NovelToon NovelToon
TIGER WU

TIGER WU

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:665.4k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Disini aku mengisahkan seorang gadis yang bernama Rubby yang tersesat ketika sedang berkemah bersama teman - temannya.

Dia terpisah dari rombongan dan semakin jauh masuk ke dalam hutan terlarang.

Konon ceritanya di dalam hutan tersebut tinggal sesosok makhluk yang berwujud menyeramkan.

Siapapun yang masuk ke sana tidak akan bisa kembali lagi.

Rubby ketakutan ketika di kejar makhluk menyeramkan yang berwujud manusia setengah ular. Namun tiba - tiba sesosok pemuda tampan berambut panjang dan berpakaian mirip pemain drama kolosal China datang menyelamatkannya.

Pemuda itu mengaku bernama Wu Jin Ming.

Dia adalah seorang siluman harimau yang telah bertapa selama ribuan tahun di hutan itu.

Lalu bagaimana dengan nasib Rubby selanjutnya?

Mohon dukungannya ya..

Ini pertama kalinya aku ikut lomba..

Terima kasih.. 💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN MOZA

Rubby membetulkan posisi tidurnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Wu Jin Ming mengikuti apa yang Rubby lakukan. Mereka tidur dengan posisi saling menghadap.

"Tidurlah lebih dulu Rubby. Aku akan menjagamu." Wu Jin Ming memberanikan diri mengelus rambut Rubby. Ada gejolak aneh ketika dia memandang wajah ayu istrinya itu.

Rubby mencoba memejamkan matanya menikmati elusan tangan Wu Jin Ming. Saat kesadarannya mulai menurun dan hampir masuk dalam dunia mimpi tiba - tiba ponselnya berbunyi. Suara nyaring nada dering ponselnya kembali membuatnya terjaga.

"Rubby, ini terus berbunyi. Jangan salahkan aku. Aku tidak tahu apa - apa." Wu Jin Ming memegang ponsel Rubby yang tadi di letakkan di atas meja.

"Hmm. Nggak papa Kak. Tadi aku lupa mematikannya. Aku paling nggak suka ada yang telepon malam - malam." Rubby melirik layar ponsel sebelum mematikannya.

'Moza! Ada apa dia telepon malam - malam. Tumben. Seenaknya saja dia. Dari pulang kemah kemana.' gerutu Rubby dalam hati.

Sebenarnya Rubby tak berniat mengangkatnya tapi Moza terus meneleponnya. Dengan malas Rubby menggeser tanda hijau untuk menghubungkan panggilan Moza.

Rubby : "Hallo!"

Moza : "Hallo! Kau sudah tidur Rubby?"

Rubby : "Sesaat sebelum kau menelepon. Hooaamm." Rubby sengaja mengeraskan suaranya menguap agar Moza berhenti mengganggunya.

Moza : "Aku sekarang ada di depan rumah kamu Rubby."

Mata Rubby yang sebelumnya mengantuk menjadi melek seketika. Buru - buru dia bangkit dari tempat tidurnya. Dia berlari ke luar kamar menuju ke ruang depan.

Wu Jin Ming bengong melihat istrinya bangun dan tiba - tiba berlari. Belum hilang keheranannya melihat benda kotak berbunyi sekarang sikap Rubby menjadi aneh. Dia berpikir ponsel adalah sebuah benda sihir yang memiliki kekuatan magis.

Rubby menyibak tirai jendela untuk melihat ke luar rumah. Ternyata benar, Moza sudah berada di depan pintu rumahnya. Rubby menyalakan lampu dan membukakan pintu untuk Moza.

"Lama sekali kau mengangkat telponku." Moza langsung menyelonong masuk dan duduk di sofa.

"Kau tau kebiasaanku kan? Aku tidak suka mengangkat telpon malam - malam." Rubby masih berdiri tak jauh dari Moza.

"Tapi ini urgent, Sayang." Moza bangun dari duduknya.

"Urgent? Urgent kenapa?" suara Rubby sedikit panik.

