NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Pembunuhan / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Menikah dengan Musuhku / Persaingan Mafia / Gangster / Enemy to Lovers / Romantis / Tamat
Popularitas:20.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

Synopsis.

Leon Wardana sudah lama pensiun dari dunia gelap, dulu ia dijuluki Naga Asia .Bos Mafia yang paling ditakutin, setelah menikah deng gadis cantik yang jadi tawananya dulu, karena rasa cintanya pada istrinya ia berubah dan beralih profesi menjadi pebisnis dan hidup bahagia. Namun setelah ia tua dan memiliki putri yang cantik jelita. Ternyata putrinya diculik oleh gengster kejam, Leon ingin menyelamatkan Chelia, ia dan Putranya Okan Wardana tidak tinggal diam, ia balik menculik adik sang gengster. Apakah Okan Wardana mengulang kisah orang tuanya, jatuh cinta pada gadis tawananya?

Follow @IG nata
Fb. Nata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertarung dalam hutan

PART 10

Bertarung Dalam Hutan

Leon mendorongnya menjauh hingga ia terjatuh di rumput-rumput dengan tangan diikat, ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya melihat Leon bertarung dengan gagah, melawan orang berpakaian khas itu.

Sebelum Leon mengayunkan Mandau miliknya, ia terlebih dahulu membaca semacam mantra, terlihat dari bibirnya yang komat-kamit .

“Hiiaaaah “ ia mengayunkan pedang panjang itu, diangkat tinggi-tinggi.

Dengan segala kekuatan Leon Wardana atau biasa di sapa Naga itu, mengayunkan pedang, menyabet leher seorang musuhnya, bilah pedangnya terbebas seketika, ia menebas musuh di sampingnya, lengkingan kesakitan dan suara teriakan kemarahan terdengar, dari dalam hutan. Dengan lincah dan cekatan, ia mengayunkan pedangnya ke kanan dan kiri.

“Hiaaa …!” Teriaknya lantang, otot tangannya terlihat mengembul dari kaos singlet berwarna hitam yang ia pakai, ia sangat menyeramkan pada saat marah.

Ia menusukkan bilah pedangnya lagi pada musuh yang ingin menyergapnya dari belakang. Ujung pedang Leon menembus otot lengan lawan

“Hiaa …!” Suara -suara riuh saling bersahut-sahutan di dalam hutan.

Dari ujung matanya,  Leon merasakan ada sesuatu yang sangat dekat disisi kanan, secara naluriah ia mengayunkan pedangnya kearah tersebut merobek lengan lagi,  seorang musuh yang ingin menyergap lagi, Leon menyayat pipinya dengan satu ayunan.

Pekikan-pekikan kematian terdengar di dalam hutan. Ia mengalahkan mereka semua sendirian. Ia tidak hanya ahli dalam senjata, tetapi ia juga menguasai tehnik pedang.

Orang-orang yang sudah tumbang tergeletak di tanah dengan erangan kesakitan, menunggu ajal.

Karena Leon seperti tidak memiliki hati, saat mereka sudah terkapar tidak berdaya lagi, ia kembali menancapkan pedangnya ke dada musuh-musuhnya, memastikan mereka semuanya tidak ada yang selamat.

Jovita bergelidik menyaksikan kengerian di depan matanya, ia sampai mual melihat noda-noda merah bercipratan sampai ke daun –daun kering, di tempat Leon sedang beradu pedang dengan musuh-musuhnya.

“Iya Tuhan aku berada di tangan seorang iblis kejam saat ini,” ucap Jovita .

Bahkan saat ini lelaki yang tidak punya hati itu, duduk dengan tenang menunggu kematian para musuhnya, ia menghembuskan asap-asap berbentuk bulat-bulat kecil dari mulutnya, ia tidak perduli  walau mereka semua sudah sekarat.

Jovita merasa sangat ngeri melihat pemandangan itu, tubuh mereka tergelatak bersimbah darah. Ia yakin orang-orang itu akan mati hari itu juga, karena dada mereka sudah ditembus pedang dari Leon.

Leon masih dengan posisi duduk menghidupkan  beberapa batang rokok, dan meletakkannya di bibir mereka, asap itu mengebul di diantara tubuh-tubuh yang sudah terkapar, yang masih bernapas , ia memberikan rokok yang sudah ia nyalakan semacam ucapan selamat jalan.

Setelah orang-orang itu tumbang, ia memastikan tidak ada lagi yang hidup.

