NovelToon NovelToon
BLOODY LOVE

BLOODY LOVE

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Romantis / Fantasi / Supernatural / Tamat
Popularitas:18.3M
Nilai: 5
Nama Author: Nara Zwei

Satu demi satu penduduk di Kota Bjork menghilang secara misterius. Jose, anak lelaki keempat dari keluarga Argent memutuskan untuk menyelidiki hal tersebut setelah pelayan di keluarganya mati mendadak. Hal yang aneh adalah, mayatnya ditemukan kering tanpa darah. Sejak itu rentetan kematian dan orang hilang mulai muncul dalam jumlah besar. Kecurigaan Jose tertuju pada orang baru di kota tersebut, William. Penyelidikan Jose malah membawa dirinya ke rahasia gelap di Bjork.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Zwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

“Paman tidak bisa melakukan ini padaku!” seru Jose kesal ketika akhirnya tiba di rumah.

Marco ada di ruang tengah, sedang minum teh dengan Edgar dan Renata. Ketiganya hanya melirik sekilas sebelum kembali pada kesibukan masing-masing. Edgar dan Marco saling berdiskusi sementara Renata membuat sulaman berbentuk bunga mawar merah.

“Bagus! Kalian mengabaikanku sekarang!” Jose berjalan ke tengah mereka dan duduk di sisi Marco.

Ayahnya menghela napas, kelihatan bosan. “Kalau ada sesuatu, bicaralah seperti layaknya lelaki sejati, Jose. Jangan berteriak-teriak seperti anak empat tahun. Dan kau kotor. "

Teguran itu membuat pipi Jose memanas. Ia berdehem pelan, lalu bangkit lagi dari kursi. “Paman menarikku pulang dengan dua polisi patroli.”

“Lalu?”

“Itu memalukan,” sahut Jose dengan sisa harga dirinya. Di seberang kanan, ibunya tersenyum menyembunyikan tawa.

“Aku sudah bilang akan menjemputnya dengan polisi kalau dia tidak pulang tepat waktu,” Marco melaporkan. Ia mengedikkan bahu dengan singkat lalu berkata, “Dia tidak pulang tepat waktu. Dan tidak ke Gedung Diskusi juga.”

“Bukan begitu—"

“Kau tidak janji dengan Lord Dominic juga, kan?” potong ayahnya dingin.

“Aku memang membuat janji dengannya,” Jose berkata tergesa. “Tapi dia tidak datang, jadi aku pergi sendiri ke Gedung Diskusi. Lalu di tengah jalan aku melihat—“

“Melihat?” tuntut ibunya.

“Eh, melihat temanku yang lain.” Jose tidak menyebutkan nama Sir William karena tidak mau ada yang tahu bahwa ia sedang menguntit orang baru itu. Ia juga enggan bercerita bahwa ia pergi ke Selatan. “Aku mengikutinya tapi dia menghilang ke Bjork Selatan."

"Kau ke sana?" Marco menatap tajam.

Jose menggeleng. "Tidak. Tapi aku baru sadar kalau polisi tidak patroli sampai ke sana. Kenapa?"

“Mereka tidak berhak.”

“Karena mereka miskin?”

“Salah satunya,” ucap Marco dingin.

Jose hampir memprotes, tetapi ayahnya mengangkat tangan sebagai kode untuk meminta kesunyian.

“Kau tidak akan bisa memberi penjelasan yang benar kalau seperti itu caranya, Kak.” Edgar tersenyum geli. Dia berpaling pada putranya dengan pandangan bijak. “Mereka tidak bisa mendapat polisi patroli karena keberadaan mereka ilegal, Jose. Daerah itu tidak seharusnya dibangun pemukiman. Tanyakan saja surat tanah dan izinnya, mereka pasti tidak bisa menunjukkan. Tempat itu kumuh dan juga tidak berpendidikan. Kami harap kau menjauhi tempat itu."

Jose teringat pada Nolan. Gadis itu memang bermulut kasar, tetapi cerdas. Ia ingin bertemu dan mengajaknya bicara sedikit lagi, tetapi pada akhirnya hanya mengangguk untuk mematuhi ayahnya.

Yah, pertemuan di Gedung Diskusi bisa diatur kapan-kapan. Untuk malam ini, sudahlah. Jose memutuskan memberi anggukan patuh. “Aku tidur dulu saja,” katanya sambil beranjak bangkit.

Marco menatapnya serius sebelum berkata, “Ingat, kalau ada suara-suara kuda, jangan keluar.”

“Aku tahu.”

“Kuda apa?” tanya Renata heran.

