NovelToon NovelToon
Oh My Baby

Oh My Baby

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Pernikahan Kilat / Obsesi
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Min

Slow Update 🙏🙏


Ini hanyalah sepenggal kisah dari seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan, dari seorang pengusaha. dengan segudang misteri yang menyelimuti kehidupan rumah tangga mereka.

menjadi seorang istri yang tidak di anggap, di sia siakan dan di sakit. Bahkan anak yang ada di dalam kandungan nya pun di ragukan kebenaran Nya. Bianca tersiksa sangat tersiksa dalam situasi yang kini dirinya hadapi. Namun ini adalah resiko yang harus Bianca tanggung setelah memutuskan untuk. mempertahankan kandungan Nya.

Bianca hanya bisa berpasrah akan garis takdir yang Tuhan berikan di dalam kehidupannya. Dan Bianca hanya berdoa agar Tuhan membalikkan Hati sang suami agar menerima dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungan Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Min, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Kawanan burung mulai nampak berterbangan kesana-kemari memenuhi langit yang mulai menampakkan sinarnya, kicaunya tampak bersautan satu sama lain menyambut sang Surya yang sinarnya mulai menyinari seluruh muka bumi ini dan menggapai peraduannya.

Pagi hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh kawanan seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini, Akan tetapi tidak untuk sebagian manusia yang harus mengakhiri tidurnya, untuk kembali melakukan rutinitas sehari-hari yang biasa dia lakukan.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Namun, sepertinya mata sang empu pemilik kamar begitu enggan untuk membuka mata- nya. Namun saat rasa lapar dan suara gemuruh di dalam perutnya membuat Bianca hatys terpaksa membuka membuka kedua matanya.

"Selamat pagi anak Mamah..."Sapa bianca dengan mengusap lembut permukaan perutnya yang kini kian menggunung hari demi hari.

Bianca terkekeh saat suara gemuruh semakin terdengar jelas di pendengaran nya.

"Anak Mamah lapar ya?"Tanya Bianca seolah- olah kini tengah berbicara kepada makhluk kecil yang kini tengah bersemayam dan berbagi raga dengan dirinya.

Tiba-tiba saja Bianca menginginkan nasi goreng dengan telur setengah matang di atasnya dan membayangkan semua itu membuat bianca menelan savila nya dengan susah payah.

"Kau menginginkan itu sayang?"Kata Bianca dengan menundukkan kepalanya dengan menyematkan seulas senyuman di sudut bibirnya.

"Baiklah, Anak Mamah yang tersayang. Mamah akan buatkan khusus untuk mu sayang."Seru Bianca dengan mendongkakkan kepalanya.

Bianca pun segera bangkit dari tempat tidur nya dan tidak lupa wanita hamil itu menguncir rambut dengan asal.

Bianca melangkahkan kakinya menuju arah dapur dengan wajah yang sengaja Bianca tundukkan, Sehingga helaian-helaian rambut menutupi wajah cantik Bianca. Karena bianca dapat merasakan tatapan intimidasi dari para pelayan. Bahkan bianca dapat mendengar dengan jelas gunjingan-gunjingan para pelayan kepada dirinya.

"Wanita tidak tahu malu...!!"

"Wanita tidak punya harga dirinya...!!"

"Si muka tembok...!!"Dan masih banyak lagi perkataan-perkataan kasar yang para pelayan itu lontarkan kepada dirinya.

Bianca tidak memikirkan dan memasukkan semua perkataan dan perilaku para pelayan yang menyakitkan hatinya itu. Karena Bianca baru saja mengetahui bahwa wanita yang sedang hamil itu tidak boleh stres dan banyak pikiran karena itu dapat mempengaruhi kesehatan dan perilaku bayi yang ada di dalam kandungannya.

_

_

_

"Sudah berapa kali saya katakan, Jangan berani-beraninya kau menyentuh barang barang ku dengan tangan mu yang hina dan menjijikkan itu..!!"Pekik Edward dengan suara yang meninggi dan tidak lupa wajah yang memerah padam karena amarah yang menguasai laki-laki itu.

