NovelToon NovelToon
HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahkontrak
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Atasya

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN
MENGANDUNG UNSUR DEWASA...

PLAGIAT MENJAUH!!!

---

Mereka tidak tahu fakta yang sebenarnya, seorang office girl (OG) dalam perusahaan paling besar se–Asia itu adalah IBU DARI ANAK CEO MEREKA...

Pantaskah seorang wanita miskin bersanding dengan CEO kaya raya dan juga tampan ?

"Selamat ulang tahun sayang, ini aku berikan kado istimewa untukmu," ucap Bara sembari mengangkat bayi yang masih berlumuran darah agar wanita itu dapat melihat anaknya.

Dada sang wanita bergerak naik-turun karena kelelahan mengejan. Hampir 8 jam ia bertaruh nyawa untuk melahirkan anak itu sampai di dunia ini.

"JAUHKAN ANAK ITU DARI KU!!! AKU TIDAK MAU MELIHAT ANAK HARAM ITU!!" teriak Jelita dengan kekuatan yang masih tersisa.

----

DIA DI KEKANG
DIA DI KURUNG
DIA TERJEBAK
SELAMANYA DI DALAM SANGKAR EMAS ITU

Bagaimana dia bisa selamat dari kukungan pria berkuasa itu ?

Simak terus kisah Jelita–Ibu dari anak CEO kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Atasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10 - BARA PEMBOHONG

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Sudah empat hari sejak kejadian naas yang menimpa Jelita saat pulang kuliah lalu. Dan sudah empat hari pula wanita cantik itu terus menangis dan mengunci dirinya dalam kamar.

Tidak keluar untuk makan maupun masuk kuliah. Untungnya ada para maid yang membawakan makanan ke dalam kamar Jelita. Dengan sedikit ancaman dan paksaan dari Bara akhirnya gadis itu mau untuk makan.

Selama empat hari tak keluar kamar, Jelita juga tak bertemu dengan Bara. Pria itu hanya menelfon jika ingin berbicara dengan adiknya.

"Aku udah gak suci lagi...hiks...hiks..." isaknya setiap saat.

Saat mandi selalu terbayang, saat akan menutup mata kejadian-kejadian itu terbayang lagi.

"Kenapa dia jahat banget sama aku ? Aku ini adiknya! Adik kandungnya!!!!" frustasi Jelita. "Apa kak Bara selama ini gak pernah menganggap aku adik kandungnya?"

Dengan perlahan ia bangkit dari duduknya menahan rasa perih yang masih menjalar pada daerah kewanitaannya untuk berjalan menuju rooftop kamarnya yang berada pada lantai tiga.

"Mending aku mati daripada hidup menjijikkan seperti ini! Disetubuhi oleh kakak sendiri merupakan suatu aib bagiku!" ucapnya dengan gemetar.

Entah bisikan darimana, namun kini Jelita sudah membuka pintu penghubung kamarnya dengan rooftop.

Saat berhasil membuka pintu itu, seperti ada seseorang yang membisikkan sesuatu pada kuping Jelita.

"Ya Jelita, mending kamu bunuh diri saja. Kamu itu aib! Dari kecil sudah di buang ke panti, sekarang kamu mau bikin malu keluarga yang sudah memberikanmu tempat tinggal ?"

"Ayo bunuh diri Jelita! Kamu aib!"

"Seorang adik disetubuhi kakak kandungnya sendiri ? Menjijikan?"

"Bunuh diri saja...."

Tanpa sadar Jelita sudah berada dalam pinggiran rooftop, sekali saja melangkah tubuh Jelita akan jatuh ke bawah.

Gadis yang masih memakai piyama tidur dan rambut yang berantakan ini memejamkan mata, tubuhnya bergetar karena ketakutan.

"Hiks...hiks...maafin Jelita ya Ma, Pa. Jelita ini hanya aib. Mending Jelita bunuh diri daripada harus hidup ji–"

Kring.... kring....kring...

Ucapan Jelita terpotong saat remaja itu mendengar suara telfon berdering dari dalam kamarnya.

Setelah dering keempat berbunyi, Jelita seolah sadar dan menjauhkan dirinya dari pinggiran balkon kamar.

"Astagfirullah, bunuh diri bukan penyelesaian suatu masalah," ucapnya setelah sadar.

Ia mengusap air matanya kasar pada wajahnya, dan segera berlari dengan tertatih-tatih memasuki kamarnya.

Jelita mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan ponselnya.

