[COMPLETED]
Namaku Ferdi Alvaro aku adalah seorang guru Fisika di SMK Negeri 76 Cirebon. Awal nya hidup ku baik-baik saja, sampai akhirnya aku bertemu dengan Syarla Evita dia adalah muridku. Entah kebetulan atau apa keluarga ku dan keluarga nya bertemu dalam sebuah pertemuan bisnis.
Karena sebuah kesialan yang akhirnya membuat aku dan Syarla terjebak dalam situasi yang sulit di artikan dan membuat keluarga kami salah paham. Aku di tuduh memperkosa Syarla, oleh sebab itu aku di paksa menikahi syarla.
Sebuah pernikahan rahasia tanpa Cinta membuat hidup ku menjadi sangat rumit. Andai saat itu mereka mau mendengarkan perkataan ku, bahwa aku tak sedikit pun menyentuh syarla. Namun nasi sudah menjadi bubur untuk apa aku meratapi nasib ini.
Entah bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga kami, karena aku sampai saat ini belum mengerti arti Cinta sesungguhnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo_chan76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11. DIA PERGI
Ferdi mengambil beberapa pakaian dari lemari dan memasukkan nya pada tas ransel milik nya itu, "Aku bawa sedikit baju saja ini kan hanya untuk dua hari" gumam ferdi.
Syarla yang baru terbangun dari tidurnya tentu merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu, "Kau mau kemana?" kata syarla dengan nada sinis.
"Pergi_"
"Mau pergi kemana? Kenapa buru-buru sekali dan kenapa juga baru bilang sekarang?" tanya syarla cemas.
'Cih dasar perempuan, tadi pura-pura acuh sekarang histeris.' Batin ferdi menggerutu.
"Aku mau cari wanita lain" jawab ferdi sekenanya.
"Apa kau bilang! Aku akan mengadukan mu pada ayahku kalau sampai kau berani dekat dengan wanita lain!" ancam syarla.
Ferdi tertawa mendengar ancaman syarla, "kau cemburu eh?" tanya ferdi.
Syarla nampak menahan malu atas perkataan nya tadi, ia baru sadar bahwa ferdi sedang mempermainkan nya "Menyebalkan" kata syarla sambil menekuk wajahnya.
Ferdi berdiri menghadap istrinya dan memperhatikan wajah kesal syarla, "Aku harus mengikuti seminar di Bandung selama dua hari, kau diam di rumah dan jangan berani macam-macam saat aku pergi!" tutur ferdi.
Entah kenapa syarla merasa tak rela ferdi pergi walau hanya dua hari, mendengar nya saja syarla sudah merasa kehilangan. 'Perasaan apa ini tuhan'
"Apa seminar nya sangat penting? Apa kau tak bisa kalau tak ikut?" cicit syarla dengan nada malu-malu.
Ferdi tersenyum lebar, "Apa kau merasa kehilangan hmm? Kau tak bisa jauh-jauh dari ku yakan?" ujar ferdi.
"Aku tak merasa kehilangan hanya saja___ aku kan gadis, aku takut kalau harus tinggal sendirian"
Ferdi mengelus pelan rambut syarla, "Tenang saja aku sudah bicara pada tetangga kita, nanti mereka akan sering bermain di depan rumah agar kau tak kesepian" ucap ferdi dengan lembut.
"Ta-tapi_____"
"Jangan memasang wajah seperti itu, aku akan menelpon jika sampai disana"
Syarla mengangguk tanda mengerti dan dengan berat hati akhirnya ia harus ditinggal oleh ferdi walau hanya untuk dua hari.
°°°
Matahari sudah mulai tenggelam, syarla nampak duduk di ruang TV sambil menatap layar ponsel nya, 'Kenapa ia belum menelpon'
Syarla nampak gusar dan berharap ada panggilan masuk dari ferdi, entah sejak kapan syarla mulai merasa butuh kehadiran ferdi dan tak bisa jauh-jauh darinya padahal dulu awal menikah syarla sangat membenci ferdi namun seiring berjalan nya waktu semua berubah tapi ia belum berani mengungkapkan isi hatinya pada ferdi.