"Aku kangen banget sama kamu, Rubby. Tiga hari aku di kurung sama papi. Aku nggak bisa kemana - mana. Hpku di sita juga." Moza memegang tangan Rubby.

"Pantes kamu nggak pernah mengabariku. Kau tahu Moza, aku juga sedang berkabung. Mamiku meninggal setibaku dari kemah." Rubby menitikan airmatanya. Terlintas kembali bayangan kesedihan di matanya.

"Maafkan aku sayang, aku tidak ada di saat kamu membutuhkanku." Moza menyeka airmata Rubby lalu memeluknya erat.

Moza benar - benar sangat rindu pada Rubby. Tangan Moza merenggangkan pelukannya. Jemarinya mengelus lembut pipi Moza dan menghapus sisa airmatanya.

Dengan lembut Moza mencium Rubby untuk melepaskan kerinduannya. Ciuman dalam yang penuh perasaan. Dan itu berlangsung cukup lama.

Di seberang mereka berdiri ada sepasang mata yang nanar melihat kemesraan mereka. Hatinya sakit melihat istrinya bermesraan dengan pria lain. Tangannya mengepal lalu dia menghantam tembok di sampingnya. Hantaman itu menimbulkan getaran yang dasyat di sekitar Wu Jin Ming berdiri.

Seketika Rubby dan Moza menoleh. Wajah Rubby memucat mengingat statusnya sekarang. Berbeda dengan Moza yang melirik Rubby seolah minta kejelasan.

"Kak Tiger, kemarilah!" panggil Rubby setengah berteriak. 'Gawat. Apa yang harus aku katakan padanya? Huft... Semoga tidak terjadi sesuatu yang mengerikan di sini.' Rubby berguman dalam hati.

Wu Jin Ming berjalan dengan wajah yang memerah menahan marah. Sorot matanya tajam seperti pedang yang terhunus dan siap menikam. Hawa dingin memenuhi ruangan itu membuat bulu kuduk Moza dan Rubby meremang.

"Siapa dia Rubby?" tanya Wu Jin Ming.

"Siapa dia Rubby?" tanya Moza.

Mereka bertanya bersamaan. Wu Jin Ming dan Moza saling pandang.

"Em, itu. Emmm.... Moza ini kak Tiger. Kak Tiger ini Moza." Rubby memegang kedua tangan pria itu untuk disatukan.

Sesaat mereka berjabat tangan lalu keduanya sama - sama menatap Rubby tajam. Mereka berdua sama - sama cemburu, terutama Wu Jin Ming. Pasalnya dia baru saja melihat mereka berciuman di depan matanya.

"Rubby! Kenapa dia ada di sini? Siapa dia?" tanya Moza.

"Dia.. dia..." Rubby menunduk tak berani menatap dua pria yang sedang meminta penjelasan darinya.

Tanpa di duga, Wu Jin Ming menarik tubuh Rubby ke sampingnya.

"Aku kekasih Rubby." suara Wu Jin Ming tegas.

"Hahaha..." Moza tertawa keras seolah mencemooh jawaban Wu Jin Ming.

"Kau jangan membual! Aku kekasih Rubby. Kami sudah berpacaran hampir satu tahun. Kami juga akan segera menikah," jelas Moza.

"Tapi dia miliku sekarang. Pergilah!" Wu Jin Ming menarik Rubby berjalan meninggalkan Moza.

Moza tak terima dia menyusul mereka dan memegang tangan Rubby yang lain.

"Rubby! Katakan itu bohong! Sejak kapan orang asing ini muncul di hidupmu? Setiap hari kita bersama dan aku tidak pernah melihatnya." Moza masih terus memegangi tangan Rubby.

"Moza, maafkan aku. Dia... dia memang kekasihku selain dirimu." Rubby memberanikan diri menatap mata Moza.

"Nggak... nggak mungkin... Aku nggak percaya!" Moza menggelengkan kepalanya.

"Bersabarlah sebentar Rubby. Aku akan membujuk orang tuaku lagi. Aku janji aku akan segera melamarmu. Aku sungguh mencintaimu Rubby."

