Beberapa orang mendadak merasakan keanehan dengan dirinya. Semacam memiliki kekuatan sihir yang entah dari mana. Itu karena kekuatan para penyihir yang tersegel ribuan tahun terlepas. Membuat mereka yang dipercaya sebagai darah keturunan para penyihir dari masa lampau kini menjadi memilikinya.
Gadis cantik berusia 17 tahun bernama "Barbara Hailey" adalah salah satunya.
Diyakini memiliki darah keturunan penyihir legendaris yang hebat bernama "Anastasha Edith" oleh keluarganya, dia yang dipanggil Hailey akhirnya diundang ke suatu tempat di dunia penuh dengan sihir.
Mereka menyebutnya, Akademi Para Penyihir. "The Sorcerers Academy!"
Tempat berkumpulnya remaja-remaja yang ternyata mewarisi kekuatan para penyihir dari masa lampau.
Akan tetapi karena Hailey kesulitan dalam mengendalikan sihir, dirinyapun menjadi diremehkan oleh sebagian yang lain.
Jadi bagaimanakah cara Hailey agar dapat memenuhi takdirnya sebagai salah satu darah keturunan dari para penyihir terhebat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fredyanto Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10: Welcome To Academy(Part 2)
"Makhluk apa itu?!" Thalia udik melihat yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Melihat sosok-sosok bukan manusia_ bertubuh besar seperti batu_ yang sedang sibuknya mengangkut banyak bongkahan kristal.
"Apa itu troll?!
"Bukan. Mereka bukanlah makhluk ataupun troll. Mereka adalah Dorum.
"Jumlah mereka sekarang tidak banyak. Di masa lalu Kebanyakan dari mereka mati karena diperbudak. Yang tersisa dari mereka sekarang membantu kami untuk membuat batu-batu sihir," jelas si wanita cyborg.
"Siapa yang melakukan itu kepada mereka?"
"Noreria! Jawabnya kepada Hailey yang ingin tahu. "Ratu terkejam yang memperbudak kaum Dorum dalam kurung waktu sepuluh tahun lamanya."
Sepuluh tahun itu cukup lama bagi Hailey. Dan Hailey bertanya-tanya apa tidak ada yang menolong mereka dalam kurung waktu sepuluh tahun lamnya itu.
Dan si cyborg mengatakan kalau kaum Dorum berada jauh dari kehidupan orang-orang. Tempatnya sangat jauh dan sulit untuk dijangkau. Dan harus menyeberangi gurun pasir yang dapat menyebabkan halusinasi.
Lagi pula jika keberadaan kaum Dorum bisa dijangkau... tidak akan ada yang berani melawan Noreria. Para penyihir juga bahkan tidak mampu melawannya. Itu karena Noreria menggunakan batu Dark Gyps Crystal pada mahkotanya, yang di dapatkannya dari hasil memperbudak para Dorum untuk membuat batu dengan kekuatan yang persis seperti yang diinginkannya.
Dia sudah merencanakan itu. Dia tahu kalau para penyihir akan turun tangan segera. Agar para penyihir tidak bisa mengganggunya.
Menyebabkan semua kekuatan sihir para penyihir melemah. Membuat diri Noreria dan pasukannya menjadi tidak terkalahkan.
Melangkah cepat menyusul tepat di samping si wanita cyborg, "Jadi bagaimana dengan Noreria?! Dan bagaimana para Dorum bisa terbebas?!" Lanjut Thalia ingin tahu lebih jauh.
"Dia mati!"
Jawabnya. Dia bilang seorang gadis kecil yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja kembali datang dari kotanya. Dan berkumpul bersama teman-temannya lagi dia melakukan yang tidak bisa dilakukan orang lain, bahkan penyihir manapun. Noreria sendiri pun tidak menduga itu. Gadis itu selalu menjadi kebangggan Penyihir bernama Anastasha Edith. Dia berkali-kali menyelamatkan dunia Celestial Ordon dari kehancuran_ yang padahal dirinya sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir. Tapi dia memiliki hati dan jiwa yang begitu kuat. Lebih kuat dari kekuatan jahat apapun.
"Dia terdengar hebat," selip Thalia terkagum.
"Memang. Tapi setelah dia berhasil mengalahkan Ratu Noreria dan kembali lagi ke dunia yang sama dengan tempat asal kalian berdua... dia tidak pernah lagi kembali ke Celestial Ordon. Sampai masa Celestial Ordon pun berakhir.
