NovelToon NovelToon
Setulus Kasih IBU

Setulus Kasih IBU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: yessie

Ibu adalah orang yang paling bisa mengerti dan mengenal tentang kita. Tak ada cinta yang sekuat Cinta ibu. Kasih sayangnya begitu tulus sampai tak ada yang bisa menandinginya.

Novita adalah wanita paruh baya yang berstatus single parent, dia menghidupi kedua anak-anaknya seorang diri. Masalah dalam hidupnya datang silih berganti tak ada hentinya. Namun dia selalu berusaha sabar dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya. Baginya pengalaman adalah sebuah pelajaran berharga untuk dirinya.

Tapi hati ibu mana yang tak hancur ketika kedua anaknya berani untuk membenci ibunya sendiri. Akankah mereka sadar betapa besarnya kasih sayang yang tulus dari sang ibu? Bisakah Novita bertahan dan menyadarkan kedua anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas, walaupun di balas dengan kebencian?

Yuk berkelana dalam kisah hidup Novita bersama-sama😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hamil

Tanpa terasa, aku kini sudah bekerja selama dua tahun sebagai Cleaning service. Begitu pula dengan suamiku. Dia juga bekerja di satu perusahaan yang sama dengan ku, hanya saja dia menjabat sebagai kepada devisi di perusahaan itu.

Awalnya, suamiku meminta ku untuk keluar dan mengundurkan diri setelah dia di terima bekerja di perusaan itu. Tapi, berat hatiku untuk mengundurkan diri dari sana. Sebab, aku merasa sudah sangat nyaman dengan posisi dan juga keadaan yang ada ditempat kerja ku sekarang. Bukan itu saja, rekan-rekan kerja ku pun sangat baik kepada ku. Aku berusaha merayu dan membujuk suamiku, agar aku masih tetap di ijinkan bekerja disana.

Aku merasa senang karena suamiku ternyata mengizinkan aku untuk tetap bekerja. Asal aku tidak boleh melupakan kewajiban ku untuk mengurus anak dan juga suamiku.

Pagi itu, saat aku akan pergi bekerja, kepalaku mendadak terasa berat dan sangat pusing sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk meminta ijin hari itu juga. Aku merasa sangat tidak enak badan.

Suamiku bertanya kepadaku mengenai keadaan ku pagi itu saat dia akan pergi bekerja.

“bu, kok masih di rumah?” Tanya suamiku.

“aku ijin tidak berangkat kerja dulu mas.”

“loh kenapa?”

“nggak tau kepala ku mendadak berat sekali. Dan aku merasa pusing mas.”

“sepertinya, kamu ke capekaan, ya sudah, istirahatlah saja di rumah. Tidur dan jangan lupa minum obat.”

“iya mas.”

“biar aku yang mengantar raditya ke sekolah.”

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

“sepertinya, di kulkas masih ada obat untuk sakit kepala. Aku akan ambilkan untukmu.”

“nggak usah mas. biar nanti aku ambil sendiri. Lebih baik kalian berangkat sekarang saja. Lagi pula ini juga sudah siang, takutnya nanti kamu terlambat berangkat ke kantor mas.”

“owh, baiklah, kalau begitu, aku akan pergi sekarang ya bu.”

“iya mas, hati-hati di jalan ya mas.”

“iya.”

Setelah mengucapkan salam, suamiku lalu pergi. Melihat keadaan rumah yang sudah sepi, aku pun kemudian mebaringkan tubuh di tempat tidur. Aku mencoba memejamkan mata, dengan maksud agar kepala ku segera membaik.

Akan tetapi kepala ku bukan merasa membaik justru semakin terasa berat sekali.

“aduh, kenapa kepala ku justru semakin bertambah pusing. Bahkan aku sama sekali tidak bisa tidur. Apa aku memang benar-benar kelelahan? Sebaiknya aku periksakan saja ke rumah sakit sendiri.” gumam ku sambil memegangi kepala.

Aku lalu pergi menuju ke rumah sakit sendiri dengan menggunakan taksi tanpa memberikan kabar kepada suamiku. Aku takut jika nanti dia khawatir dengan ke adaan ku.

Sesampainya di rumah sakit aku lalu mendaftarkan diri. Tak lama setelah itu, namaku di panggil. Aku lalu masuk, dokter kemudian memeriksa badan ku setelah aku mengatakan keluhan yang sedang aku rasakan.

