NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 10

HAPPY READING 🌟

.

.

.

..."Menunggu itu menyebalkan. Maka cepatlah datang, dan beri gue kepastian."...

...Alana Valeria Alexandra....

.

.

.

Dor.

Dor.

Bugh.

Bugh.

Bunyi itu saling beradu, tidak ada yang mau mengalah membuat lapangan tersebut dibanjiri darah dimana-mana lebih tepatnya darah anak buah Zia saja sedangkan para teman Alana sebisa mungkin agar tak mengenai serangan musuh.

Sebagian mereka telah tumbang dikalahkan para teman Alana yang hanya mendapatkan luka memar dipipinya, itu pun karena mereka kurang fokus.

Tring.

Tring.

Tring.

Nampaklah dua orang gadis yang saling sayat menyayat, yang satu menggunakan pisau lancip tanpa berkarat sedangkan yang satu lagi menggunakan pisau tumpul dan berkarat.

Kedua gadis itu tak mengenal kata lelah bahkan saling menghujat satu sama lain tentu saja dengan kata-kata kasar.

"Menyerahlah! gue tau lo lelah." Ejek Zia ingin menggores pipi Alana namun tidak kena membuatnya sedari tadi berdecak kesal, mungkin musuhnya kali ini sangat lincah buktinya ia selalu terkena goresan pisau Alana bahkan ia hampir kewalahan menghadapinya.

"Seorang yang kuat tak kenal kata nyerah, lo yang harusnya nyerah lihat anak buah lo semakin berkurang." Ejek balik Alana dengan simriknya, Zia langsung mengedarkan pandangannya dan ya! anak buahnya semakin berkurang melihat ada kesempatan Alana langsung menggores pipi Zia dengan pisau berkaratnya membuat Zia menggeram marah.

"Lo mau bunuh Mommy gue? lo bunuh gue aja gak bisa gimana dengan Mommy gue? yang bahkan serangan kecil begini gak berarti sama sekali buatnya."

Sementara disisi lain.

Cklek.

"Ck! gak guna banget tau nggak nih pistol!" Kesal Nessa melempar asal pistolnya, kenapa habis disaat-saat seperti ini sih? padahal tadi ia sudah bergaya layaknya pahlawan kesiangan namun semua khayalannya seketika pupus. Dengan terpaksa Nessa melawan anak buah Zia dengan tangannya sendiri. Ingat tanpa senjata!

"Bener-bener gak guna tau!" Gerutu Nessa sambil menunjuk-nunjuk pistolnya bahkan gadis itu tak mengetahui bahwa tinggal beberapa centi lagi anak buah Zia menghajar punggung belakang Nessa menggunakan balok kayu jati.

Tapi tiba-tiba sosok laki-laki datang lalu menghajar tanpa ampun anak buah Zia yang ingin menyelakai Nessa, Ben sosok itu adalah Ben.

"Lo be*o atau to*o* ha?" Kesal Ben sekaligus bertanya.

"Be*o sama to*o* apa bedanya ya?" Tanya balik Nessa membuat Ben mengacak rambutnya kesal, bisa-bisanya gadis didepannya ini menganggapnya sebagai candaan padahal tadi nyawanya hampir saja melayang.

Tunggu! sejak kapan dia mulai peduli dengan gadis ini? bahkan ia tidak mengetahui asal usul Nessa hanya sebatas teman warnya saja, Ben langsung berbalik seraya melangkahkan kakinya menuju anak buah Zia yang lainnya.

"MAKASIH." Teriak Nessa membuat Ben terkekeh sekilas, mungkin Ben mulai tertarik dengan Nessa? ingatkan Ben kalau setelah ini mengajak Nessa berkenalan.

"MUNDUR! LINDUNGI LEADER!" Teriak nyaring Zia sekaligus menyuruh anak buahnya menyerah, ya dia mengaku menyerah saja dari pada nyawanya terancam! mungkin lain waktu ia akan melumpuhkan Alana apa pun caranya! pasti!