Leon bangun dan menarik tubuh Jovita, yang sedari tadi ia biarkan ikut tergeletak di rumput, lalu  ia berdiri dengan tenang, seakan- akan yang ia lenyap kan barusan hanya beberapa tikus tanah, tidak ada rasa takut ataupun menyesal di wajahnya.

‘Ini manusia apa Iblis ? yang menjelma jadi manusia’ ucap Jovita dalam hati.

Ia mendekati Jovita lagi ,menarik baju jovita menyeretnya, meninggalkan orang -orang yang sudah tidak bernyawa itu.

Pakaiannya dipenuhi banyak noda merah, bukan hanya baju,  celananya juga di penuhi  bercak-bercak darah,  bau anyer tercium dari  tubuhnya, Jovita merasa perutnya mual, dan kakinya gemetar melihat tubuh Leon di penuhi darah.

Jovita tidak bisa berkata-kata lagi, menyaksikan kematian puluhan orang di depan matanya,  membuat tubuhnya bagai mati rasa, ia shock dan tubuhnya masih  gemetar.

Ia masih saja diseret dengan sangat kasar, tubuhnya di letakkan di pinggir sungai lalu ia mencabut pedang itu dari balik punggungnya, dan diayunkan kearah Jovita.

Wanita malang itu hanya menutup matanya dengan pasrah, bahkan memohon atau berteriak pun ia tidak punya tenaga, tubuhnya terus saja  gemetaran.

Leon berniat melenyapkan Jovita karena ia terlalu banyak mengetahui  tentang Leon, tetapi saat ia mengayunkan pedang panjang itu tiba-tiba …

Braaak …

Leon  tumbang, sebuah anak panah menancap di dadanya. Walau tubuhnya sudah terluka, dengan cepat juga ia menarik anak panah itu dari dadanya. 

Kali ini jovita selamat dari kematian, akibat anak panah yang melukai Leon.

Leon menyimpan pedang itu lagi, menarik tangan Jovita, menariknya bersembunyi di balik pohon besar, ia menyandarkan kepalanya di pohon, menarik Jovita mendekap di dadanya, agar tidak kelihatan oleh musuh.

Sosok pemilik panah itupun belum terlihat, Leon semakin mendekap badan Jovita di dada kekarnya.

Jovita tidak bergerak sedikitpun.

Tubuhnya bergetar hebat apalagi pipinya menyentuh dada Leon yang terluka anak panah.

Ia semakin ketakutan, tapi aneh air matanya tidak mau keluar lagi, mungkin sumur di dalam matanya sudah kering.

Lelaki itu menarik tangan Jovita, menyeret dan membawanya berlari  meninggalkan hutan

Di paksa berlari dengan tangan masih diikat, Hara terjatuh tidak mampu berlari lagi, Leon menatapnya dengan tatapan marah.

“Ckk, dasar lemah” Leon membantunya berdiri

Suara langkah kaki yang mengejar mereka semakin dekat, Leon menjatuhkan  tubuh Jovita ke tanah, menggulingkan tubuh mereka di bawah semak, tubuh kekar itu menindihnya dengan kuat , ia merasakan badannya remuk menahan beban berat dari lelaki itu, dada Jovita  naik turun,  menahan beban tubuh Leon, ia merasa kesulitan bernapas.

Sedangkan baju yang dipakai jovita, hanya kaos atasan yang mampu menutupi bagian atasannya saja, sedangkan bagian bawahnya, hanya memakai CD milik lelaki,  sepertinya bukan milik Leon karena ukuranya kecil.

 Saat berbaring di semak-semak untuk bersembunyi, Jovita merasakan ada mahluk melata melintas di kakinya dingin, dan terasa licin

“U-u-ular,” bisik Jovita pelan,  tubuhnya meronta dibawah tubuh Leon.

Tangan Leon dengan sigap membekap mulutnya agar tidak bersuara , sebelum orang-orang yang mengejar itu, menemukan mereka, mahluk melata itu semakin menyusuri kakinya.

“Ular di-

Karena tangannya tidak mampu mendiamkan mulut Jovita, Leon tepaksa membekapnya dengan mulutnya, mulut itu diam dan matanya melotot, karena rasa takut  Jovita, tanpa sadar ia meremas kuat luka di dada Leon.

Leon merasakan rasa sakit akibat tangan Jovita mencakar lukanya.

“Hmm ….” Ia mengerang kesakitan,  suara mereka sama tertahan di dalam mulut,  Karena Leon masih membekap mulut itu dengan mulutnya.

