NovelToon NovelToon
ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Istri Cadangan Sang Mafia

Di hari pernikahan, Selena Kustiono menghilang.
Demi menyelamatkan keluarganya, Serina Kustiono dipaksa menggantikan sang kakak menikahi Vincent Timothy, bos mafia paling berkuasa sekaligus ayah tunggal dari Viren, putra genius yang menolak kehadiran ibu baru.
Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan.
Tak ada cinta.Tak ada pilihan.

Namun saat Viren mulai memanggil Serina "Mama", Vincent menyadari satu hal—musuhnya kini tak lagi mengincar kekuasaannya, melainkan keluarganya.

Mampukah seorang istri cadangan bertahan di sisi pria yang seluruh hidupnya dipenuhi darah, pengkhianatan, dan rahasia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

“Jadi, kamu ibu baruku?” Suara itu membuat langkah Serina berhenti.

Anak laki-laki di tangga menatapnya lurus. Tidak berkedip.

Serina menelan napas. “…Iya. Aku Serina.” Ia mencoba tersenyum kecil. Tapi anak itu tidak membalas.

"Aku tidak bertanya." Nada suara Viren tetap datar. "Jangan merasa bisa menggantikan posisi ibuku." Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan kembali menaiki Tangga. Buku yang sejak tadi dipeluknya tak pernah lepas dari dada. Langkahnya tenang, seolah kehadiran Serina bukan sesuatu yang layak dipikirkan lebih lama.

Serina tetap berdiri di tempatnya. Senyum yang sempat ia paksakan perlahan menghilang.

Vincent akhirnya bergerak. “Soraya.”

Seorang perempuan berseragam hitam segera maju. “Ya, Tuan.”

“Antar dia ke kamar.”

“Baik.”

Soraya menoleh ke Serina. “Mari, Nyonya.” Nada suaranya sopan, tapi tidak hangat. Serina ragu sebentar, lalu mengikuti.

Lorong rumah itu panjang. Terlalu panjang untuk disebut sekadar rumah. Tidak ada foto keluarga di dinding. Tidak ada suara tawa. Hanya langkah mereka berdua yang terdengar.

Soraya membuka sebuah pintu. “Ini kamar Nyonya.”

Serina masuk pelan. Langkahnya berhenti di tengah ruangan. Luas. Terlalu luas. Dan… kosong.

“Ini kamar atau rumah…” gumamnya pelan…besar sekali.”

Soraya tidak menjawab. Ia hanya membuka lemari. “Pakaian sudah disiapkan.”

Serina menoleh. Baju-baju tergantung rapi. Semua terlihat baru.

Soraya menutup lemari lagi. “Kalau Nyonya butuh apa pun, tekan bel di samping tempat tidur.” Serina mengangguk kecil.

Soraya sedikit membungkuk. "Selamat beristirahat, Nyonya." Setelah itu, ia melangkah keluar. Pintu menutup pelan, menyisakan keheningan yang terasa asing.

Serina duduk di tepi ranjang. Pandangannya berkeliling, mengamati setiap sudut kamar yang luas dan tertata rapi. "Ini kamar..." gumamnya lirih. "...atau rumah?" Tak ada jawaban selain dengung pelan pendingin ruangan.

Ia bangkit, lalu membuka pintu lemari. Deretan pakaian baru tergantung rapi, masih lengkap dengan labelnya. Serina mengambil salah satunya dan membawanya ke depan cermin. Ukurannya tampak pas.

Keningnya berkerut. "Kok bisa pas, ya?" Ia melirik deretan pakaian lain. Semuanya tampak dipilih khusus untuknya, seolah seseorang sudah mengetahui ukuran tubuhnya jauh sebelum ia menginjakkan kaki di mansion itu.

Serina memejamkan mata, tetapi kantuk tak juga datang. Kasur empuk itu terasa asing. Begitu pula kamar yang terlalu luas untuk ditempati seorang diri. Ia membalikkan badan. Lalu membalik lagi. Tetap saja matanya enggan terpejam.

"...Haus." Serina mengusap tenggorokannya yang terasa kering. Ia melirik meja nakas di samping ranjang. Kosong. Tak ada sebotol air pun.

Ia bangkit pelan, lalu membuka pintu kamar. Lorong di luar masih diterangi lampu-lampu dinding. Sunyi. Sesekali terdengar langkah pelayan yang berlalu-lalang dari kejauhan.

Serina mengintip ke kanan dan kiri. "Ke dapur lewat mana, ya..."

Ia melangkah pelan menyusuri lorong. Mansion itu begitu besar hingga ia beberapa kali berhenti di persimpangan koridor, bingung harus memilih arah.

Beruntung, seorang pelayan keluar dari sebuah ruangan sambil membawa tumpukan handuk.

"Nyonya?" Pelayan itu segera menundukkan kepala.

"Maaf... boleh tanya? Dapur di sebelah mana?"

