NovelToon NovelToon
Bukan Wanita Kedua

Bukan Wanita Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:114k
Nilai: 5
Nama Author: Gatha

Zeya Putri bekerja disuatu perusahaan terkenal dikota Jakarta. Zeya terpesona oleh ketampanan dari Arka Krisdya yang tak lain adalah atasannya dikantor itu. Meskipun terlihsat dingin dan kaku, Arka memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap anak-anak panti asuhan. Karena Arka merasa senasib dengan mereka. Begitu pula dengan Arka, ia pun jatuh pada pesona seorang Zeya. Bahkan sejak ia mengirimkan lamaran diperusahaan yang ia pimpin.

Namun Arka tersandung masalah dengan Dela Deffana, anak dari pemilik perusahaan sekaligus orang yang berjasa dihidupnya.
Dela seorang wanita cantik, kaya, berpendidikan tinggi. Ia tampak begitu sempurna. Namun sayang, Ia tak bisa mendapatkan hati Arka. Ia besekongkol dengan Randi, seorang pria terlihat sangar yang kebetulab juga menyukai Zeya.

Arka terpaksa harus menikahi Dela, karena suatu hal yang ternyata itu hanya jebakan Dela. Namun disisi lain ia pun tak mau kehilangan Zeya bahkan ingin memilikinya.

Sementara Zeya rela dinikahinya meskipun dia tau Arka telah menikahi Dela. Zeya menjadi istri keduanya.

Bagaimana kisah cinta mereka?

Apakah akhirnya mereka akan berpisah?

Ataukah kekuatan cinta Arka dan Zeya bisa membuat mereka bisa bersama dan saling menunggu?

Tentunya tanpa adanya duri didalam kehidupan mereka

Yuk baca ceritanya..
Jangan lupa like dan koment ya dear.. 😉🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demam

Hari ini Arka kembali ke Jakarta. Dia tidak masuk ke kantor, tubuh dan pikirannya butuh istirahat.

Sebenarnya dia ingin masuk ke kantor namun ia merasa tubuhnya kurang sehat. Dia sudah merasakan sejak tadi malam.

Setelah sampai dirumah, dia langsung berbaring diranjang. Dia mengetik sebuah pesan singkat untuk seseorang.

'Zey, Belikan obat demam untuk saya dan antar kerumah'

Dia berharap Zeya membelikan obat untuknya.

Arka merasa tubuhnya lemah dan kepalanya terasa berat. Dia menutup tubuhnya dengan selimut. Tak lama setelah itu dia pun tertidur.

****

Sementara itu Ponsel Zeya berbunyi, ada sebuah pesan masuk.

Dari pak Arka

Dia menyuruhku untuk membelikan obat demam untuknya

Pantas aja pak Arka tidak ke kantor, dia sedang sakit

"Bu Ranti"

Zeya menghadap ke meja kerja bu Ranti, dia adalah orang kepercayaan Arka di kantor. Apabila Arka tidak bisa masuk kantor karena ada urusan lain, bu Ranti lah yang membackup semua kerjaannya.

"Kenapa Zeya?" jawab bu Ranti, umurnya sekitar empat puluh tahunan. Dia memakai kaca mata tebal.

"Pak Arka mengirim pesan kepada saya bu"

"Dia minta dibelikan obat demam, sepertinya dia sedang sakit"

"Oh ya tadi pagi pak Arka menghubungi saya, katanya mau istirahat dulu"

"Saya kira dia cuma kecapekan aja, ternyata demam"

"Iya bu, saya izin mau kesana"

"Iya nggak apa-apa Zey, bila perlu kamu jagain pak Arka hari ini. Kasian dia tidak ada yang merawatnya"

"Baik bu, terima kasih"

"Iya hati-hati ya, kamu suruh anter supir kantor aja"

"Nanti saya telponkan supirnya"

"Terima kasih bu"

"Iya Zey, ya udah sana gih berangkat" katanya lagi

"Zey, mau kemana?" tanya Erin tiba-tiba

"Mau belikan obat buat pak Arka" kata Zeya sambil membereskan meja kerjanya

"Pak Arka sakit?"

"Iya barusan ngirim pesan, suruh beliin obat demam"

"Udah ya rin, aku berangkat dulu. Dahhh" kata Zeya berjalan keluar ruangan

Zeya diantar oleh supir kantornya.