"Dan berganti menjadi masa Mystical Ordon. Masa sekarang ini," sambungnya.
...----------------...
Masuk lebih dalam setelah melewati gerbang tadi, mereka berdua tidak menyangka kalau di baliknya ada tempat seluas itu. Memandang pemandangan hamparan taman seperti layaknya rumah bagi para peri kecil dan setiap bangunan atau fasilitas dengan bentuk tidak biasa nan menganggumkan. Walaupun mereka sama sekali tidak tahu itu apa.
"Apa yang terjadi dengan tanganmu?! Apa kamu baik-baik saja?!" pandangan Hailey teralihkan dari memandang sekitar. Teralihkan pada tangan kanan wanita atau gadis cyborg tadi.
Karena terlihat beberapa kali kembali mengeluarkan percikan layaknya mesin yang mengalami kerusakan.
"Aku baik-baik saja. Hanya kerusakan biasa. Satu orang sebelum kalian sempat menyerang drone mata langit ku," jelasnya. "Tapi tidak apa! Aku dapat pulih dengan sendirinya."
Sampai di suatu tempat_ di depan suatu bangunan, "Nah! Kita sampai!"
Putus langsung yang dijelaskannya sampai disitu. Mereka sudah dekat dengan pintu yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya.
"DREEEEK...!!!" Pintu dibukanya. Tapi kali ini si wanita Cyborg mendorong kedua daun pintu dengan kuatnya sampai benar-benar terbuka lebar.
Dan memimpin melangkah masuk. Memimpin langkah Hailey dan Thalia ke dalam sana_ yang tempatnya itu sangat luas seperti ruang istana.
"Aaah!! Akhirnya!!" Suara bergema.
Di kejauhan ada seseorang yang sepertinya sudah menanti kedatangan Hailey. Dan ada banyak orang-orang lain juga berada di dalam sana.
"Barbara Hailey!"
"Akhirnya kamu datang. Dan selamat datang kalian berdua!
Ucapnya lagi sampai seisih ruangan kembali bergema. Mengetahui nama Hailey.
"Terimakasih, Little Mary! Sudah mengantar mereka sampai ke sini. Kamu boleh keluar sekarang. Aku akan mengurus mereka mulai dari sini."
"Iya Ibu!" Jawab si wanita cyborg, sebelum kemudian dirinya berpaling dan pergi meninggalkan Hailey dan Thalia di sana. Berjalan keluar.
"Ibu?!" Lirih Thalia mengetahui itu. Juga tidak paham sebenarnya.
"DREEEEK...!!! DRAK!!"
Sesudahnya si wanita cyborg menutup rapat-rapat pintu dari arah punggung Hailey dan Thalia, "Jadi... Hailey! Aku kira kamu tidak akan datang!" Lanjut orang itu_ yang terlihat tidak sepenuhnya berwujud orang pada umumnya. Atau itu mungkin karena sihir.
Kakinya tidak menapak. Di atas lantai yang lebih tinggi dari yang dipijak Hailey dan yang lainnya_ seperti lantai tahta_ dia wanita bergaun putih dengan pola-pola garis emas panjang menutupi tampang kakinya, berkerah gaun tinggi menutupi kepala belakangnya, juga ada benda berbentuk simbol seperti matahari yang mengambang tepat di punggung kepalanya. Dan itu terang membara.
"Berkumpul lah bersama yang lainnya!"
Ajaknya... menyuruh Hailey dan thalia untuk tak usah malu dan segera bergabung dengan calon-calon penyihir lainnya yang berdiri berkumpul di tengah-tengah ruangan.
"Apa itu anda yang mengundang kami berdua?" Tanya Hailey hanya memastikan.
"Tentu saja ya! Semua yang sudah hadir di sini sebelum kalian berdua juga aku yang mengundang. Para penyihir muda."
"Dengan persetujuan para dewan tentunya," tambahnya. Dia juga kemudian menanyakan bagaimana dengan perjalanannya.
Hailey ingin menjawab mengerikan, tapi takut akan menyinggung seorang wanita dengan tampang yang lebih mirip seperti vampir bercampur dewa dewi mesir itu.
Hailey hanya menjawab kalau mereka berdua hanya mengalami beberapa halangan.
"Kami hampir terbunuh!!" Suara lantang si Thalia yang tiba-tiba. Hailey menyenggol Thalia dengan sikunya, saat yang lain serentak menoleh pada mereka berdua.
