NovelToon NovelToon
Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Cerita cinta di masa-masa SMA, masa yang kata orang-orang adalah masa yang paling indah.

Benarkah? Giselle akan membuktikannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADU17 BAB 11 - Dekat Tapi Terasa Jauh

Sudah diputuskan bahwa siswa penanggung jawab di kelas 3 E untuk studi tour besok adalah Giselle dan Lili.

Sebelum hari keberangkatan para siswa penanggung jawab harus mengikuti rapat atau breafing untuk membahas pelaksanaan studi tour besok. Karena besok mereka akan pergi, maka hari ini setelah bell istirahat kedua- dibunyikan para siswa dan siswi penanggung jawab berkumpul di ruangan OSIS.

Gala dan Anjas yang menjadi penanggung jawab di kelas A sekaligus perwakilan dari OSIS memimpin jalannya rapat siang ini. Memaparkan secara rinci rangkaian acara studi tour mereka di SMAN 1 Bogor selama satu minggu ke depan.

Juga beberapa peralatan yang wajib mereka bawa. Mengenal Bogor sebagai kota hujan, mereka diwajibkan untuk membawa payung dan baju hangat.

Giselle dan Lili yang duduk di barisan paling akhir pun setia mendengarkan, seraya menunggu selebaran yang dibagikan oleh Anjas sampai kepada mereka. Susunan acara, semua peralatan dan juga beberapa perturan sudah tertera di selebaran itu.

"Pegang ini baik-baik, kamu satu, kamu satu," ucap Anjas memberikan pada Giselle satu dan Lili satu. Tidak ingin keduanya sampai melupakan catatan penting ini. Sama seperti saat Giselle dan Lili melupakan catatan soal yang ia beri dulu.

Selesai rapat mereka semua bubar lalu kembali ke kelasnya masing-masing dan menyampaikan hasil rapat itu.

Gala dan Giselle yang tidak saling tegur sapa pun hanya saling melirik saat di penghujung rapat, sebelum mereka akhirnya benar-benar kembali berpisah. Gala ke kelas A sementara Giselle ke kelas E.

Ada perasaan mengganjal di hati yang sama-sama mereka rasa. Setelah kata maaf yang mereka ucapkan di ruangan bu Tuti, kini hubungan mereka malah berakhir seperti ini.

Giselle pun hanya bisa pasrah, pun dia sudah tidak mau lagi mengejar-ngejar Gala seperti dulu karena kini tujuan hidupnya sudah berubah, bukan lagi mengejar Gala Rudiyanto melainkan mendapatkan nilai ujian nasional yang baik. Lalu melanjutkan pendidikan di Universitas yang sama dengan sang kakak, Universitas Indonesia.

Sampai di kelas, Giselle dan Lili pun menyampaikan hasil rapat barusan pada semua teman-temannya.

Mereka semua mencatat dengan baik beberapa barang wajib yang harus mereka bawa.

Ada pula catatan tentang teman sekamar mereka saat di penginapan di Bogor besok. Setiap kamar akan diisi oleh oleh 5 orang.

"Kalau ada apa-apa langsung bilang ya! jangan buat rusuh, nanti kita dihukum lagi," ucap Giselle.

"Siap bu PJ!" jawab semua teman-temannya kompak.

Dan hari berlalu, hingga tiba saatnya seluruh murid kelas 3 pergi untuk perjalanan mereka menuju Bogor.

5 Bus pelajar sudah terparkir sempurna di lapangan sekolah, untuk membuat semua murid dari kelas A sampai E semakin dekat maka susunan duduk didalam bus pun sudah diacak, tidak berdasarkan kelas mereka masing-masing.

Nama-nama tiap murid pun sudah ditempel di pintu masuk bus-bus itu.

Giselle dan Lili masuk di bus 2, bersama 5 temanya yang lain. Lalu duduk pula di kursi yang telah disediakan.