Alana yang mendengar terikan itu langsung tersenyum puas "Ck! cuma segini kekuatan lo? gue kan udah bilang lo tuh akan mati ditangan gue." Ejek Alana langsung mendorong tubuh Zia hingga Zia jatuh tersungkur ditanah.

"Gue yang menang girl." Alana menodongkan pisaunya tepat pada leher Zia membuat Zia menggenggam erat jari jemarinya, merasa takut jika sewaktu-waktu pisau itu menggores lehernya.

Tiba-tiba ide licik Zia muncul. Gadis itu tersenyum disela-sela ketakutannya "Jangan terlalu percaya diri!" Ucap Zia melempar tanah yang ia genggam tadi, membuat pandangan Alana memburam seketika.

"See you next time girl." Bisik Zia tepat pada telinga Alana lalu Zia langsung belari menjauh tapi sebelum itu Zia sempat menggores pipi Alana sebagai bentuk perpisahaan.

"DASAR PENGECUT!" Teriak Alana sambil mengusap-usap kedua matanya, berharap pasir yang mengenai matanya tadi segera menghilang.

"Sini Kakak bantu." Ucap Alan mengangkat wajah Adiknya tersebut untuk meniup kedua matanya namun Leo langsung mendorong paksa tubuh Alan.

"Biar gue yang bantu." Leo langsung meniup kedua mata Alana. Perlahan manik mata Alana yang awalnya memerah kini kembali seperti semula yaitu biru laut.

"Pipinya kena apa?" Tanya Leo mengusap pelan darah yang mengalir dipipi Alana.

"Ekhm, berasa dunia milik sendiri yang lain mah cuma ngeman." Sindir Alan lalu bangkit dari jatuhnya membuat kedua sejoli itu langsung pura-pura melihat pemandangan yang lain.

"Omaygod, Alana zheyeng lo nggak papa kan?" Tanya Viola tiba-tiba.

"Jangan khawatirin Alana, dia mah batu dimakan mending khawatirin gue aja." Jawab Bastian sambil menaik turunkan alisnya membuat Viola langsung memutar bola matanya malas.

"Gue juga manusia ogeb."

"Woee, ada yang tau ini pistol bisa diisi nggak?" Tanya tiba-tiba Nessa lalu menyodorkan sebuah senjata api yang sangat berbahaya.

"Cewek kok mainannya pistol." Jawab tiba-tiba Ben.

"Buset pada muncul tiba-tiba." Ucap Alana membuat semua langsung terkekeh, mereka bahkan membiarkan mayat-mayat anak buah Zia tergeletak mengenaskan ditanah bersamaan darah yang mengalir ditubuhnya.

"Yah, kita punya satu masalah lagi." Celetuk Nessa kala tawanya perlahan berhenti disusul oleh semua tawa, mereka semua menatap Nessa yang kini menatap ke arah gumpalan mayat anak buah Zia.

"Gadis itu benar-benar biang onar."

🌠KOMEN🌠

Seminggu setelah insiden kemarin kini AIHS mulai berjalan seperti semula bahkan tidak ada yang takut malahan mereka memuji geng Alana dan geng Leo seperti 'keren' atau 'panutan tuh' dan lain-lain sebagainya, tentu saja tak ada yang tau bahwa dalang utamanya adalah si biang kerok Zia hingga membuat Zia masih tetap bersekolah di AIHS.

"Anak-anak mulai sekarang kelas ini mempunyai wali kelas baru loh!" Ucap Lilik mempersilahkan Guru baru tersebut masuk.

Mari kita deskripsikan bersama-sama, make up yang terbilang sangat menor, baju yang amat ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan jangan lupakan kancing baju yang terbuka dua menampakkan belahan dadanya membuat semua siswa laki-laki membulatkan mulutnya bahkan dengan air liur yang hampir saja menetes.

Sungguh pemandangan yang amat merusak mata.

"Hai semua kenalkan nama saya Gloria Jovita Nathania panggil saja Ibu Gloria." Ucap Gloria dengan naea yang diimut-imutkan sambil mengedipkan satu matanya ke arah siswa laki-laki.

"Ibu cantik deh."

"Udah punya pacar belum?"