"Hm... Aku paham," wanita bergaun panjang di atas sana samar mengangguk. "Ada yang berusaha menghabisi kalian berdua benar?!"
Dirinya menduga. Dan jujur saja, kalau dirinya sebenarnya masih sedang menunggu enam orang lagi yang juga diundangnya. Tapi sampai sekarang, mereka semua belum kunjung tiba di akademi.
"Aku kehilangan beberapa dari kalian," lirihnya menghela nafas berat. Beberapa jiwa yang diutus olehnya sudah melapor mengenai kejadian penyergapan yang tidak terelakan itu. Termasuk Trend yang mengantar Hailey dan Thalia, yang dia juga sempat gagal mengantar satu orang sebelum mereka dengan selamat.
Ada lebih banyak jiwa yang diutus untuk mengantar para calon penyihir.
Utusan dengan kendaraan dimulai dari sebuah kapal pesiar terkutuk, mobil taxi, pesawat, sampai yang dinaiki oleh Hailey dan Thalia yaitu lokomotif tua era perang dunia. Dan semua itu adalah kaki tangannya. Yang mengendalikan kendaraan-kendaraan itu adalah para jiwa-jiwa gila tapi baik yang diperintahkan langsung olehnya.
Dan tentu saja dibayar.
"Mereka memanggilku Matara Horus! Aku adalah salah satu dari para Master yang berwenang di akademi ini. Dan aku akan menjadi kepala sekolah kalian mulai sekarang! Jadi kalian boleh memanggilku sebagai kepala sekolah Horus!"
Ungkap namanya karena sebagian besar dari mereka yang diundangnya sudah berkumpul. Dan nama atau julukannya itu menjelaskan penampilannya.
Juga kemudian sedikit mengungkap siapa sebenarnya si wanita cyborg yang belum lama tadi keluar dari sana. Yang juga telah mengantar masing-masing dari mereka_ calon penyihir yang diundang ke akademi_ ketika mereka sesampainya tiba di depan pintu gerbang.
Kepala Sekolah Horus yakin pasti sebagian dari mereka penasaran siapa cyborg berpakaian seperti gaun era victoria barusan.
Wanita cyborg itu adalah putri dari sang Kepala Sekolah Horus. Lebih tepatnya bukan tubuhnya. Tapi jiwa dan roh di dalam robot humanoid itu. Seharusnya, putrinya itu sudah lama meninggal karena sakit.
Sampai Kepala Sekolah Horus akhirnya berhasil menghidupkannya kembali dengan semacam mantra yang menyerupai mantra Lazarus. Mantra itu ia ciptakan sendiri dalam kurung empat tahun lamanya. Hanya saja mantra yang digunakannya itu tidak segila dan segelap seperti mantra Lazarus. Dan juga jauh lebih maju. Karena terbangkit kembali dalam tubuh yang sulit terhancurkan.
Dan sebenarnya Kepala Sekolah Horus tidak menduga dengan hasilnya. Tapi dirinya tetap menerimanya.
Putrinya bernama Alvamona. Tapi Kepala Sekolah Horus biasa memanggilnya si kecil Mary, atau "Little Mary." Mary juga adalah nama dari sang Matara Horus yang sebenarnya.
Putrinya masih di panggil sebagai Little Mary, itu karena putrinya meninggal di umurnya yang baru menginjak enam tahun saat itu. Dan dibangkitkannya lagi dalam wujudnya yang jauh lebih dewasa. Umurnya sekarang bertambah sepuluh tahun. Walupun tingkahnya terkadang masih kekanak-kanakan, seperti saat terakhir kali Mary masih hidup dengan tubuh manusia pada umumnya. Tapi Mary berusaha menjadi seorang gadis umum seusiannya.
"Oya! Aku yakin ini milikmu!" Hailey baru teringat. Membuka isi ranselnya dan mengeluarkan sesuatu.
Menunjukan sebuah buku yang didapatkannya dari desa terbengkalai sebelumnya.
"Ah!!" Serunya ketika Hailey menunjukan buku yang adalah buku mantra itu. Sudah menanti-menantikan buku itu.
Tanpa mengambil dengan tangannya sendiri, Kepala Sekolah Horus membuat bukunya melayang dari tangan Hailey dan tertarik kepadannya.
Telekinesis!
