NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Pria tua itu menghentikan pekerjaannya dan melirik cincin spasial milik Lin Xiao dengan tatapan malas.

"Batu giok hitam dari wilayah selatan? Kualitas barang dari pinggiran benua biasanya sangat buruk dan rapuh." sebuah suara merdu namun sangat sinis terdengar dari arah samping meja.

Lin Xiao memutar kepalanya dan menatap sosok yang baru saja mengomentari barang dagangannya tersebut.

Seorang gadis muda yang mengenakan gaun sutra berwarna putih keperakan sedang berdiri bersandar pada pilar batu.

Sebuah cadar tipis menutupi separuh wajah bagian bawahnya, namun sepasang mata amethyst yang indah dan tajam menatap langsung ke arah Lin Xiao.

"Barang buruk atau tidak, itu tergantung pada siapa yang menilainya." balas Lin Xiao dengan nada yang sama sinisnya.

"Apakah kau seorang penilai di pasar gelap ini, Nona?" tanya Lin Xiao menyilangkan lengannya di depan dada.

Gadis bercadar itu tertawa pelan, suara tawanya terdengar seperti dentingan lonceng perak yang sangat jernih.

"Aku bukan seorang penilai barang, aku hanya seorang pelanggan yang kebetulan memiliki selera yang sangat tinggi." jawab gadis itu melangkah mendekat.

Dia mengulurkan tangannya yang seputih pualam dan mengambil pedang besi berkarat yang menggantung di pinggang Lin Xiao tanpa meminta izin.

Sring.

Lin Xiao dengan cepat mencengkeram pergelangan tangan gadis itu sebelum ujung jarinya sempat menyentuh gagang pedangnya.

"Tangan yang berani menyentuh pedangku tanpa izin biasanya akan terpisah dari pemiliknya." ancam Lin Xiao dengan suara bariton yang menusuk.

Gadis bercadar itu sama sekali tidak terlihat takut, matanya justru memancarkan ketertarikan yang semakin dalam.

"Refleks yang sangat bagus untuk ukuran seorang pengelana miskin tingkat delapan." puji gadis itu melepaskan tarikannya.

"Namaku adalah Yue, dan aku tahu pedang karatanmu itu menyembunyikan aura kematian yang sangat pekat."

Xue Mingyue yang berdiri di belakang Lin Xiao melangkah maju dan menepis tangan Nona Yue agar menjauh dari Lin Xiao.

"Jaga jarakmu, Nona, kami tidak datang ke mari untuk mencari teman mengobrol." ucap Xue Mingyue dengan nada sedingin es.

Nona Yue menatap Xue Mingyue dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu tersenyum tipis di balik cadarnya.

"Aura es yang sangat murni, namun sayangnya terlalu kaku dan kurang fleksibel." kritik Nona Yue dengan santai.

"Kalian bertiga jelas bukan kultivator pengelana biasa, kalian menyembunyikan sesuatu yang besar."

"Lalu apa urusannya denganmu?" tanya Lin Xiao menatap tajam mata gadis misterius tersebut.

"Jika kau tidak ingin membeli batu giok hitamku, maka pergilah dan cari mainan lain."

Nona Yue menyandarkan tubuhnya ke meja konter, sama sekali tidak terpengaruh oleh aura intimidasi dari Lin Xiao.

"Aku tidak tertarik dengan batu giokmu, tapi aku memiliki sebuah informasi yang mungkin sangat berharga bagi iblis yang bersembunyi di balik jubah kusammu itu." bisik Nona Yue dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Lin Xiao.

"Aku memiliki setengah potongan peta yang mengarah ke Domain Bintang Jatuh, sebuah reruntuhan kuno yang belum pernah dijarah oleh Empat Sekte Suci."

Mendengar kata reruntuhan kuno, para roh kaisar di dalam Dantian Lin Xiao mendadak terbangun dan memberikan resonansi yang kuat.

'Bocah, aku merasakan jejak aura dari Kaisar Ilusi Bintang pada tubuh gadis itu!' gema suara Kaisar Bayangan di dalam pikiran Lin Xiao.

'Jangan biarkan dia pergi, reruntuhan itu pasti berisi warisan yang bisa mendorong kultivasimu menembus tahap Jiwa Murni!'

Lin Xiao mempertahankan ekspresi datarnya, namun sudut bibirnya perlahan melengkung ke atas.

"Sebuah peta reruntuhan kuno? Kedengarannya seperti jebakan klasik untuk merampok kultivator bodoh di pusat benua ini." balas Lin Xiao mencoba memancing.

"Kau terlalu mencurigai orang baik seperti ku, Tuan Pengelana." jawab Nona Yue mengibaskan tangannya dengan elegan.

"Aku butuh pengawal yang kuat dan tidak terikat dengan faksi mana pun di kota ini untuk menemaniku masuk ke sana."

"Dan mataku mengatakan bahwa kau memiliki cukup banyak darah di tanganmu untuk bisa melindungi punggungku."

Lin Xiao menatap Xue Mingyue dan Meng Shan sekilas, lalu kembali menatap mata amethyst milik Nona Yue.

"Kami mungkin bersedia mendengarkan tawaranmu lebih lanjut, Nona Yue." putus Lin Xiao mengambil kembali cincin spasialnya dari meja konter.

"Tapi mari kita bicarakan ini di tempat yang memiliki anggur kualitas terbaik di kota ini."

Nona Yue mengangguk setuju, matanya memancarkan kepuasan dari seorang pemburu yang berhasil menangkap mangsa incarannya.

Sebuah aliansi sementara yang sangat rapuh baru saja terbentuk di sudut tergelap Kota Awan Suci.

Lin Xiao tidak tahu siapa sebenarnya gadis bercadar ini, dan gadis itu pun tidak tahu monster macam apa yang baru saja dia undang ke dalam hidupnya.

Namun satu hal yang pasti, eksplorasi menuju Domain Bintang Jatuh ini akan menguji batas kewarasan dan kekuatan mereka berempat.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!