NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2.Manjat Pohon.

Kini Agatha turun dari mobil bersama dengan yang lainnya, Agatha melihat ke sekeliling, banyak santriwan dan santriwati yang berlalu lalang dan ada juga yang saat berpapasan dengan Abi dan Ummi menundukkan kepalanya seperti menghormati beliau.

Agatha saat ini berada di pondok pesantren Al-Muhadzirin, ponpes yang terbilang besar dan juga besar pengaruh nya, tak pernah Agatha bayangkan kalau dirinya bisa menginjakkan kaki nya ke sini.

Agatha duduk di sofa dalam ndalam, di temani Ummi dan Laila, Abah dan Zayn izin pergi ada panggilan dadakan untuk mengisi sebuah acara di sebrang kampung sana.

"Zahra? " panggil Ummi.

"Dalam Ummi, " jawab Zahra Abdi ndalam.

"Zahra Ummi minta tolong ambilkan minum untuk kami bertiga ya, " titah Ummi kepada Zahra, yang berada di ndalam.

"Baik Ummi. "

"Kamar berada disamping kamar Zayn ya, nanti kamu tidur disana, istirahat yang baik, " ucap Ummi yang tak lepas senyum saat berbicara pada Agatha.

"Makasih Ummi, Agatha pikir bakal tidur bareng Laila, " ucap Agatha.

"Laila juga mikirnya begitu kak, " sahut Laila.

"Tidak, kamu jangan tidur sama Laila, Laila tidurnya tidak bisa diem yang ada nanti kamu tidur di atas bangun-bangun bisa berada di bawah, " jelas Ummi.

Laila yang mendengar itu mengerucut kan bibirnya, sedangkan Agatha terkekeh pelan ya tahu maksud dari Ummi nya ini.

"Ini minumnya Ummi, " ucap Zahra yang tiba dengan 3 gelas air putih di atas nampan.

"Terimakasih, Zahra, oh iya perkenalkan ini ning Agatha kalau ning kamu ini ingin sesuatu atau apa tolong di bantu ya, " ucap Ummi yang mendapat anggukan dari Zahra, setelah itu pamit kembali ke dapur.

"Ummi kenapa ning? aku kan hanya gadis dari kalangan biasa, bukan anak dari seorang kiyai, " kata Agatha.

Farah tersenyum, " kamu sudah Ummi dan Abi anggap sebagai anak nak, jadi jangan sungkan ya sayang, " ucapnya lembut.

•••••

Agatha merebahkan tubuhnya, menatap langit langit kabar itu, ia masih tidak bisa membayangkan kalau sekarang dirinya terdampar di pondok pesantren terkenal.

"Andai gua bisa nikah sama anak kiyai, walau bukan sama anak Abah Hamdan, setidak nya sama poto copyan nya Gua Zayn, " ucapnya.

Agatha duduk dan mengarahkan tangannya,  "Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad" sholawat nya.

setelah mengucapkan sholawat, tiba-tiba pintu kamar terbuka menampilkan sosok gadis yang cantik.

"Assalamu'alaikum kak Agatha, " salam Laila lalu masuk kedalam kamar.

"Walaikumsalam, Laila sini duduk, " ucap Agatha sambil menepuk kasur di sampingnya.

"Kak Agatha ini aku bawain baju yang tadi Ummi kasih untuk Kak Agatha pakai, " ucap Laila lalu memberikan paper bag.

Agatha mengeluarkan beberapa dua gamis dan satu set baju atasan dan rok berwarna putih, berserta hujan yang senada dengan baju baju itu.

Agatha berdecak kagum, "Subhanallah ini untuk aku Lai? " tanya Agatha.

"Kata Ummi kakak pakai ini, gapapa? " tanya nya.

"Gapapa Laila, justru aku yang malu karna aku seorang diri yang memperlihatkan auratnya di sini, ucapkan terimakasih sama Ummi ya Lai" ucapnya.

beberapa menit kemudian Agatha sudah mengenakan abaya berwarna cream dan jilbab senada.

Laila yang melihat itu terpaku dengan kecantikan Agatha yang terlihat alami, bulu mata yang lentik alami, alis yang sudah berbentuk tanpa di bentuk, bibir yang ranum berwarna cherry, dan wajah yang belum di poleh oleh bedak atau semacamnya.

"Subhanallah, bidadarinya surga turun, " gumam Laila saat setelah melihat Agatha selesai memakai jilbab.

"Cocok tidak? " tanya Agatha.