Sudah berada di tangannya, "Grimoire! Sudah lama sekali. Aku menantikan kembalinya buku ini! Salah satu yang tercipta murni dari darah Merlin sendiri," ucap Kepala Sekolah Horus berpaling dan menengadahkan buku itu pada sorotan cahaya matahari yang menembus masuk melalui besarnya satu kaca gedung akademi di belakangnya.
"Trend memberitahuku kalau kalian berhasil mendapatkan yang terakhir," lanjutnya, jari-jemarinya bergerak membuka mengecek setiap lembar halaman tanpa menyentuhnya. Jejeran kuku runcingnya terlihat jelas.
"Um, Nyonya...maksudku, Kepala Sekolah Horus! Ada yang tidak aku pahami," Hailey menginterupsi momen itu. Memancing perhatian Kepala Sekolah Horus dan juga calon-calon penyihir muda yang berada di sekelilingnya.
"Kenapa harus aku yang mengambil buku itu? Kenapa tidak anda atau para master lainnya saja yang mengambilnya sendiri?" Lanjut Hailey yang bertanya. Karena mengingat dirinya dan bersama Thalia ketika mengambil buku mantra itu saja benar-benar mengerikan dan berbahaya bagi penyihir pemula yang belum banyak pengalaman seperti mereka. Dan juga mengenai mereka yang juga menjadi korban karena diperintahkan untuk mengambil dua lainnya.
Berpikir kenapa tidak para master di akademi yang sudah hebat dalam hal sihir untuk menjaga diri saja yang mengambilnya.
BUUGH! Debu mengepul. Langsung menutup semua halaman buku dengan mantap, "Seandainya kami bisa," lirik Master Horus.
"Seandainya?" Hailey mengangkat sebelah alisnya.
Kepala Sekolah Horus lalu memberitahu, bahwa siapapun yang dari awal terlahir di sana... tidak akan bisa menyebrang keluar kemanapun. Termasuk menjelajah waktu ke masa lalu yang seharusnya sudah tak bisa lagi dipijak.
Dahulu sekali memang bisa. Tapi setelah masa Celestial Ordon berakhir dan berganti menjadi masa Mystical Ordon, tidak ada satupun penduduk maupun para penyihir yang dapat menyeberang keluar.
Terkecuali yang dari awal terlahir di luar sana. Seperti Hailey, Thalia, dan yang lainnya.
Kepala Sekolah Horus juga menjelaskan simbol besar yang terpampang tepat di atas kepala mereka semua. Tergambar pada lingkar kubah atap akademi yang terbuat dari kaca.
Itu adalah simbol masa atau dunia Mystical Ordon.
Dan kemudian dirinya juga menjelaskan simbol yang berada tepat arah punggungnya. Simbol yang tergambar pada besarnya dinding kaca gedung itu.
..."Simbol Zodiak Kuno"...
Salah satu simbol Zodiak yang mewakili dari setiap akademi yang ada.
"Tunggu dulu. Apa itu berarti ada akademi lainnya di luar sana?!"
"Ada lebih banyak dari kita lagi?!"
Selip salah satu dari mereka. Ketika Kepala Sekolah Horus di jeda penjelasannya.
Dan memang benar. Diberi tahu oleh Kepala Sekolah Horus kalau untuk sekarang itu hanya baru dua akademi penyihir yang berjalan. Satu yang lainnya lagi itu dengan simbol Taurus, berada di tempat terpisah dan jauh dari akademi yang mereka pijak.
Sedangkan akademi yang mereka pijak sekarang itu bersimbol Zodiac Virgo.
...----------------...
Sesuai yang sudah dijanjikannya pada apa yang sudah dikatakannya di surat undangan kepada para calon penyihir muda, Kepala Sekolah Horus akan menjelaskan semuanya.
Jawaban yang belum diketahui mereka. Dan juga akan mengajari mereka beberapa hal agar dapat menjadi sosok pribadi penyihir yang sejati.
Dimulai dengan menceritakan kisah penyihir Merlin. Salah satu penyihir terbaik dalam dunia sihir.
Walaupun dikatakan sebagai penyihir yang kuat... dari sekian banyak kekuatan yang dimilikinya, tapi sebagian besar kekuatannya ada terkumpul pada tongkatnya.
Tapi bukan berarti Penyihir Merlin tidak akan bisa apa-apa tanpa tongkat dengan batu crystal yang terletak pada ujungnya itu. Di dalam dirinya tertanam empat puluh persen inti sihir yang sudah teranugrahi sejak dirinya lahir. Lahir bukan dalam arti terlahir dari bayi atau kandungan. Melainkan terlahir dari bintang-bintang kuno. Itulah mengapa akademi memakai simbol zodiac, sebagai tanda mereka menghormati jasa-jasa Merlin.