Selesai memeriksa diriku, dokter justru tersenyum kepada ku.

“aku sakit apa ya dok?” Tanya ku.

“selamat.”

“selamat?" Sahutku.

“selamat? Apa aku hamil?” batinku.

“iya, selamat, karena ibu sekarang sedang mengandung. Ibu sama sekali tidak sakit. Pusing yang sekarang ibu rasakan karena pengaruh hormon yang tidak stabil saat sedang mengandung di awal kehamilan seperti ini.”

“apa? Aku hamil dok?”

“iya ibu novita.”

“owh, Alhamdulillah.”

“umur kandungan ibu saat ini sudah masuk minggu ke enam, jadi saya minta ibu tolong di jaga kondisi tubuhnya ya. Dan makan, makanan yang bergizi. Jangan lupa untuk Istrirahat yang cukup.”

“baik dokter. Ini adalah kehamilan ke dua saya dok.”

“owh, begitu. Jadi ibu novita sudah mempunyai pengalaman hamil sampai anak lahir ya.”

“iya dok.”

Beberapa jam kemudian, selesai di periksa oleh dokter, aku pun pulang sambil membawa selembar kertas yang isinya tak lain adalah hasil dari kehamilan kedua ku ini.

“aku sangat bersyukur, ternyata Tuhan masih mempercayai ku. Sehingga Tuhan memberikan aku calon buah hati lagi. Aku yakin, jika nanti aku memberikan kabar baik ini kepada mas kalendra, dia pasti sangat bahagia sekali. Gak nyangka Raditya akan mempunyai adik.” Batin ku sambil mengusap-usap perut ku sendiri.

Sore itu, suami dan juga anakku sudah pulang ke rumah. Aku menyambut kedatang mereka dengan senyuman dan hati yang sangat bergembira.

Aku sengaja tidak langsung memberitahukan kepada mas kalendra soal khamilan kedua ku ini. Aku berniat memberitahukannya nanti saat kita selesai makan malam bersama.

Makan malam tiba, mas kalendra dan juga Raditya sudah duduk di kursinya masing-masing.

“bu, aku lihat dari tadi ibu kelihatan bahagia sekali? Ada apa?” Tanya kalendra.

Aku pun hanya tersenyum-senyum sendiri tanpa menjawab pertanyaan dari suamiku.

“badan ibu sudah sehat kan? Sudah enakan kan bu?” tanya suamiku lagi.

Aku lalu mengangguk-anggukkan kepala ku.

“syukur deh kalau badan ibu sudah enakkan.” Ucap suamiku.

Selesai makan malam, aku memberikan selembar kertas putih hasil pemeriksaan tadi di rumah sakit.

“nih yah.” Kata ku sambil menyodorkan ke suamiku.

“apa ini bu?” ucap suamiku dengan wajah bingung.

“lihat aja sendiri yah.”

Mas kalendra lalu membuka dan mulai membaca selembar kertas itu dengan teliti. Selesai membaca, dia lalu tertunduk dan terdiam. Aku pun heran dengan sikapnya. Aku kemudian menepuk pundaknya dengan perlahan-lahan.

“mas, kamu kenapa? Kamu nggak suka ya aku hamil lagi?” Tanya ku terheran.

Namun, mendadak suamiku berdiri dan memelukku. Setelah itu dia menggendong Raditya sambil berkata,

“raditya, kamu akan menjadi seorang kakak nak. Sebentar lagi, kamu akan memiliki adik.”

“adik yah?”

“iya nak, di perut ibu ternyta sudah ada adik kamu nak.”

“beneran bu?”

Aku tersenyum dengan wajah bahagia, karena melihat anak dan juga suamiku bahagai.

“ye.. ye… ye… aku mau punya adik, akhir nya aku punya adik.”

“ibu, ibu tau, aku senang sekali kalau ibu hamil lagi.” Ujar Kalendra.

“ayah, ini kan ibu hamil untuk yang ke dua kalinya. Perasaan waktu aku hamil pertama kali, ayah nggak seheboh gini deh.”

“ha… ha… ha… emm, aku hanya bahagia, karena Tuhan telah mempercayai kita lagi sebagai orang tua.”

Suamiku terlihat kegirangan sekali waktu itu.  

“ibu, mulai sekarang, kamu harus jaga diri kamu baik-baik. Kamu juga nggak boleh ke lelahan.”

“iya sayang.”

