" Aku percaya suatu saat nanti kita akan saling mencintai dan menyayangi, walaupun sekarang kita disatukan dalam ikatan pernikahan karena perjodohan, Tetapi hati seseorang siapa yang akan bisa menebaknya " Fadly ".
" Aku tidak tau apakah aku pantas bersanding dengan dirimu yang hampir sempurna di mata diriku, berbeda dengan aku yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi wanita idaman " Azura".
Namun aku percaya kalau kita memang sudah di takdirkan bersama, maka semua kesulitan dan cobaan akan bisa kita hadapi bersama hingga pada saatnya yang kita rasakan adalah kebahagian setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part Sebelas
Tanpa terasa kini sudah sebulan lamanya semenjak waktu acara lamaran itu dan Besok adalah acara Akad Nikah sekaligus resepsinya.
Saat ini Azura sedang berdiam diri di kamarnya karena ia tidak di biarkan keluar dari kamar selangkahpun oleh sang Bunda dan kakaknya, bahkan untuk makan saja Bundanya rela mengantarkan ke kamar, hal tersebu tentu saja membuat Azura sedikit jengkel karena merasa ini semua sangat berlebihan masak mau nikah aja sampe begini.
Malamnya setelah Azura menyelesaikan makan malamnya, Azura yang merasakan kebosanan hanya bisa guling-guling di kasur namun tak berapa lama Azura mendegar suara Ayah dan Bundanya yang mengetuk pintu.
" Lagi ngapain Nak? " tanya Bunda.
" Enggak ada Bun, Azura bosan tau enggak di kamar seharian " jawab Azura sambil bergelanyut manja di lengan Ayah dan Bundanya.
Azura yang memang terlahir sebagai anak terakhir membuat dia begitu dimanjakan sendari kecil dan hal itu bahkan masih berlanjut sampai besar sekarang, meskipun perempuan itu sudah mau menikah namun sifat manjanya masih terlalu mengental dalam diri Azura
" Bentar lagi udah jadi istri orang, udah enggak bisa manja-manja sama Ayah sama Bunda lagi, ya enggak Bun " ucap sang Ayah bermaksud mengejek Azura.
" Ihh Ayah nyebelin, Bunda Ayah tu ngejek Azura " adu Azura pada Bundanya hingga membuat sang Bunda tersenyum dan mengelus lembut rambut sang putri.
" Udah kamu tidur aja ya sayang, besok kamu harus bangun lebih pagi karenakan mau jado biar lebih fres kamu jangan begadang dan jangan lupa kompres muka kamu pakek es batu biar bagus make up nya besok " ucap sang Bunda.
" Iya Bunda siap " jawab Azura.
Setelah Bundanya keluar, Azura langsung mengompres mukanya dengan menggunakan es batu selama 15 menit dan setelah itu berlanjut tidur.
****
Keesokan paginya, ketika di luar sana orang-orang masih terlelap dalam mimpi indahnya karena memang sang matahari yang bekum memperlihatkan wujudnya, namun berbeda dengan Azura yang sudah di bangunkan oleh sang Bunda pagi-pagi buta untuk bersiap-bersiap.
Azura pun segera bangun dari ranjang empuknya dan berjalan ke kamar mandi.
15 menit Azura habiskan di kamar mandi menyelesaikan ritual bersih-bersih, Azura keluar dengan keadaan yang lebih segar dan saat ini jam yang sudah menunjukan waktunya shalat subuh membuat Azura tanpa mau membuang waktu lebih banyak lagi langsung saja menunaikan shalat subuhnya terlebih dahulu.
Setelah ia menyelesaikan shalat subuhnya, kebetulan dengan datangnya mbak-mbak perias make up pengantin maka acara rias- merias pengantin itupun langsung di mulai.
Entah berapa jam waktu yang sudah mereka habiskan didalam kamar hanya untuk merias wajahnya Azura, dari keadaan yang tadinya gelap gulita bahkan kini sudah merubah menjadi terang benderang namun Azura masih belum juga menyelesaikan riasan make up nya.
Tok..tok.
" Sayang udah siap make up nya " tanya Bunda di luar pintu.
" Udah mau siap Bun, tunggu bentar " jawab Azura.
" Bunda tunggu di bawah ya, kalau udah siap langsung turun karena kita mau berangkat " ucap sang Bunda.
"Iya " jawan Azura.
10 menit kemudian Azura turun ke lantai bawah dengan penampilan yang berbeda dari biasanya, Azura terlihat begitu cantik hingga membuat semua orang terpana.
" Cantik banget anak Bunda " ucap sang Bunda.
" Anak Ayah itu " ucap sang Ayah.
" Adiknya kakak itu Yah Bun " ucap kedua kakaknya Azura.
" Sudah jangan berdebat lagi, yang betulnya princesnya kita semua, udah ayo berangkat udah di tungguin kita ni " jawab Revan suami dari kakak pertamanya.
Sedangkan Azura yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu keluarganya.
Mereka pun langsung berangkat ke tempat tujuan dan akad nikah itu rencananya akan di adakan di salah satu Masjid di dekat perumahan Azura.
Setelah sampai Azura langsung saja di dudukan di dekat Fadly yang kini duduk berhadapan dengan Penghulu.
Namun sebelum acara akad di mulai sebagai salah satu persyaratan akad nikah, penghulu mewajibkan calon mempelai pria untuk melantukan beberapa Ayat suci dan tanpa membuang waktu Fadly langsung saja membacanya.
Azura lagi-lagi terpana mendegar suara Fadly yang begitu merdu dan menyejukkan hati, kini bertambah satu lagi poin yang membuat azura terkagum pada Fadly, selain tampan lelaki itu juga pandai dalam hal agama.
Setelah membaca Ayat suci dilanjutkan dengan akad nikah yang di ucapkan dengan lancar oleh Fadly dan setelah sah Azura langsung saja mencium tangan suaminya dan Fadly yang mencium kening sang istri membuat semua keluarga kedua belah pihak melihatnya dengan terharu dan menangis bahagia.