"Kita langsung kerumah pak Arka mbak?" tanya si supir

"Kita ke apotek dulu pak, beli obat"

"Baik mbak"

Setelah menemukan apotek terdekat Zeya masuk kedalam untuk membeli obat demam.

Zeya melirik kearah arloji ditangannya.

Pukul sepuluh lewat tiga puluh menit batinya.

Jalanan tampak lancar, berapa menit kemudian mobil pun sampai dirumah Arka.

Zeya turun dari mobil yang mengantarnya.

"Pak, langsung pulang ke kantor aja"

"Mbak Zeya nggak apa-apa ditinggal?"

"Nggak apa-apa pak"

"Baik mbak kalau gitu, saya pamit dulu ya"

"Iya pak"

Zeya langsung menuju pintu rumah Arka. Diketuknya pitru itu namun tak ada sahutan dari dalam.

"Pak Arka, pakkkkkk"

Masih tak ada sahutan juga. Akhirnya Zeya memberanikan membuka pintu rumahnya.

Nggak dikunci!

Aku langsung masuk aja

"Permisi, pakkkk, pak Arka"

"Ini saya pak, Zeya"

Tetap tak ada sahutan.

Zeya jadi panik dan segera masuk ke kamar Arka. Dia melihat sosok yang dicarinya. Dia sedang terbaring lemah diranjang tidurnya.

Zeya mendekat kearah Arka. Dia nampak sedang bergumam tak jelas. Zeya meletakan punggung tangannya kejidat Arka.

Panas sekali

Mata Arka masih terpejam, Bibirnya nampak pucat.

"Pak, Pak Arka. Bangun pak ini Zeya"

Matanya pun sedikit terbuka. Dia melihat wajah Zeya. Dia menantap wajah Zeya yang terlihat panik.

"Ehmmmm " dia berusaha bangun dari tidurnya

"Udah bapak tidur aja, bapak sudah makan?"

Dia menggeleng lemah.

"Sebelum minum obat harus makan, saya buatkan bubur dulu ya"

"Bapak tunggu, saya kedapur dulu sebentar"

Meskipun Zeya bisa dibilang tidak begitu ahli di dapur namun setelah insiden tongkol balado yang asin itu, dia sedikit-sedikit mau belajar memasak.

Sampai-sampai dia beli kompor dan perlengkapan memasak lainnya.

Dia mengambil beras secukupnya dan kemudian membuat bubur ayam dengan bahan makanan seadanya yang tersedia di kulkas Arka.

Tak butuh waktu yang lama akhirnya bubur pun matang. Zeya membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air putih. Dia membawanya masuk ke kamar Arka.

"Pak Arka" Panggilnya sambil sedikit mengoyang-goyangkan tubuh Arka

"Hmmmm" suara Arka serak

"Bangun dulu pak, makan bubur" kata Zeya sambil membantu Arka untuk bangun dan duduk bersandar pada ranjang

Arka hanya diam tubuhnya begitu lemah. Zeya meniup-niup bubur yang disendoknya.

"Aaaaaaa" katanya menyuruh Arka membuka mulut

Arka pun membuka mulutnya, dan Zeya menyuapinya dengan penuh kesabaran.

"Udah Zey, aku tak berselera mulutku benar-benar pahit"

Zeya tersenyum penuh rayu.

"Kan baru lima suapan pak, sekali lagi ya" bujuknya

"Sekaliiii aja"

Arka kembali membuka mulutnya lagi. Sampai akhirnya ada sepuluh suap yang sudah berhasil masuk ke perut Arka.

"Udah Zey, saya udah kenyang"

"Itu tadi kamu bilang sekali taunya berkali-kali" kata Arka dengan suara lemahnya

"Hehe" Zeya tersenyum

Setelah selesai makan, Zeya mengambil obat untuk Arka.

"Minum dulu pak" katanya sambil menyerahkan sebutir pil dan air putih

Arka pun meminumnya.

"Sekarang bapak istirahat lagi"

"Bisakah kamu mengambilkan kaos untuk ku?"

Memang Arka belum sempat ganti pakaian dari datang tadi pagi.

"Saya ambilkan dulu"

Zeya mengambil kaos sedapatnya ditumpukan lemari itu.

"Ini pak"

"Tolong kamu lepaskan kancing kemeja saya"

GLEKKKK

Zeya bengong mendengarnya.