Kring....kring...

"Nomor tak di kenal, siapa ini ?" gumamnya menatap layar ponselnya menatap sejumlah nomor yang tertera tak ia simpan.

"Lebih baik angkat saja, aku takut jika monster itu yang menelfon ku," monolognya pada diri sendiri.

Setelah beberapa kali menghela nafas, Jelita akhirnya menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.

"Hal–"

"Ini gue Hades. Kenapa lo gak masuk kuliah ?"

Jelita menelan salivanya susah payah, kenapa selalu seperti ini ? Saat mendengar suara Hades jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

"Oh kamu, aku gak masuk karena....."

"....karena sakit," jawabnya setelah lama berfikir.

Hening, Hades tak merespon jawaban Jelita beberapa detik, membuat Jelita jadi takut sendiri.

"Lo bohongin gue, lo gak sakit."

"Gue tanya sekali lagi. Kenapa lo gak masuk kuliah Jelita ?"

Jelita memejamkan matanya sejenak, tak mungkin juga ia memberitahukan pada Hades dengan apa yang terjadi padanya.

Bisa-bisa pria itu membeberkan masalahnya kepada orang lain, yang nantinya akan jadi Boomerang sendiri untuknya.

"Bukan urusan kamu, kita gak terlalu dekat. Jadi untuk apa kamu kepo sama urusanku ?"

"Karena gue mau dekat sama lo. Kenapa jadi suara serak gini sih ? Lo habis nangis ?"

Deg...

Hades bilang mau dekat dengan Jelita ? Pria tampan dan kaya itu ? Benarkah ?

"Sekali lagi aku bilang, bukan urusan kamu!"

"Pokoknya besok pagi lo harus kuliah! Gue jemput!" ucap Hades dari balik telfon tak terbantahkan.

Tut...

Pria itu mematikan sambungan telfon sepihak. Jelita mendesah frustasi dan membanting tubuhnya ke kasur.

"Aku mohon Hades, jangan dekati aku. Pr–pria itu gila. Aku takut kamu jadi korban selanjutnya...."

...o0o...

Dengan perlahan Jelita melangkahkan kakinya menuruni tangga. Jangan tanyakan bagaimana perih yang dirasakan wanita polos dan lugu itu pada daerah sensitifnya.

Usinya baru menginjak 23 tahun tapi sudah melakukan, ya kalian tahu. Di umur segitu, Jelita sudah mengalami tindakan asusila.

Jadi rasa sakit yang Jelita dapat, berkali-kali lebih menyakitkan daripada wanita yang umurnya lebih matang.

"Shh....sakit sekali Tuhan," ringisnya.

Beberapa anak tangga lagi Jelita sudah sampai pada meja makannya. Dan Fara yang melihat anaknya sedang kesakitan di anak tangga terakhir, segera mendekatkan dirinya pada remaja cantik itu.

"Ya ampun, akhirnya anak Mama keluar dari kamar," jerit Fara yang membuat Doddy dan Bara mengalihkan pandangannya ke arah Jelita.

Baru saja Bara akan berdiri dan menuntut Jelita untuk duduk di kursi, tapi dengan cepat Doddy menggenggam tangannya, mengistirahatkan Bara untuk tetap duduk. "Duduk atau Papa bakal asingkan Jelita ke negara lain!" ancamnya berbisik.

Tangan Bara terkepal kuat, ia dengan pasrah kembali duduk, menatap Jelita yang dituntun ibunya untuk duduk di kursi meja makan yang berada di sebelah ibunya.

"Kamu itu loh nak, sudah jatuh kecelakaan kok malah ngurung diri di kamar ? Harusnya keluar kamar, jemur badan kamu di bawah sinar matahari pagi. Langsung sembuh tulang-tulang kamu itu," ucap Doddy yang heran dengan kelakukan Putri angkatnya. Masa setelah kecelakaan malah mengurung diri di kamar. Ada-ada saja.

Fara tertawa kecil sembari menaruh nasi pada piring suami dan kedua anaknya. "Lagian kamu kenapa lagi ojek si Fara. Kalo kakak gak bisa jemput ya naik taxi saja."

"Emang aneh Jelita, Ma. Aku udah suruh naik taxi malah naik ojek. Kecelakaan kan jadinya," ucap Bara ikut menimbrung.

