Ren cuma pegawai kantoran biasa.
Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.
Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:
"Tidak Melakukan Apapun."
Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.
Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Mereka sudah sampai di area Rift sektor 13. Suasana malam cukup sunyi di lokasi konstruksi itu, hanya ada cahaya rembulan dengan aliran energi Rift yang ikut menerangi.
Ren masih dengan kemeja kerja yang sama—penuh bekas pekerjaan dari pagi hari. Ia menatap santai celah Rift di depannya sambil mengutak-atik tablet.
"Baiklah, sepertinya sudah cukup."
Setelah menekan satu tombol, Ren berbalik kepada kelompok Hwaran. "Kalian, apakah sudah siap?" Suaranya terdengar cukup keras, meskipun wajah dan posturnya terlihat lelah.
Hwaran yang berada paling depan menyahut tegas. Bukan amarah, tapi semangat. "Kami siap, Admin. Tapi ... apa kau tidak apa-apa hanya dengan persiapan seperti itu?"
"Tidak masalah. Di kantongku sudah ada Rift Shield. Intensitas energi Rift tidak menunjukkan akan ada banyak Monster Kategori 1, kemungkinan muncul kategori 2 pun kecil."
Hwaran menghela napas. Ia tampak khawatir pada orang yang tidak terlalu dekat dengannya—pikir Ren, mungkin saja dia mengkhawatirkan kontrak kerja, atau keselamatan seorang pegawai kantoran di depannya.
"Tenang saja, ini hanya penelitian, bukan penaklukan." Ren berdehem, memaksakan senyum formal di wajahnya. Ia mencoba terlihat bercanda di tengah kecanggungan ini. "Lagipula kematian juga sudah menjadi risiko kerja seperti ini."
Ren tertawa, mencoba menghibur dan menutupi rasa lelahnya. Tapi tidak dengan kelompok yang menemaninya; pekerjaan tambahan di malam hari pasti membuat mereka lelah. Hanya saja, mereka punya motivasi yang jelas terpancar dari mata mereka. Ren merasa bulu kuduknya berdiri, tapi ia segera mengabaikannya.
Dari semua ekspedisi yang pernah diikuti Ren, yang satu ini terasa sangatlah canggung baginya. Seolah ia baru masuk ke lingkungan yang benar-benar baru.
"... Baiklah, kami akan memastikan tugas kami selesai dengan baik."
Mereka melangkah masuk ke dalam Rift, satu per satu.
Yang tidak Ren ketahui, di belakangnya, Hwaran merasakan sesuatu yang janggal dari Rift yang mereka masuki. Sesuatu yang membuat instingnya berteriak waspada. Tapi perasaan itu seperti menggantung begitu saja.
***
Area tandus berpendar terhampar di hadapan mereka. Bebatuan dan pohon-pohon mati mengelilingi tempat itu, dengan cahaya langit abu-hitam yang menerangi cukup jelas.
Hwaran dan kelompoknya langsung membentuk formasi di sekitar Ren. Ada yang berjaga di depan, di samping Ren, dan ada yang berpencar untuk memindai area sekitar. Hwaran tetap berada di samping Ren.
Ren mengaktifkan Rift Shield-nya dengan menekan tombol di kantong dadanya. Seketika, energi bening menyelimuti tubuhnya.
"Baiklah, Hwaran, aku serahkan kepada kalian."
Hwaran hanya mengangguk, tapi determinasi terlihat jelas di matanya. Ia menekan earpiece di telinga kanannya. Perintahnya tegas, "Formasi ekspedisi, jalankan, pastikan kita melewati jalan aman!"
Tanpa suara dan tanpa kecerobohan, mereka mulai bergerak melewati tanah tandus itu. Pelan dan hati-hati, mereka melintasi area dengan potensi serangan rendah.
"Mereka sangat profesional. Ternyata begini cara kerja Mercenary Hwaran's Corps, padahal baru dua tahun merintis," Ren berkomentar pelan, memastikan suaranya tidak terlalu keras. Tapi sayang, yang dia hadapi adalah para Awakened.
Hwaran menoleh ke arahnya. "Terima kasih, Admin."
Mendengar itu, Ren merasa seperti tertelan sesuatu. Ia menegur dirinya dalam hati, 'Aku sangat bodoh. Aku lupa mereka Awakened.'
Kecanggungan terasa jelas di antara mereka, hingga akhirnya mereka tiba di tepi sebuah lembah tandus yang mencolok.
"Laporan anak buahku, benda itu seharusnya ada di sana," ujar Hwaran sambil menatap Ren dengan serius, seolah memperingatkan bahwa tempat yang akan mereka masuki lebih berbahaya dari sebelumnya.
Ren mengangguk. "Aku mengandalkan kalian."