Setiap Pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Makan Malam
Sudah 1 jam mereka berbincang dan menghabiskan makan malam, Monica melihat wajahnya pantulan cermin, dia tersenyum kecil sambil mengoleskan kembali lipstik pada bibirnya. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan seorang CEO muda yang tampan seperti King, walaupun dia sudah memiliki dua anak tetapi wajah King masih seperti pria lajang yang pastinya banyak disukai oleh para wanita. Jujur saja Monica selalu mendapatkan bos yang sudah berumur dan yang paling muda adalah umur 48 tahun, bisa terbayang bukan sebosan apa dia saat bekerja? Sebuah panggilan masuk membuat Monica langsung mengangkatnya, seketika dia berdecak pelan dan memasukkan lipstik ke dalam tasnya kembali. "Aku masih makan malam, ada apa?" tanya Monica terdengar cukup malas.
"Oh maaf sayang, aku pikir kau sudah selesai. Malam ini aku membuatkan spaghetti kesukaan, kau yakin tidak akan aku jemput?" Tanya seorang pria di seberang sana dengan suara lembutnya. Bisa tergambarkan hanya mendengarkan suaranya saja pria itu terlihat sangat penyayang dan sabar.
"Tidak perlu, Sam yang akan mengantarku pulang." Monica menarik nafasnya dalam. "Tapi kenapa kau masak? Mau tahu kan aku pergi untuk makan malam? Kau makan saja duluan, aku tidak yakin bisa menghabiskannya sendirian."
Hening sejenak. "Maaf aku lupa, aku terlalu senang karena kau sudah mendapatkan pekerjaan baru, aku hanya ingin kita merayakan yang bersama."
Saat mata Monica melihat ke arah cermin dia sedikit terkejut melihat Queen yang baru saja masuk ke dalam toilet. "Aku tutup dulu teleponnya, sebentar lagi aku pulang." Dengan cepat Monica langsung mematikan panggilan tersebut dan senyumnya sedikit mengembang sopan kepada Queen.
"Apa itu keluargamu?" tanya Queen sambil membalas senyuman Monica.
Monica menganggukan kepalanya. "Adik ku, dia selalu menungguku di rumah dan malah memasak makan malam, padahal aku sudah bilang pada akan pergi untuk makan malam," jawab Monica sambil tertawa kecil.
Raut wajah Queen langsung berubah seperti sedikit menyesal. "Maaf aku tidak tahu jika ada keluarga yang menunggumu di rumah, pasti adikku sangat menyayangimu."
"Iya, dia selalu sedikit maju dan menungguku pulang kerja setiap hari," jawab Monica.
Queen yang melihat dengan jelas kehangatan Monica membuatnya semakin tidak ragu untuk menjadikan Monica sebagai sekretaris King. "Kalau begitu sebentar lagi kita pulang, anak-anakku juga merindukan Daddynya," kekeh Queen.
"Aku jadi penasaran selucu apa anak-anak mu, ayah ibunya sangat cantik dan tampan pasti mereka akan sangat sempurna."
Queen tertawa kecil, dia menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, itu terlalu berlebihan. Kapan-kapan aku akan membawa mereka ke kantor dan mengenalkannya padamu."
"Wah aku sangat menantikan hari itu, aku jadi tidak sabar," jawab Monica dengan riang.
***
Queen dan King pun pulang, selama di perjalanan Queen menceritakan tentang penilaiannya terhadap Monica. "Menurutku dia cocok menjadi sekretaris untuk mu," ucap Queen.
"Kau yakin? Tapi sepertinya aku lebih cocok dengan sekretaris pria, memangnya kau tidak khawatir jika suamimu yang tampan ini digoda oleh wanita lain?" tanya King sambil menaikkan turunkan kedua alisnya.
Queen tertawa melihat itu, dia menggelengkan kepalanya. "Sepintar apapun wanita menggoda jika pria tidak meresponnya tidak akan mungkin tergoda, tidak akan ada perselingkuhan dan aku sangat yakin Monica tidak akan menggodamu sayang. Sam akan mengawasinya selama sebulan ini," jelas Queen.
"Baiklah aku mengikuti setiap perkataan mu sayang, karena aku tidak akan pernah tergoda oleh siapapun."
"Ya, ya, ya aku percaya pada mu."