Hilangnya warga-warga setempat membuat orang-orang menjadi ketakutan. bayi ular menjadikan manusia sebagai santapan hari-harinya.
Kejadian terulang sehingga menelan korban jiwa.
Bagaimana caranya Gan dan Veronica menghadapi kembali siluman ular hijau yang adalah anak dari Axton yang sebelumya telah tewas?
Dan apakah sebabnya siluman ular itu mengincar Veronica?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh Korban Jiwa
"Dasar wanita ja.lang...," bentak Veronica yang merasa kesal dan menampar wajah Sumi.
Plak...
"Aauhkk...," rintihan Sumi yang terhempas ke sofa.
"Kau mengunakan cara kotor untuk mendapatkan seorang pria, di jepang begitu banyak pria kau tidak mau mengincar mereka, tapi malah mengincar Gan. apakah kau begitu tidak tahu malu ya?" bentak Veronica dengan nada tinggi.
"Aku bisa menuntutmu karena menyakitiku," ketus Sumi pada Veronica.
"Berita tersebar hampir seluruh dunia, aku adalah seorang pengusaha thailand, dan karena ulahmu mereka mengira aku adalah pria yang pemain wanita. Sumi, aku sangat kecewa denganmu. keluar dari sini dan urusan kita belum selesai," bentak Gan dengan nada tinggi.
Sumi bangkit dari sofa dan berkata," Gan, kenapa kau tidak mempertimbangkan tentangku? apa kekuranganku dibandingkan dengannya? selama beberapa bulan ini aku menjaga makan dan minummu, apakah kau tidak tersentuh?"
"Tidak! selama ini hubungan kita hanya sebatas bisnis saja dan tidak ada yang lain," kata Gan dengan tegas.
"Gan, aku...."
"Khart, usir dia keluar, dan umumkan kerja sama dua perusahan kami dibatalkan. dan...mengenai berita sebelumnya adalah hasil rekayasa Sumi Susaka dan reporter itu. semua berita itu tidak benar. selain itu pihak perusahaanku akan menuntut Sumi Susaka karena telah merusak nama baikku!" perintah Gan.
"Baik, Tuan."
"Sumi Susaka, mengenai proyek itu kau saja yang lanjutkan! aku sudah tidak berminat," bentak Gan.
"Gan, jangan melakukan itu padaku, aku tulus denganmu tapi kenapa kau bersikap seperti ini denganku?" kata Sumi yang merasa kecewa.
"Tidak perlu penjelasan lain, tunggu saja tuntutan dariku," ketus Gan dengan nada tegas.
"Usir dia!" perintah Gan pada Khart.
"Pergi dari sini!" bentak Khart yang menarik lengan wanita itu dengan kasar.
"Jangan...Gan...," teriak Sumi yang ditarik paksa oleh asisten Gan.
"Veronica, apa kamu masih marah padaku?" tanya Gan dengan senyum.
"Thassapak Gan, kamu hebat sekali ya, bisa-bisanya minumanmu dicampur obat tidur sehingga kamu tidak sadar diambil kesempatan oleh wanita itu," ocehan Veronica.
Gan tersenyum saat mendengar ocehan tunangannya, lalu ia memeluk Veronica dengan erat sambil mencium wajahnya.
"Maafkan aku! kali ini aku salah besar karena tidak berhati-hati," ucap Gan.
"Maaf juga karena aku salah menuduhmu," balas ucapan Veronica yang dalam pelukan Gan.
"Tapi aku merasa gembira karena kamu datang ke sini," kata Gan yang berisik di telinga pujaannya.
"Kenapa?" tanya Veronica yang saling bertatapan dengan Gan.
"Karena aku menyadari di hatimu ada aku, oleh karena itu aku sangat gembira dan bahagia di saat aku melihat mu menghajar Sumi," jawab Gan dengan senyum.
"Aku tidak bisa tidur saat melihat rekaman itu, dan tidak sabar untuk datang mencarimu agar bisa mengetahui apa yang terjadi."
"Untung saja kamu datang, karena kalau tidak, maka aku tidak tahu kejadian ini sama sekali."
"Bagaimana dengan proyek itu? bukankah kau harus menganti rugi?"
"Semua ini adalah karena ulahnya, dia tidak bisa menuntutku. yang ada adalah aku bisa menuntutnya."
"Kamu tidak mendapatkan keuntungan lagi, karena masalah ini."