"Lupakan aku. Mereka selamanya tidak akan merestui kita. Pulanglah. Mulai hari ini... hubungan... kita... berakhir..." Rubby meneteskan airmatanya dan menarik tangannya dari tangan Moza.

"Aku tahu kamu lelah dengan hubungan kita. Aku tahu kamu sering mendapat hinaan dari keluargaku. Tapi percayalah Rubby, aku tulus mencintaimu. Ku mohon jangan putuskan aku." Moza masih terus memohon.

"Terima kasih kunjunganmu Moza. Aku sangat lelah. Ayo, Sayang!" Rubby menarik Wu Jin Ming ke kamarnya.

"Jadi kalian sudah tidur bersama?" Moza tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

"Ya, kau mau lihat kami bercinta secara live," ucap Rubby nakal. Tangannya dia kalungkan di leher Wu Jin Ming.

"Lalu apa arti ciuman kita tadi, Rubby? Aku tahu kau hanya bersandiwara saat ini. Beraktinglah sesukamu. Jika kau lelah, kembalilah padaku." Moza pergi meninggalkan Rubby dengan sejuta kekecewaan. Dia percaya Rubby masih mencintainya. Dia tahu benar siapa yang Rubby kenal dan semua orang - orang terdekatnya.

Di dalam mobilnya, Moza memukul setir dan berteriak untuk mengeluarkan kekalutannya. Susah payah dia keluar dari rumah demi untuk menemui Rubby. Tapi malah kekecewaan yang dia dapat setelah bertemu dengannya.

Moza menjalankan mobilnya menuju rumah Darius karena dia minta ijin maminya untuk pergi ke sana. Pasti maminya akan mengeceknya dengan menelepon Darius. Jika tahu dia belum sampai di sana, sebentar lagi maminya pasti meneleponnya.

Drrttt... drrrtttt... drrrttt...

Moza : "Hallo, Mam"

Mami : "Kamu di mana?"

Moza : "Masih di jalan, Mam. Tadi Moza isi bensin dulu, POMnya antri." Moza beralasan.

Mami : "Ya sudah, hati - hati! Kabari mami kalau sudah sampai. Bye!"

Moza : "Iya, Mam. Bye!"

Moza menutup telponnya dan kembali fokus menyetir menuju rumah Darius.

****

Bersambung...

1
Santy Susanti
Luar biasa
Andri Iswanto
tamate gak seruu
Tenahsmey
𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘦𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘨𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘦𝘯2𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘭𝘶𝘳 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴, 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘯𝘨𝘦𝘦𝘦𝘦𝘵𝘵𝘵 👍👍
GuGuGaGa_90
Luar biasa
GuGuGaGa_90
waduh²...🤣🤣🤣🤣
GuGuGaGa_90
nice...
Jjlynn Tudin
jadi ke mana suda Kwan ² Dan Bf nya ...lain juga ada kematian x Jiran tetanga yang kc kawan bandar ke kg tpt tinggalnya ni.
Nurul Hasana
bagus
Umar Muhdhar
e3
Kemas Yustiar
aneh, Wu Jing Min & Rubby setiap saat bertambah kekuatan & kemampuan, tapi sering kalah melawan siluman rendahan
Kemas Yustiar
istilahnya kok mata iblis sih ? mending ganti mata dewata atau apalah asal bukan mata iblis/mata setan
Sak. Lim
mc naiiiiif...
Nining Ratnaningsih
lanjutkan dong
Nining Ratnaningsih
pokoknya keren deh , serasa ikut ada di novel ini ikut bertualang hehehe hehehe
Shai'er
wuah, emejing wauw😱
Shai'er
jadi kadal beneran 🤭🤭🤭
Shai'er
cakep👍👍👍
Shai'er
lenyapkan 😠😠😠
Shai'er
gak usah banyak ngomong Bang, tebas kepala nya 😠😠😠
Shai'er
waduh, pelakor nya gak kaleng kaleng, siluman asli 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!