*Tut tut tuttttttttt*
Ponsel syarla berdering Buru-buru ia mengangkat telepon itu, "Hallo"
'Hiks hiks, kakak ipar tolong aku'
"Siapa ini?" tanya syarla kebingungan.
'Ini aku tiara, aku tersesat dan tak ada bus maupun taxi disini, hiks hiks aku takut'
"Tiara? Tenanglah. Coba kamu kirim alamat tempat kamu berada sekarang!"
'Aku kirim lewat sms kak'
"Iya sudah aku tutup telponnya, kamu jangan panik. Aku akan datang kesana"
*PLIP*
Syarla dengan cepat keluar dari rumah nya dan pergi mencari taxi.
"STOP!" syarla menghentikan taxi yang sedang melaju, "Pak tolong antarkan saya ke alamat ini ya pak"
"Oh iya neng"
"Yang cepat pak!!!!"
Taxi yang di naiki syarla melaju cukup kencang, nampak jelas raut kecemasan dari wajah syarla.
Sesampai nya di tempat tujuan syarla langsung keluar dari taxi dan berlari menuju kearah tiara yang sedang duduk sendiri, "Tiara?"
"Kaka iparr hiks hiks___ akhirnya kau datang" tiara terisak sambil memeluk syarla dengan erat.
"Tenanglah, kau baik-baik saja bukan?" ucap syarla dengan lembut. Walau tiara lebih tua dari syarla namun sifat kekanak-kanakan tiara lebih dominan dibanding syarla.
"Aku takut, aku pikir tak akan ada yang menemukan ku"
"Kau ini terlalu lama di luar negeri sampai-sampai tersesat di negara sendiri" cibir syarla untuk menenangkan suasana hati tiara. "Kalau begitu kita pulang ya" tambah syarla.
Tiara hanya menuruti perkataan syarla, di dalam taxi tiara nampak kelelahan dan tertidur di bahu syarla 'Haruskah aku membencinya, dia terlalu lembut. Tidak seperti kemarin'
°°°
Beberapa menit berlalu sampailah mereka berdua di depan rumah orang tua ferdi, "Tiara bangun, kita sudah sampai"
'Eunghhh___' tiara melenguh pelan lalu membuka kedua bola matanya.
"Cepat bangun" ucap syarla lagi.
"Sudah sampai ya, ayo mampir kerumah. Lagi pula kak ferdi tak ada di rumah bukan?"
"Ta-tapi___"
"Aku akan memperlakukan mu dengan baik kakak ipar, maaf atas perkataan ku kemarin" ucap tiara dengan tulus
"Baiklah, kalau begitu aku mampir" jawab syarla.
*Ting nong ting nong*
"Tiara kamu ke___ " kalimat mamah ferdi terpotong setelah melihat kehadiran menantu nya "Syarla? Ada apa nak?" tanya mamah ferdi.
"Huhh dasar mamah, bukan nya merhatiin aku malah nanyain kakak ipar"
"Kau ini, kenapa kalian berdua bersama-sama?"tanya mamah ferdi.
"Ini semua salah mamah, tega-tega nya mamah nggak angkat telpon dari tiara. Tiara jadi tersesat dan tiara minta bantuan kakak ipar"
"Apa?kamu tersesat? Kamu tidak apa-apa kan sayang, maaf mamah tadi sedang sibuk di dapur. Mamah belum cek handphone"
Syarla tersenyum melihat pemandangan di hadapan nya, entah kenapa hatinya tiba-tiba menghangatkan melihat mamah mertua dan adik iparnya.
"Yasudah cepat masuk, dan bersihkan badan kalian. Mamah sudah siapkan makan malam."
"Ta-tapi ini sudah malam"
"Menginaplah disini, toh ferdi sedang tidak ada dirumah ya kan?" ujar mamah ferdi.
"Sudah jangan terlalu banyak berpikir, cepat menginaplah disini dan tidur bersama ku" tutur tiara dengan sangat semangat.
Syarla hanya bisa menerima tawaran dari mamah mertua dan adik ipar nya itu, malam ini akan menjadi malam terhangat karena bisa berkumpul bersama dua orang penting dalam hidup suaminya.
Bersambung..