Dan untuk kesekian kalinya air mata Bianca pun kembali mengalir saat mendapatkan bentakan dan tatapan nyalang dari Edward yang berstatus sebagai suaminya.

Perasaan Wanita malang itu begitu halus dan murni, sehingga mendapatkan bentakan seperti itu membuat Bianca menangis. Terlebih lagi kini kondisi wanita malang itu tengah berbadan dua.

"Maafkan Bianca Tuan..."

"Bianca tidak sengaja melakukan semua itu." Sahut bianca dengan suara yang bergetar tanpa wanita hamil itu berani menatap Edward.

"TIDAK SENGAJA KAU KATAKAN? APAKAH KAU TIDAK MEMPUNYAI PIKIRAN. SUDAH BERAPA KALI SAYA KATAKAN! JANGAN PERNAH SEKALI PUN KAU MENYENTUH BARANG BARANG KU DENGAN TANGAN KOTOR MU ITU."Sentak Edward dengan suara yang lebih meninggi dari pada sebelumnya, sehingga membuat wanita hamil itu terjingkrak karena lengkingan suara Edward.

Edward masih mengingat dengan jelas bagaimana panik saat dirinya dan para pelayan saat akan masuk ke dalam dapur. dirinya melihat banyak sekali asap hitam yang mengelilingi dapur dan api yang ada di atas wajan yang berasal dari kompor yang ada di bawahnya hingga membuat Edward kalang kabut memadamkan api tersebut.

Dan dalang dari semua keributan beberapa waktu yang lalu adalah Bianca yang dengan tidak sengaja meninggalkan dapur dengan kondisi kompor gas yang masih menyala, sehingga menimbulkan api yang hampir saja menghanguskan dapur mewah milik Edward.

"Maafkan saya Tuan, Bianca tidak sengaja melakukan hal tersebut..."Sahut Bianca sembari meremas ujung baju yang dia kenakan karena rasa takut yang kian menjalar di sekujur tubuhnya saat Edward menatap nya dengan tajam.

Bianca tidak sanggup untuk bersitatap dengan Edward. Karena Bianca merasakan jelas bahwa kebencian Edward kepada dirinya begitu dalam bahkan hanya dengan menatap matanya saja.

"Alasan saja kau..!!"Tukas Edward dengan menggebu-gebu bahkan tanpa segan Edward menunjuk wajah Bianca.

"Kau tahu, berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk memperbaiki semua kerusakan yang telah kau lakukan..!!"Pekik Edward dengan mengusap wajahnya dengan kasar.

Sungguh saat ini Edward sangatlah murka atas apa yang kini telah di lakukan oleh Bianca.

"Ma-maafkan Bianca Tuan."Ucap Bianca untuk kesekian kalinya.

Entah berapa kali kata maaf itu terucap dari bibir mungil Bianca dan air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Tidak sedikitpun membuat Edward merasakan iba dan kasihan terhadap wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut.

"Apakah kau pikir, setelah meminta maaf dapat mengembalikan barang-barang ku seperti semula?!"Sargah Edward Edward dengan membelikan kedua matanya.

"Maafkan saya Tuan..."Kata Bianca dengan menatap Edward dengan takut.

"Dasar wanita bodoh..!! Tidak berguna sekali kau di dunia ini."Umpat Edward dengan melempar sebuah gelas ke arah Bianca.

"Akhhh...!!"Pekik Bianca dengan menutup wajahnya saat Edward melempar sebuah gelas ke arah dirinya.

Pyaar!! seketika itu juga pula sebuah gelas kaca terbayang melayang dan membentur dinding yang ada di hadapan samping Bianca.

gelas itu pun kini sudah hancur dan menjadi serpihan serpihan kecil dan berhamburan kemana mana dan masuk ke dalam kolong meja dan serpihan-serpihan kecil itu pun berceceran di dekat dinding tempat gelas itu terhantam tadi.

