NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:320.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bylla Dan Reymond

Sinar surya semakin meredup, awan-awan hitam mulai bergulung menutupi bentangan langit biru. Deru angin semakin lama semakin kencang, seolah hujan badai akan mendatang. Kilatan petir sesekali menyambar, cahayanya seakan-akan membelah alam raya, suasana yang sangat menyeramkan.

Seorang wanita yang matanya menyimpan manik biru, sedang duduk di atas kursi, di sudut ruangan. Ia gelisah menanti sang kekasih yang tak kunjung datang. Beberapa jam yang lalu, mereka berjanji untuk bertemu, di sebuah restoran yang menjadi langganan mereka. Meskipun wanita ini tegar, dan tangguh, namun ia sangat takut dengan halilintar, terlebih lagi jika ia sedang sendiri.

"Kamu di mana Rey, aku sudah di sini menunggu kamu," gumam Bylla dengan pelan.

Tatapan matanya tak lepas dari pintu masuk, ia berharap sosok lelaki yang ditunggunya akan segera tiba.

"Aku tidak berani pulang Rey," kata Bylla sambil menatap rintik hujan yang mulai berjatuhan, kebetulan saat itu ia sedang duduk di dekat jendela.

Bylla menunduk, sambil menutupi kedua telinganya. Meskipun hanya terdengar samar-samar, namun suara halilintar itu tetaplah menakutkan baginya.

Beberapa menit telah berlalu, di luar hujan mengguyur dengan semakin deras. Mata Bylla mulai berkaca-kaca, manik birunya mulai buram, karena air mata yang mulai menggenang.

"Aku sangat takut," bisik Bylla pada dirinya sendiri.

"Jangan takut, ada aku di sini. Maaf ya sayang aku datang terlambat, tadi mobilku mogok di jalan. Aku harus menunggu taxi untuk sampai kesini," kata seorang lelaki sambil memeluk Bylla.

Dia adalah Reymond Been Jackson, lelaki muda yang tampan, dan berwibawa. Kendati demikian, ia sangat romantis, dan penyayang. Ia selalu memperlakukan Bylla dengan lembut, tak sekalipun ia menyakitinya. Reymond adalah putra tunggal dalam keluarga Jackson, salah satu keluarga yang cukup berpengaruh di Negara Indonesia.

Bylla dan Reymond adalah teman sewaktu kuliah, lalu dua tahun terakhir, mereka menjalin hubungan. Mereka saling merajut rasa dalam sebuah cinta.

Bylla dan Reymond adalah pasangan yang sangat serasi, keduanya berkepribadian baik. Keduanya memiliki wajah yang nyaris sempurna, dan keduanya sama-sama terlahir di tengah keluarga yang berada.

"Rey, kamu sudah di sini, aku sampai tidak menyadari kehadiran kamu," ucap Bylla sambil mendongak, menatap wajah sang kekasih yang berada di hadapannya.

"Kamu tadi menunduk sayang, tentu saja tidak tahu. Maaf ya, aku datang terlambat. Kamu jadi ketakutan di sini," kata Reymond sambil melepaskan pelukannya.

"Hujannya sangat deras Rey, ada angin, ada petir, aku gelisah," ucap Bylla sambil menyeka sudut matanya yang mulai basah.

"Sekarang jangan takut lagi, ada aku di sini." Reymond tersenyum, seraya menyelipkan rambut Bylla ke belakang telinganya.

"Nanti pulangnya bagaimana? Hujannya semakin deras."

"Nanti kuantarkan sayang, apa gunanya aku di sini, kalau masih membiarkan kamu pulang sendiri," ucap Reymond dengan senyum manisnya.

"Tapi aku bawa mobil sendiri Rey," jawab Bylla.

"Aku tidak bawa mobil, aku tadi naik taxi. Jadi nanti aku bisa mengantarkan kamu, Bylla," kata Reymond.

"Terus kamu pulangnya bagaimana?"

"Menginap di rumah kamu," goda Reymond.

"Rey, aku serius!" teriak Bylla.

"Naik taxi sayang," ucap Reymond sambil terkekeh.

"Sudah pesan makanan?" tanya Reymond.

"Belum, aku menunggumu," jawab Bylla sambil menggelengkan kepalanya.

"Kalau begitu kita pesan sekarang ya."

"Mbak!" panggil Reymond, sambil melambaikan tangannya pada seorang pelayan yang sedang mengantarkan makanan.

"Pesan apa Tuan, Nona?" tanya pelayan itu, saat ia sudah berdiri di dekat Bylla dan Reymond.

"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Reymond sambil menatap Bylla.

"Seafood asam manis sepertinya enak."

"Seafood asam manis dua, white coffe satu, matcha latte satu," kata Reymond kepada pelayan.