"Bukan nya cocok lagi kak, tapi cocok banget MasyaAllah udah kaya bidadari surga," jawabnya.

Agatha tersenyum malu, membuat pipinya memanas.

"Berarti gua lebih cocok pakai pakaian gini ya" ucapnya, Laila hanya menganggukan kepala.

Zayn tanpa sengaja melihat kearah dalam kamar Agatha, ia melihat Laila lalu melihat Agatha, Zayn sempat terpaku melihatnya namun dengan segera pergi ke arah kamarnya.

Setelah menutup pintu kamar Sayang tersenyum tipis, "Subhanallah nikmat mana lagi yang kau dustakan" ucapnya pelan.

setelahnya, "Astagfirullah, " setelah sadar langsung istigfar.

Zayn langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri sebentar lagi memasuki ba'da magrib.

setelah selesai, ia langsung memakai kopiah dan membuka pintu, ia melihat ke sebelah kiri tepat pandangannya jatuh kepada sosok wanita yang tadi ia puji kini sudah mengenakan mung kena.

Agatha menatapnya sebentar lalu menundukan pandangannya. "Gus" ucap Agatha.

Zayn menganggukan palanya pelan, "Mau sholat di masjid juga? " tanya Zayn.

"Iya Gus, kenapa mau ngajak gua jalan bareng? " tanya Agatha dengan pedenya.

Zayn memutar matanya malas, "Tinggi juga tingkat kepedean lo, " ucap Zayn lalu berjalan lebih dulu.

Agatha mengikutinya dari belakang, sambil bermonolog, "Untung ganteng coba kalo jelek, udah gua tendang dari belakang."

Zayn menghentikan langkahnya tiba-tiba membuat Agatha yang berada di belakang menabraknya.

Bruk.

"Aw.. kalau mau berhenti bilang dong, " ucap Agatha sambil mengelus keningnya.

"Maaf, lagian lo ngapain jalan di belakang gua? " tanya Zayn masih memperhatikan Agatha yang mengelus dahinya, lalu menarik mung kena Agatha agar berada di sampingnya, "Jalan di samping gua jangan di belakang, gua bukan bos lo. "

••••••

Kini Agatha ikut dengan Laila yang menyetor hafalan nya kepada Ummi nya di ndalam, kini mereka bertiga berada di sofa.

"Agatha bisa membaca Alquran? " tanya Ummi.

Agatha yang sedang memainkan ponsel kini beralih menatap Ummi, "Baca doang mah bisa Ummi, cuma tidak tahu makhroj, dan panjang pendeknya Um. "

"Mau belajar nak, kalau mau sini ambil Alquran nya, Ummi Ajarkan, " ucap Ummi.

Agatha menganggukan kepalanya lalu mengambil Alquran dan siap membacanya.

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhażnā in nasīnā aw akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alallażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bihī, wa'fu 'annā, waghfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurṇā 'alal-qaumil-kāfirīn.

"Cukup! " kata Ummi.

"Shadaqallahul 'Adzim, " lalu ia menutup Alquran itu.

"Subhanallah nak, bacaan kamu bagus, tinggal di tingkatkan lagi saja belajarnya, " ucap Ummi.

Agatha tersenyum mendengarnya, "Makasih Ummi, InsyaAllah Agatha akan terus belajar. "

"Aamin, " ucap Laila bersama Ummi.

"Kak Agatha, pernah belajar ngaji atau mondok gitu? " tanya Laila.

Agatha menggelengkan kepala, "Aku hanya ngaji biasa sama guru ngaji di dekat rumah dulu, dari SD sampai SMA, setelah lulus sekolah dan kuliah di sini sudah tidak belajar mengaji lagi, " jelas Agatha.

Laila menganggukan kepalanya, "Andai kamu bisa jadi istri nya kak Zayn pasti tiap hari di ajarin murajaah, " ceplos Laila.

Agatha terkekeh pelan, "Mana mungkin Gus mu itu mau sama aku toh Lai. "

"Tidak ada yang tidak mungkin nak, Allah Maha membolak-balikan hati manusia, bisa saja nanti kalian berjodoh, " jelas Ummi Farah.

Aamiin, Batin Agatha. dan ia hanya tersenyum kepada Ummi dan Laila.

Dilain tempat, di majlis Gus Zayn sedang duduk bersama sahabatnya, mereka berdua baru saja selesai setor hafalan.

Mereka sedang menikmati kopi nya sebelum di suruh masuk kedalam pondok masing-masing untuk tidur.

