Salsabila Nugroho adalah putri dari Malik Nugroho dan Kirana. Saat ini Salsabila menduduki bangku kelas tiga SMA, Salsa yang sudah tumbuh dewasa terkenal dengan kenakalanNya bersama dengan sahabatnya Naura.
Saat Salsa melakukan kesalahan, sang wali kelas Salsa selalu memanggil orang tuanya. Tetapi Salsa tidak pernah mendatangkan orang tuannya melainkan ia akan menyewa seseorang teman dekatnya.
Hingga sesuatu hari kenakalan Salsa sampai ke telinga Malik. Apakah yang akan Malik lakukan menghadapai putri bungsunya itu?.
Yok kepoin cerita dari Cinta Salsabila...😊
dan jangan lupa like commet dan beritahu kepada teman-teman sekalian supaya novel ini banyak yang tau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Selesai pembelajaran, Liam segera keluar dari ruangan mereka menuju ruangan guru. Setelah ia berada disana, Liam dengan lelah memijit keningnya lalu ia mengingat alasan dan tujuan dia mengajar di sekolah ini.
Flashback.
Begitu Salsa berhenti mengirimi pesan kepadanya, ia kemudian membuka media tentang perusahaan SEGI group yang sedari dulu ia sukai, namun saat ia sedang asik membaca profil perusahaan tersebut, ia langsung melihat dengan mata membulat bahwasanya perusahaan SEGI group telah menduduki perusahaan nomor satu dengan gaji karyawan tertinggi di indonesia, "Tidak, ini tidak bisa di biarkan. Aku harus melakukan cara untuk segera bekerja disana. Tapi dengan cara apa yah? bukankah saat ini aku sedang tahap magang? itu artinya aku harus lebih berusaha lagi membuat putri bungsu Malik berhasil seperti yang mereka inginkan. Lalu? apa aku harus memasuki sekolahnya juga?".
Lama berpikir, Liam menghubungi Rifal sang sahabat untuk meminta bantuan kepadanya supaya Rifal memasukan dirinya kedalam sekolah Salsa dan menjadikanNya sebagai wali kelas sementara mereka selama 3 bulan kedepannya, mengingat perusahaan keluarga Rifal adalah salah satu investor terbesar di sekolah tersebut.
Begitu Rifal menuruti keinginanNya, Liam langsung tertawa senang. "Akhirnya. Welcome SEGI group. Sebentar lagi aku akan menjadi salah satu karyawan disana".
****************************.
Lalu salah satu guru yang berada disana datang menghampiri Liam, "Pengganti pak Dimas yah?" Tanyanya.
"Mmmmm" Angguk Liam tersenyum ramah.
"Oohh, pantas saja pak Dimas tidak kelihatan pagi ini".
"Iya".
DDDDRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT...
"Maaf" Ucap Liam melihat layar ponselnya.
"Tidak apa-apa" Perginya meninggalkan Liam.
Setelah itu Liam mengangkat ponselnya, "Iya" Jawabnya.
"Liam" Bentak Salsa cukup kuat sampai membuat gendang telinga Liam kesakitan.
"Ck, Gadis nakal ini" Kaget Liam dalam hati. Lalu Liam mencoba menetralkan emosinya. "Iya, ada apa?".
"Kamu lagi dimana?".
"Di ruang guru. Ada apa?".
"Temui aku sekarang juga di taman belakang dekat bangunan, aku tunggu kamu selama 3 menit, jadi kamu harus sudah berada disini" Jawab Salsa mematikan ponselnya secara sepihak.
Liam mendengus, setelah itu ia langsung keluar menemui Salsa ketempat yang baru saja ia beritahu, "Hhhrrrmm, ada apa?" Tanyanya begitu ia tiba disana.
"Kamu terlambat 1 menit Liam" Ucapnya melihat Liam yang kini sudah berada di hadapannya. "Sekarang katakan, apa tujuan mu datang kemari?".
Liam mengerutkan keningnya, "Maksud kamu? aku tidak mengerti apa yang baru saja kamu tanyakan kepada ku".
Salsa menggertakkan kedua gigi taringnya seperti ingin menerkam Liam saja, "Tidak usah pura-pura bodoh Liam. Aku tau kalau kamu itu tau maksud dari pertanyaan ku".
"Gadis nakal ini" Batin Liam. "Baiklah aku akan mengatakanNya kepada mu dan tujuan ku datang kemari demi kamu Salsabila, demi kamu supaya kamu bisa lebih fokus lagi belajar. Sudah?".
Salsa langsung tersenyum senang, "Hey lihatlah.. Sekarang dia tersenyum senang kepada ku setelah dia hampir saja ingin menerkam ku" Ucap Liam dalam hati. "Jadi sekarang, apa hanya itu saja tujuan mu memanggil ku kemari?".