"Tu-tuan...!!"Nafas Bianca telah tercekat bahkan Bianca merasakan kesulitan untuk bernafas.

Wanita hamil itu terlihat masih syok atas apa yang di lakukan oleh Edward beberapa saat yang lalu.

"Kenapa? Kau takut?"Sargah Edward dengan tersenyum penuh kemenangan.

tidak ada raut penyesalan di wajah laki-laki itu yang Bianca lihat.

"Lalu apa yang harus Bianca lakukan Tuan?" Suara wanita itu bergetar begitu pun dengan tubuhnya yang ringkih.

"Ya kau cari saja sendiri jalan keluarnya. Jika kau tidak mengganti nya saat ini juga, lebih baik kau angkat kaki dari rumah ini."Balas Edward dengan acuh seraya menunjuk pintu utama rumahnya.

Bianca menggelengkan kepalanya. Pikiran wanita hamil itu buntu, bagaimana mungkin Bianca mengganti rugi kerugian Edward saat ini. Sedangkan semua uang dan tabungan Bianca sudah di ambil paksa oleh Agnes kakak tirinya. Bahkan Edward sama sekali tidak memberikan nafkah kepada Bianca setelah mereka menikah beberapa bulan yang lalu.

"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan..?"Lirih wanita hamil itu di dalam hatinya dengan air mata yang sudah menganak sungai membasahi wajah cantik nya.

"Beri sedikit Bianca waktu Tuan. Bianca janji akan mengganti rugi semua kerugian yang telah anda tanggung."Jawab Bianca dengan bersungguh-sungguh.

"Kau tidak mendengar ucapan ku Ja'ang..?!"

"Sekarang atau kau pergi dari rumah ini!" Pungkas Edward dengan membelikan kedua matanya.

"Saya mohon Tuan beri saya sedikit waktu...!" Pinta bianca dengan mengatupkan kedua tangannya.

"Kau Bodoh atau tidak bisa mencerna perkataan ku?!"

Bianca bersimpuh di hadapan Edward dan memegang kaki laki laki itu. Bianca tidak peduli pada para pelayan yang melihat apa yang di lakukan nya dan semakin menggunjing dirinya nya dan memandang Bianca rendahan dan tidak tahu malu.

"Singkirkan tangan kotor mu dari kakiku Sialan!"Pekik Edward tanpa segan-segan Edward pun mendorong tubuh Bianca sehingga membuat tubuh Bianca terjatuh ke arah lantai. Seolah-olah Edward melupakan bahwa, ada sesosok makhluk kecil yang kini tengah bersemayam di rahim Bianca adalah darah dagingnya.

Dan lagi lagi-lagi Bianca merasa terkejut atas tindakan Edward kepada dirinya.

"Tuan...!!"Mata Bianca menatap Edward dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

Untung saja Bianca masih bisa menahan perutnya agar tidak terbentur dengan lantai. Jika saja Bianca tidak dapat menahannya, Bianca tidak tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya dan kandungannya.

"Menyingkirlah dari hadapan ku..!"

"Kau hanyalah wanita pembawa sial yang ada di hidup ku..!!"Sentak Edward tanpa memikirkan perasaan Bianca atas apa yang telah dia katakan.

"Tuan saya mohon jangan mengusir saya Tuan, Saya berjanji akan menggantikan semua kerugian yang anda alami..."

"Namun berilah saya sedikit waktu Tuan." Pinta Bianca Entah berapa kali memohon kepada Edward untuk memberikan sedikit belas kasihan kepada dirinya. Namun laki laki kejam itu tetap pada pendiriannya tidak peduli banyaknya air mata yang keluar dari Bianca.

Bianca pun melepaskan sebuah kalung yang melingkar leher jenjangnya. Kalung itu adalah kalung peninggalan mendiang ibunda Bianca. Benda yang paling berharga yang Bianca miliki selama ini.