Sedangkan Jelita mengepalkan tangannya erat di bawah meja makan. Pertama ia tak tahu apa maksud Ayahnya saat mengatakan padanya jika kecelakaan. Tapi menurut analisa Jelita, sepertinya Bara telah berbohong kepada kedua orang tua mereka.

Pria itu mengatakan jika Jelita tak keluar kamar karena mengalami kecelakaan akibat dua hari lalu Bara tak bisa menjemput Jelita, hingga akhirnya Jelita memilih pulang menggunakan jasa ojek online. Lalu Bara mengatakan bahwa Jelita mengalami kecelakaan, itu yang membuat Jelita mengurung dirinya di kamar.

Sungguh picik kamu Bara!

Mata Jelita menatap tajam Bara, kedua tangannya masih terkepal kuat. Sedangkan Bara yang merasa di perhatikan dengan begitu intens hanya tersenyum tipis sembari mengedipkan matanya ke arah Jelita.

"Ayo dimakan dek, biar kuat besok kamu kuliah. Masa cuma gara-gara keserempet kamu gak masuk dua hari. Lemah kamu, dek. Kapan-kapan kalo kecelakaan lebih parah kamu harus kuat," ucap Bara dengan seribu makna.

Mendengar ucapan anaknya, Fara dan Doddy hanya tertawa kecil. Berbeda dengan kedua anaknya yang menatap penuh permusuhan.

...o0o...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

1
Shifa Burhan
pola pemikiran tidak bermoral, bodoh, dan munafik seorang pria adalah ketik dia melaknat pebinor tapi begitu lembut pada pelakor,

begitu juga pola pikir tidak beemoral, munafik dan bodoh seorang wanita adalah ketika dia melaknat pelakor tapi begitu lembut pada pebinor

dan pola pikir kayak gini bisa dilihat dari novel2 mu
pola pikirmu kelihatan jelas
*raisa pelakor kau laknat
tapi
*Hades pebinor kau perlakukan begitu lembut dan menang banyak
*bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita
kebejatan Hades
*licik sok jadi pahlawan dengan niat licik
*menyebarkan fitnah yang membuat rumah tangga orang kacau
*menghasut istri bodoh
*membawa istri orang
*melecehkan istri orang (sudah masih ranah hukum)
*percobaan pemerkosaan pada istri orang (ranah hukum)
tapi miris dia bebas begitu saja seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun, dan author sangat peduli pada sosok ini

miris pola pikir kalian yang begitu memuja pria lain alias pebinor

pelakor dan pebinor sama manusia laknat hanya wanita tidak bermoral dan munafik yang memuja dan peduli pada pebinor

fakta novel menunjukkan karakter pola pikirmu
Sinta bule
keren keren keren
Sinta bule
ini cerita mungkin udah di perbaharui
tadinya disini jelita baru 15 thn .tp jdi 23thn
Nona QueenRa
seruuu
Nona QueenRa
seru banget kayak psikopat
Jasmine Wong
I love it...../Angry/
Jasmine Wong
baru nyadar bara
Jasmine Wong
kok cerita nya bikin gregetan ya...bego amat si jelita... udah jelas² ada hades didepan mata.../Panic//Panic//Panic//Panic/
Eka
kak kapan up nya
Ve
ini sih salah langkah lho klo atas nama yang katanya mencintai
😤😭
Ve
thor nya lucu..
tapi gpp, jadiin masukan aja buat kedepannya thor..
tetap semangat nulis yah ✌
Nur Hikmah
bagus ceritanya,,
Qaisaa Nazarudin
6 Tahun kemudian, berarti Bara sekarang umur 39 tahun ya..
Qaisaa Nazarudin
Ckkk nenek lampir 🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya aku kasihan sama Bara,dia emang cinta sama Jelita,saking cinta nya dia jadi berubah obsesi,dia merusak Jelita karena gak mau Jelita lari dari nya, Tapi di sebabnya sikap ortunya Baranyg jahat,kebahagiaan sang anak yg jadi korban nya,..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Adduuhh aku jadi bingung alurnya, Tadi udah kuliah udah skripsi umur udah 23 tahun, Lah sekarang kok umur 17 tahun?? Mana yg benar ini..
Qaisaa Nazarudin
TERIMA LAH SAAT KEHAMCURAN KAMU FARA,..😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Yeezzzz Akhirnya 👏👏👏💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Lho bukannya Jelita udah tamat kuliah ya..🤔🤔kok tamat SMP??
Qaisaa Nazarudin
Ini semua berkat usaha Hades yang mencari tau dan menolong Jelita,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!