"Ewh, bi*ch!"

"Matanya minta dicongkel ya!"

"Bisa-bisanya sekolah elit ini menerima Guru kayak gitu?"

"Bu, satu malam berapa?"

"Awas aja godain pacar gue!"

"Gak pantes banget kerja disini."

Begitulah komentar-komentar murid kelas 11 IPA 1 bahkan ada yang terang-terangan menghina Gloria sedangkan Gloria malah asik membenarkan rambutnya yang nampak sedikit berantakan.

"Ibu Gloria mengajar sementara disini karena Ibu mau jalan-jalan dulu! jangan nakal-nakal ya semua! Ibu sayang kalian." Pamit Lilik membuat semua langsung mengangguk patuh.

"ALANA!" Panggil Lilik dengan suara cempreng khas miliknya.

Siswi yang tadi dipanggil Alana pun menoleh ke arah depan, tepat dimana Lilik tengah menatapnya tajam "Hadir Buk masih tetap berada dibangku paling pojok, dan mungkin hari ini belum membuat masalah jadi santai aja Buk." Ucap santai Alana.

"Kamu jadi ketua kelas disini agar kamu bisa bertanggung jawab! untuk yang dulu jadi ketua kelas jadi wakil ya." Perintah Lilik membuat sang ketua kelas yang sudah turun jabatan menjadi wakil mengangguk.

"Oke Buk saya akan membuat kelas ini hancur eh maksudnya tertib, ya gak Buk?" Ucap Alana menaik turunkan alisnya membuat Lilik menggelengkan kepalanya, untung saja dirinya cuti jadi takkan bertemu sang biang onarnya AIHS.

"Sudah ya, Ibu mau pergi dulu jangan kangen semua!" Pamit Lilik untuk yang terakhir kalinya lalu mulai meninggalkan kelas yang mendadak hening.

"Sekarang kerjakan halaman 120-130 dikumpulkan sekarang!" suruh Gloria membuat semua langsung menyumpai Guru baru itu.

"Itu yang tidur siapa!" Kesal Gloria ketika melihat Alana tertidur secara terang-terangan dengan Leo disebelahnya.

Padahal tadi Alana sempat berbicara panjang dengan Lilik tapi sekarang malah dengan cepat tertidur.

Hening.

Kelas tersebut mendadak hening karena tiga hal: satu Leo sangat ditakuti dua Alana juga ditakuti setelah insiden kemarin tiga Alana sekarang ketua kelas maka dari itu semua tak berani mengganggu mereka berdua kecuali geng Leo, dan geng Alana saja oh iya! tentu saja dengan geng Clara.

Melihat tak ada respon sama sekali, Gloria langsung melempar spidol ke arah Alana membuat Alana langsung terbangun dari mimpi indahnya tentu saja dengan wajah kesalnya.

Alana baru saja tertidur kenapa harus diganggu!

"Gue tau lo yang lempar, lo masih baru aja belagu! gak pantes lo kerja sini." Ejek Alana santai, memang sedari awal gadis itu menaruh benci terhadapa guru baru itu entah karena apa.

"KAMU! SIAPA NAMAMU!" Bentak Gloria menatap tajam Alana.

"Kalau gue gak mau ngasih tau kenapa? ngajak baku hantam? maju sini lo." Tantang Alana mulai menghampiri Gloria membuat nyali Gloria menciut.

"Lawan Alana, gue ada dipihak lo!" Seru Nessa, dan Viola dengan semangat yang membara sementara Alan hanya memandang Adiknya dari jarak jauh. Jika Adiknya mulai lepas kendali barulah ia maju.

Alana nampak melambaikan tangannya sembari melemparkan senyumannya kala dirinya telah didepan layaknya pertandingan gulat saja.

***BATAS SUCI***

WELCOME BACK LAGI😆

NESSA DAMIAN FILLBERT

BEN DAVID ARIAN

BERSAMBUNG~

NESSA KEMBARAN GUA SI BEN PACAR GUA! VALID NO DEBAT:V

SEMANGAT PUASANYA😉INI BUAT RABU YA😅

LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!