Dan jangan pernah meremehkannya. Empat puluh persen inti sihir yang dimilikinya itu saja dia dapat membuat daratan terbongkar dan terangkat ke langit-langit.
Kepala Sekolah Horus juga menceritakan... kisah sebelum hidup sang Penyihir Merlin berakhir.
Momen ketika Merlin memutuskan untuk mengorbankan nyawanya demi penduduk yang sudah tidak lagi berakal, karena masa kekacauan yang dilakukan para penyihir jahat yang di pimpin oleh seorang penyihir yang di juluki sebagai The Midnight Witch.
Kisah yang masih membekas dan tidak akan pernah terlupakan di masa Mystical Ordon sekarang itu.
Merlin tidak pernah mengingkari janjinya. Tidak akan pernah. Teman-teman sesama penyihirnya juga tahu kalau Merlin tak pernah mengingkari janjinya sendiri. Apa yang dikatakannya... itulah yang akan dilakukannya.
Bukan sekedar omong kosong.
Tapi sayangnya... Bukan Merlin_ melainkan mereka para penduduk yang sudah diajak untuk membuat perjanjian lah yang mengingkari janji mereka sendiri.
Perjanjian untuk tidak lagi melakukan pembantaian terhadap sesama mereka yang padahal tidak bersalah.
Kenyataannya para penduduk berani membodohi sang penyihir Merlin. Mereka sebenarnya tetap bersikeras untuk tidak percaya apa yang dijanjikan sang Merlin kepada mereka, dan pada akhirnya mengingkari kesepakatan diantara penyihir Merlin dan mereka.
Setelah Penyihir Merlin telah mengorbankan hidupnya demi menyegel kekuatan sihir dari para penyihir pembuat ulah, juga sampai penyihir-penyihir di berbagai penjuru tempat termasuk dirinya... para penduduk di suatu desa yang di datanginya itu masih melanjutkan aktifitas pemburuan dan pembakaran di atas kursi.
Dan entah bagaimana bisa...
Kini kekuatan sihir yang telah tersegel oleh sang Penyihir Merlin malah terlepas. Seharusnya itu tidak terjadi.
Itu masih menjadi pertanyaan. Bahkan bagi Master seperti Matara Horus atau Kepala Sekolah Horus itu sendiri masih belum mengetahui penyebabnya.
Tapi semua itu bukan hal terpenting yang sebenarnya ingin disampaikannya, kepada mereka para calon penyihir muda yang sudah berada di hadapannya.
Ada tambahan.
Kenyataannya...
Kekuatan sihir sebenarnya sudah terlepas jauh lebih lama dari yang diketahui penduduk kota seperti diri Hailey. Kenyataannya itu sejak lebih dari enam puluh tahun yang lalu. Tapi terlepasnya kembali kekuatan sihir yang tersegel hanya berdampak pada dunia di dimensinya sendiri. Bukan dimensi kehidupan seperti kota kansas atau kehidupan penduduk dengan mobil dan motor.
Dan masa Mystical Ordon sebenarnya ada atau tercipta dari kekuatan tongkat Merlin.
Saat kekuatan sihir mulai kembali, Kepala Sekolah Horus yang saat itu masih jauh lebih muda, dan belum mengenal banyak tentang sihir juga bahkan belum memiliki kekuatan sihir_ merasakan energi yang begitu kuat.
Merasa dirinya terpanggil, Matara Horus atau Kepala Sekolah Horus pergi mencari asal kekuatan yang merangsang dirinya.
Sampai akhirnya menemukan keberadaan tongkat Merlin_ di mana ketika Merlin melakukan ritual penyegelan sihir.
"Stormstone Teritori"
Menemukan Tongkat itu terkubur di bawah tanah, pasir, dan di dekat bongkahan bebatuan yang tidak diketahuinya kalau itu adalah tubuh yang sudah membatu.
Setelah itu Kepala Sekolah Horus_ atau dulunya masih memakai nama Mary_ membawa pulang tongkat yang belum diketahuinya kalau itu milik penyihir Merlin, dan disimpannya di rumahnya sendiri tanpa sepengetahuan orang lain.
Sampai suatu hari dirinya tahu tentang tongkat itu. Siapa pemiliknya.
Dan dengan tongkat Merlin yang sudah ada padanya, kemudian ia manfaatkan untuk mempelajari kekuatan sihir.