Bianca akan menjaminkan kalung itu kepada Edward, Agar laki-laki itu yakin akan ucapan Bianca dan tidak berniat mengusir Bianca.

"Saya akan menjamin kalung ini, Jika Tuan tidak mempercayai semua perkataan saya." Kata Bianca di balas kekehan oleh Edward bahkan laki laki itu tampak menatap Bianca dengan tatapan merendahkan.

"Kau pikir dengan kalung murahan mu itu bisa menggantikan semua kerugian yang aku alami?"Seru Edward dengan nafas yang memburu dan kilatan amarah semakin terlihat jelas di wajah laki-laki tampan itu.

"Kau memang benar benar wanita Sialan..!!" Pekik Edward dengan melemparkan barang- barang yang ada di hadapannya ke arah Bianca.

"Akhhh..."Pekik Bianca saat sebuah mangkuk mengenai pelipisnya.

"Pak Jang...!!"

" Pak Jang...!?"Tiba-tiba saja Edward memanggil nama kepala pelayan nya itu.

Pak Jang yang saat itu sedang di taman belakang untuk mengarahkan salah satu pegawai baru, Langsung saja berjalan dengan terburu-buru mendengar Tuanya yang memanggil namanya dengan suara yang penuh dengan kemarahan.

"Ada yang bisa saya bantu Tuan..?"Tanya pak Jang setelah sampai di depan Edwin.

Kedua mata laki-laki parubaya itu membelik melihat dapur mewah Edward terlihat begitu kacau dengan aroma pekat dari asap mendominasi ruangan itu.

"Seret wanita itu di hadapan ku. Dan kurung wanita Sialan itu ke dalam gudang dan jangan beri makan dan minum wanita Ja'ang itu sebelum kalian mendapatkan perintah dariku..!!"Titah Edward membuat kedua bola mata Bianca membola.

"TUAN...!!"Sela Bianca dengan mulut yang terperangah.

Dan tanpa di perintah dua kali oleh Edward. Pak Jang pun segera memerintahkan beberapa pelayan untuk menyeret tubuh wanita hamil itu.

Bianca beberapa kali menyerukan nama Edward, Namun Edward dengan Acuh berdiri dan melihat tubuh Bianca di seret paksa oleh beberapa pelayan di rumahnya.

Jangan lupa Like Comment dan Vote

1
Deri florentina
terlalu banyak kata wanita Hamil,
Dan sebut
, nama bianca
Latifahsv
please Thor kamu menghilang kemana aku masih menunggu kisah ini berlanjut😭
Umi Fatimah
updateeee miiiinnn buruuuuaannn !!! lama bangettt😭
Ama
entahlah GK bisa berkata2 apa pun lagi
Umi Fatimah
ga mau di next a thor? 🙈
mheldaaa
kpan up lagi thor
Muhammad Arya Hadinata
bagus sekali
Muhammad Arya Hadinata
thor masih lama upnya nya nunggu nih kita pada penasaran
Ati Sudirman
biadap
Ayu Oktaviana
lanjut kak
Nani Desmiwati
sedih
Maria Pakpahan
Thor up lagi dong
Maria Pakpahan
Thor kenapa up nya lama
Dhita Rusnan
jdi mles lnjut bca,bianca trllu lemah, uda part 21 tp msh blm ada prubhn hrusnya pergi yg jauh kek, bianca trllu traniaya bkin aku greget, smgt ya thor ceritanya 👍👍akunya yg greget sma bianca, ayo dong buat Edward nyesel ampe nangis drah mau mnta blik sm Bianca.
Asma Nurfadilah
next kak
Asma Nurfadilah
lanjut kak
Lia
Thor lanjut lagi episodenya dan sampa, ya thor
Arnie Cupin
lgian bodoh bngt dh d siksa msih berthan giliran sekarang nyesel
Latifahsv
thorr udah 1 bulan lebih tumben belom up, lagi sibuk kah🤔
Jayna
lanjut Terus Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!