"Yah Li, kita nggak duduk bareng."

"Hooh," jawab Lili, bahkan di setiap kursi pun sudah ada nama siswanya.

Saat Giselle ingin melihat ia duduk dengan siapa, ternyata nama siswa itu terjatuh di lantai. Giselle yang malas ambil pusing pun mengacuhkannya begitu saja, bahkan tidak peduli saat orang itu nanti kebingungan mencari kursi.

Lili pun memeriksa ia duduk dengan siapa dan saat melihat nama Anjas di sana seketika tubuhnya membeku.

"Mati aku mati aku mati akuu," gagap Lili dengan memegangi jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Selama perjalanan nanti ia akan duduk bersama Anjas terus, pulang pergi Jakarta Bogor.

OH MY GOD! pekik Lili di dalam hati, ia seperti mendapatkan durian runtuh. Rasanya jadi bahagia sekali tidak duduk bersama dengan Giselle.

Setelah semua murid mendapatkan kursinya, Giselle dan Lili pun kembali turun untuk memastikan semua teman-temanya sudah mendapatkan kursi.

Dan saat dirasa semuanya aman, Giselle dan Lili pun kembali ke Bus 2 dan semua Bus mulai berjalan menuju Bogor.

Deg!

Jantung Giselle mendadak tersengat saat melihat Gala duduk disebelah kursinya. Ia hanya mampu menelan ludah dan meminta Gala untuk menyingkir sebentar, karena dia akan duduk di dekat jendela.

Pelan-pelan Giselle pun duduk disebelah Gala dan Bus pun mulai melaju keluar dari sekolah.

Ibu Maryani guru di dalam Bus ini pun mulai menyapa semua murid, juga memimpin doa agar perjalanan mereka selamat sampai di tujuan.

Hening.

Satu kata itulah yang ada diantara Giselle dan Gala saat ini. Tubuh keduanya sangat dekat, bahkan sesekali bahu mereka pun saling bersenggolan, namun tidak ada satupun diantara mereka yang buka suara.

Dekat tapi terasa jauh.

Baik Gala ataupun Giselle, bingung bagaimana cara memulainya. Apalagi di pembicaraan mereka yang terakhir Giselle meminta maaf karena selama ini selalu mengganggu Gala, itu artinya kini Giselle tidak akan lagi menganggu pria ini lagi kan?

Berarti mengajak bicara Gala pun tidak kan? karena mungkin saja hal itu masih menganggu Gala.

Beberapa jam di perjalanan dan akhirnya mereka sampai di Bogor. Seperti namanya yang dikenal kota hujan, belum apa-apa mereka sudah disambut dengan hujan saat sampai di penginapan. Tidak terlalu deras memang, namun cukup membuat tubuh mereka basah jika tidak membawa payung.

Bu Maryani pun menghimbau pada para murid untuk langsung berlari ke penginapan tanpa mengambil tas mereka di bagasi. Tas-tas itu nanti akan diambilkan oleh para penanggung jawab kelas saja.

Inilah susahnya jadi PJ, batin Giselle dan Lili kompak, meski mereka tidak duduk bersama.

Akhirnya satu per satu siswa turun dari dalam Bus, dan mulai berlari menuju ke penginapan bagi yang tidak membawa payung. Kalau bawa payung ya jalan saja, tidak perlu lari-lari karena takut basah. Disaat semua murid sudah turun, Giselle berung kali merogoh tas ransel kecil yang dia bawa, mencari-cari payung.

Kemudian ingat jika payung itu tertinggal di dalam mobil sang ayah.

Oh entut! batin Giselle, kesal sendiri.

"Giselle, kenapa belum turun?" tanya bu Maryani, kini tinggal mereka berdua di dalam Bus.

Giselle terdiam, takut untuk menjawab dan mengatakan lupa membawa payung. Takut dimarah karena teledor, apalagi Giselle kini adalah salah satu PJ.

