Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke istana dewa
Difty mengangguk.
Saat itu Difty sudah mengandung bayi mereka. Tak lama lagi dia akan melahirkan anak dari hasil cinta terlarang ke dua alam tersebut. Saat itu Difty tak memikirkan peperangan atau pun alam peri. Fikirannya gundah. Air matanya menetes pelan membasahi pipinya sambil merenungi masa depan anak mereka kelak. Ia takut jika cinta mereka di ketahui oleh Dewa Zarmit (ayah Oden yang saat ini menjadi raja para dewa) akan buruk akibatnya.
"Untuk sementara waktu kita akan bersembunyi dulu di alam roh spiritual ini. Setelah anak kita cukup umur kita akan keluar dari sini dan membawanya ke kerajaan dewa untuk di ikrarkan". Ucap Oden meyakinkan.
"Tapi Oden, anak kita kelak akan di cap tidak murni karena darahnya telah bercampur dengan darah peri. Apalagi sekarang semua elemen semesta bercampur di alam spiritual akibat peperangan. Tidak mungkin ayahmu akan menerima nya. Para panatua dewa yang lain juga tidak akan mau mengikrar anak kita."
" tenang lah. Jangan berpikir yang aneh-aneh!" Tegas Oden.
" kelak jika tiba saat nya kita akan kembali ke alam dewa dengan penuh kebanggaan. "
"Aku berharap keyakinan mu akan sesuai dengan kenyataan nya nanti, oden." Jawab Difty dengan ragu.
Beberapa tahun kemudian alam semesta kembali aman, Oden dan Difty memberanikan diri keluar dari persembunyiannya.
Hari itu, mereka keluar dari alam roh spiritual dan menuju kerajaan dewa. Mereka kini tak hanya berdua. Di tengah mereka hadir seorang dewi cantik yang bernama Igrisia Devalona Bharata. Nama itu bermakna dewi pengendali alam. Seorang roh spiritual meramalkan akan datang seorang yang memiliki kekuatan semua unsur alam di masa yang akan datang. Orang itulah yang akan kembali menyeimbangkan alam yang kacau kini. Namun siapa sangka orang yang berada dalam ramalan tersebut adalah anak hasil hubungan terlarang antar dewa dan peri. Dia terbuat saat terjadi peperangan dasyat. Dan terlahir di alam spiritual.
Seorang gadis remaja dengan mata biru yang memukau. Rambut putih perak yang tak di miliki oleh siapapun di alam dewa maupun peri. Wajah nya cantik luar biasa menurun dari ibunya. Tubuhnya kuat dan memancarkan cahaya terang.
Jelas saja, karena dia adalah pewaris darah emas yang memiliki kesempurnaan fisik tiada banding. Yang memiliki kekuatan alam semesta. Mereka menaiki burung suci tungangan nya para dewa dari alam peri. Ketiganya gugup, namun keteguhan hati memutuskan untuk berani menghadapi kenyataan yang ada.
Tiba di istana dewa ketiganya langsung berlulut di hadapan raja Zarmit di ruang istana. Semua mata tertuju kepada mereka. Tatapan sinis dan geram kian terasa menyelimuti. Bunyi suara gigi yang saling menggertak tak terbendung. Amarah raja Zarmit memuncak saat dia melihat ke arah Igris cucunya, yang dengan polos nya tersenyum sambil berlulut.
"Beraninya kalian datang kesini membawa anak sialan iniiiii .... !!!
Teriakan keras raja Zarmit diiringi gemuruh dan kilat yang menyambar di langit. Seketika awan menjadi gelap. Angin kencang menerpa pepohonan yang rindang. Burung kecil pun lari berterbangan karena takut. Suasana mencekam tiba-tiba pekat di dalam ruangan sidang tersebut. Aura membunuh raja Zarmit tak dapat di pungkiri. Kegeraman yang selama ini ia tahan bertahun-tahun akhirnya meledak di ruang sidang itu.
" sekian lamanya kalian melarikan diri dari dua alam. Lalu sekarang kalian datang ke istana ku, membawa aib yang kalian lahirkan ini dan meminta di ikrarkan menjadi bagian para dewa, mimpi!! Pekik nya lagi.
Traaakkkk .... Zarmit melempar gelas emas yang di pegang nya ke arah Oden. Raja Zarmit berdiri dengan mata memerah memancarkan aura membunuh.
"Kau !" Zarmit menunjuk Oden dengan geram.