Marco memberi penjelasan dengan suara tenang dan rendah, tetapi Jose tidak berminat mendengarkan. Ia beranjak ke kamarnya di lantai dua sayap barat.

***

Apa aku mimpi? Tidak.

Jose terbangun. Ia mendengar suara berisik. Suara tapak kuda dan ringkikannya. Aneh sekali kalau tidak ada yang mendengarnya selain Jose. Ia menyibak selimut dan berjalan turun dari ranjang.

Marco sudah mewanti-wanti untuk tidak turun dan melihat, tetapi Jose berpikir kalau hanya melihat dalam rumah saja maka tidak akan ada masalah. Ia tidak akan keluar rumah. Suara derap dan ringkik kuda yang gelisah ini mirip dengan yang didengarnya akhir-akhir ini.

Jose curiga sekaligus penasaran. Ia ingin melihat kelebatan makhluk yang membuat darah orang-orang habis. Akan seperti apa makhluk itu?

Dan yang paling membuatnya penasaran adalah, sedang apa makhluk itu di istalnya?

Istal bisa diliat dari sayap koridor Jose. Ada jendela pada dinding yang memperlihatkan sedikit pemandangan yang mengarah pada istal. Pondok Higgins juga terlihat dari situ. Jose memutuskan untuk mengintip dengan teropong hadiah Natal-nya.

Ia berjalan berjingkat keluar dari kamar dan menyusuri koridor, mencari jendela yang ia maksud. Rumah dalam keadaan gelap dan remang-remang. Hanya ada beberapa lampu lilin redup yang dinyalakan sebagai alat penerangan untuk jalan kalau ada perlu di malam hari.

Jose menemukan jendela yang menghadap ke istal, tidak terhalang pohon. Ia bersandar ke sisi jendela, lalu mengarahkan teropong ke istal. Selama beberapa lama yang bisa ia lakukan hanya menatap kuda-kudanya yang gelisah, saling menatap ke arah satu sama lain, lalu menggoyang-goyangkan kepalanya dengan gelisah.

Karena merasa bosan, Jose  menggeser teropong ke pondok Higgins, dan apa yang dilihatnya membuat Jose hampir berseru karena ngeri. Masih dengan mulut membuka, ia mundur beberapa langkah, kemudian berlari melintasi lorong menuju ke sayap timur rumah.

***

1
LiyanRui
udah bertahun tahun dari pertama kali baca, gk bisa lupa sama Jose
kak Nara gk ada niatan nerbitin karyamu kah?
pengen punya versi buku fisiknya😔
narazwei: Aaa harus minta ke noveltoon kalo ituu...
total 1 replies
Ayuhikma Andreana
Kecewa
istri miliarder: kenapaa jir
total 3 replies
Ayuhikma Andreana
Buruk
De Nana
kesini entah yg keberapa kali😌 selalu ada hal yg bikin kangen dari jose😆
Henah Helza
setelah 4 tahun lebih ku rasa baru blk lgh
Riri YMM(✿ ♥‿♥)
kak nara, sumpah kangen bngt sama karya kaka yg 1 ini:(
dari baca sambil nunggu kaka up sampe baca ulang karna kangen😞😞
mahesa
Luar biasa
Jatmiko
Benar. Dan perempuan terkadang tingkahnya sulit ditebak karena mereka ahli bersandiwara. 😅
Jatmiko
Wah .. apa benar Lady Chantall adalah pengkhianat ?
Jatmiko
Terkadang Renata memanggil Kak pada Marco, terkadang memanggil dengan nama depannya saja. 🤔
Jatmiko: ah .. benar juga. Trik umum para perempuan kalau ada maunya /Facepalm/
total 2 replies
Jatmiko
Tadinya aku pikir opium.
Jatmiko
Candaannya ekstrim sekali /Facepalm/
Jatmiko
Menyelundupkan narkotika.
Jatmiko
Maka kota Bjork akan dipenuhi lagi oleh para penyamun.
Zepita II
wokkk Nolan /Facepalm/
Zepita II
OMG OMG XAVIER HASTINGS 😭
Zepita II
wuhuuuuu balik lagi niiih, udh 4 th yg lalu dan aku kangen ❣️
Scarlett Roe
I think something's changed. Beberapa kalimatnya ada yg berbeda dari terakhir kali aku 'jenguk' mereka. Tetap enak dibaca sih, cuma menyesuaikan lagi dulu
narazwei: Kok tahu sih 😳😳😳
total 1 replies
Syauqi Baiduri
Luar biasa
narazwei: Thank youu
total 1 replies
Anonim
vmvvnxvx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!