"Kamu tidak bawa payung? ini pakai payung ibu," ucap bu Maryani lagi dan berhasil membuat Giselle terenyuh, ternyata bukannya di marahi tapi bu Maryani malah menawarkan payung untuknya.

"Terima kasih Bu, tapi tidak usah. Payungnya ibu yang pakai saja, aku kan masih muda, kuat!" seloroh Giselle hingga membuat bu Maryani menggelengkan kepalanya kecil.

"Ya sudah, kamu tunggu disini, ibu akan turun dan meminta Lili untuk menjemputmu."

Giselle menganggukkan kepalanya dengan antusias. Lalu berdiri diambang pintu Bus dan melihat bu Maryani yang mulai masuk ke dalam penginapan. Lalu ia melihat Lili di ujung sana yang hendak menjemputnya. Dari jarak jauh itu Giselle dan Lili saling lambai.

Dan lambaian itu terputus saat tangan Giselle tiba-tiba di tarik oleh seseorang.

Gala menarik Giselle hingga turun dari dalam Bus dan membawa Giselle untuk masuk ke dalam payungnya.

Deg deg, deg deg

Debaran itu kembali Giselle rasa. Apalagi saat Gala menarik bahunya mendekat agar mereka sama-sama aman dalam satu payung ini.

1
Gabriella
Aku udh baca lagi, tetep aja senyum" dan ketawa sendiri🤣 berasa kayak jadi remaja lagi. Pokoknya gak bosan kalo baca Novel ini🩵🩵🩵🩵🩵🩵
Nur Rma
keren banget karyanya.... semangat trus berkarya
tudehun
/Good/
retno❤️
Bagus banget ceritanya Kak... karya2mu sudah banyak yg kubaca Kak... mantap, keren semua. The best pokoknya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya barunya ya Kak... semangat trs berkarya dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Netty Netty
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Netty Netty
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Netty Netty
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Euis Aidah
Luar biasa
Sunarmi Narmi
Cpt amat TAMAT nya Thor....di genap sampai 100 Bab lah...♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Robby dn Usman jodohin aja dgn putri Thor
Sunarmi Narmi
Berasa nonton Drakor dn Dracin....terhura
Sunarmi Narmi
Emang kenapa...biarin kyak bocil dn bar bar...ada kalanya kita jg bisa bersifat dewasa...semua ada tmpatnya...bener kan thor...aku yg sdh pny cucu jg msih pecicilan tpi jg ada tmpatnya
Sunarmi Narmi
Sayangggg.....Sayannnnnngggggh....Saaaaaayyyyyyyyyaaaaaaannnnnnnggggggg
Sunarmi Narmi
Ya kan bener Lily klo otak Giesel itu isinya cuma ada Gala dn Gala..
jgan salahin Gisel dong...tpi klo otak kecil macam gisel.isinya ya itu..macam aku..dulu pacaran lulus lnsung tujuan awal pgen nikah...asal.kmu tau ..otak kita ngak mampu mikir masa dpn..tpi berjln nya wkt bisa kok....aku tetap berkarir dn akhirnya jodogku pcr SMA ku 🤣🤣🤣🤣..tpi klo gisel entahlah....ikut author saja
Sunarmi Narmi
Pinter jg matematikamu Chell...baru beberapa menit blm ada sejam harga dah naik tu helm dri 250 jdi 290 cerdas devinisi anak seklh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
Berasa muda lgi seperti jdi Gisel...skrng aku dah punya cucu satu..masa SMA Thun 90 an....pacar sekolah jdi suami...novel ini bner" ku suka ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Gemesssssss bangetttt..pasti seru pasangan beda frekuensi..yg satu bnyak minusnya yg satu k keturunan kecebong premium....pasti anak" nya jdi lucu " 😍😍😍😍😍😍😍
Sunarmi Narmi
Aku saja yg baca merasa kehilangan Sosok Gisel yg rada rada 🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!