Yang tidak diduganya... kalau diri Mary ternyata memiliki darah keturunan dari salah satu penyihir zaman kuno. Penyihir zaman mesir. Penyihir yang katanya kekuatan mereka hampir menyerupai dengan kekuatan milik dewa dewi mesir.
Seperti Ra. Karena memang itulah yang dimiliki Kepala Sekolah Horus.
Semakin tumbuh dan berbuah kekuatan sihir yang dimilikinya... Mary atau Kepala Sekolah Horus membentuk perkumpulan para penyihir besar-besaran dan bekerja sama untuk membuat dunia Celestial Ordon yang baru.
Yang akhirnya disetujui oleh mereka semua sebagai masa Mystical Ordon.
Dengan memanfaatkan kekuatan yang terpusat pada inti kristal tongkat Merlin, mereka mengumpulkan kekuatan yang sudah dipelajari selama bertahun-tahun dan memperbaiki dunia Celestial Ordon yang sudah dalam keadaan sekarat dan dinyatakan berakhir.
Menjadi masa Mystical Ordon.
Walaupun kenangan Celestial Ordon masih membekas dan tidak dapat dihapus. Seperti kota Emerald yang sekarang itu sudah tidak lagi berpenghuni tapi masih tetap berdiri seakan abadi.
Tetapi beberapa penduduk yang tinggal di kota-kota baru seperti Kota Peridot masih pernah sempat berkunjung ke sana. Mungkin hanya untuk sekedar mengenang masa lalu.
Dan ketika masa Mystical Ordon telah sepenuhnya tercipta...
Kepala Sekolah Horus dan yang lainnya membuat rencana untuk membangun akademi penyihir. Guna membangkitkan kembali clan penyihir.
Tapi mereka hanya mencari kandidat-kandidat yang memiliki murni darah keturunan dari para penyihir terdahulu.
Itu tidak bisa mereka temukan di masa Mystical Ordon sekarang itu. Kebanyakan penyihir yang kekuatannya sudah tersegel memutuskan untuk menyeberang keluar dari dimensi sejak dunia Celestial Ordon sudah dalam keadaan sekarat. Mereka mencari jati dirinya yang lain sebagai penduduk biasa di dimensi dengan keberadaan berdirinya kota-kota seperti kansas.
Itulah mengapa setelah Kepala Sekolah Horus, para master lainnya, dan juga para dewan akhirnya telah memutuskan untuk melepas kekuatan sihir dari tongkat merlin setelah berpuluh-puluh tahun lamanya mereka pulihkan terlebih dahulu segalanya...
Terjadi muncul banyak lonjakan kekuatan sihir pada penduduk-penduduk di penjuru dunia seperti Kansas dan yang lainnya.
Membuat darah-darah keturunan para penyihir dari masa lampau yang ada pada diri mereka_ yang bahkan kebanyakan itu tidak diketahui oleh mereka_ menjadi terpicu dan membangkitkan kembali kekuatan yang sudah lama tersegel.
Dan setelah Kepala Sekolah Horus juga para master lainnya sudah melepas nyebar sihir tongkat merlin ke dunia yang diluar dimensi mereka_ dunia tempat para penyihir masa lampau yang memutuskan untuk mengambil jalan kehidupannya yang baru_mereka mengundang remaja-remaja yang memiliki darah keturunan para penyihir terdahulu atau masa lampau tersebut, untuk menghadiri akademi penyihir yang sudah siap mereka jalankan.
"Jadi... Takdir kalian yang baru akan dimulai esok hari!" Tegas Horus lebih mengedikkan badannya. "Beberapa dari rekanku akan membimbing Kalian. Kalian akan belajar, dilatih, terus lima sampai kalian lebih kuat dan siap mengikuti turnamen akhir!"
"Dan ingat ini baik-baik! Hanya yang bertekad menjadi penyihir sejati yang boleh menginjakan kakinya disini! Yang menyerah ditengah proses... atau yang ketahuan berbohong untuk berada disini... akan dieksekusi!" sambungnya. Master Horus menyipitkan mata kepada para calon penyihir muda yang ada di hadapannya. Mendengar itu... Thalia menoleh pelan pada Hailey yang hanya terpaku diam dengan ekspresi datar pada Horus. Dia seakan tidak mempedulikan anacaman itu.
Tapi Hailey menelan ludah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
-one Step Closer-
yang Expert the Net Blue