NovelToon NovelToon
The Lost Of Legends

The Lost Of Legends

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: YatoNime Crack

Kisah seribu tahun yang lalu, di mana kekacauan bermula. Kelahiran Delapan Batu Ramalan, kebencian Hydra, perbudakan dan segala kekejian lainnya. Malapetaka yang lahir di seribu tahun lalu, kisah seorang pria yang hilang dari dunia.

“Aku harap kamu melihat pesanku ... untukmu di seribu tahun yang akan datang.”

Trilogi dari novel The Legends of Creator Hero tiba!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YatoNime Crack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Melawan Griffin

Griffin, monster kuat setinggi dua meter dengan badan singa, bersayap dan berkepala elang. Mata kemerahan dengan wajah sangar yang seakan-akan murka. Mungkin, goblin yang adalah anak buahnya dibunuh dan memancing kemarahannya.

Aludra pernah membaca sedikit buku tentang kebiasaan monster kuat yang mengumpulkan monster lemah. Hal itu berguna untuk melindunginya dari serangan dan juga mencarikannya makanan tanpa perlu berburu.

Diantara banyaknya monster, griffin menjadi salah satu monster kuat yang mengumpulkan monster lemah.

Aludra baru pertama kali melihat Monster seperti itu, sesuatu yang hanya ada di dalam legenda dan dongeng di bumi.

“Ini … sungguh nyata,” gumam Aludra dengan wajah yang tercengang.

Sekali lagi Aludra dipaksa menyadari kalau dirinya tidak berada di bumi. Dia berada di dunia lain yang mana akal sehatnya sendiri berbeda dengan bumi.

Bahkan lingkungan dan budayanya sangat berbeda dengan bumi. Aludra tidak tahu mengapa dia bisa terus-menerus melupakannya sehingga harus terus disadarkan.

“Ini berbahaya, sebaiknya kamu mundur, Aludra,” ujar Bellatrix, menarik tali busurnya yang terbuat dari cahaya.

Griffin adalah monster setinggi dua meter dan sebesar sebuah mobil, itu lawan yang terlalu sulit untuk dihadapi. Bahkan Aludra sendiri cukup takut terhadap monster itu. Dia yakin dirinya sekarang takkan mampu melawannya.

“Tidak. Biarkan aku melawannya.”

Meski takut dan tahu kecil kemungkinannya untuk menang, Aludra tetap akan melawannya. Dia tidak berniat untuk mati namun membiarkan Bellatrix yang seorang gadis melawannya cukup menyakiti Aludra.

Sebagai pria sudah sewajarnya untuk melindungi gadis. Prinsip tersebut secara alami muncul dalam diri Aludra.

“Kamu takkan bisa melawannya, Aludra. Kamu tidak memiliki senjata apapun untuk digunakan, dan luka serta staminamu tidak benar-benar pulih meski mengkonsumsi potion,” ujar Bellatrix.

Aludra ingin membantah namun tak ada kalimat yang keluar. Itu karena Aludra tahu dirinya begitu lemah sampai enam goblin saja nyaris membunuhnya.

“Lalu kita harus kabur!” seru Aludra dengan sedikit kesal.

Aludra tahu melarikan diri adalah tindakan seorang pengecut namun jika berhasil kembali hidup-hidup dari situasi seperti ini maka pemenangnya adalah mereka.

Tidak peduli meski harus jadi pengecut ataupun pecundangi, selama kembali dengan nyawanya maka Aludra akan baik saja.

“Sayangnya tidak bisa. Monster ini mungkin akan mengejar kita sampai ke kota. Oleh karena itu menghabisinya di sini adalah pilihannya.”

Mendengar apa yang dikatakan Bellatrix membuat Aludra berpikir dua kali. Dia mungkin tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia ini, tetapi jika membayangkan anak-anak menjadi korban dari keegoisannya, Aludra tak bisa menerimanya.

“Lalu bagaimana cara mengalahkannya? Kamu tak mungkin bisa memberikan luka yang besar dengan jarak sedekat ini!” ujar Aludra dengan tergesa-gesa.

Bellatrix hanya tersenyum dengan berani, tak ada jejak ketakutan dalam ekspresinya. Hal itu membuat Aludra bertanya-tanya tentang apa yang direncanakan wanita ini.

Bagi Aludra, Bellatrix hannyalah siswi menengah biasa. Mengetahui bahwa gadis itu membuat pernyataan dirinya kuat dan mampu membunuh griffin membuat Aludra merasa aneh.

“Tenang saja,” ujar Bellatrix. “Aku ini kuat.”

Aludra tidak begitu mengerti apa yang dimaksud Bellatrix. Memang dia memiliki senjata suci yang tak bisa dihancurkan namun itu tidak menjamin dia akan baik-baik saja.

“Tunggu, sebaiknya kita mencari bantuan!” ujar Aludra mulai hilang kesabarannya, meski terkesan memalukan namun itu lebih baik ketimbang Bellatrix kehilangan nyawa.

Meski begitu Bellatrix tidak mengindahkan perkataannya, Aludra cukup geram oleh sikap Bellatrix.

“Bukan bermaksud untuk sombong namun—” Bellatrix menarik busurnya, anak panah dari cahaya berwarna ungu muncul dengan ajaib. “—aku jauh lebih kuat darimu.”

Anak panah Bellatrix bersinar semakin terang dan mengumpulkan energi di sekitarnya, Aludra terkesima karena itu terlihat indah dan mengagumkan.

“Arcanum!” Bellatrix berteriak dan melepaskan anak panahnya.

Anak panahnya melesat cepat sampai Aludra tak bisa melihat lajunya. Dia hanya merasakan hentakan angin kuat dari anak panah tersebut sampai Aludra jatuh duduk.