Pelayan itu tampak sedikit terkejut, tetapi segera menunjuk ke arah tangga kecil di ujung lorong.

"Turun satu lantai, lalu belok kiri."

"Terima kasih." Serina mengucapkan terima kasih sambil tersenyum kecil.

Beberapa menit kemudian, ia sampai di sebuah dapur yang bahkan lebih besar daripada ruang tamu rumah orang tuanya.

Lampu masih menyala terang. Rak-rak kayu dipenuhi bumbu yang tertata rapi. Peralatan memasak berjejer mengilap. Di sisi lain berdiri kulkas berukuran besar.

"Lengkap sekali..." Serina membuka kulkas. Botol air mineral tersusun rapi.

Ia mengambil satu, lalu meneguknya beberapa kali. Rasa segar langsung mengalir di tenggorokannya.

Saat hendak menutup pintu kulkas, pandangannya berhenti pada berbagai bahan makanan yang tersimpan di dalam. Sayuran segar. Daging. Ikan. Buah-buahan.

Semuanya tampak baru. Entah kenapa, sudut bibirnya terangkat tipis.

Sejak kecil, dapur selalu menjadi tempat yang paling akrab baginya. Meski di rumah sudah ada pembantu, ia tetap senang membantu ibunya memasak. Terlebih sejak Selena lebih sering pergi bersama teman-temannya, hampir setiap sore Serina yang menemani sang ibu menyiapkan makan malam.

Tanpa sadar, tangannya meraih beberapa butir kentang. Disusul wortel. Lalu bawang bombai.

"Ah..." Serina tersenyum malu pada dirinya sendiri. "Baru sehari di sini sudah mau numpang masak."

"Apa Nyonya ingin memasak?" Suara itu membuat Serina menoleh cepat. Soraya berdiri di ambang pintu. Entah sejak kapan perempuan itu berada di sana.

Serina buru-buru meletakkan kembali kentang di tangannya. "Maaf. Aku hanya... melihat-lihat."

"Tidak apa." Soraya berjalan mendekat. "Dapur ini memang boleh digunakan."

"Benarkah?"

Soraya mengangguk. "Kalau Nyonya membutuhkan sesuatu, tinggal bilang."

Serina kembali menatap bahan-bahan di atas meja. Ragu sejenak. "Lalu... kalau aku ingin membuat sup?"

Soraya tampak sedikit heran. "Nyonya ingin memasak sendiri?"

"Iya. Kebetulan aku tidak bisa tidur."

Soraya terdiam beberapa detik, lalu mengangguk pelan. "Baik. Saya akan membantu menyiapkan bahannya."

Serina menggeleng sambil tersenyum. "Tidak usah. Aku bisa sendiri."

Soraya memperhatikan wanita muda itu beberapa saat. "Baik, Nyonya." Ia mundur beberapa langkah. Namun tidak benar-benar pergi. Diam-diam ia terus mengamati. Sudah bertahun-tahun ia bekerja di mansion Timothy.

Belum pernah ada seorang pun yang masuk ke dapur hanya karena tidak bisa tidur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Soraya menuangkan sup ke dalam mangkuk, lalu meletakkannya di atas nampan bersama masakan lain yang sudah dimasak oleh chef Rudi.

Seorang pelayan pria masuk ke dapur. "Ini sup?"

"Iya. Nyonya Serina yang membuatnya."

Pelayan itu terdiam sejenak. "Apa Tuan Muda Viren mau memakannya?"

Soraya ikut terdiam. "Tidak ada yang tahu."

"Kalau Tuan Muda menolak, jangan sampai dia melewatkan makan malam lagi." Pria itu pun melangkah keluar menuju ruang makan.

Sementara itu, Serina yang berdiri tak jauh dari sana hanya terdiam. Tangannya masih memegang lap dapur.

Ia baru sadar...Bahkan semangkuk sup pun belum tentu diterima di rumah ini.

1
Kayla Rane
Vincent kayak gak suka Ibunya. apa jangan² ada sesuatu dibalik itu
Kam1la
ibu tirinya Vincent...kak
Kayla Rane
neneknya viren kah? orangtuanya ibunya viren🤭
Kayla Rane
serina mah tipe cewek yang gak kegatelan mandiri juga. mungkin itu yg di sukai vincent🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Anonim
Heeemmm😍😍
Anonim
Semakin menarik 🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Kayla Rane
kereen
Anonim
Lanjut 🤭🤭🤭
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Iya, iya, yuk.
Tio Buki
Iya lengkaplah, kan udah tersedia
Tio Buki
Iya sama sama.
Tio Buki
Jangan tanya aku, aku juga tidak tau
Tio Buki
Minumlah
Tio Buki
Itu cuma secara kebetulan saja
Tio Buki
Itu kamar namanya, kalau rumah, ada diluarnya🤣🤣
Tio Buki
Biarkanlah
Tio Buki
Oh begitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!