Seketika tangan dewa nya memanjang dari singgasana. Mencekik Oden, mengangkatnya ke udara. Semua mata yang memandang takut, aura menakutkan dari raja Zarmit kian mencekam.
Perlahan tubuh Oden melayang, alam bergetar ... gemuruh langit dan guntur saling bersautan. Kilat memancar, angin berhembus kencang. Bagaimana tidak, ketika sang raja dewa telah marah seluruh alam akan ketakutan. Sontak matahari yang bersinar pun di tutupi kegelapan. Awan gelap datang menutupi langit di atas menara kerjaaan dewa yang menjulang tinggi. Sambil mengangkat tubuh Oden, perlahan raja Zarmit pun berkata...
"Saat kau pergi meninggalkan alam dewa bersama peri ini, kau sudah bukan bagian dari kerajaan dewa lagi! Berani nya kau kembali ??!!."
Braaaaakkkkk ... tubuh Oden terhempas terlempar jauh menghantam tembok pintu masuk ruang istana. Praaakkkk ... tembok istana pecah dan runtuh. Oden terduduk memuntahkan darah segar. Ia lemas, mencoba bangkit namun jatuh lagi. Terasa tulang-tulang nya remuk tak sanggup berdiri. Sementara Difty dan igris masih berlulut ketakutan.
Zarmit turun dari tangga singga sananya. Langkah kaki berat yang mampu mengguncang dunia itu perlahan menapak anak tangga dan mendekat ke arah mereka berdua.
Disty berkeringat dingin. Dia ketakutan. Ini baru awal kemurkaan di alam dewa, bagaimana kelak di alam peri entah hukuman apa yang akan dia dapat. Pikirannya kacau balau. Matanya liar, melirik ke arah suaminya yang perlahan bangun dan berjalan sempoyongan mendekat ke arah mereka.
"Ayah ... dengarkan dulu. Kau boleh marah pada kami. Tapi jangan kepada cucu mu sendiri," pujuk Oden sambil mengepal tangganya di dada. Menandakan penghormatan kepada yang lebih tua. Oden perlahan berjalan.
" Ayah... Igris bukan aib. Dia suatu anugerah di alam dewa kita," tambah nya.
" Wajahnya memiliki kesempurnaan seorang peri. Tubuhnya maha dasyat memiliki darah emas merah matahari seperti dirimu dan leluhur kita. Dia juga memiliki delapan jiwa kristal dari alam roh spiritual. Pemikiran nya terlahir sempurna seperti raja manusia. Kekuatannya perkasa bagai iblis. Dia memiliki semua unsur lima alam yang tak di miliki siapapun di alam semesta. Dia mampu mengendalikan hewan roh, dan darahnya menjadi titik penyembuh segala hal. Bukankah itu suatu yang langka?" Ujar nya memberikan pembelaan diri.
Ya benar saja, saat Igris terlahir di alam roh spiritual, langit seketika memerah. Hewan-hewan roh bersautan. Semua unsur alam berputar di langit kala itu. Langit ke tujuh pun terbuka menampakkan dunia yang jauh berbeda dari ke lima alam semesta. Di mana semua alam kembali normal, rukun dan saling menaati peraturan. Hari itu alam bagai menyambut kedatangan seseorang yang telah lama di nantikan. Langit yang penuh bintang terang benderang. Para peri menyanyi di kayangan. Suasana alam yang tak pernah terjadi sebelumnya.
Darah emas miliknya dapat menyembuhkan berbagai penyakit baik penyakit dewa, peri, hewan spiritual ataupun manusia. Pemikirannya yang cerdas membuat alam spiritual tak pernah bersitegang dengan makhluk lain. Dia selalu dapat memisahkan perkara yang ada. Saat igris lahir, tubuhnya mengeluarkan cahaya emas merah yang menembus langit.
Wajah yang cantik, tubuh yang indah dan kuat merupakan suatu berkah dari titisan kedua orangtua nya. Ayahnya meyakini kalau ramalan para leluhur telah terwujud dalam diri igris putri tercinta nya.
Dahulu pernah ada leluhur dewa yang meramalkan masa depan. Katanya kelak akan terlahir seorang anak yang akan membuka batas antara semua alam. Yang mana semua menjadi satu kesatuan tanpa ada batas dan peraturan.
" Baiklah... jika kau menganggap anak mu ini suatu berkah bagi bangsa dewa, maka minta dia tumpahkan darahnya itu untuk membangkitkan kembali pasukan dewa yang mati akibat perang! Apa kau bisa melakukan itu cucuku?"