Aludra menutup matanya karena angin yang begitu kuat sehingga memasukkan debu ke matanya. Butuh beberapa detik baginya untuk membuka mata, hanya untuk mematung oleh keadaan.

“Apa yang … sebenarnya terjadi?” gumam Aludra, kehabisan kata-kata untuk digunakan.

Alasan mengapa Aludra begitu terkejut adalah karena Griffin yang ada di depan mereka dan begitu mengintimidasi kini memiliki lubang besar di dadanya. Bahkan kepalanya tidak lagi berada di tempat yang seharusnya.

Itu menunjukkan tentang seberapa kuat Bellatrix karena mampu membunuh Griffin dengan satu serangan saja. Sesuatu kemudian terlintas dalam benaknya.

Aludra melupakan sesuatu yang begitu penting, tentang mengapa sangat wajar jika Bellatrix sekuat itu. Senjata suci, bukan hanya senjata yang tak terhancurkan, tetapi itu adalah senjata spesial yang hanya digunakan oleh orang terpilih.

‘Aku telah lama melupakannya, tidak. Aku ingat namun tak terpikirkan. Benar, seharusnya ini wajar, sangat wajar jika pahlawan adalah sosok yang kuat.’

Sakura Bellatrix, dia seorang pahlawan panah. Sudah sepantasnya para pahlawan itu kuat. Dan, terlebih lagi Bellatrix adalah yang terkuat dari Dua Belas Pahlawan Suci lainnya.

“Lihat? Ini mudah bagiku,” ujar Bellatrix dengan senyuman riang. “Bagaimana kalau kita kembali dan melaporkannya?”

Aludra hanya diam dan mengangguk, dia tak lagi memiliki apapun untuk dikatakan. Kepalanya terasa kosong karena kejutan luar biasa di hadapannya.

Mereka kembali ke kota Dart untuk memberikan laporan tentang memusnahkan goblin dan juga Griffin. Guild petualang tampaknya memang sudah menyelidiki keberadaan griffin di sekitar kota namun mereka tak tahu bahwa griffin sudah sedekat itu.

“Dari penyelidikan kami griffin tersebut memerintah monster lemah seperti goblin dan yang lainnya untuk mencari makan.”

Itu adalah penjelasan yang diberikan guild kepada Aludra dan Bellatrix. Sebagai imbalan membunuh Griffin, mereka mendapatkan bayaran yang tidak kecil.

“Kamu boleh membawa semua ini, Aludra,” ujar Bellatrix menyodorkan kantong uang. “Raja mungkin akan membantumu tentang uang namun tak ada salahnya memiliki lebih banyak.”

“Sayangnya aku tak mau merepotkan siapapun untuk sampai ke Jurang Tanpa Dasar. Namun, apa kamu yakin memberikan semua ini untukku?” tanya Aludra dengan sedikit ragu.

Bellatrix tersenyum masam, “Meski kamu menyuruhku untuk tak merasa bersalah, nyatanya itu sulit. Aku akan membantumu setidaknya untuk pergi ke Jurang Tanpa Dasar. Tolong, biarkan aku membantumu tentang hal ini.”

Aludra tahu bahwa Bellatrix memiliki hati yang lembut dan baik hati, bahkan meski dia memaafkannya namun Bellatrix tidak merasa dimaafkan.

‘Dengan kebaikan hati seperti itu, di masa depan dia akan kesulitan.’

Aludra tidak tahu banyak tentang dunia ini, tetapi dia yakin bahwa tak peduli di manapun dunianya manusia tetaplah manusia. Memanfaatkan yang baik, menindas yang lemah serta menginjak yang berusaha. Itu sudah hal yang wajar.

1
Ibrahim Rusli
ku kira bakalan op eh malah kayak ekek si MC sudahlah ijin pamit AQ thor
Nur Choiri
bro udah gk lanjutan?
Fitra 87: yayayayayaya...
udah mau setahun nih bro
total 2 replies
Fitra 87
jangan lupa kejamnya di ceritakan..
hehehe
Fitra 87
Hoho mantap, ada kejamnya
Fitra 87
budak s
Fitra 87
jelaskan kenapa aludra berubah, biar paham pahlawan bego itu 😁
Fitra 87
pesta
Fitra 87
proses kejamnya di ceritain lagi bisa thor
Yatooo: gw pernah menuliskan adegan mengerikan tertentu, namun karena terlalu mendetil menyebabkan chapter itu tidak lolos review. Oleh karena itu dalam hal ini gw serahkan pada imajinasi kalian sebagai pembaca!
total 1 replies
Fitra 87
gang b
Fitra 87
/Coffee/
Fitra 87
musuh
Fitra 87
/Facepalm/
Fitra 87
/Grievance/
Fitra 87
/CoolGuy/
Sasuke
bagus👍
Sasuke: baiklah 🗿
total 2 replies
Sasuke
masa kemunculan aludra jadi keingat masa kemunculan rigel yang sama sama mengejutkan raja, rakyat, dan pahlawan
Yatooo: wkwk gk diduga masih ada yang ingat tentang Rigel. Ya begitulah. Gw berusaha menampilkan kemiripan antara ayah dan anak ini di beberapa aspek
total 1 replies
Ajis 01
gapapa thor gw suka ko, asal rajin up sama selesain sampe tamat ya wkwk
Sasuke
nga tau mau komen apa
Sasuke: sama dong
total 2 replies
Ajis 01
update yg banyak dong Thor
Sasuke
merela?
Sasuke: gapapa, cuman mau ngasi tau aj, dan kalo ga salah komen ad mendukung juga kan? kalo iya ya biar sekalian aj gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!