“berhubung sekarang ibu sedang berbadan dua, gimana kalau ibu menggundurkan diri saja?”

“tapi yah, kontrak kerja ku di sana hanya tinggal beberapa bulan lagi. Mungkin tinggal tiga bulan lagi kontra kerjanya selesai. sayang kan yah, kalau mau keluar."

“emm, gitu? Terus ibu mau gimana?”

“ya, kalau bisa sih, lebih baik, pengunduran dirinya setelah kontrak kerja selesai yah.”

“tapi ibu kan sedang hamil sekarang.”

“ya nggak apa-apa yah. Nanti biar ibu bilang kepada atasan agar meringankan kerjaan ibu di kantor yah.”

“emm, gitu. Ya baiklah. Terserah ibu. Yang penting, ibu jaga diri dan juga calon buah hati kita.”

“iya ayah.”

“semoga, kelak anak-anak kita bisa menjaga kamu di saat aku sudah tiada ya bu.” Celetus mas kalendra.

“husst! Ayah ini bicara apa sih! Ibu nggak suka tau dengerinnya.”

Mas kalendra lalu tersenyum berat.

Dari situlah, aku mulai merasa ada kejanggalan yang aku rasakan kepada suamiku. Entah, apa itu yang di nama kan firasat. Akan tetapi, karena aku sedang bahagia sekali, aku betul-betul tidak terlalu memikirkan apa yang suamiku katakan tadi.

“kenapa mas kalendra berkata seperti itu? Ah sudahlah, mungkin dia hanya bergurau. Mana mungkin dia sanggup meninggalkan aku dan juga anak-anaknya.” Batinku.

bersambung.....

1
Sri Soedarta
mantap thor gk bertele" 👍👍👍
Sri Soedarta
tangkap polisi lh itu sara dan bpk'y
Sri Soedarta
mtah kmna" cerita'y thor
Sri Soedarta
terus cerita kk Cantika kok hilang ya thor
Firdha Widyaningsih
percuma jd ceo tp masalah gini kau sangat kejam ke sesama manusia apalagi terhadap wanita
Firdha Widyaningsih
tp setidaknya aku kagum akan pemikiran cantika dia ga mau dihina dan di injak" semoga km dan ibumu cepat berbaikan karna ini ada karma mu jg cantika semoga km seperti ibumu yg kuat dan tangguh menghadapi semua masalah
Firdha Widyaningsih
pasti berat jauh dengan anak apalagi harus merantau berat pasti cemas pasti seorang ibu pasti merasakan hal yg di rasakan novita
Firdha Widyaningsih
sedih jg liat pengorbanan novita hanya karna salah paham chantika membenci ibu nya yg berhati malaikat seperti itu
Firdha Widyaningsih
iyaa wajar klu chantika kecewa sm novita karna dia pergi begitu aja ga blg ke anak" nya atau gmn karna hal seperti ini lah yg membuat salah paham trs karna kita menggapnya hal ini sepele tp yg ada dampaknya besar seperti ini karna ini hal serius gitu disaat seperti ini dia pergi aja ga ngasih tau apa" seharusnya dlm kondisi gmn pun atau panik wajar tp ga sampe jd fatal gini ninggalin aja jd nya kan suami nya harus cepat ditangi anak" nya bingung harus gmn sedangkan rs itu ga bisa gegabah jg itu lah kesalahan fatal yg dilakukan novita klu dia sadar tp ga bisa dibenarkan jg sifat chantika itu ketelaluan
Sukati Saja
thor setahu aq anak ke 1 itu sulung trus yg bontot itu bungsu...
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
mksh thor
Sri Wahyuni: sama2
total 2 replies
Agus marolo
Thor kenapa lama ya
Siti Fatimah Nasa
moga cepet sembuh ya thor semangat trus thor💪💪
Sri Wahyuni
makanya kalo suka buruan nembak...diambil orang lain manyun deeh
Ida Sagita
lannnjutt tuuuurrt
Siti Qomariyah
kok g ada bahagia"nya masa yg naik tertindas trs thor trs kpn karmanya jd gedek
Siti Qomariyah
kok radit kd anak durjana gtu g ingat apa ama pengorbanan ibuknya dulu
Nur'S
mana lanjutannya..
Nur'S
horeeeeee bahagia semuanya...
Nur'S
kenapa nggak di kasihtau aza ya keadaan ibunya kepada raditya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!