NovelToon NovelToon
The Hunter Bloods

The Hunter Bloods

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.

Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.

Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 11

Satu bulan kemudian.

Sejak tragedi kecelakaan itu Anton selalu mengikuti kemana pun Caitlin pergi, meskipun mereka bekerja di tempat yang berbeda namun saat pagi hari, Anton sudah berdiri di depan rumah eyangnya untuk mengantarnya ke kantor, dan saat sore harinya Anton sudah berdiri di depan kantor untuk mengantarnya pulang.

Anton seperti terobsesi untuk memperbaiki segalanya, padahal Caitlin sudah mencoba menyakinkannya bahwa hal itu tidak perlu ia lakukan sebab Caitlin merasa baik-baik saja.

"Cukup Anton!! Aku bisa berangkat sendiri," Caitlin merebut kunci mobilnya dari tangan Anton, tapi Anton tetap berkeras untuk mengantar Caitlin ke kantor.

Mendengar keributan di depan halaman rumahnya, Lauren datang dari balik pintu ruang tamu. "Yang di katakan Caitlin itu benar, dia baik-baik saja. Dia bisa mengemudi mobilnya sendiri, jadi mulai sekarang kau sudah tidak perlu mengantarnya."

"Tapi eyang..." sergah Anton.

"Pergilah!!" Lauren menatap Anton dengan tatapan tajam. "Terima kasih atas perhatianmu selama ini."

Tak ada pilihan lain akhirnya Anton pun pergi dari kediaman Lauren, dan Caitlin merasa sangat bahagia, ia seperti burung yang terbebas dadi sangkarnya. Caitlin berlari mendekat ke arah Lauren, "Terima kasih eyang, aku pergi dulu ya," ia mengecup pipi eyangnya kemudian kembali ke mobilnya.

Caitlin tersenyum, ia sangat rindu duduk di balik stir mobilnya yang sangat nyaman dan hangat, kemudian perlahan ia mulai melajukan kendaraannya menuju tempatnya bekerja.

Di setiap kesempatan Caitlin masih selalu memikirkan, bagaimana Aaron menyelamatkannya, hingga tak ada seorang pun yang menyadarinya, ingin sekali ia mendengar dari sudut pandang Aaron, namun pria itu tak pernah mau memberikan jawaban pasti.

Hingga tiba di kantornya, barulah Caitlin berhenti memikirkan Aaron, ia berjalan melewati ruang kerjanya, menuju ruang kerja Jesse. Ada beberapa kekerjaan yang harus ia selesaikan bersama Jesse, untuk itulah ia ke ruang kerjanya.

"Hai Jess," sapa Caitlin sembari menarik kursi di samping tempat duduk Jesse. "Ada sedikit perubahan konten yang aku buat kemarin, masih bisa di revisi kan?" tanyanya dengan penuh harap.

Jesse berbalik menatap Caitlin di sampingnya, "Boleh, tapi weekend ini kau harus ikut makan malam bersama kami."

Caitlin mengangkat alisnya. "Maksudmu?"

"Minggu ini aku ulang tahun, seperti biasanya aku selalu mengajak beberap teman dekatku untuk makan malam di restoran. Karena sekarang kau sudah jadi teman baikku, jadi kau wajib ikut!!"

Sebenarnya bukan Caitlin ingin menolak tawaran Jesse, namun rasanya ia tak tega membiarkan eyangnya makan malam sendiri, terlebih acara ulang tahun seperti itu dan di akhir pekan pasti akan sampai larut malam. "Maaf, Jess. Sepertinya aku tidak bisa, karena sabtu dan minggu aku harus kuliah."

"Come on Caitlin, aku tahu kuliahmu hanya sampai sore, sementara acaraku malamnya," protes Jesse, seakan ia tak menerima penolakan dari Caitlin, ia mencondongkan tubuhnya. "Aku juga mengundang pak Aaron dan pak Sean," bisiknya. "Dan biasanya mereka berdua akan datang."

Caitlin sedikit terkejut mendengar seorang CEO mau datang ke perayaan ulang tahun staffnya, sungguh atasan yang sangat humble, pikirnya. Namun ia merasa tidak ada kaitannya antara kedatangan Aaron dan Sean dengan ketidak hadirannya di ulang tahun Jesse, ia tetap tak bisa meninggalkan eyangnya sendirian.

"Akan aku pikirkan nanti," jawab Caitlin. "Jadi bagaimana dengan kontenku kemarin apa bisa di revisi sekarang?" ia mengalihkan topik pembicaraannya karena tumpukan pekerjaan sudah menanti di ruang kerjanya.

"Ya baiklah," Jesse fokus pada komputernya, ia membuka file yang kemarin di korim oleh Caitlin. "Jadi bagian mana yang mau kau rubah?" tanyanya.

Di tengah keseriusan mereka bekerja, tiba-tiba saja telepon di meja kerja Jesse berdering. "Hallo," ia menjawabnya, kemudian hening sejenak dan beberapa saat kemudian Jesse menutup kembali teleponnya. "Dari pak Aaron, ia memintamu untuk segera ke ruangannya."

