Nuna, gadis cantik berhidung mancung dengan kulitnya yang putih bersih, diam diam menyukai seorang laki laki yang biasa ditemuinya di cafe langganannya, dalam diam nuna hanya bisa memperhatikan pujaan hatinya tersebut,
Tanpa berusaha untuk mengenalnya lebih dalam, tak jarang Nuna mencuri curi foto dengan kamera ponselnya...
Dimas, laki laki yang dcintai nuna dalam diam, seorang pengusaha di bidang properti, tampan, kaya dan arogan dan dia tak mudah jatuh cinta.
Akankah mereka bisa slaing mengenal dan jatuh cinta satu sama lain????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag.11
Aku mulai mengirim lamaran di berbagai perusahaan ternama di kotaku, sambil menunggu panggilan kerja, aku membantu mama di butiknya, usaha butik mama semakin pesat, tak sebanding dengan kesehatannya yang semakin menurun.
"kenapa ga mbak Nuna aja yang mengambil alih butik?" tanya Tita, salah satu karyawan kepercayaan mama.
"Aduhh aku ga ngerti masalah dunia fashion mbak Tita" jawabku.
"kami akan selalu membantu mbak, kenapa ga dicoba dulu?" katanya lagi.
"makasiih yaa mbak Tita sayang, tapi aku masih ingin bekerja sesuai dengan gelar sarjanaku" jawabku sambil tersenyum.
" oh begitu... ya udah... memangnya mbak Nuna susah dapet kerjaannya??" tanya Tita lagi.
"aku sudah ngirim beberapa lamaran mbak di perusahaan perusahaan ternama di kota ini, semoga aja ada yang nyangkut, aamiin"
"aamiin... semoga berhasil ya mbak" kata Tita mendoakan dengan tulus.
Semua karyawan yang bekerja pada mama sudah seperti keluarga sendiri, sebenarnya aku merasa nyaman dan terbantu mengurus butik mama tapi aku masih ingin menyalurkan ilmu yang ku dapat dari kampus dengan bekerja sesuai dengan jurusanku yaitu manajemen akuntansi.
Sudah hampir sebulan, tak ada satupun dari lamaranku yang mendapat panggilan untuk interview. aku mulai merasa putus asa, untung saja aku punya kegiatan mengurus butik sehingga aku tak terlalu kecewa.
"gimana keadaan butik Nun?" tanya mama saat aku sedang menyuapinya.
"alhamdulillah ma, omzetnya meningkat, ini semua berkat bantuan para karyawan mama yang baik dan setia" jawabku senang.
"alhamdulillah, mereka sudah seperti keluarga sendiri nak, jadi mama pasrah dan percayakan pada mereka masalah butik ketika kamu belom pulang"
"dan sekarang apa kamu mau mengambil alih butik mama nak? sepertinya mama sudah ga sanggup bekerja lagi" lanjut mama.
"maaa...aku sebenarnya mau mengambil alih butik mama, cuma aku ingin sekali saja merasakan bekerja sesuai dengan bidangku, jadi untuk kali ini ijinkan aku melamar kerja di tempat lain dulu ya ma?" jawabku.
"ya sudah terserah kamu saja.. mama akan selalu mendukung kamu" kata mama.
🍥🍥🍥🍥🍥🍥
Suasana butik yang ramai, karena memang bulan ini musimnya pernikahan, butik mama kebanjiran order gaun pengantin dan tuksedo.
Aku semakin sibuk, hingga tak mendengar ponselku yang berbunyi dari tadi.
"mbak Nuna, ponselnya teriak teriak daritadi minta di angkat tuh" kata Lita, salah satu karyawan butik.
"ohh... iyaa.. makasih Lit" jawabku sambil meraih ponselku yang ada di meja.
"Hallo...." kataku.
"apakah benar dengan saudari Nuna Kamelia?" tanya suara dari seberang sana.
"iyaa saya sendiri, ini dengan siapa?"