"Gus ente katanya hampir nabrak perempuan bener toh? " tanya Ali.

"Tahu dari siapa? " tanya Zayn.

"Tadi sore, ning Laila yang ngasih tau, saat ane nanya ente kemana, " jelas Ali.

Zayn menganggukan kepalanya, "Tuh bocahnya ada di ndalam, " ucap Zayn.

Ali terkejut, pasalnya kan hampir nabrak bukan nabrak beneran.

Zayn yang ngerti pikiran Ali lalu berkata lagi.

"Dia disini tinggal sendiri, jadi Abah pingin dia di sini sampai lukanya sembuh, " ucap Zayn yang mendapat jawaban oh dari Ali.

"Bye the way, cantik gak bocahnya? " tanya Ali sambil menaik turunkan alisnya.

Zayn dengan malas menjawabnya, "Cantik + tingkat kepedean nya tinggi. "

"Seumuran sama Laila? " tanya Ali lagi.

"Entah kayanya dia lebih tua dari Laila mungkin 20 tahun, " ucap Zayn.

••••••••

Jam menunjukan pukul 02:45 dini hari, Agatha terbangun dari tidurnya, ia merasa tenggorokan nya haus, ia lupa untuk menyiapkan air minum sebelum tidur, biasanya setiap sebelum tidur ia selalu menyediakan Air minum di gelas untuk tengah malam saat tenggorokan nya berasa kering.

Agatha turun dari kasurnya, dan memakai hijabnya lalu beranjak keluar kamar dan menuju dapur.

setelah berhasil melegakan tenggorokan nya, lalu ia menaruh gelas itu dan ingin kekamar kecil untuk buang air kecil.

baru saja ia ingin membuka pintu, tiba-tiba pintu yang ia pegang tertarik ke dalam kamar mandi, membuat dirinya ikut maju.

"Aaa!! " teriaknya pelan saat dirinya menabrak tubuh seseorang.

Orang itu reflek memegang lengan Agatha yang tertutup lengan baju agar tidak jatuh.

Agatha mendongak untuk melihat siapa orang yang ia tabrak tubuhnya.

ia membulatkan matanya saat tahu siapa yang berada di hadapannya, Agatha ingin berdiri dengan benar namun kakinya keseleo membuat dirinya hampir terjatuh lagi kalau tidak di tahan oleh orang itu.

"Lain kali kalo mau ke kamar mandi ketika dulu pintunya, biar bisa tau ada orang gak di dalam, " jelas orang itu.

Agatha membenarkan posisinya dan menyengir memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

"Maaf Gus, tapi Gua udah ga tahan ini udah kebelet, " ucap Agatha sambil memegang celana tidurnya.

Zayn yang melihat itu langsung paham dan menggeser tubuhnya, ia dia Zayn yang baru sama membuat Agatha hampir terjatuh.

belum sempat Zayn berbicara lagi dirinya sudah di dorong keluar oleh Agatha dan lalu menutup pintunya, tanpa gadis itu sadari menyentuh kulit tangan Zayn.

tidak menunggu lama Agatha membuka pintu kamar mandi, ia kaget dengan sosok seseorang yang masih berdiri di depan kamar mandi.

"Lo ngapain mau ngintip gua lo ya? " tanya nya asal.

tak..

Zayn menyentil dahi Agatha sampai sang empu meringis pelan.

"Gua mau ngambil wudhu, tadi sebelum lo nutup pintu kamar mandi lo sempet nyentuh lengan gua, bikin wu__" belum sempat selesai ucapan nya sudah di potong oleh gadis itu.

"Jadi wudhu Gus batal gara-gara gua ya, maaf deh kalau gitu gak ngga sengaja dan ga ngerasa juga si, " ucapnya.

Zayn menghela napas pelan, "Balik sana ke kamar masih malam, nanti yang ada lo susah di bangunin buat sholat subuh, " ucap Zayn.

Agatha menggaruk tengkuknya yang sedikit gatal, "Yaudah gue balik, Assalamu'alaikum.

setelah sampai didalam kamar ia lanjut merebahkan tubuhnya sebelum itu ia sempatkan membuka jilbab nya, dan baca doa untuk melanjutkan tidurnya kembali.

Gimana-Gimana ni guys ceritanya?

Harus memaklumi dengan sifat Agatha yang tinggi kepedean nya!.

Sampai jumpa di bab selanjutnya prennn.

bye bye bye.... muahhhhhh! love you sekebon.!.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!