Nenek berhenti menjodohkan Ken dengan perempuan yang tidak Ken suka, apalagi dengan Aira si ganjen itu, lanjut Ken dalam hati.

"Kenapa kamu menikah gak minta ijin dulu sama Nenek?" tanya Nenek Puspa.

"Maaf Nek, acaranya mendadak, karena Nabila ingin berpacaran setelah menikah, dan Ken telah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Nabila, jadi Ken membuktikan keseriusan Ken dengan langsung menikahinya saat itu juga."

"Nenek bahagia karena kamu telah mendapatkan pendamping hidup yang cocok, apalagi Nabila sangat cantik dan baik, dan yang paling Nenek suka adalah kesederhanaannya. Semoga kalian berdua selalu bahagia ya, maaf jika selama ini Nenek sudah menjodohkan Ken dengan perempuan yang tidak Ken suka, padahal Nenek tau kalau Ken tidak suka dengan Aira yang manja," ujar Nenek Puspa sehingga Ken bisa bernapas lega.

"Iya tidak apa-apa Nek, makasih banyak do'anya," ucap Ken dengan memeluk tubuh Nenek Puspa.

Meskipun Ken bukan darah daging Nenek Puspa, tapi Nenek Puspa sangat menyayangi Ken seperti Cucu kandungnya sendiri, apalagi Ken di adopsi oleh Nenek Puspa dari semenjak bayi, setelah Anak dan Menantu Nenek Puspa meninggal dunia, sedangkan Cucu kandungnya sampai ini belum juga ditemukan keberadaannya.

"Nek, sekarang Mataharinya sudah semakin terik, sebaiknya sekarang kita masuk ya, besok kita berjemur lagi," ujar Nabila yang dibantu oleh Ken mendorong kursi roda Nenek Puspa.

Setelah sampai di dalam rumah, Ken dan Nabila mengantar Nenek Puspa untuk beristirahat di dalam kamarnya.

"Sekarang Nenek istirahat ya, nanti Nabila akan memberikan terapi untuk Nenek supaya penyakit stroke yang Nenek derita bisa segera sembuh," ujar Nabila dengan menyelimuti tubuh Nenek Puspa.

"Makasih banyak ya sayang, Nenek bahagia karena bisa bertemu dengan Nabila, dan Nenek menjadi semangat untuk sembuh. Sekarang sebaiknya kalian beristirahat, kasihan Pengantin baru harus diganggu oleh Nenek tua ini,"

"Nenek jangan berbicara seperti itu, kalau Nenek mau, Nabila akan tidur bersama Nenek supaya Nenek tidak merasa sendirian."

"Ngomong apa kamu itu Nak, sekarang kamu adalah seorang istri, dan seorang istri harus melayani Suaminya dengan baik," ujar Nenek Puspa.

Nabila yang mendengar perkataan Nenek Puspa tersenyum kecut, karena kenyataannya, Suaminya sendiri tidak menginginkan Nabila.

Nabila hanyalah istri yang tidak diinginkan Nek, ucap Nabila dalam hati.

Ken tau betul kalau Nabila saat ini sedang sedih, sehingga Ken memutuskan untuk membawa Nabila ke dalam kamarnya.

"Sayang, sebaiknya sekarang kita istirahat, kasihan Nenek mau tidur juga," ujar Ken dengan menggenggam erat tangan Nabila.

"Nek kalau begitu kami pamit dulu ya," ucap Nabila, kemudian mengucapkan Salam sebelum ke luar dari kamar Nenek Puspa.

Nenek Puspa yang melihat Ken terus menggenggam erat tangan Nabila, tersenyum bahagia, karena Ken bisa sembuh dari traumanya.

"Alhamdulillah, Ken sepertinya sudah sembuh dari penyakitnya, buktinya dia tidak kenapa-napa meskipun bersentuhan dengan Nabila," gumam Nenek Puspa.

Setelah sampai kamar Ken, jantung Nabila berdegup kencang, karena dia harus satu kamar bersama seorang lelaki yang bukan muhrimnya.

"Kenapa kamu terlihat gugup seperti itu? kamu tenang saja, aku juga tidak akan melanggar janjiku," ujar Ken kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Rasanya nyaman sekali tidur di ranjang ini, sudah lama aku tidak tidur di sini," gumam Ken dengan memejamkan matanya, sedangkan Nabila masih terlihat diam mematung.

"Sampai kapan kamu mau berdiri terus disitu?" tanya Ken.

"Lalu aku harus tidur dimana? aku kan bukan istrimu," jawab Nabila, dan Ken bergegas menutup mulut Nabila menggunakan tangannya.

"Kalau bicara jangan keras-keras, apa kamu tidak tau kalau tembok dan jendela di sini mempunyai kuping dan mata," ujar Ken dengan membawa Nabila duduk di atas ranjang.

"Apa maksud kamu eh Tuan?" bisik Nabila.

"Kamu bicara apa? kenapa suara kamu begitu kecil sehingga aku tidak dapat mendengarnya?" tanya Ken.

"Tuan bilang tadi jendela dan tembok di sini mempunyai kuping dan mata, dan saya tidak boleh bicara keras-keras."