Akhirnya orang yang mengejar mereka itu pergi,  meninggalkan hutan, terlihat dari sinar obor yang mereka bawa semakin menjauh.

Leon melepaskan mulutnya dari mulut jovita.

“Auh sakit brengsek!”

Leon memakinya dengan kasar, menyingkirkan tangan Jovita dari dadanya.

Saat ia ingin bangun lagi,  tiba-tiba ada obor kedua ingin melintas, membawa mayat-mayat dari orang yang ditumbangkan tadi.

Ia menekan dadanya kembali ke dada Jovita dengan  sikap tiba-tiba. Membuat tubuh Jovita bengek kesakitan.

“Auuuh sakit.” Ia meringis di bawah badannya,  ada batu, dengan perlahan Leon membalikkan tubuhnya bertukar posisi, kini tubuh kecil jovita yang berada di atas tubuh Leon, tentu saja itu tidak ada apa-apanya bagi tubuh Leon.

Para rombongan manusia ber obor itu menghilang di balik pohon-pohon besar, meninggalkan mereka berdua dalam kegelapan.

Demi apapun Jovita tidak ingin menjauh dari lelaki itu.

“Awas …! menyingkir dari tubuhku.|”

pinta  Leon kasar,  menyuruhnya turun dari tubuhnya, tetapi melihat hutan gelap itu Jovita ketakutan, ia tidak mau  turun dari atas dada Leon walau sudah di minta.

Jovita penakut, takut pada mahluk kasat mata, dengan mata tertutup ia malah memeluk tubuh Leon dengan erat.

“Aku takut,” kata Jovita

“Kamu harusnya takut padaku, karena aku orang yang suka  melenyapkan nyawa orang lain,” kata Leon setengah berbisik ke kuping Jovita, ia hanya menggeleng semakin memeluk tubuhnya.

“Kalau kita tidak pergi dari sini … Apa kamu tahu yang lebih buruk akan datang.

 Mariaban akan datang nanti dan memakan kita hidup-hidup,” kata Leon mendorong tubuhnya.

Di hutan pedalaman Kalimantan, salah satu suku mempercayai kalau hutan itu ditinggalin sosok mahluk besar yang bernama Mariaban. di percaya sosok siluman yang akan memakan manusia yang mau masuk ke wilayahnya. dan masih di percaya hingga saat ini

“Si-si-siapa ?” Tanya Jovita gelagapan, tangannya semakin merangkul

Bersambung …

1
Anggye syahab
ini cerita kapan updatenya kak..sudah tahun 2026
rarr
nma mc cweny Jovita ap hara thor
falea sezi
hmmm ikan sama kek bapaknya tukang celup ternyata
falea sezi
pelakor nie kaila
falea sezi
makan tuh orang gila dlu qm lebih Bianca dari hara sono nikahin biar kalian sama2 gila/Curse/
falea sezi
halah dlu qm belain Bianca dripada hara ampe hara minggat
falea sezi
anehhh skg di cari uda nikah aja lu ama Bianca anak manja biar hara dpet berondong kaya bukan laki tua bodoh kayak qm
falea sezi
laki tolol mending hara ma lainnya aja
falea sezi
males tokoh utama menjijikan
falea sezi
salsa habis ngapain ma Leon hmmm abis enak enak padanya
Ida Nuryanti
Luar biasa
Nadhia aryani Wijaya
ini ada yg di hapus ya kak episode nya jadi gak nyambung episode nya
Septi Zetro
hara kenapa sih...
sudah tau dulu leon mafia dan sekrang sudah gak mau ngingat2 masalalu..
seharusnya paham dengan apa yg dilakukan leon..
sering kecewa dengan sikap hara..

terus kok ada cerita tunangan sama beni bagaimana thor padahal dari kecil sudah dijodohkan dgn toni
Mon Lisa
Biasa
Mon Lisa
Kecewa
Barry Slange'an
kebetulan aq asli kalimantan..tepat nya kalteng..
Mr.VANO
cari la teman yg bawak positif...
karna klu teman negatif akan susa untk membersikanny.
Mr.VANO
setanggu itu piter masih lemah klu di adapkan istri melahirkan
Mr.VANO
tindakan om piter sdh tepat ..
Mr.VANO
klu aku puny uang byk byk byk,aku mau buat rmh sakit.ke selamatan dl baru administrasi ,klu untk org tdk mampu gratis..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!