"kami dari pihak HRD, PT Angkasa Adiwijaya, kami mohon kehadiran saudari besok untuk interview"
"ohh ya ya... terimakasih, saya akan datang tepat waktu, sekali lagi terimakasih" jawabku saking senangnya, akhirnya aku bisa menyalurkan ilmuku.
Aku pulang lebih awal dari butik, niat hati mempersiapkan segalanya untuk interview esok hari.
"kamu sudah pulang Nun?" tanya mama heran karena jam segini biasanya aku masih di butik.
"oya maa.. maaf yaa aku pulang duluan karena besok aku ada interview, doakan ya maaa semoga aku di terima" jawabku sambil mencium tangan mama.
"mama selalu mendukung dan mendoakanmu nak.." ucap mama tulus.
"makasih ya maa..." aku memeluk mama.
Malam ini aku tidur lebih awal agar tak kesiangan besok.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Pagi ini aku telah siap, dengan setelan baju kerja yang ku ambil dari butik mama, hehe... dan berdandan tipis ala artia artis korea.
Akupun berpamitan pada mama,
"maa, aku minta doanya ya semoga interviewnya berjalan lancar, aamiin" kataku sambil menyalami mama.
"aamiin semoga sesuai harapan nak..." jawab mama lalu memelukku.
"oya ma.. aku boleh pinjem mobil mama ga? hari ini aja ma..." kataku.
" itu sekarang sudah menjadi mobil kamu nak, jadi kamu bisa pake kapanpun kamu mau" jawab mama sambil menyerahkan kunci mobil padaku.
"aku janji ma, setelah aku punya tabungan, aku akan mengembalikan mobil mama, bagaimanapun juga, aku ingin membeli sesuatu dengan uang hasil keringatku sendiri"
"iyaa.... sudah sana berangkat, supaya ga terlambat, karena dijalan bakalan macet"
"ya udah kalo gitu Nuna berangkat ya maa.." kataku sambil bergegas ke garasi.
Dan benar saja kata mama, jalanan mulai padat merayap, untung saja aku berangkat satu jam lebih awal dari jadwal interview.
"alhamdulillah, akhirnya sampai juga" seruku.
"masih ada waktu 15 menit lagi, aku ke toilet dulu aja sekalian merapihkan dandananku" batinku.
Dan kini aku sudah duduk di depan ruang HRD menunggu giliran dengan cemas, ternyata yang interview hari ini bukan hanya aku, ada dua orang lagi, yang salah satunya sudah masuk keruangan HRD sekitar 15 menit yang lalu.
Aku hanya bisa diam saja, sungkan mengajak bicara orang di sebelahku yang menatap sinis kearahku, sepertinya dia juga mengincar jabatan yang sama denganku.
Kini giliranku masuk untuk interview, setelah 30 menit berperang dengan pihak HRD, akhirnya aku dinyatakan di terima saat itu juga... alhamdulillah... dan aku sudah bisa bekerja mulai besok, sungguh dewi fortuna sedang berpihak padaku.
Sesampainya di rumah,
"maaamaaa......" panggilku dengan girang.
"haduhh anak mama senang banget kayaknya, ada apa?" tanya mama.
"maa... aku diterima dan sudah bisa bekerja mulai besok" jawabku senang dan langsung memeluk mama.
"ini semua berkat doa dan dukungan mama, aku mendapat posisi yang bagus dan gaji yang menggiurkan,alhamdulillah" lanjutku.
"selamaat ya sayang.. semoga posisimu tak memberatkan dan selalu amanah ya" kata mama menasehati.
"aamiin... siaap maa... oh ya maa, aku ambil setelan kerja beberapa lagi yaa? nanti gajian, aku bayar" kataku.
"ambil saja mana yang kamu suka nak, kalo kurang kamu bisa menyuruh Lita membuatkannya untukmu dan satu lagi semuanya gratis, anggap saja ini doa restu mama buat kamu"jawab mama.
"makasih maa..." kataku sambil mencium pipi mama.
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak Thor dah buat kami terhibur 🙏🙏🙏