Ketika Cinta suaminya terbagi untuk orang lain, maka semua kebiasaannya mulai berubah.
Akankah Nigar akan mempertahankan haknya? Atau dia akan meminta berpisah dari suaminya ketika dia merasa tidak bahagia didalam pernikahan nya.
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Salahkah aku
Amora menatap Hansel dengan kesal namun tidak ingin dia tunjukkan rasa cemburunya dihadapan suaminya.
"Jadi kau tadi kesana?"
"Ya. Kamu tidak apa kan?"
"Pantas saja aku menunggu sejak tadi tapi kata bibi kau belum kembali. Kemarin juga kau lama sekali. Apakah kau juga kesana?"
"Iya. Aku sekalian beli untuk mereka karena kebetulan yang jual bubur ayam kan dekat dengan kompleks mereka,"
"Ehm...gitu ya..."
"Aku mau makan sekarang..."
Amora lalu duduk dan ditemani Hansel sarapan bersama.
Kurang ajar! Aku berusaha menjauhkan suamiku dari Nigar. Tapi ternyata setiap pagi dia menemuinya. Ini tidak bisa di biarkan. Diam-diam Hansel datang dan mereka bicara.
Karena makan sambil membatin membuat Amora tanpa sengaja jadi tersedak.
"Uhuk!"
Hansel dengan cepat memberinya air mineral.
"Pelan-pelan...."
"Terimakasih..."
Amora menatap Hansel dan menarik nafas dalam.
"Apakah terlalu pedas?"
"Tidak...aku hanya sedang berfikir, buburnya rasanya seperti nya mulai terasa hambar. Besok, aku tidak ingin beli lagi. Aku akan sarapan masakan yang dimasak bibi saja,"
"Baiklah, jika kau sudah bosan maka besok tidak perlu membelinya lagi,"
Karena jika kau keluar untuk membeli makanan diluar, kau akan mampir ke rumah Nigar dan bicara dengannya. Aku tidak mau hal itu terjadi. Biarlah aku akan makan masakan yang dimasak bibi saja mulai besok, batin Amora.
Sore hari...
"Han..kau mau kemana?"
"Aku merasa tidak enak dengan Nigar jika terus disini. Aku lihat kau mulai membaik. Kau juga tidak mual lagi. Ada bibi yang akan menemani dan menjagamu. Aku akan kerumah Nigar karena aku sudah lama berada disini,"
"Tapi han...."
Amora kaget dan keberatan. Tapi setelah dia memikirkan jika dia tidak boleh terlihat membenci Nigar maka dia lalu mengangguk dengan terpaksa.
"Baiklah...kau boleh pergi..."
Hansel lalu meninggalkan kamar Amora dan diruang tamu dia bertemu dengan ibunya.
"Han, mau kemana?"
"Aku mau kerumah Nigar mam, aku sudah lama berada disini. Aku akan melihat Briana. Aku merindukan nya...."
Ucap Hansel dan membuat dada Nyonya Dave terasa sesak setiap kali Hansel mengatakan jika anak Nigar adalah anaknya.
"Ya sudah, pergilah. Apakah Amora sudah tahu?"
"Ya. Sudah ma..."
Setelah Hansel masuk kedalam mobil, Nyonya Dave naik kekamar Amora.
Melihat Amora sedang berbaring sambil menatap jendela dan melihat ke halaman. Dilihatnya mobil Hansel mulai bergerak meninggalkan rumah besar.
Nyonya Dave mengangkat bahunya lalu kembali ke kamarnya sendiri.
Nigar dan Briana sudah rapi. Mereka akan jalan-jalan ke mall. Dan akan bermain di sana.
"Bu, nanti ikut ya,"
"Iya nak...." jawab ibunya.
Nigar bukanlah orang miskin, dia kaya-raya. Namun, jika dia tidak menikah dengan Hansel dan membiarkan perusahaan serta sahamnya di kelola oleh orang lain, maka bisa saja dia akan kehilangan semua harta dan kenyamanan ini.
Karena itulah dia rela di madu demi kebahagiaan Briana karena masa depan mereka masih sangat panjang. Dan dia sangat percaya jika Hansel tidak akan mengkhianati nya.
"Semua sudah siap!" Ucap Hansel ketika baru saja sampai.
"Aku....kangen papa ..."
Hansel menggendongnya dan naik ke tangga untuk menemui Nigar dikamarnya.
"Yah...mama belum selesai dandannya. Malah melamun, kapan selesainya kalau begitu...." tegur Hansel ketika melihat Nigar melamun di depan meja riasnya.
"Aku sudah selesai Han...Dan Briana....kamu minta gendong papa ya...."
Briana tertawa melihat wajah ibunya dan semakin erat mencengkeram baju ayahnya.
"Ayo kita kebawah jika sudah selesai," ajak Hansel dan dalam hati mulai terbiasa dan merasa dekat dengan Nigar.
Mereka sampai di mall dan langsung ke wahana bermain.
Hansel dan yang lainnya terlihat sangat menikmati malam ini. Mereka tertawa dan jika orang lain melihat kebersamaan mereka maka tidak akan ada yang menduga jika Hansel adalah ayah tirinya.
Namun, ternyata Nyonya Dave juga ada di mall yang sama. Melihat Hansel berjalan-jalan dengan Nigar dan Briana, maka dia segera mengirimkan foto pada Amora.
Dia sengaja membuat Amora semakin cemburu dan bertindak untuk memisahkan Hansel dari Nigar. Sejak awal dia tidak menyukai Nigar dan anaknya, dan selama ini nyonya Dave hanya berpura-pura baik padanya agar tidak kehilangan simpati Hansel putranya.
kling!
Amora membuka ponselnya dan melihat jika Hansel sedang bersenang-senang dengan Nigar serta Briana, hal itu membuat darahnya semakin mendidih.
"Aku disini kesepian dan tidak bisa melakukan apapun karena sedang mengandung anakmu. Tapi kau malah bersenang-senang dengan Nigar dan anak sambungmu! Kau keterlaluan Han!"
lanjut
jangan lama² kalo bisa sehari 2x upnya