"Aku tidak rugi sama sekali, lebih baik aku tidak mendapatkan keuntungan dari pada harus kehilangan kamu," ujar Gan yang mencium bibir Veronica.
"Mari kita sarapan dulu, aku belum makan dari pagi," kata Veronica yang melepaskan ciumannya.
"Mari kita pesan makanan lezat untukmu!" ajak Gan yang merangkul Veronica.
"Aku ingin kau traktir sebagai tanda minta maaf padaku," kata Veronica.
"Boleh! silakan pilih makanan kesukaanmu," jawab Gan dengan senyum.
Di sisi lain Sumi yang telah gagal rencananya hanya bisa menanggung malu dengan semua perbuatannya, Gan akan mengambil tindakan melalui jalur hukum untuk melawan Sumi Susaka.
Sumi Susaka kembali ke rumahnya dan duduk di depan meja hias sedang melihat wajahnya yang sedang terluka. ia merasa kesal dan sangat membenci orang yang menyebabkan luka pada wajahnya itu.
"Veronica Alexa, aku tidak percaya bisa kalah darimu, memangnya kelebihan apa yang kau miliki, sehingga Gan begitu mencintaimu. aku tidak puas...aku tidak puas...," ucap Sumi dengan kesal.
Thailand, Bangkok.
"Aarghhhh...," teriakan orang-orang yang di jalan besar itu yang sedang berlarian.
"Ular...."
"Cepat lari...."
Mereka sedang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran siluman ular yang sedang menelan satu-persatu sasarannya.
Kendaraan pada berhenti lantaran para masyarakat yang memadati jalan besar itu sehingga macet sepanjang jalan. pengendara yang melihat ular raksasa yang sedang mengejar orang-orang yang berlarian mereka pun segera keluar dari mobil dan berlari menyelamatkan diri.
Saat kerumunan orang sedang berlari datanglah beberapa mobil polisi yang menuju ke lokasi. mereka langsung keluar dan melepaskan tembakan ke arah ular hijau itu.
Dor...dor...dor...
Tembakan dari polisi yang mengenai tubuh ular itu, akan tetapi setiap pelurunya tidak bisa menembus tubuh siluman itu.
"Tidak mempan sama sekali," ujar salah satu polisi itu.
"Tembak lagi!" perintah salah satu teman mereka.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun yang dilakukan oleh mereka masih gagal menembus kulit tebal siluman ular itu.
Ular itu tidak peduli dengan tembakan dari para polisi, ia hanya fokus dengan makanannya, ia membuka mulutnya dan menelan orang-orang yang sedang berlarian.
"Cepat menjauh dari sana...," teriak polisi itu yang berusaha ingin menyelamat orang-orang yang sedang dalam bahaya.
Sementara para polisi masih sedang melepaskan tembakan ke arah ular raksasa itu dengan niat ingin mengalihkan perhatiannya. akan tetapi tetap diabaikan oleh siluman itu yang sedang kelaparan.
"Aarghhhh...,"
"Aarghhhh...,"
"Aarghhhh...,"
Teriakan mereka yang ketakutan dan mempercepatkan langkahnya.
Secepat apapun mereka berlari tetap tidak sanggup lolos dan menjadi santapan siluman itu.
"Alihkan perhatian dia!" teriak salah satu polisi yang sambil melepaskan tembakan.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun yang dilakukan oleh pasukan polisi itu.
Siluman ular itu kemudian mengunakan ekornya menghantam semua kendaraan yang memadati jalan besar itu. sehingga hancur dan berantakan.
Brak...
Brak...
Brak...
Brak...
"Lari...," teriak para polisi itu yang menyelamatkan diri dari serangan ekor ular raksasa itu.
Di malam itu kota bangkok dihebohkan dengan kemunculan ular raksasa berwarna hijau yang menelan banyak korban jiwa, pasukan polisi tidak mampu membunuh ular raksasa tersebut. berita pun langsung tersebar luas hingga ke luar negeri, banyaknya jatuh korban jiwa dan juga mengalami banyak kerusakan pada kendaraan serta bangunan-bangunan yang terkena hantaman ekor ular tersebut.
Brak...
Brak...
Brak...
Brak...
Seluruh masyarakat berusaha menjauh dari hewan raksasa itu yang mengejar mereka ke mana pun mereka pergi.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun dilakukan oleh Pasukan polisi itu.
yg jelas aku selalu menyukai karya2mu/Drool//Drool/
thor lanjut ceritanya sangat disayngkan kalau vero sama gan blom menikah,,