"Tapi tidak berbisik seperti itu juga kali. Maksud aku, di sini itu banyak mata-mata yang akan mengawasi kita apakah menikah beneran atau bohongan, karena Aira si Ganjen pasti sudah mendengar berita pernikahan kita dari mata-matanya yang berada di rumah ini," jelas Ken.

"Memangnya siapa Aira si Ganjen?" tanya Nabila yang merasa penasaran.

"Aira adalah Anak dari Adik tiri Nenek Puspa yang begitu berambisi memiliki harta kekuasaan keluarga Airlangga, makanya Paman Indra begitu bersemangat untuk menjodohkanku dengan Aira, karena tujuh puluh persen harta keluarga Airlangga sudah atas namaku sedangkan tiga puluh persen lagi masih atas nama Nenek Puspa."

"Kenapa banyak sekali orang yang menginginkan mempunyai banyak harta ya," gumam Nabila.

"Memangnya kamu tidak mau memiliki banyak harta?" tanya Ken dengan mengerutkan dahinya.

"Semua orang pasti menginginkan harta yang banyak Tuan, tapi harus Tuan tau jika di akhirat nanti, harta yang kita miliki akan dipertanyakan untuk apa saja, dan orang kaya yang akan paling lama mendapatkan hisab, dan nanti akan banyak juga yang harus dipertanggungjawabkan oleh mereka."

Ken terlihat mengangguk-anggukan kepalanya seakan mengerti dengan perkataan Nabila.

"Apa Tuan mengerti?" tanya Nabila.

"Tidak," jawab Ken.

"Saya kira Tuan mengerti. Jadi, kalau bisa Tuan harus menyumbangkan sebagian harta yang Tuan miliki untuk Anak Yatim dan Fakir miskin, supaya harta yang kita miliki menjadi berkah serta bermanfaat untuk oranglain."

"Iya, aku ngerti kok, ya sudah sebaiknya sekarang kamu tidur,"

"Di sini?" tanya Nabila dengan menunjuk kasur yang saat ini mereka duduki.

"Bukan, tapi di kamar mandi. Ya di sini lah, emangnya di mana lagi. Tadi kan udah aku jelasin kalau di sini itu banyak mata-mata. Kamu tenang saja, kasurnya juga besar, nanti kita pakai guling saja sebagai pembatas," ujar Ken dengan menyimpan guling di tengah-tengah kasur.

Nabila dengan ragu akhirnya membaringkan tubuhnya juga, dan tidak butuh waktu lama akhirnya Nabila tertidur pulas.

"Tadi aja ogah-ogahan, baru juga nempel sama bantal udah langsung pulas. Kasihan Nabila, sepertinya semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Suaminya yang bejat itu," gumam Ken dengan memejamkan matanya, dan Ken akhirnya ikut menyusul Nabila menuju alam mimpi.

......................

Aira yang mendengar berita tentang pujaan hatinya yang sudah menikah secara tiba-tiba, merasa sangat geram, sehingga Aira membanting semua barang yang saat ini berada di hadapannya.

"Lihat saja Ken, aku akan menghancurkan rumah tanggamu," ujar Aira dengan mengepalkan kedua tangannya.

1
Khairul Azam
pertama naya meningal dgn kecelakan trs aslan nanti meningal karna kecelakan jg, dan nanti nara sama rendra bersatu alah alah klise banget terlalu maksa nggak sih cara menyatukanya
Rini Antika: terimakasih sudah berkenan membaca karya receh saya, tapi kalau gak suka gak usah baca 🙏
total 1 replies
Khairul Azam
cerita apa suh ini
Rini Antika: kalau gak suka gak usah baca Kak 🙏
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih iklan
Rini Antika: makasih banyak 🥰
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Sedih Aslan meninggal dunia
Cinta nya luar biasa
Rini Antika: iya, entahlah d dunia nyata ada atau tidak, 🤭
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Leo
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Pantas aja
total 2 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Kyk Aslan meninggal dunia mendonorkan jantung nya
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih iklan
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Akhirnya Las dpt Karma anaknya lahir cacat
Rini Antika: setiap perbuatan pasti akan mendapat balasan
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Akhirnya Tamat juga. aku juga udah baca karya barunya yang tidak kalah seru. sukses terus Kak Thor
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor 🥰
total 2 replies
Tukang Ngehalu
sayangnya sekarang semuanya sudah terlambat
Tukang Ngehalu
semangat terus Kak Thor, ☕ mendarat
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
tulus bgt sih cinta Aslan 😭😭😭
Tukang Ngehalu
nyesek bgt sih Aslan
@Kristin
Vote mendarat Thor semangka 💪☺️
Rini Antika: makasih banyak, semangat juga ya 💪💪
total 1 replies
@Kristin
wkwkwkwk lucu Thor
@Kristin
waduh kok bandel sih 🤦
@Kristin
Amin Selamat buat kelahiran twins nya 🥰
@Kristin
semangat Thor vote buat mu
Rini Antika: makasih banyak Mak, 🥰
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Semua cerita Kak Author memang selalu seru. aku juga sudah baca cerita yang ini. semangat terua Thor 💪💪
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
semoga semuanya baik-baik saja. semangat terus Thor
Rini Antika: pasti 💪💪
total 1 replies
Tukang Ngehalu
kenapa jd Nara? seharusnya Nabila kali ya, 😁
Rini Antika: iya, jariku keseleo, 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!