Aduhhh

Nglepasin kancing kemeja pak Arka? batinnya

Gimana ini?

Bisa dibilang sakit membawa rezeki nggak sih?

Haha

"Zey kenapa kamu bengong" suara Arka membuyarkan pikirannya

"Ayo"

" Eh iya pak"

Zeya duduk dipinggir ranjang. Dia mulai membuka kancing baju Arka.

"Bisa cepat nggak sih Zey" kata Arka ketus

Zeya cemberut sambil membuka kancing kemejanya satu persatu.

Lagi sakit aja masih super nyebelin gitu!

Aku grogi tau pak 🙈

Setelah itu Arka kembali berbaring diranjangnya.

"Kamu jangan pulang" katanya ketika Zeya hendak meninggalkan kamarnya

Zeya menoleh dan menatap wajah Arka yang terpejam.

"Nggak kok pak, Zeya cuma mau duduk di sofa depan"

"Bapak istirahat aja, kalau butuh apa-apa tinggal panggil saya"

Tak ada sahutan dari Arka. Zeya mengangkat kedua bahunya. Dia sudah mulai paham dengan sifat atasannya itu.

Zeya pun meninggalkan kamar Arka. Dia duduk di sofa sambil menonton televisi. Entah kenapa rasa kantuk menyerangnya. Akhirnya dia pun tertidur dengan masih memegang remote tv ditangannya.

Dia terbangun sekitar satu jam kemudian.

Ya ampun kenapa aku bisa ketiduran juga sih

Cepat-cepat dia masuk ke kamar untuk melihat keadaan Arka. Arka masih terbaring diranjang. Dipegangnya jidatnya.

Kenapa masih panas gini batinnya

Tak mau berpikir panjang lagi akhirnya Zeya membangunkan Arka dan mengajaknya kerumah sakit.

"Pak, kita kerumah sakit aja ya, tubuh bapak masih panas aja"

"Nggak usah Zey, nanti juga sembuh sendiri"

"Nggak boleh nolak, panas bapak nggak turun-turun"

Arka hanya terdiam dan menuruti kemauannya.

"Ponsel bapak mana?"

"Saya akan menelpon supir bapak, untuk mengantar kita kerumah sakit sekarang"

"Itu" Arka menunjuk ponselnya yang tergeletak diatas ranjang

Zeya menghubungi supirnya untuk membawa Arka kerumah sakit bersamanya.

****

1
martina melati
hahaha... ngaku donk... saya bukan clearning service pak
martina melati
namany jg pdkt
martina melati
koq berasa spt istri y.../Grin/
martina melati
bisaaaa tp kalo gk enak gk boleh protess y
martina melati
ahemmnn minta gaji double nih... sdh dkantor ker masak drmh jg ker
martina melati
tutup aja tlpny... nti bilang aja kpencet dsadari gt/Facepalm/
martina melati
hahaha.../Facepalm/
martina melati
hahaha... mau dkenalkn ke ortu
Ratnasihite
anugrah terindah yg msh mempunyai orang tua😘
martina melati
hahaha...
Haidar Almairi
nexttt
Yuliana Mei
bagus
Tanti Yosina
kok sdh lama nggak ada lanjutnya ya....apa sdh tamat kok nggak ngomong kalau tamat
Yesi Triyanto
thor novel. nya dah tamat kah kok gak up2 😇😇😇
Tanti Yosina
bukankah nikah siri bisa disahkan dng nikah negara ya Thor....trs gimana si Ar...apa dia anak Zeya dan dianggap tak punya BPK....kasihan si Ar...tp mhn maaf barangkali aku yg nggak paham....
Gatha: Wakakaaaaa.... intinya cuma ngulang nikah bund karena mereka sudah terpisah slma 2 tahun lebih, gitu lah ya 🤭🤭 agar kembalinya mereka itu benar-benar mutlak mjdi suami istri kmbali.. utk si Ar ttep ank Arka secara sah..🥰🥰🥰
total 1 replies
Yesi Triyanto
ibu zeya ketinggaln info gak blh enak2 seblm sah apa kbr pas dihotel bu dah brp ronde wkwkwkw
Tanti Yosina
lanjut Thor....ini tiap hari kunanti
Yesi Triyanto
lanjut thor
Tanti Yosina
tetap semangat author disini aku menunggu lanjutnya....
Fitriani Fitriani
laaaajuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!