Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 11
...----------------...
Suasana sunyi di ruang depan rumah Tari, mereka sedang makan bersama karena di rumah Tari tidak ada ruang makan.
Setalah semuanya selesai makan malam, pak Budi dan bu Irah memilih untuk tidur karena cape atas semua aktivitas hari ini.
"Udah malem jam 9 , nanti besok pagi lagi" perintah Ahtar ketika Tari ingin mencuci piring di luar karena tidak ada tempat di dalam rumah.
Tari menuruti perintah suami nya itu.
Setalah sampai di kamar, tiba-tiba Pangeran langsung menutup dan mengunci pintu kamar.
Tari langsung tak karuan jantungnya berdetak kencang dan ketakutan dengan hal-hal suami istri terbayang di dalam pikirannya.
"Ke ke kenapa harus di kunci? " Tanya Tari sambil ke takutan.
"Ini pembalasan ku karena kamu ingin meracuni ku" Jawab Pangeran sambil tersenyum dan melangkah mendekati Tari.
Saat satu langkah lagi di depan Tari... Tari langsung melempar bantal ke muka Pangeran.
Pangeran bingung dengan kelakuan Tari.
"Aku hanya ingin tidur di samping mu, kenapa kau malah melempar bantal ke muka ku?"
"Maaf, aku hanya.. "
"Hanya apa? kau takut aku melakukan sesuatu? " Pangeran dengan tersenyum karena melihat ekspresi wajah Tari yang ketakutan.
Muka Tari lansung memerah karena malu dia telah salah mengira Pangeran akan melakukan sesuatu terhadapnya.
Tari langsung menjauh dari keberadaan Pangeran dan langsung berbaring di kasur.
Tari membelakangi Pangeran begitu juga Pangeran.
Waktu menujukan pukul 5 pagi.
Tari terbangun dan langsung buru-buru untuk melaksanakan shalat shubuh karena waktu shalat shubuh itu singkat, dan hari ini dia kesiangan biasanya jam 4 atau ½5 dia sudah terbangun.
"Eh om bangun mau shalat shubuh gak? " Tari yang berusaha membangunkan Pangeran . "Ahh dasar kebo" lanjut Tari.
Tiba-tiba tangan Tari di tarik oleh Pangeran dan akhirnya muka mereka saling berdekatan.
Jantung Tari langsung dagdigdug bertatapan seperti ini dengan Pangeran,begitu juga Pangeran yang tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri.
"Makasihh ya istri mungil ku" dan Pangeran langsung mencium pipi Tari.
Tari kaget dan tidak sengaja dia langsung menampar pipi Pangeran.
"aw" Pangeran yang merasakan perih di pipi nya, pipi putihnya Pangeran langsung memerah karena di tampar Tari.
"Hmm maaf, aku gak biasa seperti ini, apakah sakit? " Tari langsung memegang pipi Pangeran . "Maaf" Tari yang merasa bersalah karena menampar suami nya itu .
"Dah lah, ayo shalat shubuh mau jam ½6 tuh" Ajak Pangeran, karena sebenarnya dia tidak kesakitan, dia hanya mengabulkan istri nya itu.
Setalah mereka melaksanakan shalat shubuh.
"Mau di masakin apa? " Tari yang bertanya seperti itu karena ingin menembus kesalahan nya tadi.
"Terserah, yang penting enak dan kamu tidak meracuni ku" Jawab Pangeran dengan santai.
"dasar om-om emng gue sejahat itu ya? ah nyesel banget nawarin ke dia" guam Tari dalam hatinya dan Tari kesal dengan jawaban Pangeran.
Pangeran tidak menyadari kalau Tari kesal dengannya. Tapi Tari tidak ada pilihan lagi, dia harus memasak karena ingin menebus kesalahan tadi pagi.
Setelah masakan sudah selesai, Tari langsung duduk di kursih depan bersama kedua orang tuanya
"Dimana suami mu? " Tanya Pak Budi
"Gak tau" jawab Tari dengan singkat.
"Panggil suami mu kita makan bersama " perintah bu Irah
"Males, ibu saja yang memanggil si om itu" Jawab Tari.
"Nak jangan seperti itu terhadap suami mu" Ujar pak Budi.
Tari hanya diam, sedangkan Pangeran mendengar semua apa yang di bicarakan Tari dan kedua orang tuanya karena Kamar Tari dengan ruang depan sangat dekat.
Pangeran tidak ingin keluar kamar , dia menunggu di panggil untuk makan bersama, dan benar saja.
Bu Irah mengetuk pintu dan mengajak makan Pangeran "Nak ayo makan dulu"
Pangeran langsung keluar kamar dan tersenyum kepada Bu Irah dan Pak Budi.Ia langsung duduk di samping Tari.
Tapi Tari hanya terdiam dan tidak mau mengambil kan makanan untuk Pangeran.
Selesai sarapan, Tari langsung ke kamar, tidak seperti biasanya seperti membereskan bekas sarapan dan cuci piring namun sekarang ia tidak seperti itu.
...----------------...
Tunggu kelanjutan ya 🥰
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"