"Hah? Pak Aaron menyuruhku keruangannya? Mau apa?!" Caitlin bertanya-tanya, ada apa gerangan atasannya itu memintanya untuk datang ke ruangannya.

Jesse mengangkat bahunya. "Mana aku tahu," ucapnya. "Sudah sana cepat kau ke ruangnya."

"Iya, iya... Bawel." Caitlin mengemasi barang-barangnya kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Jesse, menuju ruang kerja atasannya.

Jantung Caitlin berdegup kencang ketika ia hendak mengetuk pintu ruang kerja Aaron, padahal dirinya sudah beberapa kali datang ke sana. Caitlin menghembuskan napas, barulah ia mengetuk kemudian membuka pintu ruang kerja Aaron. "Selamat pagi pak," sapa Caitlin dengan sopan, ia masuk dan duduk di hadapan Aaron setelah Aaron mempersilahkannya.

Sekilas mata Caitlin tertuju pada tangan Aaron yang mengepal dengan kencang, sampai saat ini ia masih penasaran mengapa Aaron selalu seperti itu. "Tadi pak Aaron memanggilku?" tanya Caitlin mengkonfirmasi.

"Ya, bagaimana pekerjaanmu sudah selesai?"

"Untuk konten yang kemarin hampir," jawabnya, "Jesse sedang melanjutkannya, dan setelah itu akan langsung di upload."

Aaron mengangguk. "Bagus, aku suka dengan cara kerjamu yang cepat dan penuh banyak ide," ucapnya. "Tapi sepertinya kau tak suka bergabung dengan rkan-rekan kerja di sini."

"Maksud pak Aaron?" tanya Caitlin bingung, ia belum tahu arah dari pembicaraann atasannya ini.

"Kau tidak berminat ikut pesta yang di adakan oleh Jesse, aku pikir dia teman baikmu."

Caitlin terkejut setengah mati, bagaimana mungkin Aaron mengetahui jika dirinya menolak undangan ulang tahun Jesse? Apa di ruang kerja Jesse ada CCTV? Atau memang Aaron bisa membaca pikiran? 'Ini sungguh kengerikan,' batin Caitlin.

"Itu, aku hanya sedang banyak tugas kuliah," Caitlin mencoba bersikap tenang dan wajar.

"Kau izin saja dengan eyangmu, aku yakin beliau tak keberatan jika sesekali kau datang ke pesta."

Deg. Jantung Caitlin seolah berhenti, bagaimana Aaron tahu mengenai alasan dirinya menolak undangan ulang tahun Jesse, padahal ia sama sekali tak mengatakan apa pun bahkan kepada Jesse tadi. 'Dia benar-benar bisa membaca pikiran,' batin Caitlin. Mendadak bulu kuduk Caitlin meremang. "Ah- ya, nanti aku akan izin dengan eyangku," jawabnya.

"Bagus, aku harap kau bisa datang karena aku dan Sean akan datang," Aaron beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia meninggalkan Caitlin yang masih di ruangannya.

Aneh sekali dia, menyuruhku datang ke ruangannya hanya untuk membahas soal undangan ulang tahun Jesse.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
ilove you to Aaron eh udah tamat aja kak nggak ada spesial nya belah durennya Aaron ma Catlin nih siapa tahu caranya beda kan mereka beda bangsa eh beda jenis😄😄😄
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
Will you marry me 💏
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
eh kok Frank gadungan????hmmmm
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga aku galfok sama uang di kaus kaki😂😂😂dipikir lebih malah kurang maafkan cat pak dia lagi ketakutan jadi oleng😁
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya........selamat ya buat Aaron dan Caitlin ahkir nya menikah juga
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
ya lebih baik menikah supaya Caitlin bisa di jaga Aaron selalu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
semoga Caitlin selamat ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cuma jebakan ternyata ya dari frank nya
ㅤㅤʳᵛ✦
Pastinya, rasa khawatir, rindu dan lain² akan hilang seketika berganti nyaman dan lega, pas mendengar suaranya itulah Cinta
ㅤㅤʳᵛ✦
Wow satu abad menjomblo, padahal memiliki segalanya....
harta, tahta dan rupa
ㅤㅤʳᵛ✦
Ah jadi ngeri sendiri ngebayangin jadi Caitlin, harus mencintai laki² yang berasal dr keluarga Vampire yang notabene penyuka darah manusia, otomatis Caitlin jd mangsa 🙈🙈🙈
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yuhuuu akhirnya aaron punya pasangan setelah berabad-abad jumblu... happy wedding aaron caitlin 💑💑💑
Asti •§͜¢•🦢🍒
Hwd Caitlin Aaron💒
Asti •§͜¢•🦢🍒
Jack yang menyerupai paman Frank
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank palsu 🤔
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank njebak Caitlin
Asti •§͜¢•🦢🍒
Caitlin dijebak 🤔
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
berhati-hati lah Caitlin pasti kamu bisa ngadapin Frank nya Aaron dan keluarga nya ngak akan tinggal diam mereka pasti akan nyelamatin kamu Caitlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mungkin itu cuma jebakan Caitlin supaya kamu keluar dari tempat persembunyian mu dan Frank menangkap mu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Sean kamu harus segera sembunyiin Caitlin nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!