"Baik Tuan, silakan tunggu sebentar! Kami akan segera menyiapkan makanan Anda," ucap pelayan sambil melangkah pergi.

"Kamu sangat hafal dengan minuman kesukaanku," ucap Bylla sambil tersenyum.

"Bukan hanya sehari dua hari aku mengenal kamu sayang. Masa begitu saja tidak tahu," jawab Reymond.

"Begitukah?"

Reymond menanggapinya hanya dengan anggukan, dan senyuman.

"Bylla!" panggil panggil Reymond.

"Hmmm."

"Kamu tahu, aku sangat bahagia bisa menjadi pasangan kamu. Meskipun kau bukan cinta pertamaku, tapi dulu aku tidak pernah merasakan cinta yang seindah ini," ucap Reymond.

Bylla menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mulai merona.

Kata-kata cinta dari Reymond, selalu saja membuatnya tersipu malu.

"Kamu sangat pandai merayu Rey," ucap Bylla.

"Aku tidak hanya merayu, aku serius Bylla. Nanti saat orang tuaku sudah kembali, akan aku ajak ke rumah kamu. Aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kamu," ucap Reymond sambil menggenggam tangan Bylla.

"Aku sangat menantikan hari itu Rey," jawab Bylla.

Tak lama kemudian, mereka menghentikan perbincangannya, karena pesanan mereka sudah diantarkan.

Reymond dan Bylla mulai melahap makanannya, dengan hati yang penuh dengan kebahagiaan.

***

Kerlip bintang mulai tampak samar-samar di angkasa raya. Sementara sang rembulan, masih menyembul malu-malu di balik awan kelabu. Semilir angin malam, berhembus perlahan, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang. Guyuran hujan sudah reda, tinggal tanah becek yang masih tersisa.

Seorang lelaki duduk di teras rumah, sambil menatap anak-anak asuhnya yang sedang makan di ruang tamu. Mereka makan dengan begitu lahap. Raut kebahagiaan terpancar jelas dari wajah-wajahnya, meskipun mereka hanya makan dengan lauk tempe goreng.

"Semoga kebahagiaan itu tetap kalian jaga, semoga senyuman kalian tak pernah pudar, meskipun takdir hidup tidak sejalan, dengan apa yang kalian harapkan," gumam Ghani sambil tersenyum getir.

Sesungguhnya hatinya terasa sangat sakit, setiap kali menatap anak-anak asuhnya. Di usia mereka yang masih dini, mereka tak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga. Mereka hidup ditengah kekurangan, tanpa pendidikan, tanpa harta, bahkan untuk makan saja tidak tentu sampai kenyang.

Ghani mulai memetik senar gitar yang ada dalam genggamannya, melantunkan lirik lagu, guna menghibur hati yang terbersit rasa lara.

Semakin lama, Ghani semakin larut dalam alunan melodi, yang ia ciptakan sendiri. Lambat laun, bayangan sosok wanita tergambar samar-samar dalam ilusinya.

Dengan pelan, Ghani menarik bibirnya menjadi sebuah senyuman. Mata biru yang menenangkan, pikirnya kala itu.

"Jangan ngelamun Bang, kesambet lho!" teriak seorang lelaki sambil menepuk bahu Ghani dengan cukup keras.

Ghani tersentak kaget, lalu ia menoleh, dan menatap wajah lelaki yang sekarang duduk di hadapannya. Arron, dia adalah teman Ghani. Dia adalah satu-satunya orang, yang membantu Ghani dalam menghidupi anak-anak asuhnya.

"Lihat Bang! Lumayan kan?" Arron mengeluarkan kantong plastik, yang tadi ia simpan di sakunya. Lalu Arron mengeluarkan isinya, beberapa koin uang, yang kemudian ia jajar di atas lantai.

"Tiga ribu, lima ribu, delapan ribu, sepuluh ribu. Tambah dua lagi, jadi dua ratus sepuluh Bang," kata Arron sambil meletakkan dua lembar uang ratusan ribu.

"Siapa yang memberimu uang sebesar itu?" tanya Ghani sambil mengernyitkan keningnya.

Dizaman sekarang, mencari recehan saja sangat sulit. Sungguh sangat langka, jika ada yang mau memberi dengan jumlah sebesar itu.

Masa sekarang, banyak orang yang kaya harta, namun miskin kepedulian.

"Seorang wanita kaya Bang, penampilannya mewah. Wajahnya sangat cantik, seperti bidadari. Matanya biru bening, mungkin dia wanita impor Bang!"

"Mata biru bening," batin Ghani dalam hatinya.

Ada desiran aneh dalam hatinya, saat ia mengingat sang pemilik mata biru.

Bersambung...

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!