Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2.
Carla melihat keempat orang yang menganiayanya tampak ketakutan melihat suami kejamnya, Alexander Alford.
"Apa yang telah kalian lakukan?!!!" teriaknya dengan suara yang begitu lantang, sampai api terasa bertiup karena suara yang keluar dari mulutnya.
"Aaaa... !!!" Lilian dan Melda menjerit ketakutan, dan seketika mereka berlindung ke balik punggung Edgar dan Lukman.
Tubuh mereka gemetar ketakutan melihat raut wajah menggelap Alexander, yang sangat mereka kenal Mafia paling kejam di ibukota.
Mata Carla yang nyaris tertutup melihat Alexander memandang ke arahnya, dan suara lantang Alexander kembali ia dengar memberi perintah pada anak buahnya.
"Bunuh mereka!!!"
Selesai ia berteriak dengan lantang, Alexander berlari ke arahnya dengan raut wajah yang berubah menjadi panik.
Dor! dor! dor!!!
Carla mendengar suara tembakan, dan tubuh keempat orang yang menganiayanya jatuh terjerembab ke lantai tidak bergerak.
Air mata Carla mengalir semakin deras, ia tidak menyangka, suami kejam yang sangat ia takuti itu membalaskan dendamnya.
"Carla! Carla! maafkan aku terlambat datang, sayang!!!"
Alexander merengkuh tubuh lemah Carla, yang sudah semakin tidak dapat ia gerakkan sama sekali.
"Alexander" suara lemah Carla terdengar sangat lemah.
Carla tidak percaya menyadari kenyataan, yang saat ini ia rasakan.
Suami yang sangat ia takuti, dan ia pikir sangat membencinya, karena selalu mengendalikan kebebasannya, menangis dengan begitu sedihnya memeluknya.
"Kenapa? kenapa kamu tidak ingin bersamaku? apa kurangnya diriku padamu, sayang!!" Alexander semakin menangis melihat keadaan Carla yang sangat memprihatinkan.
Air mata Carla semakin deras mendengar apa yang dikatakan Alexander.
"Maaf, aku.. aku.. "
Perlahan Alexander menundukkan wajahnya, dan mencium lembut bibir Carla, "Aku selalu menunggumu untuk menerimaku, seharusnya kamu katakan apa kekuranganku, agar aku tahu merubahnya, sayang!"
Carla baru menyadari, kalau suami kejam yang ia pikir begitu membencinya itu, ternyata sangat mencintainya.
"Maafkan aku, aku terlalu bodoh mau mendengarkan mereka" Carla mengeluarkan suaranya dengan susah payah, dan nyaris tidak terdengar.
Tangis Alexander semakin kencang, mendengar suara lemah Carla yang meminta maaf.
"Seandainya.. kalau waktu bisa diulang, aku.. aku pasti mendengarkanmu, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi"
"Aku akan membawamu, kamu pasti akan sembuh, dan hidup sehat bersamaku!"
Alexander meraih tubuh lemah Carla, untuk ia bawa ke dalam gendongannya, tapi Carla menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku sudah tidak bisa bertahan lagi, tinggalkan aku! pergilah cepat! api sudah semakin besar" Carla mencoba mendorong Alexander menjauh darinya.
"Tidak! aku tidak akan meninggalkanmu, apa artinya hidupku tanpa ada kamu disampingku?!" air mata Alexander semakin deras, karena Carla menyuruhnya pergi.
Dengan susah Carla mencoba mengangkat tangannya, yang sangat sulit sekali ia angkat.
Tangannya akhirnya dapat menyentuh pipi Alexander.
Tangan Alexander memegang tangan Carla yang menyentuh pipinya, "Aku tidak akan pergi meninggalkan mu, aku akan membawamu!"
Alexander mengangkat tubuh lemah Carla, lalu bangkit berdiri membawa Carla dalam gendongannya, dan bersiap melewati api yang sudah semakin besar membakar bangunan kumuh itu.
Carla yang semakin lemah tidak dapat mencegah Alexander, untuk membawanya keluar dari api yang sudah terasa panas di kulitnya.
Aku ingin kembali! bisik hati Carla penuh harap, saat merasakan tubuhnya sudah tidak dapat bertahan lagi.
Alexander yang tidak perduli dengan api yang menyala besar itu, dengan penuh keyakinan melangkah ke tengah api membawa Carla dalam gendongannya.
Tapi, baru saja ia melangkah beberapa langkah, tiba-tiba bangunan itu pun meledak.
Bum!!!
Bangunan dilahap api dengan cepat, dan membakar apa pun yang ada di dalam bangunan tersebut.
Bersambung......
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???