"Mmmmm" Angguk Salsa. "Tapi aku enggak suka melihat teman-teman satu kelas ku mengangumi mu, apalagi saat Dea dengan terang-terangan menggoda mu Liam. Kamu pikir aku enggak cemburu?".
"Iya aku tau Salsa, aku tidak akan pernah tergoda kepadanya. Kamu tidak usah khawatir, sekarang masuklah dan belajar lebih giat lagi".
"Benar yah kalau kamu tidak akan tergoda kepada Dea atau pun kepada wanita lainnya".
"Iya".
"Awas saja kalau kamu sampai berani menghianati aku".
"Mmmm.. Aku tidak akan berani menghianati kamu Salsa".
"Ya sudah, kalau gitu aku masuk dulu".
"Iya, selamat belajar gadis pintar".
"Iya" Perginya meninggalkan Liam dengan senyum manis.
Begitu Salsa pergi meninggalnya, dengan nafas panjang Liam mengusap wajahnya dengan kasar. "Kalau bukan karna aku ingin sekali bekerja di perusaan itu, aku tidak akan melakukan pekerjaan konyol ini".
.
Jam istirahat, Salsa dan Naura telah berada di dalam kantin sekolah mereka, namun sedari tadi Naura di buat keheranan melihat Salsa yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri entak apa penyebabnya Naura tidak tau. Dengan rasa penasaran, ia pun akhirnya bertanya kepada sang sahabat, "Yah.. Kenapa kamu sedari tadi tersenyum-senyum sendiri seperti orang kesetanan saja?".
"Masa iya sih Na?" Masih senyum Salsa melihat Naura.
"Mmmmm.. Ada apa sih? kamu membuat ku takut saja. Entar mereka malah berpikir kalau kamu sedang sakit jiwa lagi".
"Bodoh amat, yang penting aku senang".
"Jadi gara-gara apa kamu tersenyum-senyum seperti itu sedari tadi? ayo jawab cepat Salsa, jangan buat aku tambah penasaran".
"Hehehehe.. Jadi begini Na, alasan Liam itu mengajar disini, ternyata gara-gara aku".
"Hhhmmm? gara-gara kamu?".
"Iya, dia ingin memantau ku juga selama berada di sekolah ini Na. Aahh, aku jadi tambah semangat lagi kalau seperti ini terus hehehehhe".
"Oohhh" Gumam Naura terlihat biasa saja.
"Kenapa? kok cuman oh saja?".
"Jadi, apa aku harus mengatakan selamat gitu untuk mu".
"Iya dong Na, sebentar lagi aku pasti bisa mengalahkan kamu".
Deng..
"Kamu yakin bisa mengalahkan aku Salsa? sedangkan kamu tau sendiri kalau aku selalu mendapatkan juara 1 dikelas kita dan kamu selalu mendapatkan peringkat terakhir. Aku rasa kamu tidak bisa mengalahkan ku".
"Kita lihat saja nanti Na".
Naura mengangkat kedua bahunya seperti tidak perduli, padahal dalam hatinya, ia langsung merasa kecemasan saat Salsa mengatakan kepadanya kalau ia akan mengalahkan dirinya. "Tidak, sampai kapan pun kamu tidak akan bisa mengalahkan ku Salsa" Ucap Naura dalam hati.
"Oohh iya Na, siap ini kamu kemana? ke mall yok Na, aku ingin membeli suatu kepada Liam".
"Maaf Sal, hari ini aku tidak bisa. Lain kali saja yah".
"Ck, kamu kenapa sih Na. Tiap kali aku mengajak mu, kamu selalu berkata kalau kamu sedang sibuk. Kamu sibuk ngapain sih Na? belajar? aku rasa kamu tidak perlu lagi belajar karna kamu sudah pintar".
"Hahahaha.. Bukan begitu Salsa, akhir-akhir ini aku memang sedang sibuk membantu mama ku di toko. Kamu tau sendiri kalau saat ini toko sedang ramai-ramainya, karna sebentar lagi bulan 12 dan pelanggan semakin hari semakin ramai".
"Mmmmm" Angguk Salsa mengerti. "Ya sudah kalau gitu, nanti aku pergi sendiri saja deh".
"Maafkan aku yah Salsa".
"Tidak apa-apa Na, santai saja. Aku juga mengerti kamu kok, jadi tidak usah merasa bersalah seperti itu kepada ku, kan kita masih punya banyak waktu lain kali. Tapi kami harus janji yah kalau sekali lagi aku mengajak mu kamu harus mau".
"Siap Salsabila sahabat ku heheheheh".
"Aku tunggu itu" Senyum Salsa.
"Mmmmm" Angguk Naura. "Ayo dimakan Sal kita tidak punya banyak waktu lagi. Sebentar lagi sudah masuk".